Sunday, June 7, 2009
Dicatut, Dosen UIN Yogyakarta Gugat 'Ilusi Negara Islam'
Jakarta - Kontroversi buku 'Ilusi Negara Islam' kembali memanas. Kali ini sejumlah nama yang dimasukkan sebagai peneliti buku tersebut menggugat karena merasa namanya dicatut.
Gugatan disampaikan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Abdur Rozaki. Dia merasa, tidak pernah menjadi peneliti buku tersebut, tapi namanya tercantuk dalam buku yang memunculkan polemik tersebut.
Rozak mengaku ia bersama 2 temannya, Nur Kholik Ridwan, dan Supardi pernah diajak untuk menjadi peneliti buku tersebut. Namun ia membatalkan kontrak karena Yayasan Fatsuna, yang menerbitkan buku itu menolak diajak debat tentang metodologi penelitian.
"Kami bertiga, saya, Nur Kholik Ridwan, dan Supardi mundur. Mereka katanya hendak melakukan riset perkembangan agama di Indoenesia, tapi diajak debat metodologi tidak mau. Ini aneh," jelas Rozak itu saat berbincang melalui telepon, Rabu (27/5/2009).
Penolakan tersebut terjadi pada 2 tahun lalu. Anehnya saat buku Ilusi Negara Islam diterbitkan Wahid Institute pada 2009, nama Rozak dan kawan-kawan tetap dicantumkan.
"Setelah kami cek itu ada ghost writer, entah siapa yang buat. Makanya ini ada apa?" jelas Rozak.
Dia menuturkan, memang proyek buku ini didanai Holland Taylor dari organisasi Lib for All dan dilaksanakan oleh Abdul Munir Mulkan. Belakangan Abdul Munir bahkan tidak sepakat buku itu diterbitkan.
"Memang buku itu tidak jelas siapa penulisnya. Masak editornya Gus Dur? Kan tidak mungkin. Ini politisasinya kebablasan," terangnya.
Rozak bersama temannya pun sempat melakukan komplain kepada penerbit, sayangnya dia mendapat jawaban bila apa yang tercantum dalam buku itu bukan tanggung jawab penerbit.
"Enak saja pakai nama orang. Yang saya khawatir buku ini dijual di kalangan internasional untuk kepentingan Taylor. Karena bagi kami buku ini tidak akademis," tutupnya.
Buku 'Ilusi Negara Islam' yang The Wahid Institute dan Maarif Institute diluncurkan pada 16 Mei 2009 lalu. Buku ini mengupas soal masuknya gerakan Islam baru yang antara lain memasukkan PKS dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) merupakan organasasi Islam garis keras yang menyusup Muhammadiyah dan NU. PKS dan HTI memprotes buku tersebut.
(ndr/iy)
Thursday, May 28, 2009
Muhammad II Al-Fatih: Sang Penakluk Konstantinopel
Abu Qubail menuturkan dari Abdullah bin Amr bin Ash, “Suatu ketika kami sedang menulis di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau ditanya, “Mana yang terkalahkan lebih dahulu, Konstantinopel atau Romawi?” Beliau menjawab, “Kota Heraklius-lah yang akan terkalahkan lebih dulu.” Maksudnya adalah Konstantinopel.” [H.R. Ahmad, Ad-Darimi, Al-Hakim]
“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” [H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]
Jika anda terkagum-kagum dengan penggambaran perang yang ketat antara Balian of Ibelin melawan Shalahudin Al-Ayyubi di film Kingdom of Heaven, maka perang antara Constantine XI Paleologus dengan Muhammad Al-Fatih jauh lebih ketat, tidak hanya dalam hitungan hari tapi berminggu-minggu.
Kekaisaran Romawi terpecah dua, Katholik Roma di Vatikan dan Yunani Orthodoks di Byzantium atau Constantinople yang kini menjadi Istanbul. Perpecahan tersebut sebagai akibat konflik gereja meskipun dunia masih tetap mengakui keduanya sebagai pusat peradaban. Constantine The Great memilih kota di selat Bosphorus tersebut sebagai ibukota, dengan alasan strategis di batas Eropa dan Asia, baik di darat sebagai salah satu Jalur Sutera maupun di laut antara Laut Tengah dengan Laut Hitam dan dianggap sebagai titik terbaik sebagai pusat kebudayaan dunia, setidaknya pada kondisi geopolitik saat itu.
Yang mengincar kota ini untuk dikuasai termasuk bangsa Gothik, Avars, Persia, Bulgar, Rusia, Khazar, Arab-Muslim dan Pasukan Salib meskipun misi awalnya adalah menguasai Jerusalem. Arab-Muslim terdorong ingin menguasai Byzantium tidak hanya karena nilai strategisnya, tapi juga atas kepercayaan kepada ramalan Rasulullah SAW melalui riwayat Hadits di atas.
Upaya pertama dilakukan oleh Muawiyah bin Abu Sufyan pada tahun 668M, namun gagal dan salah satu sahabat Rasulullah SAW yaitu Abu Ayyub Al-Anshari ra. gugur. Sebelumnya Abu Ayyub sempat berwasiat jika ia wafat meminta dimakamkan di titik terjauh yang bisa dicapai oleh kaum muslim. Dan para sahabatnya berhasil menyelinap dan memakamkan beliau persis di sisi tembok benteng Konstantinopel di wilayah Golden Horn.
Generasi berikutnya, baik dari Bani Umayyah dan Bani Abbasiyyah hingga Turki Utsmani pada masa pemerintahan Murad II juga gagal menaklukkan Byzantium. Salah satu peperangan Murad II di wilayah Balkan adalah melawan Vlad Dracul, seorang tokoh Crusader yang bengis dan sadis (Dracula karya Bram Stoker adalah terinsipirasi dari tokoh ini). Selama 800 tahun kegagalan selalu terjadi, hingga anak Sultan Murad II yaitu Muhammad II naik tahta Turki Utsmani.
Sejak Sultan Murad I, Turki Utsmani dibangun dengan kemiliteran yang canggih, salah satunya adalah dengan dibentuknya pasukan khusus yang disebut Yanisari. Dengan pasukan militernya Turki Utsmani menguasasi sekeliling Byzantium hingga Constantine merasa terancam, walaupun benteng yang melindungi –bahkan dua lapis– seluruh kota sangat sulit ditembus, Constantine pun meminta bantuan ke Roma, namun konflik gereja yang terjadi tidak menelurkan banyak bala bantuan.
Hari Jumat, 6 April 1453M, Muhammad II atau disebut juga Mehmed bersama gurunya, syaikh Aaq Syamsudin, beserta tangan kanannya, Halil Pasha dan Zaghanos Pasha merencanakan penyerangan ke Byzantium dari berbagai penjuru benteng kota tersebut. Dengan berbekal 150.000 ribu pasukan dan meriam buatan Urban –teknologi baru pada saat itu– Muhammad II mengirim surat kepada Paleologus untuk masuk Islam atau menyerahkan penguasaan kota secara damai atau perang. Constantine Paleologus menjawab tetap mempertahankan kota dengan dibantu oleh Kardinal Isidor, Pangeran Orkhan dan Giovanni Giustiniani dari Genoa.
Kota dengan benteng 10m-an tersebut memang sulit ditembus, selain di sisi luar benteng pun dilindungi oleh parit 7m. Dari sebelah barat melalui pasukan altileri harus membobol benteng dua lapis, dari arah selatan laut Marmara pasukan laut harus berhadapan dengan pelaut Genoa pimpinan Giustiniani dan dari arah timur armada laut harus masuk ke selat sempit Golden Horn yang sudah dilindungi dengan rantai besar hingga kapal perang ukuran kecil pun tak bisa lewat.
Berhari-hari hingga berminggu-minggu benteng Byzantium tak bisa jebol, kalaupun runtuh membuat celah pasukan Constantine mampu mempertahankan celah tersebut dan dengan cepat menumpuk kembali hingga tertutup. Usaha lain pun dicoba dengan menggali terowongan di bawah benteng, cukup menimbulkan kepanikan kota, namun juga gagal. Hingga akhirnya sebuah ide yang terdengar bodoh dilakukan hanya dalam semalam. Salah satu pertahanan yang agak lemah adalah melalui selat Golden Horn yang sudah dirantai. Ide tersebut akhirnya dilakukan, yaitu memindahkan kapal-kapal melalui darat untuk menghindari rantai penghalang, hanya dalam semalam dan 70-an kapal bisa memasuki wilayah selat Golden Horn.
29 Mei, setelah sehari istirahat perang Muhammad II kembali menyerang total, diiringi hujan dengan tiga lapis pasukan, irregular di lapis pertama, Anatolian Army di lapis kedua dan terakhir pasukan Yanisari. Giustiniani sudah menyarankan Constantine untuk mundur atau menyerah tapi Constantine tetap konsisten hingga gugur di peperangan. Kabarnya Constantine melepas baju perang kerajaannya dan bertempur bersama pasukan biasa hingga tak pernah ditemukan jasadnya. Giustiniani sendiri meninggalkan kota dengan pasukan Genoa-nya. Kardinal Isidor sendiri lolos dengan menyamar sebagai budak melalui Galata, dan Pangeran Orkhan gugur di peperangan.
Konstantinopel telah jatuh, penduduk kota berbondong-bondong berkumpul di Hagia Sophia, dan Sultan Muhammad II memberi perlindungan kepada semua penduduk, siapapun, baik Islam, Yahudi ataupun Kristen. Hagia Sophia pun akhirnya dijadikan masjid dan gereja-gereja lain tetap sebagaimana fungsinya bagi penganutnya.
Toleransi tetap ditegakkan, siapa pun boleh tinggal dan mencari nafkah di kota tersebut. Sultan kemudian membangun kembali kota, membangun sekolah –terutama sekolah untuk kepentingan administratif kota– secara gratis, siapa pun boleh belajar, tak ada perbedaan terhadap agama, membangun pasar, membangun perumahan, bahkan rumah diberikan gratis kepada para pendatang yang bersedia tinggal dan mencari nafkah di reruntuhan kota Byzantium tersebut. Hingga akhirnya kota tersebut diubah menjadi Istanbul, dan pencarian makam Abu Ayyub dilakukan hingga ditemukan dan dilestarikan.
Dan kini Hagia Sophia yang megah berubah fungsi menjadi museum.
Sumber: Alwi Alatas: Al-Fatih Sang Penakluk Konstantinopel, Penerbit Zikrul Hakim, 2005
Wednesday, January 21, 2009
Sunday, December 14, 2008
Khalifah ke-2: Umar bin Khattab dan Ibu Pemasak Batu
http://www.dakwatuna.com/2007/umar-dan-ibu-pemasak-batu/
Suatu masa dalam kepemimpinan Umar, terjadilah Tahun Abu. Masyarakat Arab, mengalami masa paceklik yang berat. Hujan tidak lagi turun. Pepohonan mengering, tidak terhitung hewan yang mati mengenaskan. Tanah tempat berpijak hampir menghitam seperti abu.
Putus asa mendera di mana-mana. Saat itu Umar sang pemimpin menampilkan kepribadian yang sebenar-benar pemimpin. Keadaan rakyat diperhatikannya saksama. Tanggung jawabnya dijalankan sepenuh hati. Setiap hari ia menginstruksikan aparatnya menyembelih onta-onta potong dan menyebarkan pengumuman kepada seluruh rakyat. Berbondong-bondong rakyat datang untuk makan. Semakin pedih hatinya. Saat itu, kecemasan menjadi kian tebal. Dengan hati gentar, lidah kelunya berujar, “Ya Allah, jangan sampai umat Muhammad menemui kehancuran di tangan ini.”
Umar menabukan makan daging, minyak samin, dan susu untuk perutnya sendiri. Bukan apa-apa, ia khawatir makanan untuk rakyatnya berkurang. Ia, si pemberani itu, hanya menyantap sedikit roti dengan minyak zaitun. Akibatnya, perutnya terasa panas dan kepada pembantunya ia berkata “Kurangilah panas minyak itu dengan api”. Minyak pun dimasak, namun perutnya kian bertambah panas dan berbunyi nyaring. Jika sudah demikian, ditabuh perutnya dengan jemari seraya berkata, “Berkeronconglah sesukamu, dan kau akan tetap menjumpai minyak, sampai rakyatku bisa kenyang dan hidup dengan wajar.”
Hampir setiap malam Umar bin Khattab melakukan perjalanan diam-diam. Ditemani salah seorang sahabatnya, ia masuk keluar kampung. Ini ia lakukan untuk mengetahui kehidupan rakyatnya. Umar khawatir jika ada hak-hak mereka yang belum ditunaikan oleh aparat pemerintahannya.
Malam itu pun, bersama Aslam, Khalifah Umar berada di suatu kampung terpencil. Kampung itu berada di tengah-tengah gurun yang sepi. Saat itu Khalifah terperanjat. Dari sebuah kemah yang sudah rombeng, terdengar seorang gadis kecil sedang menangis berkepanjangan. Umar bin khattab dan Aslam bergegas mendekati kemah itu, siapa tahu penghuninya membutuhkan pertolongan mendesak.
Setelah dekat, Umar melihat seorang perempuan tua tengah menjerangkan panci di atas tungku api. Asap mengepul-ngepul dari panci itu, sementara si ibu terus saja mengaduk-aduk isi panci dengan sebuah sendok kayu yang panjang.
“Assalamu’alaikum,” Umar memberi salam.
Mendengar salam Umar, ibu itu mendongakan kepala seraya menjawab salam Umar. Tapi setelah itu, ia kembali pada pekerjaannya mengaduk-aduk isi panci.
“Siapakah gerangan yang menangis di dalam itu?” tanya Umar.
Dengan sedikit tak peduli, ibu itu menjawab, “Anakku….”
“Apakah ia sakit?”
“Tidak,” jawab si ibu lagi. “Ia kelaparan.”
Umar dan Aslam tertegun. Mereka masih tetap duduk di depan kemah sampai lebih dari satu jam. Gadis kecil itu masih terus menangis. Sedangkan ibunya terus mengaduk-aduk isi pancinya.
Umar tidak habis pikir, apa yang sedang dimasak oleh ibu tua itu? Sudah begitu lama tapi belum juga matang. Karena tak tahan, akhirnya Umar berkata, “Apa yang sedang kau masak, hai Ibu? Kenapa tidak matang-matang juga masakanmu itu?”
Ibu itu menoleh dan menjawab, “Hmmm, kau lihatlah sendiri!”
Umar dan Aslam segera menjenguk ke dalam panci tersebut. Alangkah kagetnya ketika mereka melihat apa yang ada di dalam panci tersebut. Sambil masih terbelalak tak percaya, Umar berteriak, “Apakah kau memasak batu?”
Perempuan itu menjawab dengan menganggukkan kepala.
“Buat apa?”
Dengan suara lirih, perempuan itu kembali bersuara menjawab pertanyaan Umar, “Aku memasak batu-btu ini untuk menghibur anakku. Inilah kejahatan Khalifah Umar bin Khattab. Ia tidak mau melihat ke bawah, apakah kebutuhan rakyatnya sudah terpenuhi belum. Lihatlah aku. Aku seorang janda. Sejak dari pagi tadi, aku dan anakku belum makan apa-apa. Jadi anakku pun kusuruh berpuasa, dengan harapan ketika waktu berbuka kami mendapat rejeki. Namun ternyata tidak. Sesudah magrib tiba, makanan belum ada juga. Anakku terpaksa tidur dengan perut yang kosong. Aku mengumpulkan batu-batu kecil, memasukkannya ke dalam panci dan kuisi air. Lalu batu-batu itu kumasak untuk membohongi anakku, dengan harapan ia akan tertidur lelap sampai pagi. Ternyata tidak. Mungkin karena lapar, sebentar-sebentar ia bangun dan menangis minta makan.”
Ibu itu diam sejenak. Kemudian ia melanjutkan, “Namun apa dayaku? Sungguh Umar bin Khattab tidak pantas jadi pemimpin. Ia tidak mampu menjamin kebutuhan rakyatnya.”
Mendengar penuturan si Ibu seperti itu, Aslam akan menegur perempuan itu. Namun Umar sempat mencegah. Dengan air mata berlinang ia bangkit dan mengajak Aslam cepat-cepat pulang ke Madinah. Tanpa istirahat lagi, Umar segera memikul gandum di punggungnya, untuk diberikan kepada janda tua yang sengsara itu.
Karena Umar bin Khattab terlihat keletihan, Aslam berkata, “Wahai Amirul Mukminin, biarlah aku saya yang memikul karung itu….”
Dengan wajah merah padam, Umar menjawab sebat, “Aslam, jangan jerumuskan aku ke dalam neraka. Engkau akan menggantikan aku memikul beban ini, apakah kau kira engkau akan mau memikul beban di pundakku ini di hari pembalasan kelak?”
Aslam tertunduk. Ia masih berdiri mematung, ketika tersuruk-suruk Khalifah Umar bin Khattab berjuang memikul karung gandum itu. Angin berhembus. Membelai tanah Arab yang dilanda paceklik.
Monday, November 24, 2008
Sunday, November 2, 2008
Konsep Khilafah VS Demokrasi
Today's Dialog yang satu ini lebih mirip dagelan, dimana narasumber yang dihadirkan 2 berasal dari Islam Liberal, dan satu dari HTI. Dari dimulainya sampai berakhirnya, semuanya kecuali jubir HTI cuman mengutip sana sini dari ulama liberal sana dan ulama liberal sini. Bahkan mahasiswa yang bertanya pun sepertinya sudah dibisiki oleh JIL, karena model pertanyaannya mirip sekali dengan pernyataan-pernyataan dua narasumber liberal tadi. Untungnya, Jubir HTI Ismail Yusanto sudah terbiasa dengan argumen-argumen seperti itu. Bahkan Pertanyaan sang mahasiswa pun di balikkan dengan mudahnya.
Tayangan ini pun lantas langsung mendapat tanggapan yang sama panasnya, seperti yang diambil dari http://hizbut-tahrir.or.id/2008/10/30/todays-dialogeu-metro-tv-khilafah-vs-demokrasi-menyimak-tanggapan-pemirsa/
Ass. Mantap ust. Seandainya Rasul mencontohkan, ingin sy habisi munafik di kiri dan kanan antum. +62811425xxx
+++
Itu adalah satu dari puluhan sms bernada marah yang masuk ke handphone saya beberapa saat usai acara Today’s Dialogue Metro TV, Selasa 30 September jam 22.05 lalu. Menanggapi sms seperti itu, tentu tidak boleh saya ikut-ikutan emosional. Saya tanggapi sms-sms semacam itu dengan mengutip penggalan sebuah hadis Nabi, lam nu’mar bi dzalika ba’da. Intinya, bahwa kita tidak diperintahkan untuk melakukan hal seperti itu.
Acara berdurasi 1 jam malam itu memang mengambil topik ‘panas’, “Demokrasi vs Khilafah”; menghadirkan Koordinator JIL, Abdul Moqsith Ghazali, Dosen Universitas Paramadina Novriantoni dan Jubir HTI Muhammad Ismail Yusanto, dengan pembawa acara Meutia Hafidz.
Sekilas, dua pembicara pertama berasal dari dua institusi berbeda. Namun, keduanya sama saja. Jika disebut dari JIL, Novriantoni juga anggota JIL. Jika disebut Paramadina, Moqsith juga dosen Universitas Paramadina. Walhasil, tidak salah bila pemirsa menilai, ini dialog keroyokan JIL menghadapi HTI. Malah ada pemirsa yang menilai, pembicara dari HTI bukan hanya dikeroyok 2, tapi 3 orang karena pembawa acara, Meutia Hafidz, ikut-ikutan “mengeroyok’ dengan memberikan waktu lebih kepada dua pembicara dari JIL itu. Jadi, tak heran jika sejumlah tudingan miring pemirsa lantas dialamatkan kepada Metro TV.
Mas Ismail.. selama ini ada pertanyaan yg menggelayut d dalam hati sy: “Apakah Metro Tv sudah menjadi TV yg spesialis ANTI ISLAM??? Malam ini– Alhamdulillah-sudah terjawab,jawabanx: IYA. Dari setiap episode Todays Dialog sebelumx yg selalu saja menampilkn 2 pmbicara dari pihak sekuler yg d biarkan (baca: sengaja) mengeroyok rame2 1 orang pmbcr dari fihak ISLAM. Benar2 skenario ketidak adilan yg NYATA dari fihak Metro TV. +6285248695xxx
Aww, ga adil euy metro tv, masa 2vs1. Pk..km smwa do’ain bpk…innallaha ma’ana.. +6281381793xxx
+++
Menghadapi diskusi keroyokan seperti itu, ditambah dengan sikap dua pembicara dari JIL yang memang terkesan sangat arogan dan sangat menyepelekan atau malah melecehkan gagasan khilafah, ada 3 pilihan sikap. Pertama: terpancing emosi. Kedua: menanggapi sekenanya atau dengan guyonan. Ketiga: menyikapinya dengan serius karena ini adalah kesempatan bagus untuk sebisanya menjelaskan kepada khalayak tentang topik pembahasan yang sangat penting, yang baru diinfokan sesaat sebelum acara dimulai. Pilihan ketiga itulah yang diambil meski tidak mudah karena kesempatan yang sangat terbatas. Namun tampaknya, strategi itu cukup berhasil, terlihat dari respon pemirsa di antaranya dari tokoh PAN, Pak Abdillah Toha.
Ustadz Ismail, minal aidin wal faizin. Stlh menyimak Today’s Dialogue mlm ini, walau topiknya memang debatable, kesan saya, lawan2 bicara anda (terutama yg dari JIL) cenderung angkuh dan liberal minded. Hormat saya kpd anda yg, walau dikeroyok, menghadapi mereka dgn argumen yg konsisten dan dingin. Kalau boleh urun rembug, apakah tidak sebaiknya HTI pada tahap ini memasyarakatkan perlunya persatuan Islam, sebelum memasarkan khilafah, yg akan datang dgn sendirinya bila ummah sdh bersatu. Salam, Abdillah Toha.
Allahuakbar! 3x. Awal2 sesak nafas saya ustad diframe diantara para sekuler laknatullah. Ht dihina, Islam dihina. Tetapi ustad tetap tenang, bahkan pada akhirnya bisa membalikkan keadaan, dg mngatakan bahwa mereka para sekuler yg tidak punya solusi. Allahuakbar walillahil hamd. Semoga Allah memberikan Rahmat dan redhoNya kepada ustad. Amin. +6285274230xxx
Komentar teman kuliah, stlh lihat dialog todays: Subhanallah.. ustad ismail luar biasa… luas ilmunya dan sngt tenang dlm membungkam serangan2 orang2 JIL. +628121113xxx
Asslm Wr Wb, sy lihat todays dialogue metro TV hari ini, selamat pak…jawaban2 yg memberikan pencerahan…semoga setelah acara tsb, banyak response baik dari penonton. Taqabbalallahu minna wa minkum, minal aidin wal faizin, +6281310691xxx
Stlh mnyksikan todays dialog tdi mlm,saya salut atas ksabaran n keistiqomahn ustd dlm mnghdpi tantangan2 dkwh…”mrk yg meyakini bhwa mrk akn mnemui Allah brkata: btp bnyk klompok kcil mnghalahkn klmpok besar dgn izin Allah, dan Allah bsrta org2 yg sabar” +6281953728xxx
Selamat Idul Fitri 1429 H..Bravo utk ketangkasan ustd di medan perang kata2 Today Dialog Metro TV walau Ustd sendirian…+628111106xxx
Ass Salut buat bapak! Dlm today dialog. Sy dukung bapak! Allahu akbar. Kehebatan di tengah orang2 JIL dlm dialog tersebut sangat memukau! & menyentuh akal nurani. Mhn maaf lahir batin. +6281385289xxx
+++
Sikap angkuh, melecehkan dan menyepelekan ide khilafah menjadi bumerang buat pembicara dari JIL. Pantas banyak sekali pemirsa yang kesal dibuatnya. Apalagi memang faktanya mereka tidak memiliki konsep. Hanya sekadar menolak ide khilafah.
Sy nonton todays dilaogue td mlm mas, bebal ya org jil..hehe.. +6285244136xxx
Dari awal jil mjelek2an HT, itu bukan ciri muslim. Jil antek AS memang punya konsep apa? + 62817191xxx
Kaum munafiq/org JIL (jrgn iblis liar) kan mmg sdh tdk percaya pd al quran & as sunnah… Mrk sbnr’nya kan org linglung. B’debat dg mrk, bikin capek..+6281381131xxx
Aslm ust..sy melihat Todays dialog sangat tidak seimbang. Tampak kebencian dan kebodohan mrk akan konsep khilafah +6281271671xxx
Kata Ayah saya Jaman penjajahan dulu antek2 penjajah dan org2 yg terbiasa dijajah menganggap cita2 agar Indons Merdeka suatu hal yg Utopis, hal itu terulang di saat ini antek2 AS dan Yahudi serta org2 yg telah terbiasa terjajah menganggap KHILAFAH suatu hal Utopis…sadarkah antek AS n Zionist! +628161654xxx
Allahuakbar!!! Janji Allah, syariah dan khilafah akan tegak! Bukan utopis! Org2 kafir dan antek2x akan masuk neraka… +6285241692xxx
+++
Sebaliknya, meski dilecehkan begitu rupa, kebenaran tentang ide khilafah tidak bisa ditutupi. Keyakinan akan tegaknya kembali khilafah tetap kokoh. Apresiasi positif justru ditujukan kepada HTI yang konsisten terus menggelorakan perjuangan penegakan khilafah.
Allahu akbar, pa is umat yg bnar2 beriman+bnar islam slrh dunia sgt mrindukan khilafah. Allah mh benar&mh tau mn org2 yg imannya bnar. Mdh2an khilafah sgr tgk. +6285759045xxx
Apa yg ustdz smpaikan semakin jelas bahwa sesungguhnya islm itu punya sistm sndri yg kurgn dikethui umt islm termsk penolakn dari jil. Hizbt tahrir punya jasa besar dlm menyebrkn sistm islm yg sengaja dikubur makanya saya tersenth kalau ada selain khilfh utk menyelesaikn berbagai problm ummt di selurh dunia jil tdk bisa memberikn jwbnnya maka jelas khilafh dikernkan sosialis komuns sdh kolap duluan kapitalis diambng kehancuran +6285650800xxx
Ass, Ust, mskipun anda trlihat ’trsudutkn’ dlm Todays Dialogue kmrn,tp kbnran ttp tmpak dlm ide yg anda smpaikn,kami smua yakin kbnaran yg haq hnya milik Allah. +6281553123xxx
ALLAHU AKBAR 3X ust luar biasa dlm acr today dialogue td….Subhanallah mrk membuat makar akan tetapi makar Allah yg tetap menang.Mrk tdk punya konsep.Inilah Makar ALLAH melalui ust. Subhanallah walhamdulillah wallahu akbar. +6281363417xxx
+++
Benar, terlalu banyak untuk disebut makar yang telah dibuat oleh kekuatan sekular global yang ditopang oleh media massa dengan dukungan pemikir dan tokoh sekuler berikut anak didik dan anak cucunya di dalam dan di luar negeri yang berusaha keras menghentikan laju berkembangnya gagasan khilafah, tapi makar Allah lah yang pasti menang. Buktinya, semakin dihambat, gagasan khilafah justru semakin berkembang, semakin diterima dan dirasakan semakin urgent sebagai satu-satunya solusi untuk mengatasi problematika umat.
Karena itu, seperti tanggapan seorang pemirsa, mudah-mudahan dialog itu memberikan pengaruh baik kepada khalayak.
Subhanallah,luar biasa pak.Baru kali ini ada bhsn di tv khilafah vs demokrasi.Smoga brdampak luar biasa juga.Allahuakbar! +628157937xxx
Wallahu’alam bi al-shawab. [Kantor Jubir HTI-Jakarta]