<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652</id><updated>2012-02-16T04:27:38.916-08:00</updated><category term='Mengenal Khalifah'/><category term='Personal'/><category term='Ketawa'/><category term='Sejarah'/><category term='Organisasi: PKS'/><category term='Kisah Sahabat'/><category term='Jinayat'/><category term='Technology'/><category term='Others'/><category term='Hukum'/><category term='Black List'/><category term='Zionist'/><category term='Halal dan Haram'/><category term='Tokoh'/><category term='Media: Metro TV'/><category term='Ekonomi Syariah'/><category term='Al-Islam'/><category term='Media: TV One'/><category term='Fatwa MUI'/><category term='Aqidah'/><category term='Politik'/><category term='Bentuk Dakwah'/><category term='Oase'/><category term='Organisasi: Paramadina'/><category term='Rasul'/><category term='Hoax'/><category term='Makanan'/><category term='Fiqh'/><category term='Organisasi: Jamaah Insan Liberal'/><category term='Hudud'/><category term='Khilafah'/><category term='Video'/><category term='Organisasi: Hizbut Tahrir Indonesia'/><category term='News'/><category term='Nabi'/><title type='text'>Moslemsqy</title><subtitle type='html'>Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>54</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-4571506878544368498</id><published>2009-06-07T10:09:00.000-07:00</published><updated>2009-06-07T10:11:48.599-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Black List'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hoax'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Organisasi: Hizbut Tahrir Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khilafah'/><title type='text'>Dicatut, Dosen UIN Yogyakarta Gugat 'Ilusi Negara Islam'</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Diambil dari: &lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2009/05/27/134543/1137982/10/dicatut-dosen-uin-yogyakarta-gugat-ilusi-negara-islam"&gt;http://www.detiknews.com/read/2009/05/27/134543/1137982/10/dicatut-dosen-uin-yogyakarta-gugat-ilusi-negara-islam&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2009/05/27/134543/1137982/10/dicatut-dosen-uin-yogyakarta-gugat-ilusi-negara-islam"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jakarta&lt;/strong&gt; - Kontroversi buku 'Ilusi Negara Islam' kembali memanas. Kali ini sejumlah nama yang dimasukkan sebagai peneliti buku tersebut menggugat karena merasa namanya dicatut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gugatan disampaikan dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Abdur Rozaki. Dia merasa, tidak pernah menjadi peneliti buku tersebut, tapi namanya tercantuk dalam buku yang memunculkan polemik tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rozak mengaku ia bersama 2 temannya, Nur Kholik Ridwan, dan Supardi pernah diajak untuk menjadi peneliti buku tersebut. Namun ia membatalkan kontrak karena Yayasan Fatsuna, yang menerbitkan buku itu menolak diajak debat tentang metodologi penelitian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami bertiga, saya, Nur Kholik Ridwan, dan Supardi mundur. Mereka katanya hendak melakukan riset perkembangan agama di Indoenesia, tapi diajak debat metodologi tidak mau. Ini aneh," jelas Rozak itu saat berbincang melalui telepon, Rabu (27/5/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penolakan tersebut terjadi pada 2 tahun lalu. Anehnya saat buku Ilusi Negara Islam diterbitkan Wahid Institute pada 2009, nama Rozak dan kawan-kawan tetap dicantumkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setelah kami cek itu ada ghost writer, entah siapa yang buat. Makanya ini ada apa?" jelas Rozak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menuturkan, memang proyek buku ini didanai Holland Taylor dari organisasi Lib for All dan dilaksanakan oleh Abdul Munir Mulkan. Belakangan Abdul Munir bahkan tidak sepakat buku itu diterbitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang buku itu tidak jelas siapa penulisnya. Masak editornya Gus Dur? Kan tidak mungkin. Ini politisasinya kebablasan," terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rozak bersama temannya pun sempat melakukan komplain kepada penerbit, sayangnya dia mendapat jawaban bila apa yang tercantum dalam buku itu bukan tanggung jawab penerbit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Enak saja pakai nama orang. Yang saya khawatir buku ini dijual di kalangan internasional untuk kepentingan Taylor. Karena bagi kami buku ini tidak akademis," tutupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku 'Ilusi Negara Islam' yang The Wahid Institute dan Maarif Institute diluncurkan pada 16 Mei 2009 lalu. Buku ini mengupas soal masuknya gerakan Islam baru yang antara lain memasukkan PKS dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) merupakan organasasi Islam garis keras yang menyusup Muhammadiyah dan NU. PKS dan HTI memprotes buku tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt; (ndr/iy)&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-4571506878544368498?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/4571506878544368498/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=4571506878544368498' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/4571506878544368498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/4571506878544368498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2009/06/dicatut-dosen-uin-yogyakarta-gugat.html' title='Dicatut, Dosen UIN Yogyakarta Gugat &apos;Ilusi Negara Islam&apos;'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-2782304973543747563</id><published>2009-05-28T22:50:00.000-07:00</published><updated>2009-05-28T22:51:37.418-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khilafah'/><title type='text'>Muhammad II Al-Fatih: Sang Penakluk Konstantinopel</title><content type='html'>&lt;div class="moz-text-html" lang="x-western"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;    &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;Abu Qubail menuturkan dari Abdullah bin Amr bin Ash, “Suatu ketika kami sedang menulis di sisi Rasulullah SAW, tiba-tiba beliau ditanya, “Mana yang terkalahkan lebih dahulu, Konstantinopel atau Romawi?” Beliau menjawab, “Kota Heraklius-lah yang akan terkalahkan lebih dulu.” Maksudnya adalah Konstantinopel.” &lt;b&gt;[H.R. Ahmad, Ad-Darimi, Al-Hakim]&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="moz-text-html" lang="x-western"&gt;“Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” &lt;b&gt;[H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335]&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="moz-text-html" lang="x-western"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="moz-text-html" lang="x-western"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; Jika anda terkagum-kagum dengan penggambaran perang yang ketat antara &lt;b&gt;Balian of Ibelin&lt;/b&gt; melawan &lt;b&gt;Shalahudin Al-Ayyubi&lt;/b&gt; di film &lt;b&gt;Kingdom of Heaven&lt;/b&gt;, maka perang antara &lt;b&gt;Constantine XI Paleologus&lt;/b&gt; dengan &lt;b&gt;Muhammad Al-Fatih&lt;/b&gt; jauh lebih ketat, tidak hanya dalam hitungan hari tapi berminggu-minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekaisaran Romawi terpecah dua, Katholik Roma di Vatikan dan Yunani Orthodoks di &lt;b&gt;Byzantium&lt;/b&gt; atau &lt;b&gt;Constantinople&lt;/b&gt; yang kini menjadi &lt;b&gt;Istanbul&lt;/b&gt;. Perpecahan tersebut sebagai akibat konflik gereja meskipun dunia masih tetap mengakui keduanya sebagai pusat peradaban. &lt;b&gt;Constantine The Great&lt;/b&gt; memilih kota di selat &lt;b&gt;Bosphorus&lt;/b&gt; tersebut sebagai ibukota, dengan alasan strategis di batas Eropa dan Asia, baik di darat sebagai salah satu Jalur Sutera maupun di laut antara Laut Tengah dengan Laut Hitam dan dianggap sebagai titik terbaik sebagai pusat kebudayaan dunia, setidaknya pada kondisi geopolitik saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang mengincar kota ini untuk dikuasai termasuk bangsa &lt;b&gt;Gothik&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Avars&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Persia&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Bulgar&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Rusia&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Khazar&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Arab-Muslim&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Pasukan Salib&lt;/b&gt; meskipun misi awalnya adalah menguasai &lt;b&gt;Jerusalem&lt;/b&gt;. &lt;b&gt;Arab-Muslim&lt;/b&gt; terdorong ingin menguasai &lt;b&gt;Byzantium&lt;/b&gt; tidak hanya karena nilai strategisnya, tapi juga atas kepercayaan kepada ramalan &lt;b&gt;Rasulullah SAW&lt;/b&gt; melalui riwayat Hadits di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Upaya pertama dilakukan oleh &lt;b&gt;Muawiyah bin Abu Sufyan&lt;/b&gt; pada tahun &lt;b&gt;668M&lt;/b&gt;, namun gagal dan salah satu sahabat &lt;b&gt;Rasulullah SAW&lt;/b&gt; yaitu &lt;b&gt;Abu Ayyub Al-Anshari ra&lt;/b&gt;. gugur. Sebelumnya &lt;b&gt;Abu Ayyub&lt;/b&gt; sempat berwasiat jika ia wafat meminta dimakamkan di titik terjauh yang bisa dicapai oleh kaum muslim. Dan para sahabatnya berhasil menyelinap dan memakamkan beliau persis di sisi tembok benteng &lt;b&gt;Konstantinopel&lt;/b&gt; di wilayah &lt;b&gt;Golden Horn&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi berikutnya, baik dari &lt;b&gt;Bani Umayyah&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Bani Abbasiyyah&lt;/b&gt; hingga &lt;b&gt;Turki Utsmani&lt;/b&gt; pada masa pemerintahan &lt;b&gt;Murad II&lt;/b&gt; juga gagal menaklukkan &lt;b&gt;Byzantium&lt;/b&gt;. Salah satu peperangan &lt;b&gt;Murad II&lt;/b&gt; di wilayah &lt;b&gt;Balkan&lt;/b&gt; adalah melawan &lt;i&gt;&lt;b&gt;Vlad Dracul&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, seorang tokoh &lt;b&gt;Crusader&lt;/b&gt; yang bengis dan sadis (&lt;b&gt;Dracula&lt;/b&gt; karya &lt;b&gt;Bram Stoker&lt;/b&gt; adalah terinsipirasi dari tokoh ini). Selama 800 tahun kegagalan selalu terjadi, hingga anak &lt;b&gt;Sultan Murad II&lt;/b&gt; yaitu &lt;b&gt;Muhammad II&lt;/b&gt; naik tahta &lt;b&gt;Turki Utsmani&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak &lt;b&gt;Sultan Murad I&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Turki Utsmani&lt;/b&gt; dibangun dengan kemiliteran yang canggih, salah satunya adalah dengan dibentuknya pasukan khusus yang disebut &lt;b&gt;Yanisari&lt;/b&gt;. Dengan pasukan militernya &lt;b&gt;Turki Utsmani&lt;/b&gt; menguasasi sekeliling &lt;b&gt;Byzantium&lt;/b&gt; hingga &lt;b&gt;Constantine&lt;/b&gt; merasa terancam, walaupun benteng yang melindungi –bahkan dua lapis– seluruh kota sangat sulit ditembus, &lt;b&gt;Constantine&lt;/b&gt; pun meminta bantuan ke &lt;b&gt;Roma&lt;/b&gt;, namun konflik gereja yang terjadi tidak menelurkan banyak bala bantuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Jumat, 6 April 1453M, &lt;b&gt;Muhammad II&lt;/b&gt; atau disebut juga &lt;b&gt;Mehmed&lt;/b&gt; bersama gurunya, &lt;b&gt;syaikh Aaq Syamsudin&lt;/b&gt;, beserta tangan kanannya, &lt;b&gt;Halil Pasha&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Zaghanos Pasha&lt;/b&gt; merencanakan penyerangan ke &lt;b&gt;Byzantium&lt;/b&gt; dari berbagai penjuru benteng kota tersebut. Dengan berbekal 150.000 ribu pasukan dan meriam buatan Urban –teknologi baru pada saat itu– &lt;b&gt;Muhammad II&lt;/b&gt; mengirim surat kepada &lt;b&gt;Paleologus&lt;/b&gt; untuk masuk Islam atau menyerahkan penguasaan kota secara damai atau perang. &lt;b&gt;Constantine Paleologus&lt;/b&gt; menjawab tetap mempertahankan kota dengan dibantu oleh &lt;b&gt;Kardinal Isidor&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Pangeran Orkhan&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Giovanni Giustiniani&lt;/b&gt; dari &lt;b&gt;Genoa&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota dengan benteng 10m-an tersebut memang sulit ditembus, selain di sisi luar benteng pun dilindungi oleh parit 7m. Dari sebelah barat melalui pasukan altileri harus membobol benteng dua lapis, dari arah selatan laut Marmara pasukan laut harus berhadapan dengan pelaut &lt;b&gt;Genoa&lt;/b&gt; pimpinan &lt;b&gt;Giustiniani&lt;/b&gt; dan dari arah timur armada laut harus masuk ke selat sempit &lt;b&gt;Golden Horn&lt;/b&gt; yang sudah dilindungi dengan rantai besar hingga kapal perang ukuran kecil pun tak bisa lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhari-hari hingga berminggu-minggu benteng &lt;b&gt;Byzantium&lt;/b&gt; tak bisa jebol, kalaupun runtuh membuat celah pasukan &lt;b&gt;Constantine&lt;/b&gt; mampu mempertahankan celah tersebut dan dengan cepat menumpuk kembali hingga tertutup. Usaha lain pun dicoba dengan menggali terowongan di bawah benteng, cukup menimbulkan kepanikan kota, namun juga gagal. Hingga akhirnya sebuah ide yang terdengar bodoh dilakukan hanya dalam semalam. Salah satu pertahanan yang agak lemah adalah melalui selat &lt;b&gt;Golden Horn&lt;/b&gt; yang sudah dirantai. Ide tersebut akhirnya dilakukan, yaitu memindahkan kapal-kapal melalui darat untuk menghindari rantai penghalang, hanya dalam semalam dan 70-an kapal bisa memasuki wilayah selat &lt;b&gt;Golden Horn&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29 Mei, setelah sehari istirahat perang &lt;b&gt;Muhammad II&lt;/b&gt; kembali menyerang total, diiringi hujan dengan tiga lapis pasukan, irregular di lapis pertama, Anatolian Army di lapis kedua dan terakhir pasukan &lt;b&gt;Yanisari&lt;/b&gt;. &lt;b&gt;Giustiniani&lt;/b&gt; sudah menyarankan &lt;b&gt;Constantine&lt;/b&gt; untuk mundur atau menyerah tapi &lt;b&gt;Constantine&lt;/b&gt; tetap konsisten hingga gugur di peperangan. Kabarnya &lt;b&gt;Constantine&lt;/b&gt; melepas baju perang kerajaannya dan bertempur bersama pasukan biasa hingga tak pernah ditemukan jasadnya. &lt;b&gt;Giustiniani&lt;/b&gt; sendiri meninggalkan kota dengan pasukan &lt;b&gt;Genoa&lt;/b&gt;-nya. &lt;b&gt;Kardinal Isidor&lt;/b&gt; sendiri lolos dengan menyamar sebagai budak melalui &lt;b&gt;Galata&lt;/b&gt;, dan &lt;b&gt;Pangeran Orkhan&lt;/b&gt; gugur di peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Konstantinopel&lt;/b&gt; telah jatuh, penduduk kota berbondong-bondong berkumpul di &lt;b&gt;Hagia Sophia&lt;/b&gt;, dan &lt;b&gt;Sultan Muhammad II&lt;/b&gt; memberi perlindungan kepada semua penduduk, siapapun, baik &lt;b&gt;Islam, Yahudi ataupun Kristen. Hagia Sophia&lt;/b&gt; pun akhirnya dijadikan masjid dan gereja-gereja lain tetap sebagaimana fungsinya bagi penganutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toleransi tetap ditegakkan, siapa pun boleh tinggal dan mencari nafkah di kota tersebut. Sultan kemudian membangun kembali kota, membangun sekolah –terutama sekolah untuk kepentingan administratif kota– secara gratis, siapa pun boleh belajar, tak ada perbedaan terhadap agama, membangun pasar, membangun perumahan, bahkan &lt;b&gt;rumah diberikan gratis&lt;/b&gt; kepada para pendatang yang bersedia tinggal dan mencari nafkah di reruntuhan kota &lt;b&gt;Byzantium&lt;/b&gt; tersebut. Hingga akhirnya kota tersebut diubah menjadi &lt;b&gt;Istanbul&lt;/b&gt;, dan pencarian makam &lt;b&gt;Abu Ayyub&lt;/b&gt; dilakukan hingga ditemukan dan dilestarikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini &lt;b&gt;Hagia Sophia&lt;/b&gt; yang megah berubah fungsi menjadi museum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;b&gt;Alwi Alatas: Al-Fatih Sang Penakluk Konstantinopel, Penerbit Zikrul Hakim, 2005&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-2782304973543747563?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/2782304973543747563/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=2782304973543747563' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/2782304973543747563'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/2782304973543747563'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2009/05/muhammad-ii-al-fatih-sang-penakluk.html' title='Muhammad II Al-Fatih: Sang Penakluk Konstantinopel'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-2197471808141949767</id><published>2009-05-11T15:32:00.000-07:00</published><updated>2009-05-11T15:51:20.700-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>Kemenangan Para Pemodal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.mediaumat.com/images/stories/mei/kmnangan%20pemodal.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 166px; height: 106px;" src="http://www.mediaumat.com/images/stories/mei/kmnangan%20pemodal.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="line-height: 14px; "&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=105920185459&amp;amp;h=dbbce6e849832425b2c42cada4d05199&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.mediaumat.com%2Findex.php%3Foption%3Dcom_content%26task%3Dview%26id%3D471%26Itemid%3D2" target="_blank" title="http://www.mediaumat.com/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=471&amp;amp;Itemid=2" style="cursor: pointer; color: rgb(59, 89, 152); text-decoration: none; "&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;mediaumat.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;.Pemilu legislatif 2009 tidak memberi harapan baru kepada rakyat. Pemilu hanya sekadar pesta para pemodal untuk menguasai Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ni Putu Lilik Helia-wati (45), caleg nomor tiga Partai Hanura untuk DPRD Buleleng, meninggal dunia secara men-dadak di rumahnya Desa Beng-kel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Kamis (9/4) malam sekitar pukul 23.30 Wita. Dialah caleg pertama yang menjadi koraban &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;ganasnya demokrasi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;. Ia diduga meninggal akibat serang-an jantung setelah menerima telepon dari tim suksesnya bahwa perolehan suara yang bersangkutan tidak memenuhi harapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita asal Desa Bengkel, Busungbiu, seperti dikutip Kom-pas (10/4), mengembuskan nafas dalam perawatan intensif di UGD RS Wijaya Kusuma, Seririt, Kabu-paten Buleleng. Pemilu legislatif &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;di Pulau Dewata&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt; ini diikuti total &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;5.065&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt; calon anggota legislatif dari 36 partai politik dengan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;memperebutkan 390 kursi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt; di DPRD tingkat kabupaten dan provinsi. Artinya, ada&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;4.675 caleg yang gagal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt; memperebutkan kursi dewan di Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Munculnya caleg stres ini sudah diduga sebelumnya. Mere-ka tak mampu menghadapi kekalahan dan tekanan karena telah mengeluarkan uang dalam jumlah banyak. Di Kabupaten Garut misalnya, seorang caleg Partai Bintang Reformasi (PBR) daerah pemilihan (dapil) II, Iip, tiba-tiba menutup badan jalan Pinggirsari yang menghubung-kan Kec. Sukawening dengan Kec. Pangatikan, Jumat (10/4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan Iip itu diduga sebagai buntut kekecewaan terhadap warga pemilih karena dirinya tidak dicontreng pada surat suara di sekitar tempat pemungutan suara (TPS) tempat tinggalnya. Di TPS tempat ting-galnya ia tak mendapat suara satu pun. Pada malam hari usai penghitungan suara berlang-sung, Iip sempat menutup ruas jalan yang sama dengan batang kayu yang ditempatkan melin-tang di tengah jalan. "Dia menu-tup jalan dengan batang kayu sekitar Kamis (9/4) menjelang tengah malam. Bahkan, pagi tadi, (10/4), dia sempat menggali jalan yang sama,” ujar Dindin, petugas Kec. Sukawening.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih di Garut, dua caleg dari dua parpol berbeda marah besar sambil berteriak meng-hujat tim suksesnya. Faktor penyebabnya juga sama. Kedua-nya kalah meskipun telah mene-bar uang sebelum pemungutan suara pada salah satu TPS di wilayah Kecamatan Wanaraja, Garut. Namun, setelah dilakukan penghitungan suara, hasil se-mentara menunjukkan mereka keok atau kalah telak. Keduanya sempat ditenangkan sekaligus diamankan di Polsek setempat. Keduanya kemudian dibebaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena caleg stres ini sudah diduga sebelumnya. Dokter Spesialis Penyakit Dalam, FKUI, RSCM, dr Ari Fahrial Syam, seperti dikutip Republika mem-prediksi angka caleg yang meng-alami stres akan mencapai 50 persen. Mereka ini terutama yang bukan berasal dari kalangan politikus. Menurutnya, para caleg yang ikut dalam pesta demokrasi saat ini tidak memperhitungkan dampak yang akan dihadapinya. Mereka tidak menyadari kalau peluang masuk sebagai anggota dewan sangat kecil hanya sebesar lima persen. Di sisi lain, mereka berharap besar bisa lolos masuk anggota legislatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;big&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Partai Kaya Menang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/big&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekalahan para caleg yang tidak memiliki modal atau modal cekak ini pun sebangun dengan partai-partainya. Partai-partai besar yang didukung oleh sum-ber dana besar memenangi pemilihan calon anggota legis-latif. Berdasarkan hasil hitung cepat (quick count), partai-partai besar menguasai suara rakyat. Mereka adalah Partai Demokrat, Partai Golkar, dan Partai Demo-krasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Selama ini partai-partai itu dikenal memiliki modal yang besar karena di dalamnya banyak para pengusaha yang bergabung atau memiliki link dengan para pengusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenanganan besar di-raih Partai Demokrat. Peroleh-annya hampir tiga kali lipat perolehan suara mereka pada pemilu legislatif pada tahun 2004. Pengamat politik Boni Hargens menilai kesuksesan partai yang lahir di era reformasi ini tidak lepas dari peran Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, menurutnya, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;ada disain secara sistematis untuk memenangkan partai ini&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;. Ini bisa dilihat dari diamnya Badan Pengawas Pemilu (Bawas-lu) terhadap berbagai pelanggaran yang dilakukan partai tersebut. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Bawaslu tidak berani menindak SBY yang sering menggunakan kesempatannya sebagai kepala negara untuk berkampanye&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya kira semua sudah bekerja untuk Yudhoyono. Misal-nya KPU itu ngapain datang ke Cikeas saat pemilihan. Itu kampret Anshary (Abdul Hafiz Anshari, Ketua KPU--red), apa hubungannya? Saya kira ini pemilu yang by design dan sistematis untuk mendukung SBY. Wajar kalau muncul kemarahan di mana-mana,” jelas Boni kepada Media Umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, lanjutnya, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;SBY menunggangi program menteri-nya dan program negara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;. Semua diklaim sebagai milik Partai Demokrat karena posisi SBY. Masyarakat yang dalam keadaan bingung tidak ada pilihan lain. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;“Ini murni manipulasi kesadaran masyarakat,”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt; jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, Partai Golkar tampaknya tak terlalu mempermasalahkan itu. Melalui Ketua Umumnya Jusuf Kalla, partai yang selalu memenangi pemilu sebelumnya ini meng-ucapkan selamat atas keme-nangan Partai Demokrat berdasarkan hasil perhitungan cepat sejumlah lembaga survei. Ucapan itu disampaikan Kalla yang juga wakil presiden kepada SBY via telepon. SBY menyatakan bahwa ini adalah kemenangan mereka bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun PDI-P yang di perhitungan cepat menduduki posisi ketiga belum memberikan selamat secara resmi. Ucapan selamat hanya disampaikan oleh pribadi-pribadi partai berlambang banteng ini. Isu yang berkembang menyebutkan partai ini sedang mempersiapkan diri untuk mempermasalahkan pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh Partai Demokrat dan penyelenggara Pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar tiga besar itu, bertengger Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Per-satuan Pembangunan (PPP), Partai Gerindra, dan Partai Hanura. Mereka ini diperkirakan bisa mendampingi tiga partai besar untuk duduk di parlemen karena berhasil meraih lebih dari 2,5 persen, batas parliamentary threshold. Sedangkan 29 partai nasional lainnya tak memperoleh kursi di DPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;big&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Partai Islam Kalah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/big&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari partai-partai Islam dan berbasis massa Islam, hanya PKS yang mampu mempertahankan perolehannya pada pemilu sebelumnya. Yang lain seperti PAN, PKB, PPP perolehan suaranya turun. Sedangkan PBB, PBR, PKNU, dan PMB malah terseok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat politik Arie Sujito, kepada detikcom (9/4), mengatakan bahwa dukungan kepada partai berbasis agama semakin menyusut. Politik kian semakin pragmatis,” katanya. Pragmatisme politik ini diikuti oleh pragmatisme pemilih. Mereka cenderung memilih partai yang terlihat relatif terbuka. “Kecenderungan politik di Indonesia, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;identitas tidak begitu laku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;. Dan meskipun tiga partai besar itu bukan tipe partai ideal, tapi partai yang selama ini mampu menjawab tren politik,” jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, selama ini pun &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;partai-partai yang berbasis agama hanya sekadar simbol saja&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;. Tapi pada prakteknya tetap seperti pada partai politik pada umumnya. Dan ini kemudian yang dilihat rakyat. “Sampelnya, mereknya agama. Tapi cara mereka berkoalisi dan menyampaikan agenda tidak mencerminkan partai agama, tapi partainya pragmatis,” tandasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga dengan PKS, menurutnya bila kemudian partai ini tergoda dengan hal yang pragmatis, maka nasibnya akan sama dengan partai-partai berbasis agama lainnya yang mengalami penurunan, atau tidak lolos sama sekali. “Lama-lama PKS akan mengalami hal sama, bila tergoda dengan koalisi tidak jelas dan melayani kepentingan elit jangka pendek,” imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan Arie, pakar ilmu sosial dari Unpad Prof Djadja Saifullah menyebutkan parpol Islam kalah karena tidak mem-bawa aspirasi umat untuk perubahan yang lebih baik. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;big&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;“Apakah parpol yang berazas Islam itu betul-betul membawa amanat umat?”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/big&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soalnya di dalam kampanyenya, lanjut Djadja, mereka juga terbawa kepada hal-hal yang klasik. Berbeda sekali dengan parpol Islam di tahun 1950-an. Menurutnya, saat itu, betul-betul azas partainya itu terlihat dalam perilaku sehari-harinya elite-elite parpolnya. “Kalau sekarang, mohon maaf, hampir tidak ada yang seperti itu,” ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jebloknya perolehan suara partai-partai Islam ini sebenarnya sudah bisa diduga sebelumnya. Dalam sebuah diskusi di Jakarta menjelang pemilu, peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi mengata-kan partai Islam akan kehilangan banyak suara. Ini disebabkan mereka gagal dalam mengangkat isu-isu ekonomi dan kesejahteraan masyarakat yang menjadi permasalahan mendasar bangsa Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Partai-partai Islam tidak mampu men-jawab tantangan masa depan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;big&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Koalisi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/big&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghitungan resmi KPU belum keluar, tapi berbagai perhitungan telah dilakukan oleh partai-partai baik yang menang maupun yang kalah. Partai Demokrat sebagai pemenang pemilu menjadi magnet bagi partai lainnya untuk mendekat. Latar belakang partai tak lagi jadi ukuran. Demokrat pun kian jual mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa telah menang, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat SBY mengajukan syarat untuk koalisi. Dia menyatakan, format koalisi harus menjamin pemerintahan yang efektif dalam lima tahun ke depan. Ia mengatakan partainya terbuka berkoalisi dengan partai politik mana pun. Namun, pihaknya tidak akan memaksakan berkoalisi dengan partai politik yang sudah terang-terangan menolak bekerja sama dengan Partai Demokrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Partai Golkar yang semula ingin mengajukan Jusuf Kalla sebagai presiden, tampaknya mengurungkan niatnya. Berbagai lobi dilakukan agar Kalla kembali bisa disandingkan dengan SBY. Selama ini Golkar dikenal sebagai partai pemerintah dan tak pernah menjadi partai oposisi. Namun SBY pun belum menjamin ia akan kembali bersama Kalla.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar itu PKS telah mengelus Hidayat Nur Wahid sebagai wakil presiden. Bahkan untuk memuluskan rencana itu, sebelum pemilu berlangsung PKS dengan terang-terangan menya-takan mendukung SBY sebagai presiden untuk masa 2009-2014. “Apapun partainya, presidennya SBY,” begitu jargon yang didengungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang sebagian parpol seperti PKB, PKS, PAN, PKPI, Pelopor, dan PBB diakui SBY telah berkomunikasi dengan partainya baik secara informal, langsung maupun tidak langsung. Komu-nikasi tersebut akan diintensifkan sehingga ada kesepakatan koalisi yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, munculnya koalisi pro Demokrat akan disaingi oleh PDI-P. Partainya Megawati ini sedang serius menjalin komunikasi politik dengan Partai Gerindra dan Partai Hanura. Hanya saja, proses pen-jajakan yang dilakukan oleh partai-partai yang anti Demokrat ini tidak sekental kubu Demokrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar itu, kini muncul kisruh pemilu di mana-mana. Komisi Pemilihan Umum (KPU) terancam digugat. Beberapa pihak mengkhawatirkan akan terjadi sesuatu dengan Indo-nesia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;big&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Tidak Ada Perubahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/big&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari hiruk pikuk koalisi dan euphoria kemenangan partai-partai kaya, sebenarnya tidak akan perubahan yang berarti terhadap nasib rakyat. “&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Saya yakin tidak ada perubahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;. Saya kira akan sama saja. Dia tidak akan peduli dengan nasib rakyat,” kata Boni Hargens.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara logika, kemenangan partai-partai sekuler termasuk partai Islam yang lolos parliamentary threshold itu sangat ditentukan oleh modal/uang. Karenanya, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;menurut Revrison Baswir, demokrasi liberal adalah alat atau sarana yang digunakan oleh pemodal untuk merebut jabatan-jabatan publik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat diduga akan terjadi intervensi pemiliki modal dalam pemerintahan. Ini terjadi karena partai-partai telah berutang budi kepada para pemodal. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Kekuasaan akan melakukan praktek balas budi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;. “Jadi sudah pasti kebijakan pemerintah akan berpihak kepada kepentingan modal. Ada transaksi imbal balik. Ada sekelompok orang disokong menjadi penguasa, kemudian penguasa akan membuat kebijakan yang menguntungkan kaum pemodal itu,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke depan, rakyat akan kembali gigit jari karena pemerintah lebih memperhatikan kepentingan pemodal yang telah mendukung mereka mempertahankan kekuasaannya. Akibat lebih buruknya, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Indonesia akan kembali dikuasai oleh kaum kapitalis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt; yang notabene mereka adalah pemodal asing. Maka jangan kaget bila nanti BUMN dijual kepada asing dan akan lahir perundang-undangan yang pro kepada para kapitalis dan pihak asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi itu, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;partai Islam pun tak banyak punya peran sebab mereka telah berutang budi kepada partai sekuler yang telah menggandengnya untuk berkoalisi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;. Walhasil, mereka hanya menjadi penggembira dan ini berbahaya bagi perkembangan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;big&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Jalan Perubahan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/big&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesejahteraan rakyat menjadi impian yang belum kesampaian. Dalam system kapitalisme-demokrasi seperti sekarang, tidak mungkin terjadi perubahan yang mendasar yang berpihak kepada rakyat. Sejak dari sononya, kapitalisme akan selalu menguntungkan pemilik modal. Demokrasi tidak ditujukan untuk memberikan jalan kepada mayoritas untuk bebas mengapresiasikan aspiranya. Demokrasi menjadi alat untuk penguasaan negara oleh pemodal/sekelompok orang atas nama rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, menurut juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia Ismail Yusanto, perjuangan menuju Indonesia yang lebih baik harus diteruskan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;Perubahan mendasar baru akan terjadi bilamana ada perubahan sistem secara menyeluruh yakni dari sistem sekuler kepada sistem Islam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;. Tanpa itu, kondisi Indo-nesia tidak akan berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menuju perubahan itu, lanjutnya, tidak ada jalan lain hanyalah mengikuti jalan Rasulullah SAW. Jalan itu dimulai dengan penyadaran politik dan pemikiran masyarakat terhadap Islam secara terus menerus. Dengan proses itu, nanti masyarakat sendirilah yang akan menuntut perubahan tersebut tanpa bisa lagi dihalangi oleh kekuatan manapun. Insyaallah.[] &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-size:medium;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style="font-family:verdana;"&gt;mujiyanto&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-2197471808141949767?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/2197471808141949767/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=2197471808141949767' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/2197471808141949767'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/2197471808141949767'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2009/05/kemenangan-para-pemodal.html' title='Kemenangan Para Pemodal'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-6713858397042536622</id><published>2009-05-08T11:06:00.000-07:00</published><updated>2009-05-08T12:37:54.568-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><title type='text'>BIN Terlibat Pengalihisuan Kecurangan Pemilu 2009?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'lucida grande'; line-height: 14px; "&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/note_redirect.php?note_id=104957525459&amp;amp;h=ee6213062d3fa8a2ddb627691deb1688&amp;amp;url=http%3A%2F%2Fwww.mediaumat.com%2Findex.php%3Foption%3Dcom_content%26task%3Dview%26id%3D464%26Itemid%3D28" target="_blank" title="http://www.mediaumat.com/index.php?option=com_content&amp;amp;task=view&amp;amp;id=464&amp;amp;Itemid=28" style="cursor: pointer; color: rgb(59, 89, 152); text-decoration: none; "&gt;&lt;b&gt;mediaumat.com&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;. Menurut Pengamat Intelijen Herman Ibrahim setidaknya ada dua pisau analisa yang dapat digunakan untuk membedah apakah BIN terlibat dalam skandal Antasari Azhar atau tidak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  style=" line-height: 14px; font-family:'lucida grande';"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;b&gt;Pertama, analisa figur&lt;/b&gt;. Sigid misalnya, dalam suatu kesempatan tertentu dia memperkenalkan diri kepada Antasari kemudian dia pula yang disebut-sebut sebagai orang yang mendanai pembunuhan Nasarudin. Kita semua sudah tahu siapa itu Sigid. ”Kalau orang BIN atau orang yang dekat dengan BIN atau sering keluar masuk BIN, maka ketika orang itu berbuat sesuatu maka akan dikait-kaitkan dengan posisinya itu, ” ujar Herman kepada mediaumat.com Kamis (7/5) di Bandung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-weight: normal; "&gt;&lt;b&gt;Kedua, analisa dari sisi kepentingan atau tujuan&lt;/b&gt;. Analisa ini bisa dikembangkan menjadi beberapa pertanyaan, misalnya, apakah lembaga intelijen mempunyai kepentingan sehingga harus melakukan suatu hal seperti itu? Kalau punya seperti apa kepentingannya itu dan siapa yang diuntungkan dan dirugikan. Kalau BIN tentu saja untuk menjalankan kepentingan nasional. ”Atau bila diperalat oleh kekuasaan ya menjadi kepentingan penguasa, seperti di zaman orde baru. Kalau saya melihatnya mungkin ada kepentingan seperti itu. Tapi belum terlihat secara kasat mata,” tandasnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai bahan perbandingan, Herman pun mengatakan ada permainan intelijen asing dalam kasus lepasnya Timor Timur dari pangkuan Indonesia sepuluh tahun lalu. ”Itukan ada kecurangan yang dilakukan UNAMET. Kesalahan kita itukan mengambil keamanan. Sementara ’KPU’nya diambil oleh UNAMET. Jadi begitu terjadi kerusuhan kitakan sibuk mengamankan saja. Sementara kecurangan-kecurangan dalam jajak pendapat untuk tetap gabung dengan Indonesia atau menjadi negara tersendirinya tidak pernah kita ungkap,” ujarnya.&lt;b&gt;Dikembangkanlah opini bahwa Indonesia melanggar HAM&lt;/b&gt;. Sehingga Indonesia tidak bisa berkutik untuk menuntut keadilan dalam referendum itu. Timtim pun melayang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hasilnya seperti itu. Kalau tidak curang, pihak yang menginginkan Timor Timur lepas belum tentu menang itu. Yang merapat ke UNAMET itu kan isinya orang-orang bule, Pretelin, Ramos Horta dan pro Timor Leste lainnya. Kalau pakai istilah sekarang itu, ”kertas suaranya dicontreng sendiri”. Sesaat setelah jajak pendapat di Timtim yang penuh kecurangan itu, terjadi kerusuhan besar di Dili yang berhasil mengalihkan perhatian publik dunia dari desakan untuk investigasi terhadap kecurangan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perbandingan lainnya adalah, kasus pemilu lima tahun yang lalu. Tidak lama setelah Pilpres 2004 yang kontroversial itu, beberapa anggota KPU dijebloskan ke penjara atas tuduhan korupsi. Namun Hamid Awaludin, yang dikenal dekat dengan penguasa kan selamat tidak ada kelanjutannya. Namun perkara yang lebih penting lagi yakni upaya-upaya investigasi kecurangan, diantaranya dugaan adanya &lt;b&gt;capres yg mendapat bantuan dana asing&lt;/b&gt;menjadi terlupakan publik dan tidak ditindaklanjuti aparat yang berwenang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, sekarang, di tengah hangatnya gugatan kecurangan Pileg 2009, tiba-tiba saja Ketua KPK dituduh menjadi otak pembunuhan bermotif cinta segi tiga, dan berita tentang itu seketika mendominasi pemberitaan media massa. &lt;b&gt;Nah ini, di negeri sekuler ini kan sebetulnya selingkuh itu bukan aib. Karena yang dianggap aib itu poligami&lt;/b&gt;. Tapi sebenarnya sih yang dipermasalahkan adalah pembunuhannya itu. Nuansa-nuansa menjebak Antasari pun begitu kental. ”Salah satunya diindikasikan dengan begitu responsifnya kejaksaan dan polisi. Yang membuat kita bertanya-tanya, lho kok begini, lho kok begitu,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: medium;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jika melihat benang merah dari kasus referendum Timor Timur, pemilu 2004, dan pemilu 2009, ternyata ada pengalihan isu permasalahan. Kalau itu benar, berarti memang intelijen itu turut terlibat dalam pengalihisuan kecurangan pemilu April lalu. ”Ini hanya berdasarkan naluri intelijen saya saja lho bukan tuduhan. Jadi menurut saya ada pengalihan isu seperti itu. Sehingga kecurangan dalam pemilu kita lupakan. Masyarakat diharapkan menjadi cukup puas dengan Antasari ditangkap. &lt;b&gt;Tujuannya agar masyarakat menerima begitu saja hasil pemilu yang paling curang sepanjang sejarah Republik Indonesia tersebut.” tandasnya.[] joko prasetyo&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-6713858397042536622?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/6713858397042536622/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=6713858397042536622' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/6713858397042536622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/6713858397042536622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2009/05/bin-terlibat-pengalihisuan-kecurangan.html' title='BIN Terlibat Pengalihisuan Kecurangan Pemilu 2009?'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-3512092900847222389</id><published>2009-01-21T19:57:00.000-08:00</published><updated>2009-01-21T20:00:50.994-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zionist'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Organisasi: Hizbut Tahrir Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khilafah'/><title type='text'>Pembantaian Gaza, Sejarah Palestina dan Pengkhianatan Para Penguasa Muslim</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;object height="344" width="425"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/4FrnibdfDRU&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/4FrnibdfDRU&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" height="344" width="425"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-3512092900847222389?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/3512092900847222389/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=3512092900847222389' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/3512092900847222389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/3512092900847222389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2009/01/pembantaian-gaza-sejarah-palestina-dan.html' title='Pembantaian Gaza, Sejarah Palestina dan Pengkhianatan Para Penguasa Muslim'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-8094564408956114312</id><published>2009-01-13T23:16:00.000-08:00</published><updated>2009-01-13T23:23:29.228-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media: Metro TV'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Organisasi: PKS'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Organisasi: Paramadina'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zionist'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Organisasi: Hizbut Tahrir Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Organisasi: Jamaah Insan Liberal'/><title type='text'>Jihad Melawan Israel</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;object height="100%" width="100%"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/p/39A28047FE30B2FE"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/p/39A28047FE30B2FE" type="application/x-shockwave-flash" height="305" width="400"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Todays Dialogue " Metro TV, 13 Januari 2009 bertema : Jihad Melawan Israel, menampilkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Teuku Faizasyah (Jubir Deplu)&lt;br /&gt;2. Ismail Yusanto (Jubir HTI)&lt;br /&gt;3. Luthfi Assyaukani (Koordinator JIL)&lt;br /&gt;4. Luthfi Hasan Ishaq (Ketua Badan Hubungan Luar Negri DPP PKS)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-8094564408956114312?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/8094564408956114312/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=8094564408956114312' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/8094564408956114312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/8094564408956114312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2009/01/jihad-melawan-israel.html' title='Jihad Melawan Israel'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-1160788394006016581</id><published>2008-12-16T23:22:00.001-08:00</published><updated>2008-12-16T23:22:08.749-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi Syariah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Al-Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Organisasi: Hizbut Tahrir Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Halal dan Haram'/><title type='text'>FATWAKANLAH WAJIBNYA MENERAPKAN SYARIAH ISLAM!</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; Buletin Al-Islam&amp;#160; Edisi&amp;#160; 434&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Golput haram?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Itulah salah satu isu yang mengemuka baru-baru ini. Awalnya adalah Hidayat Nur Wahid (HNW) yang menggagas agar MUI mengeluarkan fatwa 'haram' bagi siapa saja yang tidak menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2009. HNW, yang mantan Presiden PKS dan kini Ketua MPR-RI, tentu punya alasan. Dalam sebuah acara dialog di sebuah televisi swasta tadi malam (&lt;i&gt;TVOne&lt;/i&gt;, 15/12/08), HNW mengulang kembali alasan mengapa dirinya mendorong MUI untuk mengeluarkan fatwa haram bagi golput. Ia menyatakan, berdasarkan UU yang ada, memilih memang hak. Namun, dalam konteks mewujudkan kemaslahatan, menurutnya Pemilu harus terwujud, dan itu tidak mungkin terjadi jika masyarakat ramai-ramai golput. Demikian kira-kira alasan 'rasional' HNW. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Namun, langkah ini kemudian memicu pro-kontra. Sebagian partai peserta Pemilu mendukungnya. Bahkan ada ormas Islam dan sejumlah kyai yang sudah mengeluarkan fatwa tentang haramnya golput. Sebagian yang lain menganggap tindakan demikian 'tidak cerdas'. Bahkan mereka menilai fatwa 'golput haram' menyesatkan serta melanggar hak warga negara dan hak asasi pemilih. &amp;quot;Harusnya politisi menunjukkan mereka ini layak untuk dipilih dan dipercaya. Jadi, jangan lewat fatwa, tetapi lewat karya yang konkret.&amp;quot; Demikian komentar pengamat politik Arya Bima (13/12/2008).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Kerisauan Penikmat Demokrasi&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Terlepas dari pro-kontra yang segera muncul pasca gagasan HNW ini, boleh jadi, hal itu didorong oleh kerisauan HNW terhadap maraknya golput dalam sejumlah Pilkada di berbagai daerah. Dalam Pilkada yang tiga hari sekali diselenggarakan di seluruh Indonesia, rata-rata jumlah golput di berbagai provinsi mencapai 38-40 persen. Sejumlah Pilkada pada tahun 2008 bahkan &amp;#8221;dimenangi&amp;#8221; oleh golput. Golput di Pilkada Jawa Barat, misalnya, mencapai 33%; Jawa Tengah 44%; Sumatera Utara 43%; Jatim (putaran I) 39,2% dan (putaran II) 46%. Angka Golput pada sejumlah Pilkada kabupaten/kota pun banyak yang mencapai 30%&amp;#8211;40%, bahkan lebih. Gejala ini diperkirakan terus berlangsung hingga Pemilu 2009 nanti. Bahkan dalam Pilpres 2009, golput diperkirakan meningkat menjadi sekitar 40 persen, lebih tinggi daripada saat Pilpres 2004 yang 'hanya' mencapai 20 persen. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tentu maraknya golput ini sangat merisaukan sebagian pihak yang berkepentingan dengan Pesta Demokrasi 2009. Pasalnya, Pemilu dianggap kurang sukses jika berjalan lancar tetapi minim partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya. Sebab, jika golput menjadi 'pemenang', penguasa atau wakil rakyat yang terpilih tentu dianggap kurang &lt;i&gt;legitimated&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Wajarlah jika kemudian sebagian politikus menggunakan berbagai cara demi mewujudkan ambisi politiknya pada Pemilu 2009. Kampanye dan iklan politik pun kemudian dilakukan dengan &lt;i&gt;jor-joran&lt;/i&gt;. Tujuannya jelas untuk mendulang suara pemilih sebanyak-banyaknya. Namun, sekali lagi, itu tidak akan terjadi jika masyarakat banyak yang golput. Karena itulah, ada yang kemudian 'tergoda' untuk menggunakan 'bahasa agama', yakni 'fatwa' untuk kepentingan politiknya dan partainya dalam Pemilu 2009. Seolah-olah, 'perang terhadap golput' harus dilancarkan, di antaranya melalui fatwa MUI. Fatwa diharapkan menjadi 'jurus ampuh' yang bisa mencairkan kebekuan dan kejumudan sikap masyarakat terhadap demokrasi. Jadinya, 'fatwa' sekadar dijadikan alat untuk kepentingan politik pragmatis individu maupun parpol peserta Pemilu, bukan untuk kemaslahatan umat, apalagi untuk alasan-alasan yang bersifat &lt;i&gt;syar'i&lt;/i&gt;; seperti untuk tegaknya syariah Islam di Indonesia.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Alasan di Balik Golput&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Maraknya golput tentu bukan sekadar gejala kebetulan. Sebab, saat ini masyarakat tampaknya mulai 'melek politik'. Masyarakat mulai sadar, bahwa demokrasi tidak menjanjikan apa-apa; tidak kemakmuran, kesejahteraan apalagi keadilan. Demokrasi hanya menjanjikan kemiskinan dan penderitaan. Demokrasi yang katanya menempatkan kedaulatan rakyat di atas segala-galanya justru sering 'mempecundangi' rakyat. Suara&amp;#8212;bahkan jeritan hati&amp;#8212;rakyat sering dikalahkan oleh suara para wakilnya di DPR. Misal: saat semua rakyat sepakat menolak kenaikan harga BBM, para wakilnya di DPR justru menyetujuinya. Yang menyakitkan, kebijakan menaikkan harga BBM ini, di samping diberlakukan pada saat kehidupan masyarakat yang serba sulit, juga disinyalir demi memenuhi desakan para pengusaha minyak asing di dalam negeri. Saat rakyat menolak privatisasi dan penjualan BUMN kepada pihak asing, para wakil rakyat di DPR justru semangat mendukungnya. Para wakil rakyatlah yang juga 'berjasa' dalam mengesahkan sejumlah UU yang justru berpotensi merugikan rakyat seperti UU Migas, UU SDA, UU Penanaman Modal, UU Listrik (meski kemudian dibatalkan oleh MK), dll. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Di sisi lain, penguasa yang dipilih langsung oleh rakyat juga sering lebih berpihak kepada para pemilik modal ketimbang kepada rakyat. Contoh kecil, lihatlah rakyat korban Lumpur Lapindo, yang sudah lebih dari dua tahun diabaikan begitu saja dan dibiarkan menderita. Anehnya, saat sejumlah perusahaan, termasuk Kelompok Bakrie&amp;#8212;induk perusahaan PT Lapindo Brantas&amp;#8212;kelimpungan diterjang krisis, Pemerintah sigap membantu meski harus mengeluarkan dana triliunan. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Singkatnya, rakyat mulai menyadari bahwa keberadaan penguasa dan wakilnya di parlemen seolah antara ada dan tidaknya sama. Karena itu, dalam pandangan mereka, memilih atau tidak memilih adalah sama saja; tidak berpengaruh terhadap nasib mereka yang semakin tragis. Itulah alasan sebenarnya di balik maraknya golput selama ini, yang diperkirakan semakin meningkat pada Pemilu 2009 nanti.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Sebuah &lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;'Warning'&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Di samping beberapa alasan di atas, maraknya golput setidaknya menunjukkan dua hal. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;: Maraknya golput merupakan &amp;#8216;&lt;em&gt;warning&lt;/em&gt;&amp;#8217; (peringatan) bagi parpol peserta Pemilu. Beberapa survei yang dilakukan oleh beberapa lembaga survei nasional menunjukkan bahwa parpol saat ini mengalami krisis kepercayaan dari masyarakat. Masyarakat sudah mulai memahami bahwa keberadaan parpol lebih dijadikan sebagai 'kuda tunggangan' yang super komersial, siap 'direntalkan' kepada siapa saja yang ingin berkuasa&amp;#8212;tentu yang memiliki modal (baca: uang) melimpah&amp;#8212;dan bukan unuk memperjuangkan kepentingan rakyat. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;: alasan orang untuk golput memang beragam. Ada yang karena alasan ideologis, misalnya karena para calon/parpol peserta Pemilu tidak ada yang secara jelas dan serius memperjuangkan syariah Islam. Ada juga yang hanya karena alasan teknis, misalnya tidak terdaftar atau saat pencoblosan sedang pergi bekerja sehingga tidak memberikan suaranya. Namun, alasan teknis sekalipun sudah cukup menunjukkan bahwa masyarakat menganggap Pilkada/Pemilu bukanlah hal yang penting bagi mereka. Andaikata hal itu dinilai penting, apalagi bisa memberikan harapan untuk perbaikan, tentu masyarakat akan berduyun-duyun menuju TPS. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Lebih dari itu, Pemilu/Pilkada dalam sistem demokrasi saat ini pada faktanya telah melahirkan dampak negatif: masyarakat terkotak-kotak dan hubungan sosial menjadi renggang. Yang lebih parah, Pemilu/Pilkada bahkan sering melahirkan konflik sosial, yang tidak jarang mengarah pada bentrokan fisik dan tindakan anarkis. Sejumlah konflik berbau kekerasan di berbagai daerah Indonesia tidak jarang dipicu oleh perebutan kekuasaan pada proses Pilkada. Inilah buah nyata demokrasi!&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Fatwakanlah Syariah Islam!&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika sistem demokrasi sudah terbukti kebobrokannya dan banyak madaratnya, maka ini saja sebetulnya sudah cukup menjadi alasan, bahwa umat ini tidak layak terus-menerus berharap pada sistem demokrasi. Apalagi demokrasi sangat mudah dijadikan sebagai 'pintu masuk' oleh para pemilik modal dan para penjajah asing untuk menguasai sumber-sumber kekayaan milik rakyat. Bukankah leluasanya pihak asing menguasai BUMN dan sumber-sumber kekayaan alam milik rakyat adalah karena hal itu memang dilegalkan atas nama privatisasi oleh UU&amp;#8212;yang notebene dibuat dan disahkan oleh Pemerintah dan DPR&amp;#8212;melalui proses demokrasi? &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Karena itu, para tokoh, ulama, politikus dan parpol seharusnya cerdas menangkap keinginan masyarakat saat ini, yang notabene mayoritas Muslim, yakni keinginan mereka untuk hidup diatur dengan syariah Islam; bukan justru memperalat agama untuk memuaskan syahwat kekuasaan mereka, dengan alasan demi kemaslahatan umat. Padahal sudah nyata-nyata umat tidak mendapatkan kemaslahatan dari hajatan demokrasi yang hendak difatwakan.&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sementara itu, umat Islam sendiri tampak semakin teguh pilihannya untuk kembali pada syariah agama mereka. Sejumlah survei memperlihatkan bahwa dukungan masyarakat pada penerapan syariah Islam dari hari ke hari makin menguat. Survei PPIM UIN Syarif Hidayatullah tahun &lt;b&gt;2001 &lt;/b&gt;menunjukkan, &lt;b&gt;57,8%&lt;/b&gt; responden berpendapat bahwa pemerintahan yang berdasarkan syariah Islam adalah yang terbaik bagi Indonesia. Survey tahun &lt;b&gt;2002 &lt;/b&gt;menunjukkan sebanyak &lt;b&gt;67% (naik sekitar 10%)&lt;/b&gt; berpendapat yang sama (Majalah &lt;i&gt;Tempo&lt;/i&gt;, edisi 23-29 Desember 2002). Survey tahun &lt;b&gt;2003 &lt;/b&gt;menunjukkan sebanyak &lt;b&gt;75%&lt;/b&gt; setuju dengan pendapat tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sebanyak &lt;b&gt;80%&lt;/b&gt; mahasiswa memilih syariah sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara (Hasil survey aktivis gerakan nasionalis pada 2006 di Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, dan Universitas Brawijaya, &lt;i&gt;Kompas&lt;/i&gt;, 4/3/&amp;#8217;08). &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Survey Roy Morgan Research yang dirilis Juni &lt;b&gt;2008 &lt;/b&gt;memperlihatkan, sebanyak &lt;b&gt;52% &lt;/b&gt;orang Indonesia mengatakan, syariah Islam harus diterapkan di wilayah mereka. (&lt;i&gt;The Jakarta Post&lt;/i&gt;, 24/6/&amp;#8217;08). Survey terbaru yang dilakukan oleh SEM Institute juga menunjukkan sekitar &lt;b&gt;72% &lt;/b&gt;masyarakat Indonesia setuju dengan penerapan syariah Islam.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kenyataan inilah yang seharusnya ditangkap oleh para tokoh, ulama, politikus, ormas, dan terutama parpol peserta Pemilu. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Lebih dari sekadar keinginan mayoritas umat Islam di atas, penegakkan syariah Islam adalah kewajiban dari Allah, Pencipta alam raya ini, yang dibebankan kepada setiap Muslim. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dengan syariah buatan Allahlah, Zat Yang Mahatahu, seharusnya negara dan bangsa ini diatur; bukan dengan aturan-aturan produk manusia yang serba lemah dan sarat kepentingan, sebagaimana selama ini terjadi. Dengan syariah Islamlah seharusnya kekayaan negeri-negeri Muslim yang luar biasa melimpah, termasuk di negeri ini, dikelola melalui tangan-tangan para pemimpin yang bertakwa dan amanah. Hanya dengan cara inilah umat Islam di negeri ini akan mampu mengakhiri kesengsaraannya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Inilah penjelasan yang (sejelas-jelasnya) bagi manusia supaya mereka mendapatkan peringatan dengannya.&amp;#160; &lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;(QS Ibrahim [14]: 52). &lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;b&gt;[]&lt;/b&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Komentar:&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;PPP Incar Pemimpin Baru (&lt;i&gt;Kompas&lt;/i&gt;, 16/12/2008)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;Incarlah pemimpin Muslim yang mau menerapkan syariah Islam secara k&amp;#226;ffah dalam negara. &lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-1160788394006016581?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/1160788394006016581/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=1160788394006016581' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/1160788394006016581'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/1160788394006016581'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/12/fatwakanlah-wajibnya-menerapkan-syariah.html' title='FATWAKANLAH WAJIBNYA MENERAPKAN SYARIAH ISLAM!'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-264713641332084848</id><published>2008-12-16T23:10:00.001-08:00</published><updated>2008-12-16T23:10:32.595-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi Syariah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fatwa MUI'/><title type='text'>BUNGA (INTERSAT/FA’IDAH)</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://mui.or.id/mui_in/fatwa.php?id=130"&gt;KEPUTUSAN FATWA       &lt;br /&gt;MAJELIS ULAMA INDONESIA&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;b&gt;     &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Nomor 1 Tahun 2004&lt;/strong&gt;      &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tentang&lt;/strong&gt;      &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;BUNGA (INTERSAT/FA&amp;#8217;IDAH)&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Majelias Ulama Indonesia,   &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MENIMBANG :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;bahwa umat Islam Indonesia masih mempertanyakan status hukum bunga (interst/fa&amp;#8217;idah) yang dikenakan dalam transaksi pinjaman (al-qardh) atau utang piutang (al-dayn), baik yang dilakukan oleh lembaga keuangan,individu maupun lainnya; &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;bahwa Ijtima&amp;#8217;Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia pada tanggal 22 Syawal 1424 H./16 Desember 2003 telah menfatwakan tentang status hukum bunga; &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;bahwa karena itu, Majelis Ulama Indonesia memnadang perlu menetapkan fatwa tentang bunga dimaksud untuk di jadikan pedoman.&lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;MENGINGAT : &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;Firman Allah SWT, antara lain :     &lt;br /&gt;Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya,lalu terus berhenti (darimengambil riba), maka baginya maka yang telah diambilnya dahulu (sebelum dating larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang mengulangi (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tiadak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran,dan selalu berbuat dosa. Sesungguhnya orang-orang yang beriman,mengerjakan amal shaleh,mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya.Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum di pungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.Dan jika (orang-orang berhutang itu) dalam kesukaran,mereka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu,lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.      &lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan (Ali&amp;#8217;Immran [3]: 130). &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Hadis-hadis Nabi s.a.w., antara lain :     &lt;br /&gt;Dari Abdullah r.a., ia berkata : &amp;#8220;Rasulullah s.a.w. melaknat orang yang memakan orang yang memakan (mengambil) dan memberikan riba.&amp;#8221; Rawi berkata: saya bertanya:&amp;#8221;(apakah Rasulullah melaknat juga) orang yang menuliskan dan dua orang yang menajdi saksinya?&amp;#8221; Ia (Abdullah) menjawab : &amp;#8220;Kami hannya menceritakan apa yang kami dengar.&amp;#8221; (HR.Muslim).      &lt;br /&gt;Dari Jabir r.a.,ia berkata : &amp;#8220;Rasulullah s.a.w. melaknat orang yang memakan (mengambil) riba, memberikn, menuliskan, dan dua orang yang menyaksikan.&amp;#8221; Ia berkata: &amp;#8220;mereka berstatus hukum sama.&amp;#8221; (HR. Muslim).      &lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, Rasulullah bersabda: &amp;#8220;Akan dating kepada umat manusia suatu masa dimana mereka (terbiasa) memakan riba. Barang siapa tidak memakan (mengambilnya)-nya,ia akan terkena debunya.&amp;#8221;(HR.al-Nasa&amp;#8217;I).      &lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, Rasulullah bersabda: &amp;#8220;Riba adalah tujuh puluh dosa; dosanya yang paling ringan adalah (sama dengan) dosa orang yang berzina dengan ibunya.&amp;#8221; (HR. Ibn Majah).      &lt;br /&gt;Dari Abdullah, dari Nabi s.a.w., beliau bersabda: &amp;#8220;Riba mempunyai tujuh puluh tiga pintu (cara,macam).&amp;#8221; (HR. Ibn Majah).      &lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Mas&amp;#8217;ud: &amp;#8220;Rasulullah s.a.w. melaknat orang yang memakan (mengambil) riba, memberikan, dua orang yang menyaksikannya.&amp;#8221; (HR. Ibn Majah)      &lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, Rasulullah bersabda: &amp;#8220;Sungguh akan datang kepada umat manusia suatu masa dimana tak ada seorang pun diantara mereka kecuali (terbias) memakan riba. Barang siapa tidak memakan (mengambil)-nya,ia akan terkena debunya.&amp;#8221;(HR. Ibn Majah). &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Ijma&amp;#8217; ulama tentang keharaman riba dan bahwa riba adalah salah satu dosa besar (kaba&amp;#8217;ir) (lihat antara lain: al-Nawawi, al-Majmu&amp;#8217;Syarch al-Muhadzdzab, [t.t.: Dar al-Fikr,t.th.],juz 9,h 391) &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;MEMPERHATIKAN &lt;/strong&gt;: &lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;Pendapat para Ulama ahli fiqh bahwa bunga yang dikenakan dalam transaksi pinjaman (utang piutang, al-qardh wa al-iqtiradh) telah memenuhi kriteria riba yang di haramkan Allah SWT., seperti dikemukakan,antara lain,oleh :     &lt;br /&gt;Al-Nawawi berkata, al-Mawardi berkata: Sahabat-sahabat kami (ulama mazhab Syafi&amp;#8217;I) berbeda pendapat tentang pengharaman riba yang ditegaskan oleh al-Qur&amp;#8217;an, atas dua pandangan.Pertama, pengharaman tersebut bersifat mujmal (global) yang dijelaskan oleh sunnah. Setiap hukum tentang riba yang dikemukakan oleh sunnah adalah merupakan penjelasan (bayan) terhadap kemujmalan al Qur&amp;#8217;an, baik riba naqad maupun riba nasi&amp;#8217;ah.      &lt;br /&gt;Kedua, bahwa pengharaman riba dalam al-Qur&amp;#8217;an sesungguhnya hanya mencakup riba nasa&amp;#8217;yang dikenal oleh masyarakat Jahiliah dan permintaan tambahan atas harta (piutang) disebabkan penambahan masa (pelunasan). Salah seorang di antara mereka apabila jatuh tempo pembayaran piutangnya dan pihang berhutang tidak membayarnya,ia menambahkan piutangnya dan menambahkan pula masa pembayarannya. Hal seperti itu dilakukan lagi pada saat jatuh tempo berikutnya. Itulah maksud firman Allah : &amp;#8220;&amp;#8230; janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda&amp;#8230; &amp;#8220; kemudian Sunnah menambahkan riba dalam pertukaran mata uang (naqad) terhadap bentuk riba yang terdapat dalam al-Qur&amp;#8217;an.       &lt;ol&gt;       &lt;li&gt;Ibn al-&amp;#8216;Araby dalam Ahkam al-Qur&amp;#8217;an : &lt;/li&gt;        &lt;li&gt;Al-Aini dalam &amp;#8216;Umdah al-Qary : &lt;/li&gt;        &lt;li&gt;Al-Sarakhsyi dalam Al-Mabsuth : &lt;/li&gt;        &lt;li&gt;Ar-Raghib al-Isfani dalam Al-Mufradat Fi Gharib al-Qur;an : &lt;/li&gt;        &lt;li&gt;Muhammad Ali al-Shabuni dalam Rawa-I&amp;#8217; al-Bayan : &lt;/li&gt;        &lt;li&gt;Muhammad Abu Zahrah dalam Buhuts fi al-Riba : &lt;/li&gt;        &lt;li&gt;Yusuf al-Qardhawy dalam fawa&amp;#8217;id al-Bunuk : &lt;/li&gt;        &lt;li&gt;Wahbah al-Zuhaily dalam Al-Fiqh al-Islamy wa Adillatuh : &lt;/li&gt;     &lt;/ol&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;&lt;b&gt;Bunga uang atas pinjaman (Qardh) yang berlaku di atas &lt;i&gt;lebih buruk dari riba&lt;/i&gt; yang di haramkan Allah SWT dalam Al-Quran&lt;/b&gt;,karena dalam riba tambahan hanya dikenakan pada saat jatuh tempo. Sedangkan dalam system bunga tambhan sudah langsung dikenakan sejak terjadi transaksi. &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;&lt;b&gt;Ketetapan akan keharaman &lt;i&gt;bunga Bank&lt;/i&gt; oleh berbagai forum Ulama Internasional&lt;/b&gt;, antara lain:       &lt;ol&gt;       &lt;li&gt;Majma&amp;#8217;ul Buhuts al-Islamy di Al-Azhar Mesir pada Mei 1965 &lt;/li&gt;        &lt;li&gt;Majma&amp;#8217; al-Fiqh al-Islamy Negara-negara OKI Yang di selenggarakan di Jeddah tgl 10-16 Rabi&amp;#8217;ul Awal 1406 H/22 28 Desember 1985. &lt;/li&gt;        &lt;li&gt;Majma&amp;#8217; Fiqh Rabithah al-Alam al-Islamy, keputusan 6 Sidang IX yang diselenggarakan di makkah tanggal 12-19 Rajab 1406 H. &lt;/li&gt;        &lt;li&gt;Keputusan Dar Al-Itfa, kerajaan Saudi Arabia,1979 &lt;/li&gt;        &lt;li&gt;Keputusan Supreme Shariah Court Pakistan 22 Desember 1999.&lt;/li&gt;     &lt;/ol&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Fatwa Dewan Syari&amp;#8217;ah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tahun 2000 yang menyatakan bahwa bunga tidak sesuai dengan Syari&amp;#8217;ah. &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Keputusan Sidang Lajnah Tarjih Muhammdiyah tahun 1968 di Sidoarjo yang menyarankan kepada PP Muhammadiyah untuk mengusahakan terwujudnya konsepsi system perekonomian khususnya Lembaga Perbankan yang sesuai dengan kaidah Islam. &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Keputusan Munas Alim Ulama dan Konbes NU tahun 1992 di Bandar Lampung yang mengamanatkan berdirinya Bank Islam dengan system tanpa Bunga. &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Keputusan Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia tentang Fatwa Bunga (interest/fa&amp;#8217;idah), tanggal 22 Syawal 1424/16 Desember 2003. &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Keputusasn Rapat Komisi Fatwa MUI, tanggal 11 Dzulqa&amp;#8217;idah 1424/03 Januari 2004;28 Dzulqa&amp;#8217;idah 1424/17 Januari 2004;dan 05 Dzulhijah 1424/24 Januari 2004. &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dengan memohon ridha Allah SWT&lt;/strong&gt;&lt;b&gt;     &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;MEMUTUSKAN&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;MEMUTUSKAN : FATWA TENTANG BUNGA (INTERST/FA`IDAH):&lt;/strong&gt;    &lt;br /&gt;Pertama : Pengertian Bunga (Interest) dan Riba&lt;/p&gt;  &lt;ol start="start"&gt;   &lt;ol&gt;     &lt;li&gt;Bunga (Interest/fa&amp;#8217;idah) adalah tambahan yang dikenakan dalam transaksi pinjaman uang (al-qardh) yang di per-hitungkan dari pokok pinjaman tanpa mempertimbangkan pemanfaatan/hasil pokok tersebut,berdasarkan tempo waktu,diperhitungkan secara pasti di muka,dan pada umumnya berdasarkan persentase. &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;Riba adalah tambahan (ziyadah) tanpa imbalan yang terjadi karena penagguhan dalam pembayaran yang di perjanjikan sebelumnya, dan inilah yang disebut Riba Nasi&amp;#8217;ah. &lt;/li&gt;   &lt;/ol&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p&gt;Kedua : Hukum Bunga (interest) &lt;/p&gt;  &lt;ol start="start"&gt;   &lt;ol start="start"&gt;     &lt;li&gt;Praktek pembungaan uang saat ini telah memenuhi kriteria riba yang terjadi pada jaman Rasulullah SAW, Ya ini Riba Nasi&amp;#8217;ah. Dengan demikian, praktek pembungaan uang ini termasuk salah satu bentuk Riba, dan Riba Haram Hukumnya. &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;Praktek Penggunaan tersebut hukumnya adalah haram,baik di lakukan oleh Bank, Asuransi,Pasar Modal, Pegadian, Koperasi, Dan Lembaga Keuangan lainnya maupun dilakukan oleh individu.&lt;/li&gt;   &lt;/ol&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p&gt;Ketiga : Bermu&amp;#8217;amallah dengan lembaga keuangan konvensional &lt;/p&gt;  &lt;ol start="start"&gt;   &lt;ol start="start"&gt;     &lt;li&gt;Untuk wilayah yang &lt;b&gt;sudah ada&lt;/b&gt; kantor/jaringan lembaga keuangan Syari&amp;#8217;ah dan mudah di jangkau,tidak di bolehkan melakukan transaksi yang di dasarkan kepada perhitungan bunga. &lt;/li&gt;      &lt;li&gt;Untuk wilayah yang &lt;b&gt;belum ada&lt;/b&gt; kantor/jaringan lembaga keuangan Syari&amp;#8217;ah,diperbolehkan melakukan kegiatan transaksi di lembaga keuangan konvensional &lt;b&gt;berdasarkan prinsip dharurat/hajat&lt;/b&gt;. &lt;/li&gt;   &lt;/ol&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p&gt;Jakarta, &lt;u&gt;05 Djulhijah 1424H&lt;/u&gt;    &lt;br /&gt;24 Januari 2004 M&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;strong&gt;MAJELIS ULAMA INDONESIA,&lt;/strong&gt;&lt;b&gt;     &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KOMISI FATWA&lt;/strong&gt;&lt;/b&gt;    &lt;br /&gt;Ketua&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Sekretaris     &lt;br /&gt;K.H. Ma&amp;#8217;ruf Amin&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160;&amp;#160; Drs. Hasanudin ,M.Ag.&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-264713641332084848?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/264713641332084848/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=264713641332084848' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/264713641332084848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/264713641332084848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/12/bunga-intersatfaidah.html' title='BUNGA (INTERSAT/FA’IDAH)'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-3307193799172211878</id><published>2008-12-16T18:27:00.001-08:00</published><updated>2008-12-16T18:27:03.802-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi Syariah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media: TV One'/><title type='text'>Haruskan berharap pada OBAMA?</title><content type='html'>&lt;p&gt;   &lt;div class="wlWriterSmartContent" id="scid:5737277B-5D6D-4f48-ABFC-DD9C333F4C5D:d7e82e94-3430-4fc4-af4f-638363c52348" style="padding-right: 0px; display: inline; padding-left: 0px; padding-bottom: 0px; margin: 0px; padding-top: 0px"&gt;&lt;div&gt;&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/RgbtxyOct_E&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/RgbtxyOct_E&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-3307193799172211878?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/3307193799172211878/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=3307193799172211878' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/3307193799172211878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/3307193799172211878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/12/haruskan-berharap-pada-obama.html' title='Haruskan berharap pada OBAMA?'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-7607484769100538374</id><published>2008-12-15T01:48:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T01:51:06.810-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bentuk Dakwah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Organisasi: Hizbut Tahrir Indonesia'/><title type='text'>Pawai Akbar Muharram 1430H</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.syabab.com/iklan/pawai-akbar-muharam-1430-h-hti.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 1063px; height: 709px;" src="http://www.syabab.com/iklan/pawai-akbar-muharam-1430-h-hti.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/rishandi/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/rishandi/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-2.jpg" alt="" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-7607484769100538374?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/7607484769100538374/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=7607484769100538374' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/7607484769100538374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/7607484769100538374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/12/pawai-akbar-muharram-1430h.html' title='Pawai Akbar Muharram 1430H'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-1561752390597337492</id><published>2008-12-14T21:51:00.001-08:00</published><updated>2008-12-14T21:51:37.128-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khilafah'/><title type='text'>Khalifah ke-2: Umar bin Khattab dan Ibu Pemasak Batu</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a title="http://www.dakwatuna.com/2007/umar-dan-ibu-pemasak-batu/" href="http://www.dakwatuna.com/2007/umar-dan-ibu-pemasak-batu/"&gt;http://www.dakwatuna.com/2007/umar-dan-ibu-pemasak-batu/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Suatu masa dalam kepemimpinan Umar, terjadilah Tahun Abu. Masyarakat Arab, mengalami masa paceklik yang berat. Hujan tidak lagi turun. Pepohonan mengering, tidak terhitung hewan yang mati mengenaskan. Tanah tempat berpijak hampir menghitam seperti abu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Putus asa mendera di mana-mana. Saat itu Umar sang pemimpin menampilkan kepribadian yang sebenar-benar pemimpin. Keadaan rakyat diperhatikannya saksama. Tanggung jawabnya dijalankan sepenuh hati. Setiap hari ia menginstruksikan aparatnya menyembelih onta-onta potong dan menyebarkan pengumuman kepada seluruh rakyat. Berbondong-bondong rakyat datang untuk makan. Semakin pedih hatinya. Saat itu, kecemasan menjadi kian tebal. Dengan hati gentar, lidah kelunya berujar, &amp;#8220;Ya Allah, jangan sampai umat Muhammad menemui kehancuran di tangan ini.&amp;#8221;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Umar menabukan makan daging, minyak samin, dan susu untuk perutnya sendiri. Bukan apa-apa, ia khawatir makanan untuk rakyatnya berkurang. Ia, si pemberani itu, hanya menyantap sedikit roti dengan minyak zaitun. Akibatnya, perutnya terasa panas dan kepada pembantunya ia berkata &amp;#8220;Kurangilah panas minyak itu dengan api&amp;#8221;. Minyak pun dimasak, namun perutnya kian bertambah panas dan berbunyi nyaring. Jika sudah demikian, ditabuh perutnya dengan jemari seraya berkata, &amp;#8220;Berkeronconglah sesukamu, dan kau akan tetap menjumpai minyak, sampai rakyatku bisa kenyang dan hidup dengan wajar.&amp;#8221;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hampir setiap malam Umar bin Khattab melakukan perjalanan diam-diam. Ditemani salah seorang sahabatnya, ia masuk keluar kampung. Ini ia lakukan untuk mengetahui kehidupan rakyatnya. Umar khawatir jika ada hak-hak mereka yang belum ditunaikan oleh aparat pemerintahannya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Malam itu pun, bersama Aslam, Khalifah Umar berada di suatu kampung terpencil. Kampung itu berada di tengah-tengah gurun yang sepi. Saat itu Khalifah terperanjat. Dari sebuah kemah yang sudah rombeng, terdengar seorang gadis kecil sedang menangis berkepanjangan. Umar bin khattab dan Aslam bergegas mendekati kemah itu, siapa tahu penghuninya membutuhkan pertolongan mendesak. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah dekat, Umar melihat seorang perempuan tua tengah menjerangkan panci di atas tungku api. Asap mengepul-ngepul dari panci itu, sementara si ibu terus saja mengaduk-aduk isi panci dengan sebuah sendok kayu yang panjang.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#8220;Assalamu&amp;#8217;alaikum,&amp;#8221; Umar memberi salam.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mendengar salam Umar, ibu itu mendongakan kepala seraya menjawab salam Umar. Tapi setelah itu, ia kembali pada pekerjaannya mengaduk-aduk isi panci.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#8220;Siapakah gerangan yang menangis di dalam itu?&amp;#8221; tanya Umar. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dengan sedikit tak peduli, ibu itu menjawab, &amp;#8220;Anakku&amp;#8230;.&amp;#8221;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#8220;Apakah ia sakit?&amp;#8221;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#8220;Tidak,&amp;#8221; jawab si ibu lagi. &amp;#8220;Ia kelaparan.&amp;#8221;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Umar dan Aslam tertegun. Mereka masih tetap duduk di depan kemah sampai lebih dari satu jam. Gadis kecil itu masih terus menangis. Sedangkan ibunya terus mengaduk-aduk isi pancinya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Umar tidak habis pikir, apa yang sedang dimasak oleh ibu tua itu? Sudah begitu lama tapi belum juga matang. Karena tak tahan, akhirnya Umar berkata, &amp;#8220;Apa yang sedang kau masak, hai Ibu? Kenapa tidak matang-matang juga masakanmu itu?&amp;#8221;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ibu itu menoleh dan menjawab, &amp;#8220;Hmmm, kau lihatlah sendiri!&amp;#8221;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Umar dan Aslam segera menjenguk ke dalam panci tersebut. Alangkah kagetnya ketika mereka melihat apa yang ada di dalam panci tersebut. Sambil masih terbelalak tak percaya, Umar berteriak, &amp;#8220;Apakah kau memasak batu?&amp;#8221;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Perempuan itu menjawab dengan menganggukkan kepala.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#8220;Buat apa?&amp;#8221;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dengan suara lirih, perempuan itu kembali bersuara menjawab pertanyaan Umar, &amp;#8220;Aku memasak batu-btu ini untuk menghibur anakku. Inilah kejahatan Khalifah Umar bin Khattab. Ia tidak mau melihat ke bawah, apakah kebutuhan rakyatnya sudah terpenuhi belum. Lihatlah aku. Aku seorang janda. Sejak dari pagi tadi, aku dan anakku belum makan apa-apa. Jadi anakku pun kusuruh berpuasa, dengan harapan ketika waktu berbuka kami mendapat rejeki. Namun ternyata tidak. Sesudah magrib tiba, makanan belum ada juga. Anakku terpaksa tidur dengan perut yang kosong. Aku mengumpulkan batu-batu kecil, memasukkannya ke dalam panci dan kuisi air. Lalu batu-batu itu kumasak untuk membohongi anakku, dengan harapan ia akan tertidur lelap sampai pagi. Ternyata tidak. Mungkin karena lapar, sebentar-sebentar ia bangun dan menangis minta makan.&amp;#8221;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ibu itu diam sejenak. Kemudian ia melanjutkan, &amp;#8220;Namun apa dayaku? Sungguh Umar bin Khattab tidak pantas jadi pemimpin. Ia tidak mampu menjamin kebutuhan rakyatnya.&amp;#8221;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mendengar penuturan si Ibu seperti itu, Aslam akan menegur perempuan itu. Namun Umar sempat mencegah. Dengan air mata berlinang ia bangkit dan mengajak Aslam cepat-cepat pulang ke Madinah. Tanpa istirahat lagi, Umar segera memikul gandum di punggungnya, untuk diberikan kepada janda tua yang sengsara itu. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Karena Umar bin Khattab terlihat keletihan, Aslam berkata, &amp;#8220;Wahai Amirul Mukminin, biarlah aku saya yang memikul karung itu&amp;#8230;.&amp;#8221;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dengan wajah merah padam, Umar menjawab sebat, &amp;#8220;Aslam, jangan jerumuskan aku ke dalam neraka. Engkau akan menggantikan aku memikul beban ini, apakah kau kira engkau akan mau memikul beban di pundakku ini di hari pembalasan kelak?&amp;#8221;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Aslam tertunduk. Ia masih berdiri mematung, ketika tersuruk-suruk Khalifah Umar bin Khattab berjuang memikul karung gandum itu. Angin berhembus. Membelai tanah Arab yang dilanda paceklik.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-1561752390597337492?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/1561752390597337492/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=1561752390597337492' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/1561752390597337492'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/1561752390597337492'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/12/khalifah-ke-2-umar-bin-khattab-dan-ibu.html' title='Khalifah ke-2: Umar bin Khattab dan Ibu Pemasak Batu'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-2840273222165658447</id><published>2008-12-10T23:08:00.001-08:00</published><updated>2008-12-10T23:08:32.689-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Black List'/><title type='text'>Musdah Mulia: Rajin Menyerang Islam, Raih Yap Thiam Hien Award 2008</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;img style="margin: 0px 10px 0px 0px" alt="" align="left" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2008/12/musdah-indonesiaaward-200.jpg" width="170" height="184" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;HTI-Press.&lt;/strong&gt; Yayasan Pusat Studi Hak Asasi Manusia menganugerahkan penghargaan Yap Thiam Hien 2008 kepada Musdah Mulia. Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini dinilai gigih dalam memperjuangkan hak asasi manusia (HAM). &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#8220;Siti Musdah Mulia adalah tokoh perempuan yang cerdas, berani dan gigih memperjuangkan pluralisme, hak-hak perempuan dalam Islam, civil liberties dan kesetaraan hak-hak konstitusional setiap warga negara dalam demokrasi Indonesia,&amp;#8221; kata Wakil Yap Thiam Hien Award sekaligus juri, Todung Mulya Lubis, di Jakarta, Kamis (4/12).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Selain pernah menawarkan gagasan baru di dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) dengan pendekatan jender, hak asasi manusia, dan demokrasi, Musdah diangap giat mengadvokasi kelompok minoritas, seperti Ahmadiyah, dan kelompok gay dan lesbian.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dewan Juri, lanjut Todung memuji pemikiran-pemikiran Siti yang menjembatani kondisi kekinian. &amp;#8220;Misalnya soal Undang-undang pornografi, Siti menolak peraturan tersebut karena maraknya kekerasan mengatasnamakan agama dan keyakinan tertentu, premanisme berkedok agama seakan mendapatkan justifikasi dari undang-undang ini,&amp;#8221; ujarnya. &amp;#8220;Bahkan dia berjuang jauh sebelum undang-undang itu disahkan&amp;#8221;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Yap Thiam Hien Award merupakan anugerah yang diberikan bagi tokoh atau institusi yang gigih memperjuangkan hak asasi manusia. Gagasan ini dirintis pada tahun 1992 oleh sejumlah tokoh, seperti Jakob Oetama, Goenawan Mohammad, Dhaniel Dhakidae, serta pengacara Todung Mulya Lubis. Penghargaan ini diambil dari nama seorang pejuang HAM, Yap Thiam Hien. Tokoh-tokoh HAM ini adalah mereka yang sekarang dikenal sebagai anggota Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sebelum tahun 2005, para pemenang penghargaan ini memperoleh uang dalam jumlah besar. Pernah nilainya mencapai 125 ribu dolar AS (kini Rp 1,375 milyar, kurs 1 US$=Rp 11.000). Yayasan mengakui uang ini bantuan dari donator, tapi tidak disebutkan darimana dana itu. Hanya saja beredar kabar uang itu dari dana asing. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bukan hanya kali ini Musdah memperoleh penghargaan. Pada Hari Perempuan Dunia 8 Maret 2007, Musdah Mulia menerima penghargaan International Women of Courage dari Menteri Luar Negeri Condoleezza Rice di Washington. Ia dianggap wanita Asia &amp;#8221;pemberani&amp;#8221;. Saat itu pun dia mengaku siap dikatakan sebagai &amp;#8216;antek Amerika&amp;#8217;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Selama ini sepak terjang Musdah nyata sekali ingin menyerang dan berusaha menghancurkan akidah umat Islam. Dia mengajukan gagasan baru yang bersumber dari paham sekuler-liberal. Dan untuk aktivitasnya tersebut, Musdah mendapat dukungan dana dari Amerika. Misalnya saja ketika menyusun draft Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam (CLD-KHI) pada 2004, dia dibantu Rp 6 milyar dari The Asia Foundation, yayasan dari Amerika yang mendukung liberalisme.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kendati banyak ditentang oleh para ulama, rupanya Musdah tidak peduli. Dia terus saja menyebarkan virus akidah ke tengah-tengah umat Islam. Beberapa virus yang disebarkan itu antara lain:&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Pernikahan bukan ibadah, perempuan boleh menikahkan dirinya sendiri, poligami haram, boleh nikah beda agama, boleh kawin kontrak, ijab kabul bukan rukun nikah, dan anak kecil bebas memilih agamanya sendiri (Drat CLD-KHI).&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Semua laki-laki dan perempuan sama, tak peduli etnis, kekayaan, posisi-posisi sosial, bahkan orientasi seksualnya. &amp;#8220;Tidak ada perbedaan antara lesbian dan tidak lesbian. Dalam pandangan Allah, orang-orang dihargai didasarkan pada keimanan mereka,&amp;#8221; katanya.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Ia bersama kalangan liberal menulis Fiqih Lintas Agama. Isinya banyak membuang makna teks Alquran dan menggunakan konteks kekinian secara amburadul berdasarkan pandangan-pandangan Barat. &lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Orang-orang seperti Musdah Mulia ini akan terus mendapat dukungan dari musuh-musuh Islam. Mereka akan senantiasa dibantu untuk melakukan aktivitasnya melemahkan umat Islam. Alih-alih membela Islam yang sebenarnya minoritas di dunia, mereka justru membela dan memuja Barat yang justru menjajah negeri-negeri Islam. (LI/mj)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-2840273222165658447?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/2840273222165658447/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=2840273222165658447' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/2840273222165658447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/2840273222165658447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/12/musdah-mulia-rajin-menyerang-islam-raih.html' title='Musdah Mulia: Rajin Menyerang Islam, Raih Yap Thiam Hien Award 2008'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-3714767070873011807</id><published>2008-12-10T03:43:00.001-08:00</published><updated>2008-12-10T03:43:10.469-08:00</updated><title type='text'>Yang Paling</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya :    &lt;br /&gt;Imam Ghazali = &amp;quot; Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ? &amp;quot;     &lt;br /&gt;Murid 1 = &amp;quot; Orang tua &amp;quot;     &lt;br /&gt;Murid 2 = &amp;quot; Guru &amp;quot;     &lt;br /&gt;Murid 3 = &amp;quot; Teman &amp;quot;     &lt;br /&gt;Murid 4 = &amp;quot; Kaum kerabat &amp;quot;     &lt;br /&gt;Imam Ghazali = &amp;quot; Semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;   &lt;br /&gt;Imam Ghazali = &amp;quot; Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ? &amp;quot;     &lt;br /&gt;Murid 1 = &amp;quot; Negeri Cina &amp;quot;     &lt;br /&gt;Murid 2 = &amp;quot; Bulan &amp;quot;     &lt;br /&gt;Murid 3 = &amp;quot; Matahari &amp;quot;     &lt;br /&gt;Murid 4 = &amp;quot; Bintang-bintang &amp;quot;     &lt;br /&gt;Iman Ghazali = &amp;quot; Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama&amp;quot;. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Iman Ghazali = &amp;quot; Apa yang paling besar didunia ini ? &amp;quot;    &lt;br /&gt;Murid 1 = &amp;quot; Gunung &amp;quot;     &lt;br /&gt;Murid 2 = &amp;quot; Matahari &amp;quot;     &lt;br /&gt;Murid 3 = &amp;quot; Bumi &amp;quot;     &lt;br /&gt;Imam Ghazali = &amp;quot; Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU. Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Iman Ghazali = &amp;quot;Apa yang paling berat didunia? &amp;quot;    &lt;br /&gt;Murid 1 = &amp;quot; Baja &amp;quot;     &lt;br /&gt;Murid 2 = &amp;quot; Besi &amp;quot;     &lt;br /&gt;Murid 3 = &amp;quot; Gajah &amp;quot;     &lt;br /&gt;Imam Ghazali = &amp;quot; Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH. Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah.&amp;quot; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Imam Ghazali = &amp;quot; Apa yang paling ringan di dunia ini ?&amp;quot;    &lt;br /&gt;Murid 1 = &amp;quot; Kapas&amp;quot;     &lt;br /&gt;Murid 2 = &amp;quot; Angin &amp;quot;     &lt;br /&gt;Murid 3 = &amp;quot; Debu &amp;quot;     &lt;br /&gt;Murid 4 = &amp;quot; Daun-daun&amp;quot;     &lt;br /&gt;Imam Ghazali = &amp;quot; Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan sholat &amp;quot; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Imam Ghazali = &amp;quot; Apa yang paling tajam sekali di dunia ini? &amp;quot;    &lt;br /&gt;Murid- Murid dengan serentak menjawab = &amp;quot; Pedang &amp;quot;     &lt;br /&gt;Imam Ghazali = &amp;quot; Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-3714767070873011807?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/3714767070873011807/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=3714767070873011807' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/3714767070873011807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/3714767070873011807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/12/yang-paling_10.html' title='Yang Paling'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-2630562486636853657</id><published>2008-12-10T03:37:00.001-08:00</published><updated>2008-12-10T03:37:02.977-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oase'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Yang Paling</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Suatu hari, Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya lalu beliau bertanya :   &lt;br /&gt;Imam Ghazali = &amp;quot; Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ? &amp;quot;    &lt;br /&gt;Murid 1 = &amp;quot; Orang tua &amp;quot;    &lt;br /&gt;Murid 2 = &amp;quot; Guru &amp;quot;    &lt;br /&gt;Murid 3 = &amp;quot; Teman &amp;quot;    &lt;br /&gt;Murid 4 = &amp;quot; Kaum kerabat &amp;quot;    &lt;br /&gt;Imam Ghazali = &amp;quot; Semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;   &lt;br /&gt;Imam Ghazali = &amp;quot; Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ? &amp;quot;    &lt;br /&gt;Murid 1 = &amp;quot; Negeri Cina &amp;quot;    &lt;br /&gt;Murid 2 = &amp;quot; Bulan &amp;quot;    &lt;br /&gt;Murid 3 = &amp;quot; Matahari &amp;quot;    &lt;br /&gt;Murid 4 = &amp;quot; Bintang-bintang &amp;quot;    &lt;br /&gt;Iman Ghazali = &amp;quot; Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kenderaan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama&amp;quot;.    &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Iman Ghazali = &amp;quot; Apa yang paling besar didunia ini ? &amp;quot;   &lt;br /&gt;Murid 1 = &amp;quot; Gunung &amp;quot;    &lt;br /&gt;Murid 2 = &amp;quot; Matahari &amp;quot;    &lt;br /&gt;Murid 3 = &amp;quot; Bumi &amp;quot;    &lt;br /&gt;Imam Ghazali = &amp;quot; Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU. Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.&amp;quot;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Iman Ghazali = &amp;quot;Apa yang paling berat didunia? &amp;quot;   &lt;br /&gt;Murid 1 = &amp;quot; Baja &amp;quot;    &lt;br /&gt;Murid 2 = &amp;quot; Besi &amp;quot;    &lt;br /&gt;Murid 3 = &amp;quot; Gajah &amp;quot;    &lt;br /&gt;Imam Ghazali = &amp;quot; Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH. Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal memegang amanah.&amp;quot;    &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Imam Ghazali = &amp;quot; Apa yang paling ringan di dunia ini ?&amp;quot;   &lt;br /&gt;Murid 1 = &amp;quot; Kapas&amp;quot;    &lt;br /&gt;Murid 2 = &amp;quot; Angin &amp;quot;    &lt;br /&gt;Murid 3 = &amp;quot; Debu &amp;quot;    &lt;br /&gt;Murid 4 = &amp;quot; Daun-daun&amp;quot;    &lt;br /&gt;Imam Ghazali = &amp;quot; Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah MENINGGALKAN SOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan sholat &amp;quot;    &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Imam Ghazali = &amp;quot; Apa yang paling tajam sekali di dunia ini? &amp;quot;   &lt;br /&gt;Murid- Murid dengan serentak menjawab = &amp;quot; Pedang &amp;quot;    &lt;br /&gt;Imam Ghazali = &amp;quot; Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Kerana melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-2630562486636853657?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/2630562486636853657/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=2630562486636853657' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/2630562486636853657'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/2630562486636853657'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/12/yang-paling.html' title='Yang Paling'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-6033399490638307641</id><published>2008-12-07T17:48:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T08:39:16.891-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasul'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Haji Pertama Dan Terakhir</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify"&gt;Hari ini menjelang akhir tahun ke-10 Hijriah, lebih 14 abad silam. Panas dan udara gurun yang kering tetap tidak berubah, sementara kehidupan Nabi yang sangat produktif itu makin mendekati garis finish. Sebelum berpisah, Nabi mengundang umatnya di Madinah untuk melaksanakan ibadah haji ke Makkah secara sempurna, tanpa seorang musyrik pun terlibat di dalamnya. Ziarah ke Rumah Tuhan dan daerah sekitarnya, yang kemudian dipraktikkan selamanya di kemudian hari. Ziarah yang murni islami ini dimaksudkan pula sebagai &amp;#8216;Haji Perpisahan&amp;#8217; atau haji al-wada&amp;#8217;, menandai hasil akhir karir gemilang yang tidak ada duanya dari makhluk Tuhan paling sempurna.    &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Undangan Nabi mendapat respon luar biasa. Inilah haji pertama Nabi bersama-sama muslim. Untuk pertama kali pula sejarah mencatat pemandangan lebih 100.000 manusia, laki-laki dan perempuan, berkumpul di Madinah menyertai Nabi, sekaligus haji terakhir sebelum beliau kembali ke pangkuan Al-Khaliq. Pada 25 Dzulkaidah rombongan berangkat. Setelah menginap satu malam di Dhul-Hulaifa, esoknya Nabi mengenakan pakaian ihram diikuti seluruh anggota rombongan. Mereka berjalan bersama-sama dengan pakaian putih yang sederhana, perlambang kesederhanaan dan persamaan yang amat jelas.     &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Dengan seluruh kalbu Muhammad menengadahkan wajahnya kepada Tuhan sembari mengucapkan takbiah sebagai tanda syukur atas nikmat karunia Nya diikuti kaum muslimin di belakangnya: &amp;#8220;Labbaika Allahumma labbaika, labbaika la syarika laka labbaika. Alhamdulillah wa-ni&amp;#8217;matu wa&amp;#8217;sysyukru laka labbaika. Labbaika la syarika laka labbaika.&amp;#8221; (Aku datang memenuhi panggilan Mu, Ya Allah, aku datang memenuhi panggilan Mu. Tiada sekutu bagi Mu &amp;#8230;. Labbaik, aku datang memenuhi panggilan Mu. Segala puji, kenikmatan dan syukur, hanya bagi Mu &amp;#8230;. Labbaik, aku datang memenuhi panggilan Mu).     &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Di bawah sengatan matahari gurun, di padang pasir yang tidak dikenal banyak umat, bergerak arus manusia dan kafilah menuju satu titik. Mereka menyambut panggilan Nabi Ibrahim beberapa abad silam. Tidak ada peristiwa yang membedakan seseorang dengan lainnya. Tidak pula perbedaan ras, bangsa atau warna kulit. Sesungguhnya, inilah pemandangan paling indah tentang asas persamaan bahwa semua makhluk sama di depan Tuhan. Yang membedakan, hanya kadar iman dan takwa seseorang.     &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Mereka memenuhi seruan Nabi untuk saling mengenal, merajut kasih sayang, keikhlasan hati dan semangat ukhuwah islamiah. Dengan penuh kesabaran pula mereka menanti tibanya Haji Akbar, dan rasa rindu bertemu Baitullah, dengan jantung berdegup keras. Sementara dunia dan sejarah menatap kagum dan heran. Dan, sejarah ibarat kakak tua yang selalu terbelenggu argumentasinya. Ia sang pembual yang membacakan Hikayat Fir&amp;#8217;aun, Kisra, kaisar dan aristokrat yang culas. Ia penjilat dan pembohong besar yang bercerita tentang tahta, pertempuran atau perdamaian, tanpa secuil pun di usianya yang panjang itu, memihak kepada kaum miskin, papa dan tertindas. Karena itu sejarah melihat takjub kepada Nabi dan orang yang bersamanya, bertaut rasa kagum dan heran.     &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 130%; font-weight: bold"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div style="text-align: justify"&gt;&lt;span style="font-size: 130%; font-weight: bold"&gt;     &lt;br /&gt;Haji Perpisahan&lt;/span&gt;     &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Pada 4 Dzulhijjah rombongan masuk Makkah, selanjutnya menuju Ka&amp;#8217;bah. Muhammad datang kepada Tuhannya di hari-hari akhir hayatnya, di Maqam Ibrahim, bapak agama langit dalam sejarah umat manusia, untuk mempertanggungjawabkan hasil karya dan perjuangannya yang penuh dinamika. Dihadapan Nya pula dia meminta kesaksian kepada umat manusia bahwa dia tidak pernah berhenti bekerja, dan tak kenal lelah dalam berjuang menuntaskan risalah Nya. Dia juga memperlihatkan kepada Ibrahim, karya besar yang diawalinya, kini diantarkannya hingga batas tersebut dan digerakkannya sesuai pedoman yang digariskan.     &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Sesudah tawaf, Nabi shalat dua rakaat di Maqam Ibrahim, lalu mencium Hajar Aswad untuk kedua kalinya. Kemudian menghadapkan wajahnya ke arah Shafa, lalu lari-lari kecil antara Shafa dan Marwah. Di situ dimaklumatkan barangsiapa yang tidak membawa hadyu (ternak kurban untuk disembelih) hendaknya mengakhiri ihramnya (tahallul) dan menjadikan ibadah itu sebagai umrah.     &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Hari ke-8 Zulhijjah yaitu Hari Tarwiyah, beliau pergi ke Mina bersama rombongannya. Selama satu hari melakukan shalat dan tinggal bersama kaumnya. Malamnya di saat sang fajar menyembul setelah Shalat Subuh, dengan menunggang untanya al-Qashwa&amp;#8217; tatkala matahari mulai tampak, beliau menuju Gunung Arafat. Dalam perjalanan yang diikuti ribuan muslim yang mengucapkan talbiah dan bertakbir, Nabi mendengarkan dan membiarkan mereka dalam kekhusyuan.     &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Ketika sampai di perut wadi di bilangan Urana, masih di atas unta, Nabi berdiri dan berkhutbah di depan lebih 100.000 orang yang mengelilinginya. Itulah peristiwa bersejarah yang dikenal dengan julukan &amp;#8216;haji Perpisahan&amp;#8217;. Peristiwa yang begitu mengesankan dan indah, serta merupakan khulasha (kesimpulan) ajaran Islam dan sunnahnya yang ia wariskan kepada masyarakat Islam. Khutbah berlangsung di bawah panas matahari yang mampu membakar ubun-ubun, dan didengarkan dengan khidmat. Kepada Umayyah bin Rabi&amp;#8217;ah bin Khalaf diminta mengulang keras setiap kalimat yang beliau sampaikan, agar didengar di tempat yang jauh.&lt;/div&gt;  &lt;div style="text-align: justify"&gt;   &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;  &lt;h3&gt;Pesan Penting Khutbah Perpisahan&lt;/h3&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify"&gt;&lt;span style="font-size: 130%"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: justify" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;&lt;em&gt;&amp;#8220;Wahai manusia sekalian, dengarkanlah perkataanku ini, karena aku tidak mengetahui apakah aku dapat menjumpaimu lagi setelah tahun ini di tempat wukuf ini.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;(1) larangan membunuh jiwa dan mengambil harta orang lain tanpa alasan yang hak &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;Wahai manusia sekalian,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;Sesungguhnya darah kamu dan harta kekayaan kamu merupakan kemuliaan ( haram dirusak oleh orang lain ) bagi kamu sekalian, sebagaimana mulianya hari ini di bulan yang mulia ini, di negeri yang mulia ini.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;(2) kewajiban meninggalkan tradisi jahiliyah : pembunuhan , riba &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;Ketahuilah sesungguhnya segala tradisi jahiliyah mulai hari ini tidak boleh dipakai lagi. Segala sesuatu yang berkaitan dengan perkara kemanusiaan (seperti pembunuhan, dendam, dan lain-lain) yang telah terjadi di masa jahiliyah, semuanya batal dan tidak boleh berlaku lagi. (Sebagai contoh) hari ini aku nyatakan pembatalan pembunuhan balasan atas terbunuhnya Ibnu Rabi&amp;#8217;ah bin Haris yang terjadi pada masa jahiliyah dahulu.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;Transaksi &lt;strong&gt;riba&lt;/strong&gt; yang dilakukan pada masa jahiliyah juga tidak sudah tidak berlaku lagi sejak hari ini. Transaksi yang aku nyatakan tidak berlaku lagi adalah transaksi riba Abbas bin Abdul Muthalib. Sesungguhnya seluruh transaksi riba itu semuanya batal dan tidak berlaku lagi.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;(3) mewaspadai gangguan syaitan dan kewajiban menjaga agama &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;Wahai manusia sekalian,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;Sesungguhnya syetan itu telah putus asa untuk dapat disembah oleh manusia di negeri ini, akan tetapi syetan itu masih terus berusaha (untuk menganggu kamu) dengan cara yang lain . Syetan akan merasa puas jika kamu sekalian melakukan perbuatan yang tercela. Oleh karena itu hendaklah kamu menjaga agama kamu dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;(4) larangan mengharamkan yang dihalalkan dan sebaliknya &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;Wahai manusia sekalian,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;Sesungguhnya merubah-rubah bulan suci itu akan menambah kekafiran. Dengan cara itulah orang-orang kafir menjadi tersesat. Pada tahun yang satu mereka langgar dan pada tahun yang lain mereka sucikan untuk disesuaikan dengan hitungan yang telah ditetapkan kesuciannya oleh Allah. Kemudian kamu menghalalkan apa yang telah diharamkan Allah dan mengharamkan apa yang telah dihalalkanNya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal" align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;Sesungguhnya zaman akan terus berputar, seperti keadaan berputarnya pada waktu Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun adalah dua belas bulan. Empat bulan diantaranya adalah bulan-bulan suci. Tiga bulan berturut-turut : Dzul Qa&amp;#8217;dah, Dzul Hijjah, dan Muharram. Bulan Rajab adalah bulan antara bulan Jumadil Akhir dan bulan Sya&amp;#8217;ban.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;(5) kewajiban memuliakan wanita (isteri) &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;Takutlah kepada Allah dalam bersikap kepada kaum wanita, karena kamu telah mengambil mereka (menjadi isteri) dengan amanah Allah dan kehormatan mereka telah dihalalkan bagi kamu sekalian dengan nama Allah.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;Sesungguhnya kamu mempunyai kewajiban terhadap isteri-isteri kamu dan isteri kamu mempunyai kewajiban terhadap diri kamu. Kewajiban mereka terhadap kamu adalah mereka tidak boleh memberi izin masuk orang yang tidak kamu suka ke dalam rumah kamu. Jika mereka melakukan hal demikian, maka pukullah mereka dengan pukulan yang tidak membahayakan. Sedangkan kewajiban kamu terhadap mereka adalah memberi nafkah, dan pakaian yang baik kepada mereka. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;Maka perhatikanlah perkataanku ini, wahai manusia sekalian..sesungguhnya aku telah menyampaikannya..&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;(6) Kewajiban berpegang teguh pada Al Qur&amp;#8217;an dan as Sunnah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;Aku tinggalkan sesuatu bagi kamu sekalian. Jika kamu berpegang teguh dengan apa yang aku tinggalkan itu, maka kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. Itulah Kitab Allah (Al-Quran) dan sunnah nabiNya (Al-Hadis).&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;(7) kewajiban taat kepada pemimpin siapapun dia selama masih berpegang teguh pada al Qur&amp;#8217;an &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;Wahai manusia sekalian..dengarkanlah dan ta&amp;#8217;atlah kamu kepada pemimpin kamu , walaupun kamu dipimpin oleh seorang hamba sahaya dari negeri Habsyah yang berhidung pesek, selama dia tetap menjalankan ajaran kitabullah (Al- Quran) kepada kalian semua.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;(8) Kewajiban berbuat baik kepada hamba sahaya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;Lakukanlah sikap yang baik terhadap hamba sahaya. Berikanlah makan kepada mereka dengan apa yang kamu makan dan berikanlah pakaian kepada mereka dengan pakaian yang kamu pakai. Jika mereka melakukan sesuatu kesalahan yang tidak dapat kamu ma&amp;#8217;afkan, maka juallah hamba sahaya tersebut dan janganlah kamu menyiksa mereka.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;(9) Umat Islam adalah bersaudara satu dengan yang lain &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;Wahai manusia sekalian.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;Dengarkanlah perkataanku ini dan perhatikanlah.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;Ketahuilah oleh kamu sekalian, bahwa setiap muslim itu adalah saudara bagi muslim yang lain, dan semua kaum muslimin itu adalah bersaudara. Seseorang tidak dibenarkan mengambil sesuatu milik saudaranya kecuali dengan senang hati yang telah diberikannya dengan senang hati. Oleh sebab itu janganlah kamu menganiaya diri kamu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;(10) kewajiban menyampaikan khutbah Rosulullah saw kepada yang lain &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;Ya Allah..sudahkah aku menyampaikan pesan ini kepada mereka..?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;Kamu sekalian akan menemui Allah, maka setelah kepergianku nanti janganlah kamu menjadi sesat seperti sebagian kamu memukul tengkuk sebagian yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;Hendaklah mereka yang hadir dan mendengar khutbah ini menyampaikan kepada mereka yang tidak hadir. Mungkin nanti orang yang mendengar berita tentang khutbah ini lebih memahami daripada mereka yang mendengar langsung pada hari ini.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: left; unicode-bidi: embed; direction: ltr" class="MsoNormal"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-size: 10pt"&gt;Kalau kamu semua nanti akan ditanya tentang aku, maka apakah yang akan kamu katakan ? Semua yang hadir menjawab : Kami bersaksi bahwa engkau telah menyampaikan tentang kerasulanmu, engkau telah menunaikan amanah, dan telah memberikan nasehat. Sambil menunjuk ke langit, Nabi Muhammad kemudian bersabda : &amp;#8221; Ya allah, saksikanlah pernyataan mereka ini..Ya Allah saksikanlah pernyatan mereka ini..Ya allah saksikanlah pernyataan mereka ini..Ya Allah saksikanlah pernyatan mereka ini &amp;#8221; [Hadis Bukhari dan Muslim].&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style="text-align: justify"&gt;   &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Berakhirlah Haji Wada&amp;#8217;.Kemudian Nabi meninggalkan Makkah menuju Madinah. Beliau tinggalkan pesan-pesan yang sangat penting kelak tetap hidup sepanjang sejarah. Esensi khutbah Nabi yang takkan terlupakan, yang senantiasa bergema dan menghunjang ke seluruh hati sanubari dan jiwa umat Islam yang telah memberikan nama &amp;#8216;al-Islam&amp;#8217; kepada agama Tauhid yang dibawa Muhammad bin Abdullah ialah: &amp;#8220;Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan nikmat Ku, dan telah Kuridhai Islam itu menjadi agamamu.&amp;#8221; (QS al-Maaidah: 3).     &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;Nabi telah menyelesaikan akhir karya besarnya, yang gigantik, risalahnya yang penting bagi dunia dan umat manusia. Tokoh terbesar sepanjang sejarah itu membaringkan kepalanya untuk selama-lamanya. Beliau wafat di tengah pendukungnya yang setia, penuh ketenteraman dan dengan ruh yang penuh taufiq untuk bertemu Kekasihnya dalam desah nafas terakhir. Ya, keharibaan Yang Maha Tinggi di surga.&lt;/div&gt;  &lt;div style="text-align: justify"&gt;&amp;#160;&lt;/div&gt;  &lt;div style="text-align: justify"&gt;&amp;#160;&lt;/div&gt;  &lt;div style="text-align: justify"&gt;&amp;#160;&lt;/div&gt;  &lt;h3&gt;A Mirror&lt;/h3&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Haji adalah rukun iman yang terakhir, yang kelima, yang diperuntukkan hanya bagi yang mampu. Mampu secara marteriil, mampu secara fisik, maupun mampu secara psikologi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setiap muslim sejatinya memiliki kerinduan mendalam untuk segera berkunjung ke Baitullah. Bercita-cita untuk menjadi tamu Allah meskipun sekali seumur hidup kita. Bahkan bagi yang pernah kesana, ingin segera kembali menjadi tamu Allah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tapi pernahkah kita sadar, apa tujuan kita berhaji? Untuk sekadar mendapatkan titel haji? Yang dengan titel tersebut kita menjadi dihormati masyarakat hingga mendapat banyak panggilan ceramah?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pernahkah kita berfikir, bahwa haji adalah sebuah bentuk pertanggungjawaban atas kehidupan kita, seperti Rasulullah SAW mempertanggung jawabkan hasil kerja keras beliau yang tiada kenal henti dan tiada kenal lelah?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sudahkah kita siap berhadapan dengan Allah SWT untuk sanggup berkata &amp;quot;Ya Allah, aku sudah melakukan ini, aku sudah melakukan itu, semua demi keagungan Agama-Mu, semua demi kecintaanku kepada Rasul-Mu, semua hanya karena kecintaanku kepada-Mu, Ya Allah&amp;quot;? &lt;strong&gt;[zq]&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h3&gt;Referensi&lt;/h3&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;&lt;a href="http://umroh-haji.net/niaga/2008/09/04/haji-pertama-dan-terakhir-bagi-nabi/"&gt;Umrah-Haji.Net&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;&lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/12/08/pesan-penting-khutbah-perpisahan-rosulullah-di-arafah-saat-menunaikan-ibadah-haji/"&gt;Hizbut Tahrir Indonesia&lt;/a&gt; &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;&lt;a href="http://booksqy.blogspot.com/2008/09/muhammad-kisah-hidup-nabi-berdasarkan.html"&gt;Muhammad&lt;/a&gt; (Karya Martin Lings) &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;&lt;a href="http://booksqy.blogspot.com/2008/12/sirah-nabawiyah.html"&gt;Sirah Nabawiyah&lt;/a&gt; (Karya Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfury)&lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-6033399490638307641?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/6033399490638307641/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=6033399490638307641' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/6033399490638307641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/6033399490638307641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/12/haji-pertama-dan-terakhir.html' title='Haji Pertama Dan Terakhir'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-7820418891703405718</id><published>2008-11-24T21:29:00.001-08:00</published><updated>2008-11-24T21:29:20.041-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Kesalahan Konsep ‘Piagam Jakarta’</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Diambil dari:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;a href="http://abisyakir.wordpress.com/2008/10/21/kesalahan-konsep-%E2%80%98piagam-jakarta%E2%80%99/"&gt;http://abisyakir.wordpress.com/2008/10/21/kesalahan-konsep-%e2%80%98piagam-jakarta%e2%80%99/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;[&lt;b&gt;Perhatian:&lt;/b&gt; Untuk menghindari prasangka dan respon tergesa-gesa, mohon dibaca artikel ini secara runut dari awal sampai akhir. Jangan sepotong-sepotong! Terimakasih. Jazakumullah khair].&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bismillahirrahmaanirrahiim.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Alhamdulillah Rabbil &amp;#8216;alamin, wasshalatu wassalamu &amp;#8216;ala Rasulillah Muhammad wa &amp;#8216;ala alihi wa shahbihi ajma&amp;#8217;in, amma ba&amp;#8217;du:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Beberapa waktu lalu, TVOne menayangkan acara Debat Partai antara PBB (Partai Bulan Bintang) dan PDS (Partai Damai Sejahtera). Acara yang tayang 16 Oktober 2008 malam itu menampilkan Sahar L. Hasan dan Anwar Shaleh dari DPP PBB, dan Jos Rahawadan dan Saat Sinaga, keduanya Ketua DPP PDS. Sebagai pendamping adalah Rahma Sarita (untuk PBB) dan Tina Talisa (untuk PDS). Isu utama yang dibahas dalam debat ini adalah penegakan Syariat Islam. PBB mengklaim mendukung penegakan Syariat Islam, sementara PDS bersikap kontra.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seperti diakui dalam acara di atas, isu Syariat Islam atau &lt;b&gt;Piagam Jakarta&lt;/b&gt; dianggap semakin tidak relevan di parlemen, sebab umumnya politisi-politisi Muslim lebih berorientasi ke substansi Syariat, bukan simbol-simbol. Konon, tinggal PBB yang secara formal masih mengangkat isu Syariat Islam. Dalam debat itu, wakil PBB menegaskan bahwa status Piagam Jakarta masih berkekuatan hukum, sesuai Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Ridwan Saidi dalam salah satu bukunya, &lt;i&gt;Status Piagam Jakarta&lt;/i&gt;: &lt;i&gt;Tinjauan Hukum dan Sejarah&lt;/i&gt;, menyatakan hal itu. Al Ustadz Husein Umar &amp;#8211;semoga Allah merahmatinya- sampai meninggalnya, beliau sangat &lt;i&gt;concern&lt;/i&gt; dengan agenda legalisasi Piagam Jakarta. Tidak segan beliau mengecam ide &amp;#8220;Spirit Piagam Madinah&amp;#8221; yang diusulkan politisi tertentu, khususnya dari kalangan PKS dan PAN.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sebelumnya, secara pribadi saya memohon maaf kepada para ustadz, kyai, ajengan, guru-guru kami, dan para aktivis Islam senior, jika dalam tulisan ini saya ingin mengkritisi Piagam Jakarta. Dalam pandangan saya, Piagam Jakarta (disebut juga &lt;i&gt;Jakarta Charter&lt;/i&gt;, diresmikan 22 Juni 1945) bukanlah suatu konsep suci yang setara dengan Wahyu, yang tidak mengenal salah dan kekurangan. Sebagai hasil rumusan manusia, bisa saja didapati kekurangan-kekurangan tertentu. Almarhum Syaikh Ibnu Baz, mantan Ketua Majlis Ulama Saudi pernah mengatakan, bahwa kebenaran itu lebih berharga dari apapun juga. Atas dasar spirit memilih kebenaran itulah, saya tulis artikel ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Di sisi lain, tidak berarti saya pro dengan konsep &amp;#8220;Spirit Piagam Madinah&amp;#8221;, sebab sikap keterus-terangan dalam Syariat Islam &amp;#8211;selagi hal itu tidak dilarang- lebih baik daripada sikap ragu di dalamnya. &lt;b&gt;Apa yang ditulis ini sebenarnya masih satu koridor dengan cita-cita senior-senior pejuang Islam di Masyumi dan lainnya yang mendambakan tegaknya Syariat Islam di bumi Indonesia. Hanya saja, untuk mencapai cita-cita itu kita harus berjalan di atas konsep yang benar, kuat, dan Islami, sehingga peluang keberhasilannya diharapkan lebih besar.&lt;/b&gt; Jika kita memperjuangkan konsep yang salah, khawatir tujuan kita tidak akan pernah tercapai.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Meskipun begitu, apa yang ditulis ini hanya sebatas wacana. Ia bisa benar, bisa juga salah. Saya bersedia berdialog, berdikusi, atau mendengar masukan dan nasehat dari siapapun, jika di dalamnya terdapat kebenaran. Tulisan ini sebatas wacana, jika di dalamnya terdapat kesalahan dan kekurangan, insya Allah saya akan rujuk dengan pendapat yang lebih kuat. Seperti disebutkan oleh Ibnu Mas&amp;#8217;ud &lt;i&gt;radhiyallahu &amp;#8216;anhu&lt;/i&gt;, bahwa makna &lt;i&gt;Al Jamaah&lt;/i&gt; itu adalah sepakat dengan kebenaran, meskipun kita hanya seorang diri. Sekali lagi, kepada guru-guru saya, para senior yang saya hormati, mohon dimaafkan jika ada hal-hal yang tidak berkenan. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Komitmen Syariat Islam &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Komitmen kepada Syariat Islam sudah satu paket dengan keimanan seseorang kepada Allah dan Rasul-Nya. Antara Syariat dan iman, adalah dua perkara yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Syariat tidak akan tegak, jika kita tidak mengimaninya; sementara keimanan tidak akan tumbuh di hati, jika kita tidak melaksanakan amanah Syariat Allah dan Rasul-Nya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Akidah Ahlus Sunnah menjelaskan, bahwa keimanan itu meliputi: Pembenaran di hati, ikrar dengan lisan, dan pengamalan dengan perbuatan. Ketiganya menyatu, tidak terurai menjadi bagian-bagian terpisah. Pembenaran di hati membentuk Akidah, sedangkan ucapan dan amal perbuatan dituntun oleh Syariat. Ahlus Sunnah tidak memisahkan antara Akidah dan Syariat. Sebagaimana bisa dipahami dari &lt;b&gt;Dua Kalimat Syahadat&lt;/b&gt;; &lt;i&gt;Asyhadu an laa ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah&lt;/i&gt;. Kalimat pertama&lt;b&gt;&lt;/b&gt;menunjukkan komitmen seorang Muslim kepada Akidah Tauhid, sedangkan kalimat kedua menunjukkan komitmennya kepada Syariat yang dibawa oleh Rasulullah Saw.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Banyak ayat-ayat dalam Al Qur&amp;#8217;an yang memerintahkan agar kita tunduk dan patuh kepada Syariat Allah SWT. Antara lain sebagai berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;-&amp;#8220;&lt;i&gt;Dan siapa yang mencari agama selain Islam, tidak akan diterima darinya, dan dia kelak di Akhirat termasuk bagian orang-orang yang merugi.&lt;/i&gt;&amp;#8221; (Ali Imran: 85). Keluasan ajaran Islam meliputi Akidah, Syariah, Ibadah, Muamalah, Akhlak, dan sebagainya. Meninggalkan salah satu bagian ajaran Islam akan menyebabkan rusaknya agama.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;-&amp;#8220;&lt;i&gt;Wahai orang-orang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara kaaffah (totalitas). Dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syaitan, sebab ia adalah musuh yang nyata bagi kalian&lt;/i&gt;.&amp;#8221; (Al Baqarah: 208). Mengikuti ajaran Islam secara setengah-setengah (tidak kaaffah) adalah sama dengan mengikuti langkah-langkah syaitan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;-&amp;#8220;&lt;i&gt;Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, melainkan agar mereka mengibadahi-Ku&lt;/i&gt;.&amp;#8221; (Adz Dzariyat: 56). Ibadah kita tidak akan diterima, jika tidak dilakukan secara ikhlas dan sesuai Syariat (Sunnah) Nabi Saw.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;-&amp;#8220;&lt;i&gt;Taatlah kalian kepada Allah dan Rasul-Nya, maka jika kalian berpaling, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir.&lt;/i&gt;&amp;#8221; (Ali Imran: 32). Dalam ayat ini, mengingkari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya disebut sebagai orang kafir. &lt;i&gt;Na&amp;#8217;udzubillah minal kufri wal kafirin&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;-&amp;#8220;&lt;i&gt;Jika kalian berselisih pendapat dalam satu perkara, kembalikanlah ia kepada Allah dan Rasul-Nya, jika kalian memang beriman kepada Allah dan Hari Akhir.&lt;/i&gt;&amp;#8221; (An Nisaa&amp;#8217;: 59). Jika kita beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah kita mengembalikan setiap perselisihan yang ada kepada hukum Allah dan Rasul-Nya. Bahkan sekalipun hanya satu perselisihan. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;-&amp;#8220;&lt;i&gt;Maka demi Rabb-mu, pada dasarnya mereka tidak beriman sampai mereka menjadikan engkau (Muhammad Saw.) sebagai hakim dalam perselisihan di antara mereka, kemudian mereka tidak merasa berat atas apa yang engkau putuskan, dan mereka menyerahkan diri sepenuhnya&lt;/i&gt;.&amp;#8221; (An Nisaa&amp;#8217;: 65). Seseorang yang tidak menjadikan Rasulullah Saw. sebagai rujukan hukum, dia dianggap tidak beriman. Perhatikan, ayat ini dimulai dengan sumpah, &amp;#8220;&lt;i&gt;Wa Rabbika&lt;/i&gt;&amp;#8221; (demi Rabb-mu Muhammad).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;-&amp;#8220;&lt;i&gt;Maka putuskan perkara di antara mereka dengan apa yang Allah turunkan (hukum-Nya), dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu.&lt;/i&gt;&amp;#8221; (Al Maa&amp;#8217;idah: 48). Selain kita diperintahkan tunduk kepada hukum Allah, kita juga dilarang mengikuti hawa nafsu dengan meninggalkan tuntunan Allah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Banyak ayat-ayat dalam Al Qur&amp;#8217;an yang memerintahkan kita menghukumi perkara-perkara di antara manusia dengan hukum Allah. Bahkan istilah &lt;i&gt;at taqwa&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;at tha&amp;#8217;ah&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;amal shalih&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;al ihsan&lt;/i&gt;, kesemua itu selalu dikaitkan dengan ketundukan kepada hukum Allah. Dan ketaatan kepada hukum Allah ini telah dicontohkan sendiri oleh Nabi Saw. dan para Khulafaur Rasyidin. Hal itu kemudian diikuti oleh penguasa-penguasa Muslim selama ribuan tahun. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Baru di jaman ini ada sebagian orang yang sangat &lt;i&gt;ngeyel&lt;/i&gt; dengan ucapan Ibnu Abbas &lt;i&gt;radhiyallahu &amp;#8216;anhu&lt;/i&gt;, &amp;#8220;&lt;b&gt;Kufrun duna kufrin&lt;/b&gt;&amp;#8221; (kekafiran kecil, bukan kekafiran yang mengeluarkan dari Islam). Mereka kalahkan ayat-ayat Allah dan pengamalan Nabi Saw. dan kaum Muslimin selama ribuan tahun dengan ucapan Ibnu Abbas itu. Seolah mereka hendak berhukum dengan ucapan Ibnu Abbas ketika menafsirkan satu ayat Al Qur&amp;#8217;an (Al Maa&amp;#8217;idah ayat 44). Sementara mereka tidak menengok Ibnu Abbas ketika beliau menafsirkan ayat-ayat Al Qur&amp;#8217;an lainnya tentang kewajiban berhukum dan menghukumi dengan Syariat Allah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pertanyaannya, ketika Ibnu Abbas mengucapkan tafsir tersebut, hukum apa yang berlaku di negerinya? Apakah hukum Belanda, hukum Perancis, hukum Anglo Saxon, hukum Mongolia, hukum Majapahit, atau hukum Badui? Apakah Ibnu Abbas di waktu itu tinggal di sebuah wilayah Islam, atau tinggal di suatu negeri yang tidak berhukum dengan hukum Islam? Pernahkah Anda mendapati suatu dalil, bahwa para Shahabat &lt;i&gt;radhiyallahu &amp;#8216;anhu&lt;/i&gt; berbodong-bondong pindah ke negeri-negeri yang tidak berhukum Islam, lalu mereka rela tinggal di dalamnya, bernaung di bawah hukum selain Syariat Islam, dengan berpedoman kepada tafsir Ibnu Abbas &amp;#8220;Kufrun duna kufrin&amp;#8221; itu? Tidak ada dalilnya sama sekali.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Singkat kata, kebenaran komitmen tauhid seseorang bisa tercermin dari sikapnya kepada Syariat Islam. Mereka yang bersusah payah mencari takwil dalam masalah yang terang-benderang ini, pada dasarnya mereka telah salah langkah dan menelanjangi dirinya sendiri. &lt;i&gt;Wal &amp;#8216;iyadzubillah&lt;/i&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Kendala Penegakan Syariat Islam &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Upaya menegakkan Syariat Islam di Indonesia, tidak semudah yang dibayangkan. Banyak kendala-kendala yang menghambat, antara lain:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;-Kesadaran rendah Ummat Islam Indonesia tentang pentingnya penegakan Syariat Islam. Sudah bukan rahasia lagi, masyarakat Indonesia jauh dari status siap memangku Syariat Islam.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;-Tidak adanya &lt;i&gt;political will&lt;/i&gt; dari para elit politik, khususnya para pejabat birokrasi, untuk mendukung penegakan Syariat Islam. Dalam dialog politik pada malam takbiran (30 September 2008) di TVOne yang diprakarsai oleh Republika, mayoritas elit politik Muslim tidak ada satu pun yang mendukung agenda penegakan Syariat Islam.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;-Sangat kuat dan sistematiknya gerakan anti Syariat Islam yang melibatkan berbagai kekuatan politik, birokrasi, bisnis, dan asing. Mereka telah ijma&amp;#8217; (sepakat) untuk menghalang Syariat Islam, dengan cara apapun yang memungkinkan. Dibandingkan kekuatan Ummat Islam yang tercerai-berai, mereka memiliki begitu banyak keunggulan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;-Pendukung Syariat Islam belum memiliki konsep alternatif bagi sistem yang ada saat ini yang bersifat kuat, ilmiah, aplikatif, dan terbukti bermanfaat. Ketika kita diminta konsep alternatif, jawabannya selalu bersifat general. Padahal dalam konteks pengaturan negara, sangat butuh konsep aplikatif.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;-Dan komitmen para pembela Syariat Islam sendiri terhadap misi yang dibelanya kurang. Kalau disuruh diskusi soal keunggulan Syariat Islam, setiap orang memiliki segudang ide untuk diungkapkan. Tetapi ketika disuruh tunduk kepada Syariat dengan cara meninggalkan sesuatu yang disukai, belum tentu mereka bersedia memenuhinya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kalau mau jujur, para pembela Syariat Islam pun belum tentu siap bertaslim (menyerahkan diri), ketika telah dideklarasikan berlakunya sistem Syariat Islam mengatur kehidupan negara. Jika hanya sebatas slogan atau teori, atau komoditas politik, mungkin banyak yang mengklaim mendukung Syariat Islam.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Kelemahan &amp;#8216;Piagam Jakarta&amp;#8217; &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ketika berbicara tentang agenda penegakan Syariat Islam di Indonesia, sebagian besar perhatian terfokus kepada &lt;b&gt;Piagam Jakarta&lt;/b&gt;. Para aktivis Islam menuntut agar negara mengakomodir isi Piagam Jakarta dalam lembaran-lembaran hukum negara. Kalimat terpenting dari Piagam Jakarta ialah: &amp;#8220;&lt;b&gt;Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya&lt;/b&gt;.&amp;#8221; Inilah &lt;b&gt;7 kata&lt;/b&gt; yang sangat diharapkan bisa diterima dalam konstitusi NKRI. Jika &lt;b&gt;7 kata&lt;/b&gt; ini diterima, banyak pihak meyakini kehidupan bangsa Indonesia akan seketika berubah menjadi &lt;i&gt;gemah ripah loh jinawi&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;tata tentrem kerta raharjo&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam pandangan saya, &lt;i&gt;wallahu a&amp;#8217;lam bisshawaab&lt;/i&gt;, konsep Piagam Jakarta mengandung beberapa kelemahan serius. Kalau ia dilaksanakan, bukan barakah yang kita peroleh, tetapi bisa menjadi sebaliknya. Kelemahan Piagam Jakarta antara lain sebagai berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;(1)Sebelum dihapuskan dari UUD 1945, posisi &lt;b&gt;7 kata Piagam Jakarta&lt;/b&gt; berada dalam pembukaan konstitusi. Artinya, ia bukan konstitusi itu sendiri, tetapi menjadi &amp;#8220;sub hukum&amp;#8221; dari sebuah konstitusi. Dalam sistem Islami, Syariat Islam tidak boleh ditundukkan di bawah hukum lain. Ia hukum mandiri dan terhormat, tidak boleh menjadi sub dari konstitusi lain. Al Qur&amp;#8217;an menegaskan, &amp;#8220;&lt;i&gt;Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? Dan hukum siapakah yang lebih baik dari hukum Allah, bagi kaum yang yakin?&lt;/i&gt;&amp;#8221; (Al Maa&amp;#8217;idah: 50). Jika Syariat Islam hanya menjadi &amp;#8220;sub hukum&amp;#8221;, maka ia akan mudah dieliminir, jika sewaktu-waktu tidak disukai oleh kelompok politik tertentu. Dan kenyataannya, tindakan eliminasi itu sudah dilakukan sejak 18 Agustus 1945 sampai saat ini. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;(2)Substansi &lt;b&gt;7 kata Piagam Jakarta&lt;/b&gt; (&lt;i&gt;Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan Syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya&lt;/i&gt;) mengandung kesalahan serius. Dalam Sistem Islami, hukum Islam tidak hanya berlaku bagi Ummat Islam, tetapi juga mengikat pemeluk agama lain. Memang dalam masalah ibadah ritual, Syariat Islam tidak bisa mengintervensi kebebasan ibadah agama lain; tetapi dalam masalah muamalah, norma sosial, dan hukum pidana, semua pihak terikat oleh hukum Islam. Di masa Nabi dan Khulafaur Rasyidin, pelaku kriminal yang beragama Islam, Yahudi, atau Nashrani mendapat sanksi secara adil. Keadilan hukum Islam berlaku bagi semua kalangan. &amp;#8220;&lt;i&gt;Janganlah kebencian kalian kepada suatu kaum (misalnya Yahudi), membuat kalian berlaku tidak adil. Berbuat adillah, sebab adil itu lebih dekat ke takwa&lt;/i&gt;.&amp;#8221; (Al Maa&amp;#8217;idah: 8). Asbabun nuzul ayat ini berkaitan dengan keinginan sebagian Shahabat untuk berbuat tidak adil kepada seorang Yahudi, lalu Allah menegur hal itu. Meskipun Yahudi sudah masyhur sifat-sifat buruknya, mereka tetap berhak mendapat keadilan hukum. Syariat Islam menjangkau pihak Muslim dan non Muslim. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;(3)Jika hukum Islam hanya berlaku bagi Muslim, lalu bagaimana dengan pemeluk agama lain? Apakah perlu dibuat standar hukum lain bagi warga non Muslim? Berlakunya dua standar hukum di sebuah negara adalah cermin ketimpangan sistem tatanegara yang serius. Nanti, setiap orang akan memilih hukum semaunya, selama menguntungkan hawa nafsunya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;(4)Jika hukum Islam berlaku bagi Muslim, apakah berarti para pemeluk agama lain boleh berhukum dengan hukum agama masing-masing? Jika demikian, berarti dalam suatu negara terdapat banyak standar hukum. Kalau kemudian sebagian Ummat Islam merasa bahwa sanksi hukum Islam lebih berat dibandingkan hukum-hukum lain, bisa jadi mereka ada keinginan murtad untuk menghindari sanksi hukum Islam. Bagi pemeluk agama lain, mereka bisa melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap Syariat Islam dengan tidak khawatir akan dihukum, sebab mereka dihukumi sesuai hukum agama masing-masing. Jika demikian realitasnya, maka pelaksanaan hukum Islam di suatu negeri tidak akan membawa berkah, justru musibah. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Konsep seperti ini jika akhirnya terlaksana, bisa mengundang banyak masalah-masalah yang merugikan Ummat Islam sendiri. Betapa sulitnya membangun peradaban Islami dengan dasar konsep seperti itu. Ada baiknya kita bersyukur kepada Allah, bahwa Piagam Jakarta tidak pernah terlaksana. Sebab jika terlaksana, justru akan mempersulit posisi kaum Muslimin sendiri. Konsep Piagam Jakarta itu harus diperbaiki, diganti konsep lain yang lebih lurus dan maslahat menurut Syariat Islam. Dan sebagai gantinya tidak harus &amp;#8220;Spirit Piagam Madinah&amp;#8221;, sebab konsep seperti itu sama saja dengan meniadakan keunggulan Ummat Islam sebagai kaum mayoritas di Indonesia. Mayoritas disana diposisikan sejajar dengan minoritas. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Gerakan Islam jangan ragu-ragu untuk bercita-cita membangun &lt;b&gt;Konstitusi Islami&lt;/b&gt; yang berdasarkan Al Qur&amp;#8217;an dan As Sunnah. Kita tidak perlu ragu untuk mengatakan, &amp;#8220;&lt;b&gt;Kami mendambakan berdirinya negara Islami yang berkonstitusi Syariat Islam, berdasarkan Al Qur&amp;#8217;an dan As Sunnah&lt;/b&gt;.&amp;#8221; Selama tidak ada aturan UU yang melarang kita memiliki cita-cita seperti ini, jangan ragu untuk meneguhkannya. Kecuali, jika di kemudian hari muncul UU yang melarang cita-cita seperti itu, kita boleh memikirkan cara lain.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Begitu pula, dalam memperjuangkan Konstutusi Islami, sebaiknya jangan memakai cara-cara yang berbau kekerasan. Cara kekerasan sangat mudah dijadikan dalih untuk menghancurkan upaya-upaya dakwah menegakkan Syariat Islam yang telah ditempuh dengan susah-payah sampai saat ini. Kita bisa memperjuangkan misi mulia ini dengan membangun kesadaran, menunjukkan argumentasi, menjelaskan berbagai syubhat, menempuh dialog damai, dll. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ke depan, jangan lagi ragu-ragu untuk meneguhkan cita-cita: &amp;#8220;&lt;b&gt;Kami ingin membangun negara Islami secara damai!&lt;/b&gt;&amp;#8221; Konsep Piagam Jakarta sebaiknya direvisi, diganti konsep lain yang lebih baik. Mungkin ia sesuai dengan jamannya, tetapi tidak menguntungkan untuk realitas saat ini. Sebagaimana Piagam Madinah yang disepakati oleh Nabi dengan kaum Yahudi, ia cocok di awal-awal kehidupan Islam di Madinah, tetapi menjadi tidak cocok ketika berkali-kali kaum Yahudi Madinah melakukan pengkhianatan. Kemungkinan merevisi suatu konsep perjuangan adalah sangat niscaya, sebab tidak ada rumusan manusia yang abadi, hanya Kitabullah dan Sunnah yang bersifat permanen di segala jaman. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Strategi Politik Islami &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika Piagam Jakarta dianggap lemah, lalu bagaimana solusinya? Disini kita perlu menjawab pertanyaan ini, dengan memohon petunjuk dan pertolongan Allah Ta&amp;#8217;ala. Setidaknya ada 3 langkah strategis yang perlu dilakukan Ummat Islam, khususnya gerakan-gerakan pro penegakan Syariat Islam, yaitu:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;((1)) Kita harus memperjuangkan misi membangun Konstitusi Islami berdasarkan Al Qur&amp;#8217;an dan As Sunnah secara terbuka, tetapi dengan metode damai. Kita tidak melakukan aksi-aksi kekerasan, tetapi dengan cara membangun kesadaran, menjabarkan argumentasi yang baik, dan langkah-langkah implementasi Syariat Islam secara praktis dalam kehidupan. Jujur saja akui, &amp;#8220;Saya Muslim! Saya mendambakan negara Islami yang berdasarkan Al Qur&amp;#8217;an dan Sunnah.&amp;#8221;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;((2)) Jika upaya di atas tidak memungkinkan karena terhalang oleh aturan-aturan negara yang melarang hal itu, kita bisa memperjuangkan substansi Syariat Islam. Bentuknya, dengan memperjuangkan &lt;b&gt;5 Tujuan Syariat Islam&lt;/b&gt; (&lt;i&gt;Al Maqashidul Khamsah&lt;/i&gt;) yaitu: &lt;b&gt;Menjaga jiwa, agama, harta, akal, dan keturunan kaum Muslimin&lt;/b&gt;. Jika perjuangan secara verbal dihalangi, kita tempuh perjuangan substansial. Wadahnya bisa apa saja, strateginya bisa bagaimana saja, asalkan maknanya menjaga hak-hak kehidupan Ummat Islam. Bukan dengan sikap oportunis, yaitu menjual agama dengan tujuan memenuhi ambisi pribadi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;((3)) Menghidupkan dakwah &lt;i&gt;amar makruf nahi mungkar&lt;/i&gt; di luar parlemen. Secara sosial, kita bisa membangun masyarakat yang lebih Islami dengan menggalakkan &lt;i&gt;amar makruf nahi mungkar&lt;/i&gt;. Hal ini boleh-boleh saja, dengan alasan kita adalah Islam, dan dakwah yang kita gulirkan ditujukan kepada sesama Muslim. Toh, negara ini negara religius, bukan negara ateis, liberalis, atau materialis. Artinya, pengembangan kehidupan beragama tentu diperbolehkan. Untuk menghindari benturan-benturan sosial, lakukan &lt;i&gt;amar makruf nahi mungkar&lt;/i&gt; itu secara simpatik, damai, persuasif. Tidak perlu dengan kekerasan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dengan tiga langkah di atas, insya Allah kita tidak akan pernah kehabisan ide perjuangan dan amal. Perjuangan ini bisa bernafas panjang, tak dibatasi oleh waktu dan generasi. Kita pun tidak perlu terjebak dalam konsep-konsep yang bisa menyempitkan ruang-ruang kesempatan bagi Ummat ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Realitas Bangsa Majemuk &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya menduga, munculnya konsep Piagam Jakarta lebih karena pertimbangan realitas kemajemukan bangsa Indonesia. Kalau membaca tulisan Al Ustadz Adian Husaini, berjudul &lt;i&gt;Peringatan 62 Tahun Piagam Jakarta&lt;/i&gt;, dimuat di hidayatullah.com, beliau kemukakan bukti-bukti tentang visi kompromi itu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah penyusunan Piagam Jakarta, Soekarno berbicara di depan BPUPKI, &amp;#8220;Di dalam preambule (pembukaan UUD &amp;#8211;pen.) itu ternyatalah, seperti saya katakan tempo hari, segenap pokok-pokok pikiran yang mengisi dada sebagian besar daripada anggota-anggota &lt;i&gt;Dokuritsu Zyunbi Tyosakai&lt;/i&gt; (BPUPKI &amp;#8211;pen). &lt;b&gt;Masuk di dalamnya ke-Tuhanan, dan terutama sekali kewajiban umat Islam untuk menjalankan Syariat Islam masuk di dalamnya; kebulatan nasionalisme Indonesia, persatuan bangsa Indonesia masuk di dalamnya; kemanusiaan atau Indonesia merdeka masuk di dalamnya; perwakilan permupakatan kedaulatan rakyat masuk di dalamnya; keadilan sosial, &lt;i&gt;sociale rechtvaardigheit&lt;/i&gt;, masuk di dalamnya&lt;/b&gt;. Maka oleh karena itu, Panitia Kecil penyelidik usul-usul berkeyakinan bahwa inilah preambule yang bisa menghubungkan, mempersatukan segenap aliran yang ada di kalangan anggota-anggota Dokuritu Zyunbi Tyoosakai.&amp;#8221; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Lebih jelas lagi Soekarno mengatakan, &amp;#8220;Barangkali tidak perlu diulangi bahwa preambule adalah hasil jerih payah untuk menghilangkan perselisihan faham antara golongan-golongan yang dinamakan golongan kebangsaan dan golongan Islam. Jadi, manakala kalimat itu tidak dimasukkan, saya yakin bahwa pihak Islam tidak bisa menerima preambule ini; jadi perselisihan nanti terus.&amp;#8221; Soekarno juga mengatakan, &amp;#8220;Saya ulangi lagi bahwa ini satu kompromis untuk menyudahi kesulitan antara kita bersama. Kompromis itu pun terdapat sesudah keringat kita menetes. Tuan-tuan, saya kira sudah ternyata bahwa kalimat &amp;#8216;dengan didasarkan kepada ke-Tuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya&amp;#8217; sudah diterima Panitia ini.&amp;#8221; Jelas bahwa Piagam Jakarta adalah konsep kompromi antara golongan-golongan ideologi di Indonesia. (Namun di kemudian hari Soekarno mengkhianati ucapan dan komitmennya sendiri. Dia telah memberi &amp;#8220;contoh baik&amp;#8221; kepada bangsa Indoneisa, cara mengkhianati ucapan sendiri). &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Di Nusantara ini terdapat sekitar 1300 pulau, memiliki ratusan suku/etnik dengan bahasa masing-masing. Mengumpulkan seluruh potensi keragaman di bawah Syariat Islam bukanlah perkara mudah. Mungkin, karena pertimbangan itu, lalu para senior kita pejuang Islam di masa lalu mengemukakan Piagam Jakarta. Isi Piagam Jakarta dianggap sebagai kompromi untuk menyikapi realitas kemajemukan bangsa Indonesia. Di negeri ini setidaknya terdapat 5 agama, yaitu Islam, Kristen, Katholik, Hindu, dan Budha. Di luar itu sebenarnya masih ada berbabagai macam aliran kepercayaan, baik yang diakui maupun dianggap sesat. Kalau menyadari kenyataan ini rasanya mustahil akan melaksanakan Syariat Islam.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ahmad Syafi&amp;#8217;i Ma&amp;#8217;arif pernah melontarkan sindiran sinis, &amp;#8220;Kalau Syariat Islam diterapkan di Indonesia, maka persatuan akan menjadi persatean.&amp;#8221; Maksudnya, persatuan bangsa Indonesia selama ini akan berubah menjadi konflik berdarah-darah antar sesama anak bangsa, jika Syariat Islam diterapkan. Atau dengan logika Hatta, &amp;#8220;Nanti Indonesia Timur akan memisahkan diri dari RI.&amp;#8221; Dalam Debat Partai di TVOne itu, wakil PDS juga berkali-kali mengingatkan akan ancaman perpecahan itu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Atas berbagai sinisme, tuduhan, atau ketakutan seputar perpecahan ini, kita bisa memberikan jawaban sebagai berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;((a)) Mengapa Syariat Islam sedemikian rupa disikapi secara antipati, padahal sejak merdeka kita selalu melestarikan &amp;#8220;syariat Belanda&amp;#8221;? Bukankah pemikiran-pemikiran yang menjiwai konstitusi dan sistem tata negara kita berasal dari pengaruh pendidikan Belanda? Bahkan KUHP kita juga &amp;#8220;mencangkok&amp;#8221; dari Belanda. Istilah-istilah hukum atau istilah ketata-negaraan, masih banyak yang memakai istilah Belanda. Apakah terhadap &amp;#8220;syariat penjajah&amp;#8221; itu boleh-boleh saja, sementara terhadap Syariat Islam yang telah membebaskan Indonesia dari penjajahan selalu disikapi antipati? Jawablah dengan sepenuh kejujuran hati! &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;((b)) Bangsa Indonesia selama ini sudah kenyang dengan pengalaman berhukum dengan hukum sekuler/Belanda, lalu kita tahu hasilnya. Bangsa ini bukannya menjadi adil, makmur, &lt;i&gt;tata tentrem kerta raharjo&lt;/i&gt;, tetapi malah terpuruk dalam sistem penjajahan model baru. Penderitaan, sengsara, dan hina menjadi wajah kontemporer negeri ini. Tidakkah hal itu membuktikan, bahwa sistem hukum yang kita pakai adalah keliru? Kemudian lihatlah berbagai dampak positif dari penerapan nilai-nilai Islam seperti dalam UU Perkawinan, UU Zakat, UU Perbankan Syariah, sistem pendidikan Islam, legalisasi jilbab, label halal MUI, dan lain-lain! Apakah penerapan Syariat Islam yang aplikatif itu lebih banyak merugikan bangsa atau menguntungkan? Semua kalangan merasakan, bahwa sistem hukum Islam aplikatif itu sangat besar maslahatnya. Alhamdulillah. Apakah bangsa ini mau disebut bangsa tidak berakal, karena tidak bisa membedakan dampak dua jenis hukum itu? &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;((c)) Terhadap wilayah-wilayah yang dihuni oleh mayoritas Kristen atau Katholik, kita bisa merumuskan ketentuan-ketentuan hukum yang bersifat khusus, dengan semangat sinergis, saling menghargai antara kepentingan Muslim dan non Muslim. Hukum Islam tidak mencampuri hak-hak ritual peribadahan, tradisi komunitas, dan identitas keagamaan mereka. Namun dalam masalah-masalah yang menyangkut hukum secara umum, dalam hal pidana dan perdata, tentu diseragamkan agar tidak &lt;i&gt;pilih kasih&lt;/i&gt;. Toh, tujuan penegakan hukum juga untuk melindungi kepentingan mereka sendiri. Disini kita bisa mencontoh spirit sinergi yang dilakukan Rasulullah dan kaum Yahudi Madinah yang tertuang dalam Piagam Madinah. (Mohon dibedakan antara Piagam Madinah sebagai spirit konstitusi secara umum, dengan Piagam Madinah dalam kasus-kasus khusus).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;((d)) Terhadap wilayah-wilayah yang dihuni oleh mayoritas penganut Hindu, juga perlu dirumuskan ketentuan hukum yang bersifat khusus dan sinergis. Dalam hal ini kita harus ingat, bahwa Rasulullah Saw. juga pernah menandatangani kesepakatan damai dengan orang-orang Makkah di Hudaibiyyah. Kita butuh kesepakatan untuk saling menjaga kepentingan masing-masing dan tidak merugikan pihak lain. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;((e)) Secara umum Syariat Islam melarang wilayah-wilayah yang mayoritas berpenduduk non Muslim untuk memisahkan diri. Hal itu merupakan &lt;i&gt;bughat&lt;/i&gt; (pembangkangan) yang berbahaya. Perjanjian atau kesepakatan bisa diupayakan, dengan menutup segala celah bagi gerakan separatisme. Jika kesepakatan itu kemudian dilanggar, perlu dilakukan berbagai upaya damai untuk maju ke meja perundingan dan menghindari konflik. Jika langkah damai masih dilanggar juga, maka &lt;i&gt;Jihad Fi Sabilillah&lt;/i&gt; akan menjawabnya. Langkah terakhir ini persis seperti ucapan almarhum KH. Wahid Hasyim, mantan Ketua PBNU, ketika beliau mengecam pidato Soekarno di Amuntai sekitar tahun 1953. Beliau menentang keras jika Syariat Islam dianggap tidak bisa menghadapi ancaman separatisme dari Indonesia Timur.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Idealnya, Syariat Islam bisa ditegakkan sempurna seperti di jaman Rasulullah &lt;i&gt;shallallah &amp;#8216;alaihi wa sallam&lt;/i&gt; dan Khulafaur Rasyidin. Tetapi jika tidak mampu, ya kita tunaikan sebagian, asal jangan ditinggalkan sama sekali. Seperti sebuah kaidah Islami, &amp;#8220;Sesuatu yang tidak bisa diambil semuanya, tidak ditinggalkan sebagiannya.&amp;#8221; Dengan ijin dan rahmat Allah, insya Allah kendala-kendala penegakan Syariat Islam bisa dicarikan solusi sebaik-baiknya. Saya rasa hal itu bisa menjawab &lt;i&gt;omong kosong&lt;/i&gt; Syafi&amp;#8217;i Ma&amp;#8217;arif, seorang pengagum berat Hatta, yang sangat alergi dengan penerapan Syariat Islam. Padahal, seseorang yang antipati kepada Syariat Islam, dia bisa keluar dari agama ini tanpa disadarinya. Toh, Islam tidak pernah merasa butuh kepada orang-orang seperti itu. Ironis sekali, mereka merasa dirinya penting dan dibutuhkan oleh Islam, padahal Islam mengatakan kepadanya, &amp;#8220;Lu tuh siapa, &lt;i&gt;man&lt;/i&gt;?&amp;#8221; Justru tanpa kemurahan Islam, mereka tidak punya apa-apa!&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Demikian sekelumit artikel yang bisa saya goreskan. Isi artikel ini adalah wacana, bisa benar bisa pula tidak. Namun saya bertanggung-jawab atas isinya. Saya bersedia berdialog, menerima masukan, atau menelaah kajian tertentu yang ditujukan untuk mengkritisi tulisan ini. &amp;#8220;Kebenaran lebih utama dari apapun,&amp;#8221; kata Ibnu Baz &lt;i&gt;rahimahullah&lt;/i&gt; menasehatkan. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Akhirnya, setiap yang benar datang dari Allah Ta&amp;#8217;ala, sedangkan yang salah dari diriku sendiri dan bisikan syaitan. Semoga Allah memudahkan jalan bagi kaum Muslimin Indonesia untuk memperbaiki hidupnya melalui perbaikan aturan, dari sistem non Islam menjadi sistem Islami. Semoga Allah memberi kita istiqamah dalam memperjuangkan agama-Nya, dan semoga Allah Ta&amp;#8217;ala menjaga kita, keluarga, dan kaum Muslimin dari segala kebinasaan fitnah dan kezhaliman musuh-Nya. Amin Allahumma amin. Wallahu a&amp;#8217;lam bisshawaab.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;Bandung, 20 Oktober 2008. &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;[Abu Muhammad Waskito]. &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abisyakir.wordpress.com/192/"&gt;&lt;img alt="" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abisyakir.wordpress.com/192/" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abisyakir.wordpress.com/192/"&gt;&lt;img alt="" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abisyakir.wordpress.com/192/" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abisyakir.wordpress.com/192/"&gt;&lt;img alt="" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abisyakir.wordpress.com/192/" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abisyakir.wordpress.com/192/"&gt;&lt;img alt="" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abisyakir.wordpress.com/192/" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;img alt="" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abisyakir.wordpress.com&amp;amp;blog=3844184&amp;amp;post=192&amp;amp;subd=abisyakir&amp;amp;ref=&amp;amp;feed=1" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-7820418891703405718?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/7820418891703405718/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=7820418891703405718' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/7820418891703405718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/7820418891703405718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/11/kesalahan-konsep-piagam-jakarta.html' title='Kesalahan Konsep ‘Piagam Jakarta’'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-6200139245058426458</id><published>2008-11-24T20:39:00.001-08:00</published><updated>2008-11-24T20:39:55.969-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khilafah'/><title type='text'>Apa yang Diharapkan Kaum Muslim dari Barack Obama</title><content type='html'>&lt;div style="padding-bottom: 0px; margin: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; display: inline; padding-top: 0px" id="scid:5737277B-5D6D-4f48-ABFC-DD9C333F4C5D:0c7984c9-1f2e-43b8-95cb-0219210f622a" class="wlWriterSmartContent"&gt;&lt;div&gt;&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/mLEp7BEMwp0&amp;amp;color1=0xb1b1b1&amp;amp;color2=0xcfcfcf&amp;amp;feature=player_embedded&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/mLEp7BEMwp0&amp;amp;color1=0xb1b1b1&amp;amp;color2=0xcfcfcf&amp;amp;feature=player_embedded&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-6200139245058426458?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/6200139245058426458/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=6200139245058426458' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/6200139245058426458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/6200139245058426458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/11/apa-yang-diharapkan-kaum-muslim-dari_24.html' title='Apa yang Diharapkan Kaum Muslim dari Barack Obama'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-4157734753368052118</id><published>2008-11-20T22:24:00.001-08:00</published><updated>2008-11-20T22:25:32.979-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oase'/><title type='text'>Berfokus pada Amal Kebaikan</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a title="http://www.eramuslim.com/oase-iman/berfokus-pada-amal-kebaikan.htm" href="http://www.eramuslim.com/oase-iman/berfokus-pada-amal-kebaikan.htm"&gt;http://www.eramuslim.com/oase-iman/berfokus-pada-amal-kebaikan.htm&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ada satu peristiwa berkesan yang mencerminkan tipikal utama dari masyarakat Madinah, yaitu selalu antusias untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Suatu ketika orang-orang miskin Madinah mengadu kepada Rasulullah Saw,    &lt;br /&gt;&amp;#8220;&lt;em&gt;Ya Rasulullah, kami merasa iri dengan saudara-saudara kami yang diberi kelapangan harta. Kami sholat, mereka juga sholat. Kami berpuasa, mereka juga berpuasa. Kami bertilawah Quran, mereka juga bertilawah Quran. Tetapi begitu mereka bersedekah karena kelapangan harta mereka, kami tidak bisa seperti mereka.&lt;/em&gt;&amp;#8221;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kemudian Rasulullah Saw menghibur orang-orang miskin itu dan memberikan sebuah tips kepada mereka,    &lt;br /&gt;&amp;#8220;&lt;em&gt;Maukah aku tunjukkan amalan yang bisa menyamai mereka sebagai ganti karena engkau tidak mampu bersedekah?. Bacalah setelah sholat: subhanallah 33 kali, alhamdulillah 33 kali, Allahu Akbar 33 kali, dan tutuplah dengan laa ilaaha illa allahu wahdahu laa syarilahu lahul mulku walahulhamdu wahua &amp;#8216;ala kulli syaiin qodir.&lt;/em&gt;&amp;#8221;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Orang-orang miskin Madinah pun menerima &amp;#8220;tips&amp;#8221; dari Rasulullah Saw itu dengan suka cita. Kini mereka merasa terhibur dan merasa bangga karena akan segera mampu menyamai amal orang-orang kaya Madinah. Kemudian mereka pun mempraktekkannya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Namun &amp;#8220;tips&amp;#8221; dari Rasulullah Saw itu pada akhirnya sampai juga di telingga orang-orang kaya Madinah, sehingga mereka pun mempraktekkan amalan yang serupa dilakukan oleh orang-orang miskin itu. Kembali orang-orang miskin Madinah itu mengadu ke hadapan Rasulullah Saw,&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#8220;&lt;em&gt;Ya Rasulullah, mereka (orang-orang kaya Madinah) mempraktekkan serupa amalan-amalan yang kami lakukan itu.&lt;/em&gt;&amp;#8221; Rasulullah Saw menjawab bahwa itulah kelebihan mereka yang diberikan harta sementara mereka banyak bersedekah dengan harta yang dimilikinya itu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;***&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saat ini, seringkali kita memiliki persepsi yang kurang proporsional tentang kaya dan miskin. Orang kaya merasa bangga dengan kekayaannya dan menilai bahwa mereka yang miskin adalah mereka yang malas dan bodoh. Sementara orang miskin kadang merasa suci dan mencurigai bahwa orang-orang kaya telah merampas hak harta-harta mereka secara culas, dengan korupsi dan cara-cara yang melanggar rambu syari'ah. Semua itu bisa jadi disebabkan karena masing-masing tidak melihat amal kebaikan satu sama lainnya, yakni kebaikan yang tulus, tanpa motif atau tendensi apapun selain mengharapkan ridha dari Allah SWT. Orang miskin tidak pernah melihat bahwa orang kaya itu bersedekah atau beramal kebaikan, sementara orang kaya juga tidak pernah melihat orang miskin itu telah bekerja keras dan menunjukkan keseriusan dalam bekerja.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Rasulullah Saw mencontohkan dan memberi pelajaran bahwa dalam hidup ini yang seharusnya menjadi motif dan fokus adalah bagaimana agar selalu bisa berbuat baik dan berlomba-lomba dalam kebaikan dan memproduksi amal sholeh. Andaipun mengejar harta, maka hasil perolehannya pun diniatkan dan diarahkan ke sana. Bukan karena prestise, status, dan motif-motif duniawi lainnya. Jika amal sholeh ini menjadi tolok ukur dari kemuliaan yang disepakati maka kaya dan miskin menjadi hal yang kurang relevan dalam kehidupan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Alangkah indahnya jika semua elemen bangsa memiliki persepsi yang demikian. Saudara yang miskin akan mensyukuri saudaranya yang kaya karena yakin saudaranya itu akan menggunakan kekayaannya semata-semata untuk kebaikan dan menunaikan kewajiban hartanya itu dengan sempurna. Demikian juga saudara yang kaya akan selalu membantu mengentaskan saudaranya dari kemiskinan karena yakin bahwa jika ia menjadi kaya kelak, ia pun pasti akan mendayagunakan kekayaannya untuk kebaikan dan membantu saudara yang lainnya. Semua itu dibingkai oleh rasa persaudaraan (&lt;em&gt;ukhuwwah&lt;/em&gt;) yang indah dimana masing-masing saling membantu dan bekerjasama untuk mencapai derajat yang mulia di sisi-Nya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kondisi real sering menampilkan hal yang sebaliknya. Yang kaya menampilkan aura bangga dan ujub, sedangkan yang miskin menampilkan aura iri dan dengki. Sebagai akibatnya, makna &lt;em&gt;ukhuwwah&lt;/em&gt; dan persaudaraan yang hakiki makin jauh panggang dari api. Yang rugi adalah ummat ini, yang tidak pernah beranjak untuk perbaikan diri karena tidak berfokus pada inti masalah yang sejati. Yakni berlomba-lomba berbuat kebaikan demi mengangkat izzah dan harga diri.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Semoga Allah SWT mengaruniai kita dengan amal kebaikan atas dasar pemahaman yang benar dan ikhlas dalam melaksanakannya. Amin.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-4157734753368052118?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/4157734753368052118/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=4157734753368052118' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/4157734753368052118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/4157734753368052118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/11/berfokus-pada-amal-kebaikan.html' title='Berfokus pada Amal Kebaikan'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-7914655665571086057</id><published>2008-11-19T18:25:00.001-08:00</published><updated>2008-11-19T18:25:57.351-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi Syariah'/><title type='text'>Riba: Definisi, Hukum, Dan Macamnya</title><content type='html'>&lt;p&gt;Sumber: &lt;a href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/"&gt;http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;img style="margin: 0px 20px 0px 0px" alt="" align="left" src="http://hizbut-tahrir.or.id/wp-content/uploads/2008/11/bunga-riba-haram.jpg" width="200" height="134" /&gt;&lt;strong&gt;Definisi Riba &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Secara literal, riba bermakna tambahan (&lt;em&gt;al-ziyadah&lt;/em&gt;)&lt;a name="_ftnref1_7303" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/?preview=true#_ftn1"&gt;[1]&lt;/a&gt;. Sedangkan menurut istilah; Imam Ibnu al-&amp;#8216;Arabiy mendefinisikan riba dengan; semua tambahan yang tidak disertai dengan adanya pertukaran kompensasi.&lt;a name="_ftnref2_7303" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/?preview=true#_ftn2"&gt;[2]&lt;/a&gt; Imam Suyuthiy dalam &lt;em&gt;Tafsir Jalalain &lt;/em&gt;menyatakan, riba adalah tambahan yang dikenakan di dalam mu&amp;#8217;amalah, uang, maupun makanan, baik dalam kadar maupun waktunya&lt;a name="_ftnref3_7303" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/?preview=true#_ftn3"&gt;[3]&lt;/a&gt;. Di dalam kitab &lt;em&gt;al-Mabsuuth, &lt;/em&gt;Imam Sarkhasiy menyatakan bahwa riba adalah &lt;em&gt;al-fadllu al-khaaliy &amp;#8216;an al-&amp;#8216;iwadl al-masyruuth fi al-bai&amp;#8217;&lt;/em&gt; (kelebihan atau tambahan yang tidak disertai kompensasi yang disyaratkan di dalam jual beli). Di dalam jual beli yang halal terjadi pertukaran antara harta dengan harta. Sedangkan jika di dalam jual beli terdapat tambahan (kelebihan) yang tidak disertai kompensasi, maka hal itu bertentangan dengan perkara yang menjadi konsekuensi sebuah jual beli, dan hal semacam itu haram menurut syariat.&lt;a name="_ftnref4_7303" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/?preview=true#_ftn4"&gt;[4]&lt;/a&gt; Dalam &lt;em&gt;Kitab al-Jauharah al-Naiyyirah&lt;/em&gt;, disebutkan; menurut syariat, riba adalah aqad bathil dengan sifat tertentu, sama saja apakah di dalamnya ada tambahan maupun tidak. Perhatikanlah, anda memahami bahwa jual beli dirham dengan dirham yang pembayarannya ditunda adalah riba; dan di dalamnya tidak ada tambahan&lt;a name="_ftnref5_7303" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/?preview=true#_ftn5"&gt;[5]&lt;/a&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Di dalam &lt;em&gt;Kitab Nihayat al-Muhtaaj ila Syarh al-Minhaaj&lt;/em&gt;, disebutkan; menurut syariat, riba adalah &lt;em&gt;&amp;#8216;aqd &amp;#8216;ala &amp;#8216;iwadl makhshuush ghairu ma&amp;#8217;luum al-tamaatsul fi mi&amp;#8217;yaar al-syar&amp;#8217; haalat al-&amp;#8216;aqd au ma ta`khiir fi al-badalain au ahadihimaa&amp;#8221;&lt;/em&gt; (aqad atas sebuah kompensasi tertentu yang tidak diketahui kesesuaiannya dalam timbangan syariat, baik ketika aqad itu berlangsung maupun ketika ada penundaan salah satu barang yang ditukarkan)&lt;a name="_ftnref6_7303" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/?preview=true#_ftn6"&gt;[6]&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam &lt;em&gt;Kitab Hasyiyyah al-Bajairamiy &amp;#8216;ala al-Khathiib &lt;/em&gt;disebutkan; menurut syariat, riba adalah &lt;em&gt;&amp;#8216;aqd &amp;#8216;ala &amp;#8216;iwadl makhshuush ghairu ma&amp;#8217;luum al-tamaatsul fi mi&amp;#8217;yaar al-syar&amp;#8217; haalat al-&amp;#8216;aqd au ma ta`khiir fi al-badalain au ahadihimaa&amp;#8221;&lt;/em&gt; (aqad atas sebuah kompensasi tertentu yang tidak diketahui kesesuaiannya dalam timbangan syariat, baik ketika aqad itu berlangsung maupun ketika ada penundaan salah satu barang yang ditukarkan, maupun keduanya)&amp;#8221;. Riba dibagi menjadi tiga macam; riba fadlal, riba yadd, riba nasaa`&lt;a name="_ftnref7_7303" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/?preview=true#_ftn7"&gt;[7]&lt;/a&gt;. Pengertian riba semacam ini juga disebutkan di dalam &lt;em&gt;Kitab Mughniy al-Muhtaaj ila Ma&amp;#8217;rifat al-Faadz al-Minhaaj.&lt;a name="_ftnref8_7303" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/?preview=true#_ftn8"&gt;&lt;strong&gt;[8]&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Hukum Riba&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seluruh &amp;#8216;ulama sepakat mengenai keharaman riba, baik yang dipungut sedikit maupun banyak. Seseorang tidak boleh menguasai harta riba; dan harta itu harus dikembalikan kepada pemiliknya, jika pemiliknya sudah diketahui, dan ia hanya berhak atas pokok hartanya saja. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Al-Quran dan Sunnah dengan sharih telah menjelaskan keharaman riba dalam berbagai bentuknya; dan seberapun banyak ia dipungut. Allah swt berfirman;&lt;/p&gt;  &lt;h2 align="right"&gt;الَّذِينَ يَأْكُلُونَ الرِّبا لا يَقُومُونَ إِلَّا كَمَا يَقُومُ الَّذِي يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطَانُ مِنَ الْمَسِّ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَالُوا إِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبا وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبا فَمَنْ جَاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهَى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ وَمَنْ عَادَ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ&lt;/h2&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&amp;#8220;Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka Berkata (berpendapat), &amp;#8220;Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba,&amp;#8221; padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya&amp;#8221;. &lt;/em&gt;[TQS Al Baqarah (2): 275].&lt;/p&gt;  &lt;h2 align="right"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ، فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُؤُوسُ أَمْوَالِكُمْ لا تَظْلِمُونَ وَلا تُظْلَمُونَ&lt;/h2&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya&amp;#8221;. &lt;/em&gt;[TQS Al Baqarah (2): 279].&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Di dalam Sunnah, Nabiyullah Mohammad saw &lt;/p&gt;  &lt;h2 align="right"&gt;دِرْهَمُ رِبَا يَأْكُلُهُ الرَّجُلُ وَهُوَ يَعْلَمُ أَشَدُّ مِنْ سِتٍّ وَثَلَاثِيْنَ زِنْيَةً&lt;/h2&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&amp;#8220;Satu dirham riba yang dimakan seseorang, dan dia mengetahui (bahwa itu adalah riba), maka itu lebih berat daripada enam puluh kali zina&amp;#8221;. &lt;/em&gt;(HR Ahmad dari Abdullah bin Hanzhalah).&lt;/p&gt;  &lt;h2 align="right"&gt;الرِبَا ثَلاثَةٌَ وَسَبْعُوْنَ بَابًا أَيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ الرَّجُلُ أُمَّهُ, وَإِنَّ أَرْبَى الرِّبَا عَرْضُ الرَّجُلِ الْمُسْلِمَ&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&amp;#8220;Riba itu mempunyai 73 pintu, sedang yang paling ringan seperti seorang laki-laki yang menzinai ibunya, dan sejahat-jahatnya riba adalah mengganggu kehormatan seorang muslim&amp;#8221;. &lt;/em&gt;(HR Ibn Majah).&lt;/p&gt;  &lt;h2 align="right"&gt;لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آكِلَ الرِّباَ وَمُوْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ, وَقَالَ: هُمْ سَوَاءٌ&lt;/h2&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&amp;#8220;Rasulullah saw melaknat orang memakan riba, yang memberi makan riba, penulisnya, dan dua orang saksinya. Belia bersabda; Mereka semua sama&amp;#8221;. &lt;/em&gt;(HR Muslim)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Di dalam Kitab al-Mughniy, Ibnu Qudamah mengatakan, &amp;#8220;&lt;em&gt;Riba diharamkan berdasarkan Kitab, Sunnah, dan Ijma&amp;#8217;. Adapun Kitab, pengharamannya didasarkan pada firman Allah swt,&amp;#8221;Wa harrama al-riba&amp;#8221; (dan Allah swt telah mengharamkan riba) (Al-Baqarah:275) dan ayat-ayat berikutnya. Sedangkan Sunnah; telah diriwayatkan dari Nabi saw bahwasanya beliau bersabda, &amp;#8220;Jauhilah oleh kalian 7 perkara yang membinasakan&amp;#8221;. Para shahabat bertanya, &amp;#8220;Apa itu, Ya Rasulullah?&amp;#8221;. Rasulullah saw menjawab, &amp;#8220;Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan haq, memakan riba, memakan harta anak yatim, lari dari peperangan, menuduh wanita-wanita Mukmin yang baik-baik berbuat zina&amp;#8221;. Juga didasarkan pada sebuah riwayat, bahwa Nabi saw telah melaknat orang yang memakan riba, wakil, saksi, dan penulisnya&amp;#8221;.&lt;/em&gt;[HR. Imam Bukhari dan Muslim]&amp;#8230;Dan umat Islam telah berkonsensus mengenai keharaman riba.&amp;#8221;&lt;a name="_ftnref9_7303" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/?preview=true#_ftn9"&gt;[9]&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Imam al-Syiraaziy di dalam &lt;em&gt;Kitab al-Muhadzdzab&lt;/em&gt; menyatakan; riba merupakan perkara yang diharamkan. Keharamannya didasarkan pada firman Allah swt, &amp;#8220;&lt;em&gt;Wa ahall al-Allahu al-bai` wa harrama al-riba&amp;#8221; (Allah swt telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba)[Al-Baqarah:275], &lt;/em&gt;dan juga firmanNya, &amp;#8220;&lt;em&gt;al-ladziina ya`kuluuna al-riba laa yaquumuuna illa yaquumu al-ladziy yatakhabbathuhu al-syaithaan min al-mass&amp;#8221; (orang yang memakan riba tidak bisa berdiri, kecuali seperti berdirinya orang yang kerasukan setan)&amp;#8221;. &lt;/em&gt;[al-Baqarah:275]&amp;#8230;..Ibnu Mas&amp;#8217;ud meriwayatkan sebuah hadits, bahwasanya Rasulullah saw melaknat orang yang memakan riba, wakil, saksi, dan penulisnya&amp;#8221;. [HR. Imam Bukhari dan Muslim]&lt;a name="_ftnref10_7303" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/?preview=true#_ftn10"&gt;[10]&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Imam al-Shan&amp;#8217;aniy di dalam &lt;em&gt;Kitab Subul al-Salaam &lt;/em&gt;mengatakan; seluruh umat telah bersepakat atas haramnya riba secara global&lt;a name="_ftnref11_7303" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/?preview=true#_ftn11"&gt;[11]&lt;/a&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Di dalam &lt;em&gt;Kitab I&amp;#8217;aanat al-Thaalibiin&lt;/em&gt; disebutkan; riba termasuk dosa besar, bahkan termasuk sebesar-besarnya dosa besar (&lt;em&gt;min akbar al-kabaair&lt;/em&gt;). Pasalnya, Rasulullah saw telah melaknat orang yang memakan riba, wakil, saksi, dan penulisnya. Selain itu, Allah swt dan RasulNya telah memaklumkan perang terhadap pelaku riba. Di dalam &lt;em&gt;Kitab al-Nihayah&lt;/em&gt; dituturkan bahwasanya dosa riba itu lebih besar dibandingkan dosa zina, mencuri, dan minum khamer.&lt;a name="_ftnref12_7303" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/?preview=true#_ftn12"&gt;[12]&lt;/a&gt; Imam Syarbiniy di dalam &lt;em&gt;Kitab al-Iqna&amp;#8217;&lt;/em&gt; juga menyatakan hal yang sama&lt;a name="_ftnref13_7303" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/?preview=true#_ftn13"&gt;[13]&lt;/a&gt;.Mohammad bin Ali bin Mohammad al-Syaukaniy menyatakan; kaum Muslim sepakat bahwa riba termasuk dosa besar.&lt;a name="_ftnref14_7303" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/?preview=true#_ftn14"&gt;[14]&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Imam Nawawiy di dalam &lt;em&gt;Syarh Shahih Muslim&lt;/em&gt; juga menyatakan bahwa kaum Muslim telah sepakat mengenai keharaman riba jahiliyyah secara global&lt;a name="_ftnref15_7303" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/?preview=true#_ftn15"&gt;[15]&lt;/a&gt;. Mohammad Ali al-Saayis di dalam &lt;em&gt;Tafsiir Ayaat Ahkaam &lt;/em&gt;menyatakan, telah terjadi kesepakatan atas keharaman riba di dalam dua jenis ini (&lt;em&gt;riba nasii&amp;#8217;ah&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;riba fadlal&lt;/em&gt;). Keharaman riba jenis pertama ditetapkan berdasarkan al-Quran; sedangkan keharaman riba jenis kedua ditetapkan berdasarkan hadits shahih&lt;a name="_ftnref16_7303" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/?preview=true#_ftn16"&gt;[16]&lt;/a&gt;. Abu Ishaq di dalam &lt;em&gt;Kitab al-Mubadda&amp;#8217;&lt;/em&gt; menyatakan; keharaman riba telah menjadi konsensus, berdasarkan al-Quran dan Sunnah&lt;a name="_ftnref17_7303" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/?preview=true#_ftn17"&gt;[17]&lt;/a&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Jenis-jenis Riba&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Riba terbagi menjadi empat macam; (1) &lt;em&gt;riba nasiiah&lt;/em&gt; (riba jahiliyyah); (2) riba fadlal; (3) riba qaradl; (4) riba yadd. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Riba Nasii`ah. &lt;/strong&gt;Riba Nasii`ah adalah tambahan yang diambil karena penundaan pembayaran utang untuk dibayarkan pada tempo yang baru, sama saja apakah tambahan itu merupakan sanksi atas keterlambatan pembayaran hutang, atau sebagai tambahan hutang baru. Misalnya, si A meminjamkan uang sebanyak 200 juta kepada si B; dengan perjanjian si B harus mengembalikan hutang tersebut pada tanggal 1 Januari 2009; dan jika si B menunda pembayaran hutangnya dari waktu yang telah ditentukan (1 Januari 2009), maka si B wajib membayar tambahan atas keterlambatannya; misalnya 10% dari total hutang. Tambahan pembayaran di sini bisa saja sebagai bentuk sanksi atas keterlambatan si B dalam melunasi hutangnya, atau sebagai tambahan hutang baru karena pemberian tenggat waktu baru oleh si A kepada si B. Tambahan inilah yang disebut dengan &lt;em&gt;riba nasii&amp;#8217;ah&lt;/em&gt;.&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Adapun dalil pelarangannya adalah hadits yang diriwayatkan Imam Muslim;&lt;/p&gt;  &lt;h2 align="right"&gt;الرِّبَا فِيْ النَّسِيْئَةِ&lt;/h2&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&amp;#8221; Riba itu dalam nasi&amp;#8217;ah&amp;#8221;.&lt;/em&gt;[HR Muslim dari Ibnu Abbas]&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ibnu Abbas berkata: Usamah bin Zaid telah menyampaikan kepadaku bahwa Rasulullah saw bersabda: &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;h2 align="right"&gt;آلاَ إِنَّمَا الرِّبَا فِيْ النَّسِيْئَةِ&lt;/h2&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#8220;&lt;em&gt;Ingatlah, sesungguhnya riba itu dalam nasi&amp;#8217;ah&amp;#8221;. &lt;/em&gt;(HR Muslim). &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Riba Fadlal&lt;/strong&gt;. Riba fadlal adalah riba yang diambil dari kelebihan pertukaran barang yang sejenis. Dalil pelarangannya adalah hadits yang dituturkan oleh Imam Muslim. &lt;/p&gt;  &lt;h2 align="right"&gt;الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ مِثْلًا بِمِثْلٍ سَوَاءً بِسَوَاءٍ يَدًا بِيَدٍ فَإِذَا اخْتَلَفَتْ هَذِهِ الْأَصْنَافُ فَبِيعُوا كَيْفَ شِئْتُمْ إِذَا كَانَ يَدًا بِيَدٍ&lt;/h2&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&amp;#8220;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;Emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sya&amp;#8217;ir dengan sya&amp;#8217;ir, kurma dengan kurma, garam dengan garam, semisal, setara, dan kontan. Apabila jenisnya berbeda, juallah sesuka hatimu jika dilakukan dengan kontan&amp;#8221;&lt;/em&gt;.HR Muslim dari Ubadah bin Shamit ra).&lt;/p&gt;  &lt;h2 align="right"&gt;الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَزْنًا بِوَزْنٍ مِثْلًا بِمِثْلٍ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَزْنًا بِوَزْنٍ مِثْلًا بِمِثْلٍ فَمَنْ زَادَ أَوْ اسْتَزَادَ فَهُوَ رِبًا&lt;/h2&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&amp;#8220;Emas dengan emas, setimbang dan semisal; perak dengan perak, setimbang dan semisal; barang siapa yang menambah atau meminta tambahan, maka (tambahannya) itu adalah riba&amp;#8221;. &lt;/em&gt;(HR Muslim dari Abu Hurairah). &lt;/p&gt;  &lt;h2 align="right"&gt;عن فضالة قال: اشتريت يوم خيبر قلادة باثني عشر دينارًا فيها ذهب وخرز، ففصّلتها فوجدت فيها أكثر من اثني عشر ديناراً، فذكرت ذلك للنبي صلّى الله عليه وسلّم فقال: &lt;strong&gt;&amp;#8221;لا تباع حتى تفصل&amp;#8220;&lt;/strong&gt;&lt;/h2&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&amp;#8220;Dari Fudhalah berkata: Saya membeli kalung pada perang Khaibar seharga dua belas dinar. Di dalamnya ada emas dan merjan. Setelah aku pisahkan (antara emas dan merjan), aku mendapatinya lebih dari dua belas dinar. Hal itu saya sampaikan kepada Nabi saw. Beliau pun bersabda, &amp;#8220;Jangan dijual hingga dipisahkan (antara emas dengan lainnya)&amp;#8221;. &lt;/em&gt;(HR Muslim dari Fudhalah)&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dari Said bin Musayyab bahwa Abu Hurairah dan Abu Said:&lt;/p&gt;  &lt;h2 align="right"&gt;أن رسول الله صلّى الله عليه وسلّم بعث أخا بني عدي الأنصاري فاستعمله على خيبر، فقدم بتمر جنيب [نوع من التمر من أعلاه وأجوده] فقال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم: &amp;#8221;أكلّ تمر خيبر هكذا&amp;#8220;؟ قال: لا والله يا رسول الله، إنا لنشتري الصاع بالصاعين من الجمع [نوع من التمر الرديء وقد فسر بأنه الخليط من التمر]، فقال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم: &amp;#8221;لا تفعلوا ولكن مثلاً بمثل أو بيعوا هذا واشتروا بثمنه من هذا، وكذلك الميزان&amp;#8220;&lt;/h2&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&amp;#8220;Sesungguhnya Rasulullah saw mengutus saudara Bani Adi al-Anshari untuk dipekerjakan di Khaibar. Kamudia dia datang dengan membawa kurma Janib (salah satu jenis kurma yang berkualitas tinggi dan bagus). Rasulullah saw bersabda, &amp;#8220;Apakah semua kurma Khaibar seperti itu?&amp;#8221; Dia menjawab, &amp;#8220;Tidak, wahai Rasulullah . Sesunguhnya kami membeli satu sha&amp;#8217; dengan dua sha&amp;#8217; dari al-jam&amp;#8217; (salah satu jenis kurma yang jelek, ditafsirkan juga campuran kurma). Rasulullah saw bersabda, &amp;#8220;Jangan kamu lakukan itu, tapi (tukarlah) yang setara atau juallah kurma (yang jelek itu) dan belilah (kurma yang bagus) dengan uang hasil penjualan itu. Demikianlah timbangan itu&amp;#8221;. &lt;/em&gt;(HR Muslim)&lt;em&gt;.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Riba al-Yadd. &lt;/strong&gt;Riba yang disebabkan karena penundaan pembayaran dalam pertukaran barang-barang. Dengan kata lain, kedua belah pihak yang melakukan pertukaran uang atau barang telah berpisah dari tempat aqad sebelum diadakan serah terima. Larangan &lt;em&gt;riba yadd&lt;/em&gt; ditetapkan berdasarkan hadits-hadits berikut ini;&lt;/p&gt;  &lt;h2 align="right"&gt;الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ رِبًا إِلَّا هَاءَ وَهَاءَ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ رِبًا إِلَّا هَاءَ وَهَاءَ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ رِبًا إِلَّا هَاءَ وَهَاءَ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ رِبًا إِلَّا هَاءَ وَهَاءَ&lt;/h2&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&amp;#8220;Emas dengan emas riba kecuali dengan dibayarkan kontan, gandum dengan gandum riba kecuali dengan dibayarkan kontan; kurma dengan kurma riba kecuali dengan dibayarkan kontan; kismis dengan kismis riba, kecuali dengan dibayarkan kontan &lt;/em&gt;(HR al-Bukhari dari Umar bin al-Khaththab)&lt;/p&gt;  &lt;h2 align="right"&gt;الْوَرِقُ بِالذَّهَبِ رِبًا إِلَّا هَاءَ وَهَاءَ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ رِبًا إِلَّا هَاءَ وَهَاءَ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ رِبًا إِلَّا هَاءَ وَهَاءَ وَالتَّمْرُِالتَّمْرِ رِبًا إِلَّا هَاءَ وَهَاءَ&lt;/h2&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&amp;#8220;Perak dengan emas riba kecuali dengan dibayarkan kontan; gandum dengan gandum riba kecuali dengan dibayarkan kontan&lt;/em&gt; &lt;em&gt;kismis dengan kismis riba, kecuali dengan dibayarkan kontan; kurma dengan kurma riba kecuali dengan dibayarkan kontan&lt;/em&gt;&amp;#8220;. [Ibnu Qudamah, &lt;em&gt;Al-Mughniy, &lt;/em&gt;juz IV, hal. 13]&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Riba Qardl. &lt;/strong&gt;Riba qaradl adalah meminjam uang kepada seseorang dengan syarat ada kelebihan atau keuntungan yang harus diberikan oleh peminjam kepada pemberi pinjaman. Riba semacam ini dilarang di dalam Islam berdasarkan hadits-hadits berikut ini;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Burdah bin Musa; ia berkata, &amp;#8220;&lt;em&gt;&amp;#8220;Suatu ketika, aku mengunjungi Madinah. Lalu aku berjumpa dengan Abdullah bin Salam. Lantas orang ini berkata kepadaku: &amp;#8216;Sesungguhnya engkau berada di suatu tempat yang di sana praktek riba telah merajalela. Apabila engkau memberikan pinjaman kepada seseorang lalu ia memberikan hadiah kepadamu berupa rumput ker&amp;#173;ing, gandum atau makanan ternak, maka janganlah diterima. Sebab, pemberian tersebut adalah riba&amp;#8221;. &lt;/em&gt;[HR. Imam Bukhari]&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Juga, Imam Bukhari dalam &amp;#8220;Kitab Tarikh&amp;#8221;nya, meriwayatkan sebuah Hadits dari Anas ra bahwa Rasulullah SAW telah bersabda, &amp;#8220;&lt;em&gt;Bila ada yang memberikan pinjaman (uang maupun barang), maka janganlah ia menerima hadiah (dari yang meminjamkannya)&amp;#8221;.&lt;/em&gt;[HR. Imam Bukhari]&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hadits di atas menunjukkan bahwa peminjam tidak boleh memberikan hadiah kepada pemberi pinjaman dalam bentuk apapun, lebih-lebih lagi jika si peminjam menetapkan adanya tambahan atas pinjamannya. Tentunya ini lebih dilarang lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pelarangan riba qardl juga sejalan dengan kaedah ushul fiqh, &amp;#8220;&lt;em&gt;Kullu qardl jarra manfa&amp;#8217;atan fahuwa riba&amp;#8221;.&lt;/em&gt; (Setiap pinjaman yang menarik keuntungan (membuahkan bunga) adalah riba&amp;#8221;.[Sayyid Saabiq, &lt;em&gt;Fiqh al-Sunnah, &lt;/em&gt;(edisi terjemahan); jilid xii, hal. 113]&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Praktek-praktek riba yang sering dilakukan oleh bank adalah riba nasii&amp;#8217;ah, dan riba qardl; dan kadang-kadang dalam transaksi-transaksi lainnya, terjadi riba yadd maupun riba fadlal. Seorang Muslim wajib menjauhi sejauh-jauhnya praktek riba, apapun jenis riba itu, dan berapapun kuantitas riba yang diambilnya. Seluruhnya adalah haram dilakukan oleh seorang Muslim. [&lt;em&gt;Syamsuddin Ramadhan An Nawiy- Lajnah Tsaqafiyyah&lt;/em&gt;]&lt;/p&gt;  &lt;div align="justify"&gt;   &lt;hr size="1" /&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a name="_ftn1_7303" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/?preview=true#_ftnref1"&gt;[1]&lt;/a&gt; Imam Thabariy, &lt;em&gt;Tafsir al-Thabariy, &lt;/em&gt;juz 6, hal. 7; Ibnu al-&amp;#8216;Arabiy, &lt;em&gt;Ahkaam al-Quraan, &lt;/em&gt;juz 1, hal. 320; Mohammad Ali As-Saayis, &lt;em&gt;Tafsiir Ayaat al-Ahkaam, &lt;/em&gt;juz 1, hal. 16; &lt;em&gt;Subulus Salam&lt;/em&gt;, juz 3, 16; &lt;em&gt;al-Mabsuuth&lt;/em&gt;, juz 14, hal. 461; Abu Ishaq, &lt;em&gt;Al-Mubadda&amp;#8217;, &lt;/em&gt;juz 4, hal. 127; a&lt;em&gt;l-&amp;#8216;Inayah Syarh al-Hidayah&lt;/em&gt;, juz 9, hal. 291; &lt;em&gt;al-Jauharah al-Nayyiirah, &lt;/em&gt;juz 2, hal. 298; &lt;em&gt;Mughniy al-Muhtaaj ila Syarh al-Faadz al-Minhaaj&lt;/em&gt;, juz 6, hal. 309; &lt;em&gt;Kitab Hasyiyyah al-Bajiiramiy &amp;#8216;ala al-Khathiib, &lt;/em&gt;juz 7, hal.328; &lt;em&gt;Syarh Muntahiy al-Idaraat&lt;/em&gt;, juz 5, hal. 10; Imam al-Jashshash, &lt;em&gt;Ahkaam al-Quran, &lt;/em&gt;juz 2, hal. 183; Imam al-Jurjaniy, &lt;em&gt;al-Ta&amp;#8217;riifaat, &lt;/em&gt;juz 1, hal. 146; Imam al-Manawiy, &lt;em&gt;al-Ta&amp;#8217;aariif, &lt;/em&gt;juz 1, hal. 354; Abu Ishaq, &lt;em&gt;Al-Mubadda&amp;#8217;, &lt;/em&gt;juz 4, hal. 127; al-Bahutiy, &lt;em&gt;al-Raudl al-Murbi&amp;#8217;, &lt;/em&gt;juz 2, hal. 106; &lt;em&gt;Kasyaaf al-Qanaa&amp;#8217;&lt;/em&gt;, juz 3, hal. 251; Imam Ibnu Qudamah, &lt;em&gt;Al-Mughniy, &lt;/em&gt;juz 4, hal. 25; Imam Al-Dimyathiy, &lt;em&gt;I&amp;#8217;anat al-Thaalibiin, &lt;/em&gt;juz 3, hal. 16; Imam Syaukaniy, &lt;em&gt;Nail al-Authar, &lt;/em&gt;juz 5, 273; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a name="_ftn2_7303" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/?preview=true#_ftnref2"&gt;[2]&lt;/a&gt; Imam Ibnu al-&amp;#8216;Arabiy, &lt;em&gt;Ahkaam al-Quran, &lt;/em&gt;juz 1, hal. 321&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a name="_ftn3_7303" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/?preview=true#_ftnref3"&gt;[3]&lt;/a&gt; Imam Suyuthiy, &lt;em&gt;Tafsir Jalalain, &lt;/em&gt;surat al-Baqarah:275&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a name="_ftn4_7303" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/?preview=true#_ftnref4"&gt;[4]&lt;/a&gt; &lt;em&gt;al-Mabsuuth&lt;/em&gt;, juz 14, hal. 461; &lt;em&gt;Fath al-Qadiir,&lt;/em&gt;juz 15, hal. 289&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a name="_ftn5_7303" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/?preview=true#_ftnref5"&gt;[5]&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Kitab al-Jauharah al-Naiyyirah, &lt;/em&gt;juz 2, hal. 298&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a name="_ftn6_7303" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/?preview=true#_ftnref6"&gt;[6]&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Kitab Nihayat al-Muhtaaj ila Syarh al-Minhaaj, &lt;/em&gt;juz 11, hal. 309; lihat juga &lt;em&gt;Asniy al-Mathaalib&lt;/em&gt;, juz 7, hal. 471.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a name="_ftn7_7303" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/?preview=true#_ftnref7"&gt;[7]&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Kitab Hasyiyyah al-Bajiiramiy &amp;#8216;ala al-Khathiib, &lt;/em&gt;juz 7, hal.328&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a name="_ftn8_7303" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/?preview=true#_ftnref8"&gt;[8]&lt;/a&gt; &lt;em&gt;Mughniy al-Muhtaaj ila Syarh al-Faadz al-Minhaaj&lt;/em&gt;, juz 6, hal. 309&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a name="_ftn9_7303" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/?preview=true#_ftnref9"&gt;[9]&lt;/a&gt; Imam Ibnu Qudamah, &lt;em&gt;Al-Mughniy, &lt;/em&gt;juz 4, hal. 25&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a name="_ftn10_7303" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/?preview=true#_ftnref10"&gt;[10]&lt;/a&gt; Imam al-Syiraaziy, &lt;em&gt;al-Muhadzdzab, &lt;/em&gt;juz 1, hal. 270&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a name="_ftn11_7303" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/?preview=true#_ftnref11"&gt;[11]&lt;/a&gt; Imam al-Shan&amp;#8217;aaniy, &lt;em&gt;Subul al-Salaam, &lt;/em&gt;juz 3, hal. 36&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a name="_ftn12_7303" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/?preview=true#_ftnref12"&gt;[12]&lt;/a&gt; Imam Al-Dimyathiy, &lt;em&gt;I&amp;#8217;anat al-Thaalibiin, &lt;/em&gt;juz 3, hal. 16&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a name="_ftn13_7303" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/?preview=true#_ftnref13"&gt;[13]&lt;/a&gt; Imam Syarbiniy, &lt;em&gt;Kitab al-Iqna&amp;#8217;, &lt;/em&gt;juz 2, hal. 633. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a name="_ftn14_7303" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/?preview=true#_ftnref14"&gt;[14]&lt;/a&gt; Imam Syaukaniy, &lt;em&gt;Sail al-Jiraar, &lt;/em&gt;juz 3, hal. 74&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a name="_ftn15_7303" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/?preview=true#_ftnref15"&gt;[15]&lt;/a&gt; Imam Nawawiy, &lt;em&gt;Syarh Shahih Muslim, &lt;/em&gt;juz 11, hal. 9&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a name="_ftn16_7303" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/?preview=true#_ftnref16"&gt;[16]&lt;/a&gt; Mohammad Ali al-Saayis, &lt;em&gt;Tafsiir Ayat al-Ahkaam, &lt;/em&gt;juz 1, hal. 162&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a name="_ftn17_7303" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/11/20/riba-definisi-hukum-dan-macamnya/?preview=true#_ftnref17"&gt;[17]&lt;/a&gt; Abu Ishaq, &lt;em&gt;al-Mubadda&amp;#8217;, &lt;/em&gt;juz 4, hal. 127&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-7914655665571086057?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/7914655665571086057/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=7914655665571086057' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/7914655665571086057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/7914655665571086057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/11/riba-definisi-hukum-dan-macamnya.html' title='Riba: Definisi, Hukum, Dan Macamnya'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-5960447858606404249</id><published>2008-11-19T00:44:00.000-08:00</published><updated>2008-11-19T00:48:48.242-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>Apa yang Diharapkan Kaum Muslim dari Barack Obama</title><content type='html'>&lt;center&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/mLEp7BEMwp0&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/mLEp7BEMwp0&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-5960447858606404249?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/5960447858606404249/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=5960447858606404249' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/5960447858606404249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/5960447858606404249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/11/apa-yang-diharapkan-kaum-muslim-dari.html' title='Apa yang Diharapkan Kaum Muslim dari Barack Obama'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-2188944264191415878</id><published>2008-11-03T01:26:00.001-08:00</published><updated>2008-11-03T01:26:40.853-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='News'/><title type='text'>Pemilu 2009: Umat Berharap Pada Partai Yang Memperjuangkan Syariah Islam</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;[AL-ISLAM Edisi 426]&lt;/strong&gt; Tidak lama lagi Pemilu 2009 digelar. Anggaran biaya sekitar Rp 49,7 triliun telah disiapkan. Jauh-jauh hari partai peserta Pemilu&amp;#8212;total 38 partai, belum termasuk partai lokal di Aceh (NAD)&amp;#8212;sudah melakukan pemanasan dengan berbagai jurus dan strategi kampanye melalui berbagai media. Mereka pun telah menetapkan caleg-calegnya. Banyak artis, pengusaha dan orang kaya baru yang menjadi caleg (calon anggota legislatif). Kasak-kusuk koalisi, aliansi, kaukus atau berbagai istilah lain dijajaki. Intinya adalah tawar-menawar kepentingan antar partai. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pertanyaannya: Dapatkah Pemilu 2009 membawa perubahan yang lebih baik bagi umat? Apakah umat/rakyat bisa berharap banyak pada partai-partai yang ada dan kepada para calegnya untuk mewujudkan keinginan-keinginan mereka? &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Faktanya, jika dihitung sejak masa reformasi saja, negeri ini telah melakukan 3 (tiga) kali Pemilu. Tentu saja itu belum termasuk Pilkada yang&amp;#8212;menurut Pengamat Politik Eep Saefullah Fatah&amp;#8212;diselenggarakan 3 kali sehari (&lt;em&gt;Kompas&lt;/em&gt;, 24/6/2008). Indonesia juga pernah disebut-sebut sebagai &amp;#8220;juara demokrasi&amp;#8221; karena kesuksesannya menyelenggarakan Pemilu 2004 yang dinilai amat demokratis, aman dan damai. Namun, &amp;#8221;suksesnya demokrasi&amp;#8221; ini tidak pernah bertemu dengan kemakmuran, kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat/umat. Apalagi jika dikaitkan dengan keinginan umat Islam untuk menerapkan syariah Islam, yang justru semakin hari semakin menguat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Yang Dirasakan Masyarakat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Banyaknya partai politik peserta Pemilu 2009 membuat rakyat kecil makin bingung. Rakyat tidak banyak tahu, partai-partai mana saja yang layak mendapat mandat untuk mewakili aspirasi mereka. Mungkin memang tidak ada partai yang layak untuk menjadi tempat menggantungkan harapan bagi rakyat. Dari berbagai survey yang dilakukan oleh sejumlah lembaga survey nasional, ada kecenderungan umat sudah begitu apatis dan apriori alias tidak peduli terhadap elit penguasa baik yang duduk di legislatif, eksekutif dan yudikatif. Tingkat kepercayaan mereka terhadap institusi partai begitu rendah. &amp;#8220;Setelah Pemilu 2004 usai terus terjadi penurunan hingga tahun 2007 ini,&amp;#8221; ungkap pakar politik UGM Pratikno. Menurut Pratikno, hal tersebut berdasarkan survei yang dilakukan Asia Barometer. Hasil survei menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap partai politik mengalami penurunan dari 8 persen di tahun 2004, menjadi 5,8 persen di tahun 2007 (&lt;em&gt;Detik.com&lt;/em&gt;, 18/12/2007). &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Angka golput dalam berbagai Pilkada di berbagai daerah juga rata-rata cukup tinggi. Golput bahkan sering menjadi &amp;#8221;pemenang&amp;#8221; Pilkada. Pilkada Jawa Barat, misalnya, hanya diikuti 65% rakyat. Ini berarti angka golput sebesar 35%, mengalahkan pasangan pemenang Pilgub Jabar yang 26%. Menurut Lembaga Survei Indonesia, jumlah pemilih golput dalam Pilgub Sumatera Utara sekitar 41%. Dalam Pilgub DKI Jakarta, yang golput 39,2%. Nilai ini setara dengan 2,25 juta orang pemilih. Padahal gubernur tepilih Fauzi Bowo hanya dipilih oleh 2 juta orang pemilih saja (35,1%). Untuk Pilgub Jawa Tengah angka golput mendekati 50%. Di tempat lain juga angka golput cukup tinggi: Kalsel (40%), Sumbar (37%), Jambi (34 %), Banten 40% dan Kepri 46%.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tingginya tingkat golput ini sejalan dengan kecenderungan semakin melemahnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap partai politik berdasarkan hasil sejumlah survey selama ini, yang tercermin dari ketidakpercayaan mereka terhadap wakil-wakil partai politik di DPR. Jejak pendapat Kompas menggambarkan: 8,5% dari responden menganggap kinerja DPR buruk; 84% mengatakan DPR tidak serius mengawasi kerja Pemerintah, 52,5% UU produk DPR tidak memihak kepada rakyat (&lt;em&gt;Kompas&lt;/em&gt;, 10/3/2008)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Harapan Umat: Syariah Islam?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Di tengah sikap pesimis masyarakat terhadap Pemilu, Pilkada, partai-partai yang ada dan para anggotanya yang duduk di DPR, ternyata ada kecenderungan di kalangan umat bahwa masa depan politik Indonesia ada pada syariah Islam. Beberapa survey menunjukkan dukungan masyarakat terhadap penerapan syariah Islam meningkat. Survey Roy Morgan Research yang terbaru (Juni 2008) menunjukkan: 52 persen rakyat Indonesia menuntut penerapan syariah Islam. Sebelumnya, hasil survei PPIM UIN Syarif Hidayatullah tahun 2001 dan 2002 (Majalah Tempo, edisi 23-29 Desember 2002) menunjukkan: sebanyak 67% (2002) responden berpendapat bahwa pemerintahan yang berdasarkan syariah Islam adalah yang terbaik bagi Indonesia. Padahal survei sebelumnya (2001) hanya 57,8% responden yang setuju dengan pendapat demikian. Ini berarti, ada peningkatan cukup tinggi, sekitar 10%.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kecenderungan menguatnya dukungan masyarakat terhadap penerapan syariah Islam juga sejalan dengan hasil Survei WorldPublicOpinion.org, yang dilaksanakan di empat negara Islam&amp;#8212;Indonesia, Pakistan, Mesir, dan Maroko&amp;#8212;pada Desember 2006 sampai Februari 2007. Hasil survesi menunjukkan bahwa mayoritas (2/3 responden) menyetujui penyatuan semua negara Islam ke dalam sebuah pemerintahan Islam (Khilafah). Hasil survei itu juga&amp;#8212;bekerjasama dengan University of Maryland&amp;#8212;memperlihatkan bahwa mayoritas responden (sekitar 3/4) setuju dengan upaya untuk mewajibkan syariah Islam di tengah masyarakat, sekaligus mencampakkan nilai-nilai Barat. Khusus untuk Indonesia, survei menunjukkan mayoritas (53%) responden menyetujui pelaksanaan syariah Islam. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hasil survei Gerakan Mahasiswa Nasionalis di kampus-kampus utama di Indonesia tahun 2006 juga membuktikan, bahwa 80% mahasiswa menginginkan syariah Islam diterapkan. Yang paling mutakhir, survei SEM Institute tahun 2008 juga membuktikan hal yang sama: semakin menguatnya dukungan umat terhadap penerapan syariah Islam, yakni mencapai 83%! &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jika ini menjadi tren global, pertanyaannya: apa yang menjadi pemicunya? Jawabannya tentu bisa dikembalikan pada sikap umat yang sudah muak dengan praktik Kapitalisme dan Sekularisme dengan berbagai dampak yang selama ini harus mereka alami. Fenomena golput yang terus meningkat dalam Pilkada juga membuktikan hal yang sama. Rakyat sudah paham betul, bahwa proses-proses perubahan yang terjadi melalui pemilihan langsung, baik legislatif maupun eksekutif, nyatanya tidak mengubah sedikit pun nasib mereka. Umat sudah sadar, bahwa pergantian orang tidak akan mengubah apa-apa. Kini mereka menuntut, agar sistem sekular yang selama ini membuat sengsara hidup mereka juga harus diganti. Gantinya adalah sistem syariah. Itulah kesimpulan yang bisa kita baca dari hasil survei tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Umat Mendambakan Partai Yang Memperjuangkan Syariah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kalau betul rakyat menginginkan syariah, mengapa partai-partai Islam yang ada tidak pernah menang dalam Pemilu. Mengapa mereka selalu kalah suara oleh partai-partai sekular? Idealnya, jika rakyat memang menginginkan syariah, partai-partai Islam itu harusnya menjadi pemenang Pemilu. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jawabannya, ada dua kemungkinan. Pertama: hasrat rakyat untuk bersyariah memang sudah membuncah. Namun, ketika hendak disalurkan, mereka belum melihat adanya partai politik, termasuk partai Islam, yang benar-benar memperjuangan penerapan syariah, sebagaimana yang mereka dambakan. Pada titik ini, mereka berdiri di persimpangan jalan; antara memilih partai-partai yang ada dengan mengorbankan hasrat mereka (dengan alasan, daripada tidak memilih) dan tidak memilih alias golput, karena memang tidak ada pilihan. Barangkali sikap terakhir inilah yang mereka pilih sehingga angka golput diprediksikan bakal terus meningkat, termasuk dalam Pemilu 2009. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kedua: partai politik yang ada memang tidak pernah melakukan pendidikan politik kepada umat sehingga antara hasrat umat untuk bersyariah dan pilihan mereka menjadi tidak sama. Artinya, antara harapan umat dan pilihan politik mereka menjadi tidak &amp;#8221;nyambung&amp;#8221;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Karena itu, wajar jika ada sejumlah tokoh yang menyarankan, agar &amp;#8221;kekosongan&amp;#8221; ini segera diisi oleh partai politik Islam ideologis yang benar-benar memperjuangkan syariah Islam yang didukung oleh para polikus Islam ideologis yang berani, ikhlas dan benar-benar berjuang untuk melayani dan mengurus umat. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Aktivitas parpol yang berideologi Islam seluruhnya harus terikat dengan hukum-hukum Islam yang menjadi mercusuarnya. Semua itu akan berjalan jika parpol ideologis Islam tersebut dibangun di atas 3 unsur: &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1) &lt;em&gt;Fikrah&lt;/em&gt; (ide) dan &lt;em&gt;thar&amp;#238;qah&lt;/em&gt; (metode perjuangan)-nya bersifat ideologis, jelas dan tegas hingga ke bagian-bagian terkecilnya; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2) Bertumpu pada orang-orang yang memiliki kesadaran politik yang benar, memiliki niat hanya untuk memperjuangkan Islam dan kaum Muslim serta hanya mencari keridhaan Allah semata; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;3) Ikatan yang menjalin anggota parpol, simpatisan maupun pendukungnya adalah akidah Islam.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dengan parpol seperti inilah umat Islam akan meraih kemenangan sejati, yakni ketika mereka berhasil menerapkan syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Sebab, penerapan syariah Islam, di samping merupakan kewajiban syar&amp;#8217;i, juga akan mampu menyelesikan persolan bangsa ini secara tuntas. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Walhasil, kini umat tidak membutuhkan partai sekular atau partai Islam yang hanya sekadar namanya saja. Umat kini membutuhkan partai baru, dengan harapan baru. Itulah partai Islam ideologis yang berusaha untuk memperjuangkan penerapan syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan. Inilah yang dikehendaki Allah SWT melalui firman-Nya:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Hendaklah ada di antara kalian segolongan umat (jamaah/organisasi/partai) yang menyerukan kebajikan (Islam) serta melakukan amar makruf nahi mungkar. Merekalah orang-orang yang beruntung.&lt;/em&gt; (&lt;strong&gt;QS Ali Imran [3]: 104&lt;/strong&gt;).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Wall&amp;#226;hu a&amp;#8217;lam bi ash-shaw&amp;#226;b&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-2188944264191415878?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/2188944264191415878/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=2188944264191415878' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/2188944264191415878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/2188944264191415878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/11/pemilu-2009-umat-berharap-pada-partai.html' title='Pemilu 2009: Umat Berharap Pada Partai Yang Memperjuangkan Syariah Islam'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-1912362510875329692</id><published>2008-11-02T19:41:00.001-08:00</published><updated>2008-11-02T19:51:05.941-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media: Metro TV'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Organisasi: Paramadina'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Organisasi: Hizbut Tahrir Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Organisasi: Jamaah Insan Liberal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khilafah'/><title type='text'>Konsep Khilafah VS Demokrasi</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;embed height="193" type="application/x-shockwave-flash" width="240" src="http://www.youtube.com/p/E9D8C5A3B6D63539" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Today's Dialog yang satu ini lebih mirip dagelan, dimana narasumber yang dihadirkan 2 berasal dari Islam Liberal, dan satu dari HTI. Dari dimulainya sampai berakhirnya, semuanya kecuali jubir HTI cuman mengutip sana sini dari ulama liberal sana dan ulama liberal sini. Bahkan mahasiswa yang bertanya pun sepertinya sudah dibisiki oleh JIL, karena model pertanyaannya mirip sekali dengan pernyataan-pernyataan dua narasumber liberal tadi. Untungnya, Jubir HTI Ismail Yusanto sudah terbiasa dengan argumen-argumen seperti itu. Bahkan Pertanyaan sang mahasiswa pun di balikkan dengan mudahnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tayangan ini pun lantas langsung mendapat tanggapan yang sama panasnya, seperti yang diambil dari &lt;a title="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/10/30/todays-dialogeu-metro-tv-khilafah-vs-demokrasi-menyimak-tanggapan-pemirsa/" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/10/30/todays-dialogeu-metro-tv-khilafah-vs-demokrasi-menyimak-tanggapan-pemirsa/"&gt;http://hizbut-tahrir.or.id/2008/10/30/todays-dialogeu-metro-tv-khilafah-vs-demokrasi-menyimak-tanggapan-pemirsa/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Ass. Mantap ust. Seandainya Rasul mencontohkan, ingin sy habisi munafik di kiri dan kanan antum. &lt;/em&gt;+62811425xxx&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;+++&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Itu adalah satu dari puluhan &lt;em&gt;sms&lt;/em&gt; bernada marah yang masuk ke handphone saya beberapa saat usai acara Today&amp;#8217;s Dialogue Metro TV, Selasa 30 September jam 22.05 lalu. Menanggapi &lt;em&gt;sms&lt;/em&gt; seperti itu, tentu tidak boleh saya ikut-ikutan emosional. Saya tanggapi &lt;em&gt;sms-sms&lt;/em&gt; semacam itu dengan mengutip penggalan sebuah hadis Nabi, &lt;em&gt;lam nu&amp;#8217;mar bi dzalika ba&amp;#8217;da.&lt;/em&gt; Intinya, bahwa kita tidak diperintahkan untuk melakukan hal seperti itu. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Acara berdurasi 1 jam malam itu memang mengambil topik &amp;#8216;panas&amp;#8217;, &amp;#8220;Demokrasi vs Khilafah&amp;#8221;; menghadirkan Koordinator JIL, Abdul Moqsith Ghazali, Dosen Universitas Paramadina Novriantoni dan Jubir HTI Muhammad Ismail Yusanto, dengan pembawa acara Meutia Hafidz.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sekilas, dua pembicara pertama berasal dari dua institusi berbeda. Namun, keduanya sama saja. Jika disebut dari JIL, Novriantoni juga anggota JIL. Jika disebut Paramadina, Moqsith juga dosen Universitas Paramadina. Walhasil, tidak salah bila pemirsa menilai, ini dialog keroyokan JIL menghadapi HTI. Malah ada pemirsa yang menilai, pembicara dari HTI bukan hanya dikeroyok 2, tapi 3 orang karena pembawa acara, Meutia Hafidz, ikut-ikutan &amp;#8220;mengeroyok&amp;#8217; dengan memberikan waktu lebih kepada dua pembicara dari JIL itu. Jadi, tak heran jika sejumlah tudingan miring pemirsa lantas dialamatkan kepada Metro TV.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Mas Ismail.. selama ini ada pertanyaan yg menggelayut d dalam hati sy: &amp;#8220;Apakah Metro Tv sudah menjadi TV yg spesialis ANTI ISLAM??? Malam ini&amp;#8211; Alhamdulillah-sudah terjawab,jawabanx: IYA. Dari setiap episode Todays Dialog sebelumx yg selalu saja menampilkn 2 pmbicara dari pihak sekuler yg d biarkan (baca: sengaja) mengeroyok rame2 1 orang pmbcr dari fihak ISLAM. Benar2 skenario ketidak adilan yg NYATA dari fihak Metro TV.&lt;/em&gt; +6285248695xxx&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Aww, ga adil euy metro tv, masa 2vs1. Pk..km smwa do&amp;#8217;ain bpk&amp;#8230;innallaha ma&amp;#8217;ana..&lt;/em&gt; +6281381793xxx&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;+++&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Menghadapi diskusi keroyokan seperti itu, ditambah dengan sikap dua pembicara dari JIL yang memang terkesan sangat arogan dan sangat menyepelekan atau malah melecehkan gagasan khilafah, ada 3 pilihan sikap. &lt;em&gt;Pertama&lt;/em&gt;: terpancing emosi. &lt;em&gt;Kedua&lt;/em&gt;: menanggapi sekenanya atau dengan guyonan. &lt;em&gt;Ketiga&lt;/em&gt;: menyikapinya dengan serius karena ini adalah kesempatan bagus untuk sebisanya menjelaskan kepada khalayak tentang topik pembahasan yang sangat penting, yang baru diinfokan sesaat sebelum acara dimulai. Pilihan ketiga itulah yang diambil meski tidak mudah karena kesempatan yang sangat terbatas. Namun tampaknya, strategi itu cukup berhasil, terlihat dari respon pemirsa di antaranya dari tokoh PAN, Pak Abdillah Toha. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Ustadz Ismail, minal aidin wal faizin. Stlh menyimak Today&amp;#8217;s Dialogue mlm ini, walau topiknya memang debatable, kesan saya, lawan2 bicara anda (terutama yg dari JIL) cenderung angkuh dan liberal minded. Hormat saya kpd anda yg, walau dikeroyok, menghadapi mereka dgn argumen yg konsisten dan dingin. Kalau boleh urun rembug, apakah tidak sebaiknya HTI pada tahap ini memasyarakatkan perlunya persatuan Islam, sebelum memasarkan khilafah, yg akan datang dgn sendirinya bila ummah sdh bersatu. Salam, Abdillah Toha. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Allahuakbar! 3x. Awal2 sesak nafas saya ustad diframe diantara para sekuler laknatullah. Ht dihina, Islam dihina. Tetapi ustad tetap tenang, bahkan pada akhirnya bisa membalikkan keadaan, dg mngatakan bahwa mereka para sekuler yg tidak punya solusi. Allahuakbar walillahil hamd. Semoga Allah memberikan Rahmat dan redhoNya kepada ustad. Amin. &lt;/em&gt;+6285274230xxx&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Komentar teman kuliah, stlh lihat dialog todays: &lt;em&gt;Subhanallah.. ustad ismail luar biasa&amp;#8230; luas ilmunya dan sngt tenang dlm membungkam serangan2 orang2 JIL.&lt;/em&gt; +628121113xxx&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Asslm Wr Wb, sy lihat todays dialogue metro TV hari ini, selamat pak&amp;#8230;jawaban2 yg memberikan pencerahan&amp;#8230;semoga setelah acara tsb, banyak response baik dari penonton. Taqabbalallahu minna wa minkum, minal aidin wal faizin, &lt;/em&gt;+6281310691xxx&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Stlh mnyksikan todays dialog tdi mlm,saya salut atas ksabaran n keistiqomahn ustd dlm mnghdpi tantangan2 dkwh&amp;#8230;&amp;#8221;mrk yg meyakini bhwa mrk akn mnemui Allah brkata: btp bnyk klompok kcil mnghalahkn klmpok besar dgn izin Allah, dan Allah bsrta org2 yg sabar&amp;#8221;&lt;/em&gt; +6281953728xxx&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Selamat Idul Fitri 1429 H..Bravo utk ketangkasan ustd di medan perang kata2 Today Dialog Metro TV walau Ustd sendirian&amp;#8230;&lt;/em&gt;+628111106xxx&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Ass Salut buat bapak! Dlm today dialog. Sy dukung bapak! Allahu akbar. Kehebatan di tengah orang2 JIL dlm dialog tersebut sangat memukau! &amp;amp; menyentuh akal nurani. Mhn maaf lahir batin&lt;/em&gt;. +6281385289xxx&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;+++&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sikap angkuh, melecehkan dan menyepelekan ide khilafah menjadi bumerang buat pembicara dari JIL. Pantas banyak sekali pemirsa yang kesal dibuatnya. Apalagi memang faktanya mereka tidak memiliki konsep. Hanya sekadar menolak ide khilafah. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Sy nonton todays dilaogue td mlm mas, bebal ya org jil..hehe.. &lt;/em&gt;+6285244136xxx&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Dari awal jil mjelek2an HT, itu bukan ciri muslim. Jil antek AS memang punya konsep apa? &lt;/em&gt;+ 62817191xxx&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Kaum munafiq/org JIL (jrgn iblis liar) kan mmg sdh tdk percaya pd al quran &amp;amp; as sunnah&amp;#8230; Mrk sbnr&amp;#8217;nya kan org linglung. B&amp;#8217;debat dg mrk, bikin capek..&lt;/em&gt;+6281381131xxx&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Aslm ust..sy melihat Todays dialog sangat tidak seimbang. Tampak kebencian dan kebodohan mrk akan konsep khilafah&lt;/em&gt; +6281271671xxx&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Kata Ayah saya Jaman penjajahan dulu antek2 penjajah dan org2 yg terbiasa dijajah menganggap cita2 agar Indons Merdeka suatu hal yg Utopis, hal itu terulang di saat ini antek2 AS dan Yahudi serta org2 yg telah terbiasa terjajah menganggap KHILAFAH suatu hal Utopis&amp;#8230;sadarkah antek AS n Zionist!&lt;/em&gt; +628161654xxx&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Allahuakbar!!! Janji Allah, syariah dan khilafah akan tegak! Bukan utopis! Org2 kafir dan antek2x akan masuk neraka&amp;#8230;&lt;/em&gt; +6285241692xxx&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;+++&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sebaliknya, meski dilecehkan begitu rupa, kebenaran tentang ide khilafah tidak bisa ditutupi. Keyakinan akan tegaknya kembali khilafah tetap kokoh. Apresiasi positif justru ditujukan kepada HTI yang konsisten terus menggelorakan perjuangan penegakan khilafah. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Allahu akbar, pa is umat yg bnar2 beriman+bnar islam slrh dunia sgt mrindukan khilafah. Allah mh benar&amp;amp;mh tau mn org2 yg imannya bnar. Mdh2an khilafah sgr tgk.&lt;/em&gt; +6285759045xxx&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Apa yg ustdz smpaikan semakin jelas bahwa sesungguhnya islm itu punya sistm sndri yg kurgn dikethui umt islm termsk penolakn dari jil. Hizbt tahrir punya jasa besar dlm menyebrkn sistm islm yg sengaja dikubur makanya saya tersenth kalau ada selain khilfh utk menyelesaikn berbagai problm ummt di selurh dunia jil tdk bisa memberikn jwbnnya maka jelas khilafh dikernkan sosialis komuns sdh kolap duluan kapitalis diambng kehancuran&lt;/em&gt; +6285650800xxx&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Ass, Ust, mskipun anda trlihat &amp;#8217;trsudutkn&amp;#8217; dlm Todays Dialogue kmrn,tp kbnran ttp tmpak dlm ide yg anda smpaikn,kami smua yakin kbnaran yg haq hnya milik Allah.&lt;/em&gt; +6281553123xxx&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;ALLAHU AKBAR 3X ust luar biasa dlm acr today dialogue td&amp;#8230;.Subhanallah mrk membuat makar akan tetapi makar Allah yg tetap menang.Mrk tdk punya konsep.Inilah Makar ALLAH melalui ust. Subhanallah walhamdulillah wallahu akbar.&lt;/em&gt; +6281363417xxx&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;+++&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Benar, terlalu banyak untuk disebut makar yang telah dibuat oleh kekuatan sekular global yang ditopang oleh media massa dengan dukungan pemikir dan tokoh sekuler berikut anak didik dan anak cucunya di dalam dan di luar negeri yang berusaha keras menghentikan laju berkembangnya gagasan khilafah, tapi makar Allah lah yang pasti menang. Buktinya, semakin dihambat, gagasan khilafah justru semakin berkembang, semakin diterima dan dirasakan semakin urgent sebagai satu-satunya solusi untuk mengatasi problematika umat. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Karena itu, seperti tanggapan seorang pemirsa, mudah-mudahan dialog itu memberikan pengaruh baik kepada khalayak. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Subhanallah,luar biasa pak.Baru kali ini ada bhsn di tv khilafah vs demokrasi.Smoga brdampak luar biasa juga.Allahuakbar!&lt;/em&gt; +628157937xxx&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Wallahu&amp;#8217;alam bi al-shawab.&lt;/em&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;[Kantor Jubir HTI-Jakarta]&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-1912362510875329692?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/1912362510875329692/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=1912362510875329692' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/1912362510875329692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/1912362510875329692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/11/konsep-khilafah-vs-demokrasi.html' title='Konsep Khilafah VS Demokrasi'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-5670624295959946843</id><published>2008-11-02T19:14:00.001-08:00</published><updated>2008-11-03T20:18:15.649-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ekonomi Syariah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media: Metro TV'/><title type='text'>Krisis Global, Runtuhnya Ekonomi Kapitalis</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;embed height="305" type="application/x-shockwave-flash" width="400" src="http://www.youtube.com/p/8018DA629AB64150"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Krisis Global yang terjadi belakangan ini memang menarik untuk diikuti, bagaimana sebuah negara adidaya yang begitu berkuasa limbung oleh sistem perekonomian yang notabene adalah sistem yang mereka rancang sendiri.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Yang mengejutkan sebetulnya adalah bahwa krisis ini sering sekali terjadi mulai dari tahun 1907, 1923, 1930, 1940, 1970, 1980, 1990, 1998 – 2001 dan 2008. Kalau kita perhatikan, bahwa sesungguhnya krisis ekonomi ini merupakan sebuah siklus yang pasti terjadi dalam sistem liberal. Bahayanya, siklus ini semakin terjadi semakin pendek, memakan waktu lebih lama untuk recovery nya dan selalu lebih parah dari krisis yang sebelumnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sistem ini pun akhirnya di tambal sulam dengan berbagai cara yang notabene juga tidak mengadakan perubahan secara fundamental.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Melihat dialog diatas yang disiarkan oleh Metro TV, terlihat jelas bahwa pemerintah yang diwakili Andi Malarangeng sebetulnya tidak begitu memahami apa yang sebenarnya terjadi pada perekonomian dunia. Terlihat jelas dalam setiap argumen-argumennya bahwa pemerintah betul-betul menetapkan sistem kapitalis yang sesungguhnya sudah nyata kehancurannya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ketimbang mencari jalan keluar dengan menyelamatkan dan menggerakkan sektor realnya, mereka lebih memilih menyelamatkan sektor non real yang dipegang peranannya oleh orang-orang kaya atau pemegang modal. Di sini juga terlihat bahwa pemerintah lebih cenderung menyelamatkan orang-orang kaya ketimbang masyarakat Indonesia pada umumnya yang berada di bawah garis kemiskinan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Andi Malarangeng malah jelas-jelas mengatakan bahwa sektor non real ini memang sangat spekulatif sehingga pemerintah mencoba campur tangan sehingga spekulatif ini bisa menjadi prediktif. Ini bukannya judi ya?. Jadi pada hakekatnya kita sedang bermain judi yang mempertaruhkan 250 juta jiwa masyarakat Indonesia.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bu Hendri pun sempat menjelaskan bahwa Indonesia akhirnya berhutang lagi pada IMF untuk menyelamatkan perekonomiannya, dan IMF pun merespon dengan memberi solusi kebijakan ekonomi yang aneh. Aneh? Yup, karena disaat negara-negara besar di dunia seperti Amerika dan Inggris sibuk menurunkan suku bunga bank nya, IMF malah menyarankan menaikkan suku bunga kita dan disetujui pula oleh pemerintah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Makin aneh lagi, karena pemerintah kita diminta untuk mengurangi campur tangan ke pasar dan membiarkan pasar merecovery dirinya sendiri. Ini juga aneh, karena Amerika dan Inggris, malah campur tangan dengan menggelontorkan sejumlah besar dananya dalam jumlah yang &lt;strong&gt;sangat fantastis&lt;/strong&gt; ke pasar untuk mempertahankan kondisi pasar yang demikian hancur.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Andi Malarangeng pun sepertinya harus belajar lagi untuk menghormati pendapat orang lain, karena dalam dialog ini dapat terlihat selain tidak menguasai pokok permasalahannya, beliau juga tidak menghargai pembicara lainnya. Tidak seperti Ibu Hendri Saparini atau bapak Tun Kelana Jaya, dan Pak Erwin yang begitu tertib, tapi Andi Malarangeng begitu &lt;em&gt;grasak-grusuk&lt;/em&gt; memotong pembicaraan-pembicaraan nara sumber begitu saja, berusaha tampak pintar dan penting padahal tidak menguasai materi sama sekali. Terlihat bahwa beliau begitu kepanasan mendengar beberapa kebijakan-kebijakan yang ditutup-tutupi sekian lama dibuka satu per satu oleh nara sumber. Beliau terlalu memaksakan bahwa tidak ada bentuk ekonomi lain yang berjalan di dunia ini. Benarkah?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Yah namanya juga orang pemerintah, gak pernah bisa bermain fair.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-5670624295959946843?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/5670624295959946843/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=5670624295959946843' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/5670624295959946843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/5670624295959946843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/11/krisis-global-runtuhnya-ekonomi.html' title='Krisis Global, Runtuhnya Ekonomi Kapitalis'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-5993259009406642160</id><published>2008-10-30T00:20:00.001-07:00</published><updated>2008-10-30T00:22:16.968-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mengenal Khalifah'/><title type='text'>Sultan Saladin, Panglima yang Penuh Toleransi</title><content type='html'>&lt;p&gt;Dicolong dari : &lt;a title="http://www.republika.co.id/berita/8054.html" href="http://www.republika.co.id/berita/8054.html"&gt;http://www.republika.co.id/berita/8054.html&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;By Republika Contributor   &lt;br /&gt;Rabu, 15 Oktober 2008 pukul 13:32:00&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;img alt="Sultan Saladin, Panglima yang Penuh Toleransi  " src="http://www.republika.co.id/images/news/2008/10/20081020165939.jpg" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dia dikenal sebagai raja, panglima perang yang jago strategi, pemimpin umat, dan sekaligus sosok yang santun dan penuh toleransi. Banyak manuskrip yang mencatat &amp;quot;Saladin Sang Raja Mesir&amp;quot; (Saladin, King of Egypt) sebagai simbol kekuasaan Eropa. Namanya tidak bisa dilepaskan dari dejarah Perang Salib yang membawa kejayaan Islam, namun tanpa menindas kaum Kristiani. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sultan Saladin lahir dengan nama Salahidun Yusuf Ibn Ayyub di Tikrit, dekat Sungai Tigris dari sebuah keluarga Kurdi. Ia dikirim ke Damaskus, Suriah, untuk menimba ilmu. Selama sepuluh tahun ia berguru pada Nur ad-Din (Nureddin). &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah berguru ilmu militer pada pamannya, seorang negarawan Seljuk dan pimpinan pasukan Shirkuh, ia dikirim ke Mesir untuk menghadang perlawanan Kalifah Fatimiyah tahun 1160. Ia sukses dengan misinya yang membuat pamannya duduk sebagai wakil di Mesir pada tahun yang sama. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saladin memperbaiki perekonomian Mesir, mengorganisasi ulang kekuatan militernya, dan mengikuti anjuran ayahnya untuk tidak memasuki area konflik dengan Nur ad Din. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sepeninggal Nur ad Din, barulah ia mulai serius memerangi kelompok Muslim sempalan dan pembrontak Kristen. Dia bergelar Sultan di Mesir dan menjadi pendiri Dinasti Ayyubi serta mengembalikan ajaran Sunni ke Mesir. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;h3&gt;Terlibat dalam Perang Salib&lt;/h3&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;    &lt;br /&gt;Dalam dua kesempatan, tahun 1171 dan 1173, Saladin diinvasi Kerajaan Kristen Jerusalem. Nur ad Din saat ini berniat membalas serangan. Namun Saladin mereka kuat terlebih dulu. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sepeninggal Nur ad Din, Saladin menjadi penguasa Damaskus. Ia menikahi janda Nur ad Din dan menaklukkan dua kota penting Aleppo dan Mosul yang dulu selalu gagal ditaklukkan Nuraddin. Namun ia menjadi penguasa yang bersahaja. Sedapatnya, ia selalu menghindari pertumpahan darah, apalagi darah warga sipil. Saat menaklukkan Aleppo, 22 Mei 1176, nyawanya nyaris melayang karena usaha pembunuhan. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ia melakukan konsolidasi di Suriah sambil sebisa mungkin menjaga agar jangan sampai tumpah perang dengan pasukan salib sebesar apapun provokasi dari pasukan salib. Misalnya, ia masih belum bereaksi saat Raynald of Chatillon mengusik aktivitas perdagangan dan perjalanan ibadah haji di Laut Merah, wilayah yang menurut Saladin harus selalu menjadi wilayah bebas. Puncaknya adalah saat penyerangan terhadap rombongan karavan jamaah haji tahun 1185. Saladin meradang. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Juli 1187, Saladin menyerang Kerajaan Jerusalem dan terlibat dalam pertempuran Hattin. Ia berhasil mengeksekusi Raynald dan rajanya, Guy of Lusignan. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dia kembali ke Jerusalem 2 Oktober 1187, 88 tahun setelah kaum Salib berkuasa. Berbagai medan pertempuran dilaluinya, dengan satu pesan yang sama kepada pasukannya; minimalkan pertumpahan darah, jangan melukai wanita dan anak-anak. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Perang Salib III menelan biaya yang tak sedikit dari kubu Kristen. Inggris mengucurkan dana bantuan yang dikenal dengan istilah 'Saladin Tithe' (Zakat melawan Saladin). &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam satu pertempuran, ia berhadap-hadapan dengan King Richard I dari Inggris di medan perang Arsuf tahun 1191. Di luar perkiraan kedua pasukan, Saladin dan King Richard I saling berjabat tangan dan menghormat satu sama lain. Bahkan saat tahu pimpinan pasukan musuhnya itu sakit, Saladin menawarkan bantuan seorang dokter terbaik yang dimiliki Damaskus. Begitu juga saat tahu Richard kehilangan kuda tunggangannya, ia memberikan dua ekor sebagai gantinya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Di medan itu, keduanya sepakat berdamai. Bahkan adik Richard dinikahkan dengan saudara Saladin. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tak lama setelah kepergian Richard, Saladin wafat pada tahun 1193 di Damaskus. Saat kotak penyimpanan harta Saladin dibuka, ahli warisnya tidak menemukan cukup uang untuk membiayai pemakamanannya: ia selalu mendermakan hartanya kepada kaum yang membutuhkan. Kini makamnya menjadi salah satu tempat tujuan wisata utama di Suriah. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Nama Saladin harum di seantero dunia hingga kini. Bukan hanya kalangan Muslim, kalangan non-Muslim juga sangat menghormatinya. Satu yang dicatat dalam buku-buku sejarah: ketika pasukan Salib menyembelih semua Muslimin yang ditemui saat mereka menaklukkan Jerusalem, Saladin memberikan amnesti dan kebebasan bagi kaum Katolik Roma begitu ia menaklukkan Jerusalem. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;h3&gt;&lt;strong&gt;Sultan Saladin&lt;/strong&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;1138: Lahir di Tikrit, Irak, sebagai putra dari pimpinan kaum Kurdi, Ayub.    &lt;br /&gt;1152: Mulai pekerja sebagai pelayan pimpinan Suriah, Nureddin.    &lt;br /&gt;1164: Mulai menunjukkan pekiawaiannya dalam bidang strategi militer dan dalam perang melawan pasukan Salib di Palestina.    &lt;br /&gt;1169: Saladin menjadi orang kedua dalam kepemimpinan militer Suriah setelah pamannya, Shirkuh. Shirkuh menjadi wakil di Mesir namun meninggal 2 bulan kemudian. Ia menggantikannya. Namun karena kurang ada respons dan dukungan dari penguasa, ia kembali ke Kairo yang menjadi puas kekuatan Dinasti Ayyub.    &lt;br /&gt;1171: Saladin menekan penguasa Fatimi dan menjadi pemimpin Mesir dengan dukungan kekhalifahan Abbasiah. Namun tidak seperti Nureddin yang ingin sesegera menggempur pasukan Kristen, ia cenderung lebih menahan diri. Inilah yang membuat hubungan antar keduanya merenggang.    &lt;br /&gt;1174: Nureddin meninggal. Saladin menyususn kekuatan.    &lt;br /&gt;1175: Pemimpin pembunuh Syiria, anak buah Rashideddin melakukan upaya pembunuhan terhadap Saladin namun gagal. Percobaan kedua si pembunuh berhasil mendekat hingga melukai sang sultan.     &lt;br /&gt;1176: Saladin mengepung benteng Masyaf, pertahanan Rashideddin. Setelah beberapa minggu Saladin menarik mundur pasukan dan meninggalkan para pembunuh dalam damai hingga akhir hayat mereka. Dipercaya ia mendapat ancaman seluruh keluarga akan dibunuh. b    &lt;br /&gt;1183: Penaklukan kota di utara Suriah, Aleppo.    &lt;br /&gt;1186: Penaklukan Mosul di utara Irak.    &lt;br /&gt;1187: Dengan kekuatan baru, menyerang Kerajaan Latin Jerusalem dengan pertempuran sengit selama 3 bulan.    &lt;br /&gt;1189: Perang Salib III meluas di Palestina setelah Jerusalem di bawah kontrol Saladin.    &lt;br /&gt;1192: Menandatangani perjanjian dengan King Richard I dari Inggris yang membagi wilayah pesisir untuk Kaum Kristen dan Jerusalem untuk Kaum Muslim.    &lt;br /&gt;4 Maret 1193: Meninggal di Damaskus tidak lama setelah jatuh sakit.    &lt;br /&gt;( tri/en.wikipedia.org )&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-5993259009406642160?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/5993259009406642160/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=5993259009406642160' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/5993259009406642160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/5993259009406642160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/10/sultan-saladin-panglima-yang-penuh.html' title='Sultan Saladin, Panglima yang Penuh Toleransi'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-8758495796758933251</id><published>2008-10-30T00:03:00.001-07:00</published><updated>2008-10-30T00:03:47.691-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bentuk Dakwah'/><title type='text'>Menemukan Islam di Bus Chicago</title><content type='html'>&lt;p&gt;Dicolong Dari: &lt;a title="http://www.republika.co.id/berita/10150.html" href="http://www.republika.co.id/berita/10150.html"&gt;http://www.republika.co.id/berita/10150.html&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;By Republika Contributor   &lt;br /&gt;Senin, 27 Oktober 2008 pukul 13:29:00&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;img alt="Menemukan Islam di Bus Chicago" src="http://www.republika.co.id/images/news/2008/10/20081027132904.jpg" width="378" height="211" /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;CHICAGO &amp;#8212; Leslie C. Toole telah lama mempertimbangkan untuk masuk Islam dalam kurun sepuluh tahun. Ketika guru sekolah di Chicago, Amerika Serikat (AS) itu melihat iklan sederhana tapi mengena di sebuah bis umum, ia menyadari jika waktu yang tepat telah tiba. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Niat kuat tidak benar-benar muncul, namun saat saya melihat tanda itu, saya tahu itu adalah pertanda terakhir untuk melengkapi perubahan saya,&amp;quot; ujar Leslie, lelaki berusia 45 tahun kepada IslamOnline.com &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kontak Leslie pertama kali dengan Islam terjadi di satu sudut jalan Chicago sepuluh tahun lalu, ketika seorang lelaki yang memberinya brosur seraya mengatakan ia akan menemukan pencerahan didalamnya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Kemudian saya terus membaca dan membaca. Saya mau memastikan jika saya ingin terlibat sesuatu maka saya harus paham hal itu,&amp;quot; tutur Leslie. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Baru bulan lalu iklan tentang Islam di badan bus Chicago Transit Authority, berpapasan dengan Leslie. Iklan itu tertangkap oleh mata, dan akhirnya ia menelpon nomor yang tertera di iklan raksasa tersebut. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Bagaimana menjadi Muslim adalah pertanyaan mendasar saya,&amp;quot; aku lelaki itu. Tak lama kemudian Leslie memeluk Islam pada Hari Senin, 29 September lalu. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Cerita itu ternyata mirip dengan 13 warga Chicago lain, yang masuk Islam dengan kesadaran sendiri pada bulan Oktober ini. Saat ditanya, mereka mengaku semakin yakin untuk berpindah setelah melihat kampanye iklan Islam GainPeace, diseputar area Kota Chicago yang menjadi jangkauan proyek Islamic Circle of North America (ICNA). &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Lembaga itu membelanjakan 30.900 dolar untuk menempatkan iklan di 25 bus umum yang melayani penjuru Chicago. Iklan tersebut mengajak orang menghubungi nomor toll-free hotline, 800.662, dan mengklik website yang dirancang khusus untuk membantu mereka yang mencari jawaban tentang Islam. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kampanye tersebut mulai diluncurkan pada 19 September hingga 20 Oktober lalu, namun respon positif yang membanjir membuat ICNA memperpanjang hingga 23 Nopember. Nomor hotline itu misal menerima ribuan telepon setiap hari, sebagai tambahan pula situs khusus tersebut mencapai hit hingga 300.000 ribu. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ketika warga Chicago yang penasaran menelpon, GainPeace pun memberikan mereka satu eksemplar Kitab Suci Al Qur'an dalam bahasa Inggris, majalah tentang pesan-pesan Nabi Muhammad, juga berbagai brosur serta buku bertopik Islam. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pihak yang berkampanye mengatakan tujuan iklan dengan bus adalah mencari jalan terhormat untuk mengajak orang menuju Islam. &amp;quot;Tema memang Islam, yakni cara hidup berbagai nama Nabi,&amp;quot; ujar Sabeel Ahmed, Direktur GainPeace. &amp;quot;Pesan yang terletak di atas dan dibawah dimaksudkan untuk menarik banyak orang,&amp;quot;. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ahmed menyatakan, nomor hotline dan situs online akan mempermudah orang untuk tahu lebih banyak tentang Islam. Kesempatan menghubungi Muslim berpengetahuan untuk menjernihkan salah paham, bias, dan ketakutan pun menjadi lebih terbuka. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;quot;Kami ingin menciptakan kanal melalui website sehingga orang dapat berinteraksi dengan kami, atau bekerjasama di hal-hal yang sama, dan mengenal satu sama lain lebih baik,&amp;quot; kata Sabeel. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Leslie sendiri meyakini, kalimat sederhana namun kuat secara visual dengan hanya &amp;quot;Got Question? Get Answer&amp;quot; (Ada Pertanyaan? Cari Jawaban) adalah cara cerdas untuk memikat perhatian orang. &amp;quot;Saya pikir itu ide yang cemerlang..saya tidak pernah melihat sebelumnya,&amp;quot; ujar Leslie. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Peran GainPeace tidak hanya berakhir dengan mendidik orang tentang Islam. Ketika orang memeluk Islam, lembaga itu menunjuk seorang, Big Brother atau Big Sister yang menjadi mentor bagi Muslim baru dengan memberi informasi, dukungan, dan nasehat. &amp;quot;Mentor ini seperti malaikat pelindung,&amp;quot; seloroh Sabeel. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Si mentor dan Muslim baru tersebut bertemu tatap-muka dan menjaga hubungan lewa surat, email atau telepon. Lelaki yang memilih Ilyas, sebagai nama Muslim barunya, mengaku senang dengan sang mentor. &amp;quot;Ia sangat membantu. Ia memberi saya banyak buku untuk membuat lebih maju,&amp;quot; ungkap Leslie. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Leslie mengatakan semakin banyak ia tahu tentang agama barunya, ia semakin percaya diri jika telah membuat keputusan benar. &amp;quot;Ini benar-benar sempurna bagi saya,&amp;quot; aku Leslie. &amp;quot;Sangat sulit menjelaskan ketika sesuatu itu benar untuk kita. Rasanya seperti akar yang menghunjam di dalam dan kita menemukan rumah untuk kita.&amp;quot; ungkapnya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Iklan tentang islam di Chicago tidaklah sendiri. ICNA, organisasi akar-rumput berbasis di New YOork dengan 22 cabang di AS, telah mengorganisasi kampanye serupa di Seattle dan New York. Untuk kota Big Apple misal, 1.000 iklan dipasang pada jalur mobil terowongan bawah tanah bulan lalu, menampilkan format visual pertanyaan yang mungkin muncul tentang Islam. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kampanye yang sukses itu membuat kota lain di AS dan Kanada pun melayangkan permintaan kepada lembaga tersebut untuk membantu program serupa. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam sebuah survey terkini mengungkapkan, jika mayoritas warga AS hanya tahu sedikit tentang Islam, dan meyakini jika tidak ada persamaan mendasar antara keyakinan Muslim dan kepercayaan Nasrani mereka./it&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-8758495796758933251?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/8758495796758933251/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=8758495796758933251' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/8758495796758933251'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/8758495796758933251'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/10/menemukan-islam-di-bus-chicago.html' title='Menemukan Islam di Bus Chicago'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-2880811293464567672</id><published>2008-10-20T18:45:00.001-07:00</published><updated>2008-10-22T00:55:05.914-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nabi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rasul'/><title type='text'>Iman kepada Nabi dan Rasul</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/quallesqy/SP0zz1rlZyI/AAAAAAAADvU/oxP_Yd1LdM8/s1600-h/bismillah4.gif"&gt;&lt;img alt="bismillah" src="http://lh5.ggpht.com/quallesqy/SP0z1KhHmQI/AAAAAAAADvY/oGD6KioTtX4/bismillah_thumb2.gif?imgmax=800" width="269" height="189" /&gt;&amp;#160;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/quallesqy/SP0z2B_YqZI/AAAAAAAADvc/nrv7OVdLLE4/s1600-h/Shalawat048.jpg"&gt;&lt;img alt="Shalawat 04" src="http://lh5.ggpht.com/quallesqy/SP0z3PXbMPI/AAAAAAAADvg/jOMu6LeNQ1Y/Shalawat04_thumb6.jpg?imgmax=800" width="406" height="68" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&amp;quot;Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad, hamba-Mu dan Rasul-Mu, sebagaimana engkau telah memuliakan Ibrahim; dan berilah berkat oleh-Mu kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberi berkat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim.&amp;quot;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;(HR. Al-Bukhari dan Abu Sa'id)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;. . . Kemudian dia bertanya lagi, &amp;quot;Kini beritahu aku tentang iman.&amp;quot; Rasulullah Saw menjawab, &amp;quot;Beriman kepada Allah, &lt;a href="http://moslemsqy.blogspot.com/2008/09/iman-kepada-malaikat.html"&gt;malaikat-malaikat-Nya&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://moslemsqy.blogspot.com/2008/10/iman-kepada-kitabullah.html"&gt;kitab-kitab-Nya&lt;/a&gt;, rasul-rasul-Nya, hari akhir dan beriman kepada Qodar baik dan buruknya.&amp;quot; . . .&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;(HR. Muslim)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/quallesqy/SP0z8ijDAcI/AAAAAAAADvk/LXOjNdaqDJQ/s1600-h/03144AliImran11.jpg"&gt;&lt;img alt="03-144 (Ali-Imran)" src="http://lh4.ggpht.com/quallesqy/SP00Aee9G3I/AAAAAAAADvo/pHQ1S0tO5Aw/03144AliImran_thumb9.jpg?imgmax=800" width="405" height="125" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul&lt;sup&gt;. &lt;/sup&gt;Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;(Q.S Ali-Imran [03]: 144)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seorang muslim wajib beriman dan percaya bahwa Allah SWT telah memilih diantara umat manusia sejumlah nabi dan rasul sebagai utusan-Nya kepada umat manusia tentang kenikmatan abadi yang disediakan bagi mereka yang beriman, dan memperingatakan mereka tentang akibat kekufuran (syirik). Merekapun memberi teladan tingkah laku yang baik dan mulia bagi manusia, antara lain dalam bentuk ibadah yang benar, akhlak yang terpuji dan istiqomah (berpegang teguh) terhadap ajaran Allah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;h3&gt;&lt;strong&gt;Pengertian Nabi dan Rasul&lt;/strong&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/quallesqy/SP00ED9WcBI/AAAAAAAADvs/dnajt8rx0uI/s1600-h/02136AlBaqarah5.jpg"&gt;&lt;img alt="02-136 (Al-Baqarah)" src="http://lh6.ggpht.com/quallesqy/SP00HEMwogI/AAAAAAAADvw/iESuPwjDXlM/02136AlBaqarah_thumb3.jpg?imgmax=800" width="405" height="151" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Katakanlah (hai orang-orang mukmin): &amp;quot;Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya&amp;quot;.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;(Q.S. Al-Baqarah [2]: 136)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dulu ketika belajar agama di sekolah, perbedaan nabi dan rasul adalah bahwa nabi menerima wahyu dari Allah SWT untuk dirinya sendiri, adapun rasul menerima wahyu dari Allah SWT untuk disampaikan kepada segenap umatnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dulu, pengertian seperti itu masih terasa masuk akal, tapi sekarang terasa sangat ganjil. Mungkinkah Allah SWT menyampaikan suatu wahyu kepada seorang nabi hanya untuk dirinya? Kalau hanya untuk satu orang, untuk apa wahyu tersebut diturunkan?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pengertian yang lebih masuk akal adalah, nabi adalah orang yang diwahyukan kepadanya syari'at rasul sebelumnya dan diperintahkan untuk menyampaikan syari'at itu kepada kaum tertentu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Adapun rasul adalah orang yang diwahyukan kepadanya suatu syari'at baru untuk disampaikan kepada kaumnya sendiri atau semua kaum.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dengan batasan yang jelas ini, dapat dikatakan bahwa nabi Musa AS adalah nabi sekaligus rasul. Tetapi nabi Harun AS hanyalah nabi. Adapun nabi Muhammad SAW adalah nabi dan rasul yang memiliki keistimewaan bahwa kenabian dan kerasulannya adalah untuk seluruh umat manusia dan beliau adalah penutup para nabi dan rasul.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;h3&gt;&lt;strong&gt;Jumlah Nabi dan Rasul serta keluasan ajaran risalahnya      &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/quallesqy/SP00KvgdePI/AAAAAAAADv0/pxZOyN2Zf18/s1600-h/4078AlMumin5.jpg"&gt;&lt;img alt="40-78 (Al-Mu&amp;#39;min)" src="http://lh4.ggpht.com/quallesqy/SP00M2v7rpI/AAAAAAAADv4/2S9q5S_7vhQ/4078AlMumin_thumb3.jpg?imgmax=800" width="404" height="104" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dan sesungguhnya telah Kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat bagi seorang rasul membawa suatu mukjizat, melainkan dengan seizin Allah; maka apabila telah datang perintah Allah, diputuskan (semua perkara) dengan adil. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;(Q.S. Al-Mu'min [40]: 78)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seorang muslim wajib beriman bahwa Allah telah mengutus sejumlah nabi dan rasul sebelum nabi Muhammad SAW, meski tidak perlu mengetahui berapa jumlah mereka seluruhnya, siapa nama-nama mereka dan di mana mereka bertugas.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam suatu hadist riwayat Imam Ahmad bin Hambal dalam kitab musnadnya, dikatakan bahwa jumlah nabi ada lebih kurang 124000 orang dan jumlah rasul ada 315 orang. Tetapi riwayat tersebut bukan hadist &lt;em&gt;muttawatir, &lt;/em&gt;karenanya tidak bisa dijadikan pegangan dalam aqidah. Sebab aqidah tidak boleh berlandaskan dalil-dalil yang &lt;em&gt;dzonni &lt;/em&gt;(yang belum pasti kebenarannya). &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Berbeda dengan para nabi dan rasul sebelumnya, kenabian Muhammad SAW, dapat dibuktikan secara aqli dengan mukjizatnya yang abadi, yaitu Al-Qur'an. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seorang muslim wajib mengetahui 25 nabi dan rasul diantaranya:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;01. Nabi Adam AS&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;02. Nabi Idris AS&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;03. Nabi Nuh AS&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;04. Nabi Huud AS&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;05. Nabi Shaleh AS&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;06. Nabi Ibrahin AS&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;07. Nabi Ismail AS&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;08. Nabi Luth AS&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;09. Nabi Ishaq AS&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;10. Nabi Ya'qub AS&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;11. Nabi Yusuf AS&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;12. Nabi Syu'aib AS&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;13. Nabi Ayyub AS&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;14. Nabi Dzulkifli AS&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;15. Nabi Musa AS&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;16. Nabi Harun AS&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;17. Nabi Daud AS&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;18. Nabi Sulaiman AS&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;19. Nabi Ilyas AS&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;20. Nabi Ilyasa AS&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;21. Nabi Yunu AS&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;22. Nabi Zakaria AS&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;23. Nabi Yahya AS&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;24. Nabi Isa AS&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;25. Nabi Muhammad SAW&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;h3&gt;&lt;strong&gt;Rasulullah Muhammad SAW adalah penutup Nabi dan Rasul&lt;/strong&gt;&lt;/h3&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/quallesqy/SP00N5c7JLI/AAAAAAAADv8/Lp_zPZLLcWw/s1600-h/3340AlAzhab6.jpg"&gt;&lt;img alt="33-40 (Al-Azhab)" src="http://lh3.ggpht.com/quallesqy/SP00PUW4EtI/AAAAAAAADwA/LgXd3JtJxW0/3340AlAzhab_thumb4.jpg?imgmax=800" width="404" height="77" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan &lt;u&gt;penutup nabi-nabi&lt;/u&gt;. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;(Q.S. Al-Azhab [33]: 40)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Selain beriman kepada kenabian dan kerasulan Muhammad SAW, seorang muslim wajib pula meyakini bahwa nabi Muhammad SAW adalah &lt;em&gt;khatamunnabiyin&lt;/em&gt; (penutup para nabi). Tidak ada lagi nabi atau rasul sesudahnya sampai hari kiamat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&amp;quot;Sesungguhnya risalah kenabian itu telah habis. Maka tidak ada nabi dan rasul sesudahku.&amp;quot;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;(HR. Imam Ahmad bin Hambal dari Anas bin Malik)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&amp;quot;Sesungguhnya perumpamaan diriku dengan nabi-nabi sebelumku adalah sama dengan seseorang yang membuat rumah; diperindah dan diperbagusnya (serta diselesaikan segala sesuatunya) kecuali tempat (yang disiapkan) untuk sebuah batu bata di sudut rumah itu. Orang-orang yang mengelilingi rumah itu mengaguminya, tetapi bertanya: 'Mengapa engkau belum memasang batu bata itu?' Nabipun berkata: 'Akulah batu bata (terakhir) - sebagai penyempurna - itu, dan sayalah penutup para nabi.&amp;quot;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;(HR. Imam Bukhari, Ahmad Ibnu Hibban dari Abu Hurairah)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Makna Iman kepada Rasulullah Muhammad SAW&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/quallesqy/SP00QWyUpsI/AAAAAAAADwE/lZJDW9oYwzQ/s1600-h/0465AnNisa5.jpg"&gt;&lt;img alt="04-65 (An-Nisa)" src="http://lh5.ggpht.com/quallesqy/SP00RmMtxBI/AAAAAAAADwI/cu7kN8jpIb8/0465AnNisa_thumb3.jpg?imgmax=800" width="406" height="111" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&amp;quot;Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu (Muhammad) hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.&amp;quot;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;(Q.S. An-Nisa [04]: 65)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ketika seorang muslim mengucapkan &lt;strong&gt;&amp;quot;Laa ilaaha illallah; Muhammadur Rasulullah&amp;quot; &lt;/strong&gt;berarti ia telah meyakini bahwa hanya Allah SWT sebagai satu-satunya Dzat yang berhak di ibadahi dan diabdi, dipatuhi dan di taati &lt;strong&gt;serta sebagai satu-satunya pembuat syari'at&lt;/strong&gt;. Ia pun meyakini bahwa dari sekian banyak makhluk ciptaan Allah, hanya Muhammad SAW satu-satunya hamba Allah yang berhak untuk diikuti dan diteladani. Tidak boleh mengambil satu teladanpun kecuali dari beliau.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Artinya kita sepenuhnya percaya bahwa Rasulullah SAW adalah nabi dan rasul penutup, tidak ada lagi nabi setelah beliau, &lt;strong&gt;kecuali nabi-nabi palsu&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&amp;quot;Tidak akan terjadi kiamat kecuali akan keluar (muncul) tukang-tukang bohong (para penipu) kira-kira 30 orang. Semua mengaku dirinya sebagai rasul Allah&amp;quot;. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;(HR. Bukhari , Muslim Ahmad dari Abu Hurairah)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jelaslah sudah kalau &lt;strong&gt;Mirza Gulam Ahmad&lt;/strong&gt; termasuk salah seorang dari 30 nabi palsu yang muncul menjelang hari kiamat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dari ayat diatas juga dapat di artikan bahwa tidak boleh mengambil hukum dari agama manapun, baik dari agama yang sudah menyimpang dan diubah seperti Yahudi dan Nasrani, ataupun agama yang sumbernya dari manusia seperti Hindu, Budha, Qodiyaniyah, dan lain-lain &lt;em&gt;dalam hukum ibadah dan keakhiratan&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Juga tidak boleh mengambil huku dari Voltaire, Montesque ataupun Karl Marx &lt;em&gt;dalam hukum kemasyarakatan dan tata negara&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Begitu pula tidak boleh mengambil ideologi apapun di dunia ini, seperti kapitalisme, sosialisme, komunisme, dan lain-lain. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Selaku seorang muslim, kita dituntut untuk merujuk &lt;em&gt;hanya kepada Islam&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;hanya mengikuti Rasulullah SAW&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Oleh karena itu, Rasulullah SAW mewajibkan segenap muslimin untuk menerapkan secara sempurna segala apa yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya, tanpa membeda-bedakan antara hukum ibadah, muamalah, Hudud/Jinayah, dll.&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Semua hukum Allah itu sama rata ditinjau dari kewajibannya untuk diterapkan.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Wallahu&lt;/em&gt; '&lt;em&gt;Alam bissawab&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/quallesqy/SP00StjPblI/AAAAAAAADwM/IUhw98K9EIk/s1600-h/Alhamdulillah3.jpg"&gt;&lt;img alt="Alhamdulillah" src="http://lh3.ggpht.com/quallesqy/SP00TYOAJvI/AAAAAAAADwQ/a-fit6PvkNE/Alhamdulillah_thumb1.jpg?imgmax=800" width="179" height="38" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Refrensi:&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;- Islam mulai akar ke daunnya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Yusuf Wibisono, dkk&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;- Kisah para Nabi dan Rasul&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.dzikir.org/b_cerita.htm"&gt;http://www.dzikir.org/b_cerita.htm&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;- Hadist Web 2.0&lt;/strong&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://opi.110mb.com/"&gt;http://opi.110mb.com/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- &lt;strong&gt;Kumpulan &lt;em&gt;Shalawat&lt;/em&gt; yang tercantum dalam Al-Qur'an dan Al-Hadits - CyberMQ.com&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&lt;cite&gt;&lt;a href="http://www.cybermq.com/index.php?pustaka/detail/12/1/pustaka-171.html"&gt;www.&lt;b&gt;cybermq&lt;/b&gt;.com/index.php?pustaka/detail/12/1/pustaka-171.html&lt;/a&gt;&lt;/cite&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-2880811293464567672?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/2880811293464567672/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=2880811293464567672' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/2880811293464567672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/2880811293464567672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/10/iman-kepada-nabi-dan-rasul.html' title='Iman kepada Nabi dan Rasul'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/quallesqy/SP0z1KhHmQI/AAAAAAAADvY/oGD6KioTtX4/s72-c/bismillah_thumb2.gif?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-2250270244594772983</id><published>2008-10-12T04:44:00.001-07:00</published><updated>2008-10-12T04:48:00.087-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Iman kepada Kitabullah</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/quallesqy/SPHiq3wH-JI/AAAAAAAADtk/konmSIDoHUE/s1600-h/bismillah4.gif"&gt;&lt;img alt="bismillah" src="http://lh3.ggpht.com/quallesqy/SPHis__SJxI/AAAAAAAADto/JqcO1KETiZY/bismillah_thumb2.gif?imgmax=800" width="269" height="189" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/quallesqy/SPHiu2M6c1I/AAAAAAAADts/1pAax6ikY-I/s1600-h/Shalawat036.jpg"&gt;&lt;img alt="Shalawat 03" src="http://lh6.ggpht.com/quallesqy/SPHix3lFV4I/AAAAAAAADtw/iR-UkPNrqJk/Shalawat03_thumb4.jpg?imgmax=800" width="406" height="123" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&amp;quot;Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakanlah olehMu akan Muhammad dan akan keluarganya, sebagaimana engkau telah memuliakan keluarga Ibrahim bahwasannya Engkau sangat terpuji dan sangat mulia. Ya Allah, wahai Tuhanku, berikan berkat olehmu akan Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberi berkat kepada Ibrahim; bahwasannya Engkau sangat terpuji dan sangat mulia.&amp;quot;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;(HR. Bukhari dari Abu Sa'id, Ka'ab Ibn 'Ujrah)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;br/&gt; &lt;br/&gt; &lt;br/&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;. . . Kemudian dia bertanya lagi, &amp;quot;Kini beritahu aku tentang iman.&amp;quot; Rasulullah Saw menjawab, &amp;quot;Beriman kepada Allah, &lt;a href="http://moslemsqy.blogspot.com/2008/09/iman-kepada-malaikat.html"&gt;malaikat-malaikat-Nya&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://moslemsqy.blogspot.com/2008/10/iman-kepada-kitabullah.html"&gt;kitab-kitab-Nya&lt;/a&gt;, rasul-rasul-Nya, hari akhir dan beriman kepada Qodar baik dan buruknya.&amp;quot; . . .&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;(HR. Muslim)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/quallesqy/SPHizY4rArI/AAAAAAAADt0/Ti1vXo5MFPM/s1600-h/0202AlBaqarah4.jpg"&gt;&lt;img alt="02-02 (Al-Baqarah)" src="http://lh6.ggpht.com/quallesqy/SPHi161JTfI/AAAAAAAADt4/-EmJ3oSmIiw/0202AlBaqarah_thumb2.jpg?imgmax=800" width="311" height="36" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;(Q.S. Al-Baqarah [2] : 2)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seorang muslim beriman dan yakin kepada segala hal yang diturunkan dan diwahyukan oleh Allah SWT, baik berupa kitab maupun yang difirmankanNya kepada beberapa rasul berupa shuhuf (lembaran).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kitab-kitab yang berasal dari Allah SWT ada empat macam, yaitu:&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;Al-Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Taurat kepada Nabi Musa AS &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Zabur kepada Nabi Daud AS &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;Injil kepada Nabi Isa AS &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p&gt;Sementara itu, firman Allah SWT dalam bentuk Shuhuf, misalnya adalah apa yang diberikan Allah kepada Nabi Ibrahim AS.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Diantara kitab tersebut, hanya Al-Qur'an yang dipelihara/dijaga keasliannya oleh Allah dan sekaligus berfungsi sebagai penyempurna dan penghapus syari'at-syari'at nabi dan rasul sebelumnya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/quallesqy/SPHi3pd2HsI/AAAAAAAADt8/2vaDRMPeXGw/s1600-h/1509AlHijr4.jpg"&gt;&lt;img alt="15-09 (Al-Hijr)" src="http://lh5.ggpht.com/quallesqy/SPHi5aoCb8I/AAAAAAAADuA/UW4UhhlMrkg/1509AlHijr_thumb2.jpg?imgmax=800" width="331" height="48" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;(Q.S. Al-Hijr [15] : 9)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/quallesqy/SPHi7hBHTMI/AAAAAAAADuE/y5HKPldw7eI/s1600-h/0548AlMaidah6.jpg"&gt;&lt;img alt="05-48 (Al-Maidah)" src="http://lh6.ggpht.com/quallesqy/SPHi-JfkZpI/AAAAAAAADuI/QplkXaB0nZQ/0548AlMaidah_thumb4.jpg?imgmax=800" width="404" height="224" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian&lt;sup&gt;[421]&lt;/sup&gt; terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu&lt;sup&gt;[422]&lt;/sup&gt;, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;(Q.S. Al-Maidah [5] : 48)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Beriman kepada kitab-kitab Allah mempunyai sandaran yang berasal dari pemahaman dalil Aqli dan Naqli. Adapun mengenai penjelasan dalil-dalil tersebut, maka Al-Qur'an merupakan kitab yang berbeda dengan kitab-kitab lainnya. Secara faktual/nyata, Al-Qur'an merupakan suatu kenyataan yang dapat dijangkau panca indra dan akal, dapat dipikirkan atau dibuktikan kebenarannya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Berbeda dengan kitab-kitab samawi lainnya, walaupun beberapa masih ada dan masih digunakan, fakta bahwa isinya telah berubah dan banyak sekali terdapat campur tangan manusia, membuktikan bahwa kitab-kitab tersebut tidak dijaga dan dipelihara oleh Allah SWT, yang sangat jelas berbeda dengan Al-Qur'an.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Meski demikian, kita wajib meyakini bahwa kitab-kitab tersebut pernah diwahyukan kepada nabi-nabi dan rasul-rasul terdahulu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/quallesqy/SPHjAKYcRYI/AAAAAAAADuM/9rLE2mNGcck/s1600-h/04136AnNisa5.jpg"&gt;&lt;img alt="04-136 (An-Nisa)" src="http://lh4.ggpht.com/quallesqy/SPHjDvMsCJI/AAAAAAAADuQ/PX6sQ4-HiX8/04136AnNisa_thumb3.jpg?imgmax=800" width="402" height="117" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;(Q.S. An-Nisa' [04]: 136)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Melalui akal (dalil aqli), kita bisa melihat ketinggian bahasa Al-Qur'an dan isi yang dikandungnya yang menunjukkan bahwa Al-Qur'an telah diwahyukan Allah SWT kepada Muhammad SAW, melalui malaikat Jibril sekaligus membuktikan bahwa Al-Qur'an bukan hasil karya seorang manusia.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bahkan untuk itu, Rasulullah SAW telah menantang kaum Quraisy dan orang-orang arab untuk menandingi Al-Qur'an. Sebab beliau yakin bahwa kitab tersebut adalah sebagai satu-satunya mukjizat terbesar sekaligus bukti kenabiannya sebagai utusan Allah SWT.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/quallesqy/SPHjFpnfyxI/AAAAAAAADuU/t5MuSmHZT1M/s1600-h/1788AlIsra5.jpg"&gt;&lt;img alt="17-88 (Al-Isra)" src="http://lh3.ggpht.com/quallesqy/SPHjH6iOtRI/AAAAAAAADuY/-R6JNpeGHjI/1788AlIsra_thumb3.jpg?imgmax=800" width="406" height="72" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Katakanlah: &amp;quot;Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengan dia, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain.&amp;quot;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;(Q.S. Al-Isra' [17] : 88)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dari sini dapat dipahami bahwa kaum Quraisy dan bangsa Arab tidak dapat membuat satu ayat pun yang dapat menandingi Al-Qur'an. Dan karena Rasulullah SAW merupakan bagian dari kaum Quraisy dan bangsa Arab, maka pastinya Rasulullah SAW pun tidak akan mampu membuat satu surat pun yang dapat menandingi Al-Qur'an. Ini terbukti dengan banyaknya Hadist-hadist yang jauh sekali redaksinya dari Al-Qur'an. Dan kalau Muhammad SAW saja tidak mampu menandingi Al-Qur'an apalagi MGA.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Maka jelaslah bahwa Al-Qur'an adalah kalamullah (perkataan Allah) yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Al-Qur'an telah mampu mengadakan revolusi mental dan sosial serta mengubah dan menuntun pemikiran manusia selama empat belas abad. Ia juga telah merubah wajah sejarah manusia dan membangun suatu ummat yang lemah menjadi perkasa, menerangi mereka dari jalan yang sesat ke jalan yang lurus dan mempersatukan barisan yang tercerai berai. Dengan karunia Allah dan petunjuk Al-Qur'an, terwujudlah kesatuan ummat di bawah undang-undang yang menegakkan hukum dan keadilan di muka bumi ini. Ia juga menjadi penuntun bagi ummat dan menjadi misi universal sebagai puncak mahkota peradaban manusia.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;em&gt;Wallahu&lt;/em&gt; '&lt;em&gt;Alam bissawab.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/quallesqy/SPHjKaoRLtI/AAAAAAAADuc/OqxY9EoBVYM/s1600-h/Alhamdulillah3.jpg"&gt;&lt;img alt="Alhamdulillah" src="http://lh6.ggpht.com/quallesqy/SPHjL035coI/AAAAAAAADug/npT28VJrKn4/Alhamdulillah_thumb1.jpg?imgmax=800" width="179" height="38" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Refrensi:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;- Islam mulai akar ke daunnya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p&gt;Yusuf Wibisono, dkk&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-2250270244594772983?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/2250270244594772983/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=2250270244594772983' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/2250270244594772983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/2250270244594772983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/10/iman-kepada-kitabullah.html' title='Iman kepada Kitabullah'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/quallesqy/SPHis__SJxI/AAAAAAAADto/JqcO1KETiZY/s72-c/bismillah_thumb2.gif?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-77048088463379451</id><published>2008-10-06T21:01:00.001-07:00</published><updated>2008-10-06T21:13:31.474-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tokoh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oase'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Bapak Kucing Kecil</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.hudzaifah.org/Article275.phtml"&gt;http://www.hudzaifah.org/Article275.phtml&lt;/a&gt;    &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://Hudzaifah.org"&gt;Hudzaifah.org&lt;/a&gt; - Tokoh kita ini biasa berpuasa sunah tiga hari setiap awal bulan Qamariah (bulan Arab dalam penanggalan Hijri), mengisi malam harinya dengan membaca Al-Quran dan salat tahajud. Akrab dengan kemiskinan, dia sering mengikatkan batu ke perutnya, guna menahan lapar. Dalam sejarah ia dikenal paling banyak meriwayatkan hadis. Dialah Bapak Kucing Kecil (Abu Hurairah), begitu orang mengenalnya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Aku sudah dengar pergunjingan kalian. Kata kalian, Abu Hurairah terlalu banyak meriwayatkan hadis Nabi. Padahal, para sahabat muhajirin dan anshar sendiri tak ada yang meriwayatkan hadis Nabi sebanyak yang dituturkan Abu Hurairah. Ketahuilah, saudara-saudaraku dari kaum muhajirin disibukkan dengan perniagaan mereka di pasar. Sementara saudara-saudaraku dari anshar disibukkan dengan kegiatan pertanian mereka. Dan aku seorang papa, termasuk golongan kaum miskin shuffah (yang tinggal di pondokan masjid). Aku tinggal dekat Nabi untuk mengisi perutku. Aku hadir (di samping Nabi) ketika mereka tidak ada, dan aku selalu mengingat-ingat ketika mereka melupakan.&amp;quot;     &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Abu Hurairah adalah sahabat yang sangat dekat dengan Nabi. Ia dikenal sebagai salah seorang ahli shuffah, yaitu orang-orang papa yang tinggal di pondokan masjid (pondokan ini juga diperuntukkan buat para musafir yang kemalaman). Begitu dekatnya dengan Nabi, sehingga beliau selalu memanggil Abu Hurairah untuk mengumpulkan ahli shuffah, jika ada makanan yang hendak dibagikan.    &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Karena kedekatannya itu, Nabi pernah mempercayainya menjaga gudang penyimpan hasil zakat. Suatu malam seseorang mengendap-endap hendak mencuri, tertangkap basah oleh Abu Hurairah. Orang itu sudah hendak dibawa ke Rasulullah. &amp;quot;Ampun tuan, kasihani saya,&amp;quot; pencuri itu memelas. &amp;quot;Saya mencuri ini untuk menghidupi keluarga saya yangkelaparan.&amp;quot;    &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Abu Hurairah tersentuh hatinya, maka dilepasnya pencuri itu. &amp;quot;Baik, tapi jangan kamu ulangi perbuatanmu ini.&amp;quot; Esoknya hal ini dilaporkan kepada Nabi. Nabi tersenyum. &amp;quot;Lihat saja, nanti malam pasti ia kembali.&amp;quot; Benar pula, malam harinya pencuri itu datang lagi. &amp;quot;Nah, sekarang kamu tidak akan kulepas lagi.&amp;quot; Sekali lagi, orang itu memelas, hingga Abu Hurairah tersentuh hatinya. Tapi, ketika hal itu dilaporkan kepada Nabi, kembali beliau mengatakan hal yang sama. &amp;quot;Lihat saja, orang itu akan kembali nanti malam.&amp;quot; Ternyata pencuri sialan itu benar-benar kembali. &amp;quot;Apa pun yang kamu katakan, jangan harap kamu bisa bebas. Sudah dua kali kulepas, kamu tak kapok-kapok juga.&amp;quot; Eh, pencuri itu malah menggurui. &amp;quot;Abu Hurairah, sebelum kamu tidur, bacalah ayat kursi agar setan tidak menyatroni kamu.&amp;quot; Merasa mendapat pelajaran berharga, Abu Hurairah terharu. Ah, ternyata orang baik-baik, pikirnya. &amp;quot;Apa yang dikatakan orang itu memang benar,&amp;quot; sabda Nabi ketika dilapori pagi harinya. &amp;quot;Tapi orang itu bukan orang baik-baik. Dia adalah setan. Dia katakan itu supaya dia kamu bebaskan.&amp;quot;    &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;MENGIKATKAN BATU KE PERUT     &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Abu Hurairah adalah salah seorang tokoh kaum fakir miskin. Abu Hurairah sering lapar ketimbang kenyang. Ia sosok yang teguh berpegang pada sunah Nabi. Ia kerap menasihati orang agar jangan larut dengan kehidupan dunia dan hawa nafsu. Ia tak membedakan antara kaum kaya dan kaum miskin, petinggi negeri atau rakyat jelata dalam menyampaikan kebenaran. Ia pun selalu bersyukur kepada Allah dalam keadaan susah dan senang.    &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Orang yang nama lengkapnya Abdur Rahman (versi lain: Abdu Syams) ibn Shakhr Ad-Dausi ini adalah sosok humoris. Banyak anekdot yang berasal darinya. Ia pun suka menghibur anak-anak kecil. Ia pecinta kucing kecil. Ke mana-mana dibawanya binatang ini, sehingga julukan Abu Hurairah (bapak kucing kecil) pun melekat padanya. Dibanding Nabi, umurnya lebih muda sekitar 30 tahun. Dia lahir di Daus, sebuah desa miskin di padang pasir Yaman. Hidup di tengah kabilah Azad, ia sudah yatim sejak kecil, yang membantu ibunya menjadi penggembala kambing.    &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dia masuk Islam tak lama setelah pindah ke Madinah pada tahun ketujuh hijriah, bersamaan dengan rencana keberangkatan Nabi ke Perang Khaibar. Tapi ibundanya belum mau masuk Islam. Malah sang ibu pernah menghina Nabi. Ini membuatnya sedih. Untuk itu, ia memohon Nabi berdoa agar ibunya masuk Islam. Kemudian Abu Hurairah kembali menemui ibunya, mengajaknya masuk Islam. Ternyata sang ibu telah berubah, bersedia mengucapkan dua kalimat syahadat.    &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;BURUH KASAR&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Akan halnya kepindahannya ke Madinah adalah untuk mengadu nasib. Di sana ia bekerja serabutan, menjadi buruh kasar bagi siapa pun yang membutuhkan tenaganya. Acap kali dia harus mengikatkan batu ke perutnya, guna menahan lapar yang amat sangat. Menurut shahibul hikayat, ia pernah kedapatan berbaring di dekat mimbar masjid. Gara-gara perbuatan aneh itu, orang mengiranya agak kurang waras. Mendengar kasak-kusuk di kalangan sahabat ini, Nabi segera menemui Abu Hurairah. Abu Hurairah bilang, ia tidak gila, hanya ia lapar. Nabi pun segera memberinya makanan. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;Suatu kali, dengan masih mengikatkan batu ke perutnya, dia duduk di pinggir jalan, tempat orang biasanya berlalu lalang. Dilihatnya Abu Bakar melintas. Lalu dia minta dibacakan satu ayat Al-Quran. &amp;quot;Aku bertanya begitu supaya dia mengajakku ikut, memberiku pekerjaan,&amp;quot; tutur Abu Hurairah. Tapi Abu Bakar cuma membacakan ayat, lantas berlalu. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;Dilihatnya Umar ibn Khattab. &amp;quot;Tolong ajari aku ayat Al-Quran,&amp;quot; kata Abu Hurairah. Kembali ia harus menelan ludah kekecewaan karena Umar berbuat hal yang sama. Tak lama kemudian Nabi lewat. Nabi tersenyum. &amp;quot;Beliau tahu apa isi hati saya. Beliau bisa membaca raut muka saya secara tepat,&amp;quot; tutur Abu Hurairah. &amp;quot;Ya Abu Hurairah!&amp;quot; panggil Nabi. &amp;quot;Labbaik, ya Rasulullah!&amp;quot;&amp;quot;Ikutlah aku!&amp;quot; Beliau mengajak Abu Hurairah ke rumahnya. Di dalam rumah didapati sebaskom susu. &amp;quot;Dari mana susu ini?&amp;quot; tanya Rasulullah. Beliau diberi tahu bahwa seseorang telah memberikan susu itu. &amp;quot;Ya Abu Hurairah!&amp;quot;&amp;quot;Labbaik, Ya Rasulullah!&amp;quot; &amp;quot;Tolong panggilkan ahli shuffah,&amp;quot; kata Nabi. Susu tadi lalu dibagikan kepada ahli shuffah, termasuk Abu Hurairah. Sejak itulah, Abu Hurairah mengabdi kepada Rasulullah, bergabung dengan ahli shuffah di pondokan masjid. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;Sepulang dari Perang Khaibar, Nabi melakukan perluasan terhadap Masjid Nabawi, yaitu ke arah barat dengan menambah tiga pilar lagi. Abu Hurairah terlibat pula dalam renovasi ini. Ketika dilihatnya Nabi turut mengangkat batu, ia meminta agar beliau menyerahkan batu itu kepadanya. Nabi menolak seraya bersabda, &amp;quot;Tiada kehidupan sebenarnya, melainkan kehidupan akhirat.&amp;quot; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;Abu Hurairah sangat mencintai Nabi. Sampai-sampai dia memilih dipukul Nabi karena melakukan kekeliruan ketimbang mendapatkan makanan yang enak. &amp;quot;Karena Nabi menjanjikan akan memberi syafaat kepada orang yang pernah merasa disakitinya secara sengaja atau tidak,&amp;quot; katanya. Begitu cintanya kepada Rasulullah sehingga siapa pun yang dicintai Nabi, ia ikut mencintainya. Misalnya, ia suka mencium Hasan dan Husain, karena melihat Rasulullah mencium kedua cucunya itu.     &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ada cerita menarik menyangkut kehidupan Abu Hurairah dan masyarakat Islam zaman itu. Meski Abu Hurairah seorang papa, boleh dibilang tuna wisma, salah seorang majikannya yang lumayan kaya menikahkan putrinya, Bisrah binti Gazwan, dengan lelaki itu. Ini menunjukkan betapa Islam telah mengubah persepsi orang dari membedakan kelas kepada persamaan. Abu Hurairah dipandang mulia karena kealiman dan kesalihannya. Perilaku islami telah memuliakannya, lebih dari kemuliaan pada masa jahiliah yang memandang kebangsawanan dan kekayaan sebagai ukuran kemuliaan.    &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Sejak menikah, Abu Hurairah membagi malamnya atas tiga bagian: untuk membaca Al-Quran, untuk tidur dan keluarga, dan untuk mengulang-ulang hadis. Ia dan keluarganya meskipun kemudian menjadi orang berada tetap hidup sederhana. Ia suka bersedekah, menjamu tamu, bahkan menyedekahkan rumahnya di Madinah untuk pembantu-pembantunya. Tugas penting pernah diembannya dari Rasulullah. Yaitu ketika ia bersama Al-Ala ibn Abdillah Al-Hadrami diutus berdakwah ke Bahrain. Belakangan, ia juga bersama Quddamah diutus menarik jizyah (pajak) ke Bahrain, sambil membawa surat ke Amir Al-Munzir ibn Sawa At-Tamimi.    &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;MENOLAK JABATAN     &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mungkin karena itu, ketika Umar menjadi amirul mukminin, Abu Hurairah diangkat menjadi gubernur Bahrain. Tapi pada 23 Hijri Umar memecatnya gara-gara sang gubernur kedapatan menyimpan banyak uang (menurut satu versi, sampai 10.000 dinar). Dalam proses pengusutan, ia mengemukakan upaya pembuktian terbalik, bahwa harta itu diperolehnya dari beternak kuda dan pemberian orang. Khalifah menerima penjelasan itu dan memaafkannya. Lalu ia diminta menduduki jabatan gubernur lagi, tapi ia menolak. Penolakan itu diiringi lima alasan.    &lt;br /&gt;1. aku takut berkata tanpa pengetahuan     &lt;br /&gt;2. aku takut memutuskan perkara bertentangan dengan hukum (agama)     &lt;br /&gt;3. aku ogah dicambuk     &lt;br /&gt;4. aku tak mau harta benda hasil jerih payahku disita     &lt;br /&gt;5. dan aku takut nama baikku tercemar, kilahnya. Ia memilih tinggal di Madinah, menjadi warga biasa yang memperlihatkan kesetiaan kepada Umar, dan para pemimpin sesudahnya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;Tatkala kediaman Amirul Mukminin Ustman ibn Affan dikepung pemberontak, dalam peristiwa yang dikenal sebagai al-fitnatul kubra (bencana besar), Abu Hurairah bersama 700 orang Muhajirin dan Anshar tampil mengawal rumah tersebut. Meski dalam posisi siap tempur, Khalifah melarang pengikut setianya itu memerangi kaum pemberontak. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;Pada masa Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib, Abu Hurairah ditawari menjadi gubernur di Madinah. Ia menolak. Ketika terjadi pertemuan antara Khalifah Ali dan lawannya, Muawiyah ibn Abi Sufyan, ia bersikap netral dan menghindari fitnah. Sampai kemudian Muawiyah berkuasa, Abu Hurairah bersedia menjadi gubernur di Madinah. Tapi versi lain mengatakan, Marwan ibn Hakamlah yang menunjuk Abu Hurairah sebagai pembantunya di kantor gebernuran Madinah. Di Kota Penuh Cahaya (Al-Madinatul Munawwarah) ini pula ia mengembuskan nafas terakhir pada 57 atau 58 H (676-678 M.) dalam usia 78 tahun. Meninggalkan warisan yang sangat berharga, yakni hadis-hadis Nabi, bak butiran-butiran ratna mutu manikam, yang jumlahnya 5.374 hadis.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-77048088463379451?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/77048088463379451/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=77048088463379451' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/77048088463379451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/77048088463379451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/10/bapak-kucing-kecil.html' title='Bapak Kucing Kecil'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-8285092226837740065</id><published>2008-10-06T20:11:00.000-07:00</published><updated>2008-10-06T20:19:12.135-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Oase'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ketawa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Sahabat'/><title type='text'>Ali dan sedekah setengah delima</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Diambil dari: &lt;a href="http://sigitwahyu.net/kisah-sahabat/imam-ali-dan-sedekah-setengah-buah-delima/"&gt;http://sigitwahyu.net/kisah-sahabat/imam-ali-dan-sedekah-setengah-buah-delima/&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dikisahkan oleh ka'ab bin Akhbar. Ketika Fathimah, Putri Rasulullah saw, sekaligus istri Ali bin Abi Thalib r.a sakit, ia ditanya oleh suaminya, " wahai Fathimah, engkau ingin buah apa?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Aku ingin buah delima". Jawabnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ali r.a terdiam sejenak, sebab ia merasa tidak memiliki uagn sepeserpun.  Namun, ia segera berangkat, berusaha mencari pinjaman uang satu dirham.  Setelah mendapatkan pinjaman, ia pergi kepasar untuk membeli buah delima dan segera kembali pulang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ditengah perjalanan menuju rumahnya, ia melihat seseorang yang tergeletak sakit dipinggir jalan, maka Ali pun berhenti dan menghampirinya. "Hai orang tua, apa yang diinginkan hatimu?" tanya Ali.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"wahai Ali, sudah lima hari aku tergeletak sakit ditempat ini, banyak orang yang berlalu lalang, namun tak ada satu pun dari mereka yang mau peduli kepada ku, padahali hatiku ingin sekali makan buah delima." Jawab orang sakit tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Mendengar jawabannya, Ali pun terdiam sebentar, sambil berkata dalam hati, "Buah delima yang hanya sebiji ini, sengaja aku beli untuk istriku, kalau aku berikan kepada orang ini, pasti Fathimah akan sedih sekali, Namun jika tidak aku berikan berarti aku tidak menepati firman Allah, *"Terhadap sipengemis, Engkau janganlah menghardiknya." *(QS. Al-Dhuha : 10). Juga&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;sabda Nabi saw, " janganlah sekali-kali kamu menolak pengemis, sekalipun diatas kendaraan".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kemudian Ali membelah buah delima itu menjadi dua bagian, setengahnya lagi untuk fathimah. Sesampai dirumah ia menceritakan peristiwa itu kepada istrinya, dan Fathimah merangkulnya serta mendekapnya seraya berkata kepada suaminya, " Kenapa kamu sedih, demi Allah yang maha Perkasa dan Maha Agung, ketika engkau memberikan buah delima kepada orang tua itu, maka puaslah hatiku dan lenyaplah keinginanku pada buah delima itu." Dengan wajah yang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;cerah Ali merasa sangat gembira dengan penuturan istrinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tidak lama kemudian datanglah seorang tamu yang mengetuk pintu, lalu Ali berkata, "Siapakah tuan?""Aku Salman Al Farisi," Jawab orang yang menetuk pintu itu. Setelah pintu dibuka, Ali melihat Salman membawa sebuah nampan tertutup, dan diletakkkan didepan Ali, lalu Ail bertanya," Dari manakah nampan ini wahai Salman ?".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Dari Allah swt untukmu melalui perantaraan Rasulullah saw." Jawabnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Setelah penutup nampan tersebut dibuka, terlihat didalamnya Sembilan biji deilma, tetapi Ali langsung memprotes, Katanya, " Hai Salman, jika ini memang untukku, Pasti jumlahnya sepuluh." Lalu ia membacakan firman Allah swt, *"Barang siapa berbuat satu amal kebaikan, maka pasti baginya sepulu kali lipat amalnya (Balasannya)."* (QS.Al-An'am ; 160 )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Salman pun langsung tertawa, sambil mengembalikan sebuah delima yang masih ditangannya, seraya berkata, "Wahai Ali, demi Allah, sandiwaraku ini hanya sekadar menguji sejauh mana keyakinanmu terhadap firman Allah yang Engkau bacakan tadi."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sumber ; Durratun Nasikhin fi al-Wa'dzi wa al-Irsyad, Syekh Usman al-Khaubari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-8285092226837740065?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/8285092226837740065/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=8285092226837740065' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/8285092226837740065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/8285092226837740065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/10/ali-dan-sedekah-setengah-delima.html' title='Ali dan sedekah setengah delima'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-5677294963234392610</id><published>2008-10-05T21:39:00.000-07:00</published><updated>2008-10-05T22:21:45.393-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Video'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Media: Metro TV'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Organisasi: Paramadina'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Organisasi: Hizbut Tahrir Indonesia'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Organisasi: Jamaah Insan Liberal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khilafah'/><title type='text'>Konsep Khilafah dalam Islam</title><content type='html'>&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/FxUsQDGy4Go&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/FxUsQDGy4Go&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/ANeWU5wX5-c&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/ANeWU5wX5-c&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/kiQ9ohAgscg&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/kiQ9ohAgscg&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/LgBmah7q1KI&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/LgBmah7q1KI&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/TrMT1eHNDrQ&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/TrMT1eHNDrQ&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/zVCb64ZISK8&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/zVCb64ZISK8&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/cPmmo4xF8_0&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/cPmmo4xF8_0&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/cme_8JNvNQE&amp;hl=en&amp;fs=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/cme_8JNvNQE&amp;hl=en&amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-5677294963234392610?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/5677294963234392610/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=5677294963234392610' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/5677294963234392610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/5677294963234392610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/10/konsep-khilafah-dalam-islam.html' title='Konsep Khilafah dalam Islam'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-8801109471669248882</id><published>2008-09-14T01:01:00.001-07:00</published><updated>2008-10-05T19:04:31.196-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Fiqh'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hudud'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jinayat'/><title type='text'>Hukum Mencuri</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Bismillahir Rohmanir Rohiim,&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/quallesqy/SMzDMcnci6I/AAAAAAAADsg/qCIbF7g7Xys/Shalawat%2001%5B4%5D.jpg"&gt;&lt;img alt="Shalawat 01" src="http://lh5.ggpht.com/quallesqy/SMzDly0FKoI/AAAAAAAADsk/2DrT3W9nRuY/Shalawat%2001_thumb%5B2%5D.jpg" width="410" height="84" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Artinya: &amp;quot;Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakan oleh-Mu akan Muhammad, Nabi yang tidak pandai menulis dan membaca. Dan muliakan pulalah kiranya akan isterinya, ibu segala orang yang mukmin, akan keturunannya dan segala ahli rumahnya, sebagaimana engkau telah memuliakan Ibrahim dan keluarga Ibrahim diserata alam. Bahwasanya Engkau, wahai Tuhanku, sangat terpuzi dan sangat mulia.&amp;quot; (HR. Muslim dan Ab&amp;#251; D&amp;#226;ud dari Ab&amp;#251; Hurairah).&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/quallesqy/SMzDyce2q5I/AAAAAAAADso/wkjHxMMxZdY/02-178%20%28Al-Baqarah%29%5B4%5D.jpg"&gt;&lt;img alt="02-178 (Al-Baqarah)" src="http://lh5.ggpht.com/quallesqy/SMzEOFJIZCI/AAAAAAAADsw/_w87_ZRvZHA/02-178%20%28Al-Baqarah%29_thumb%5B2%5D.jpg" width="408" height="148" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema'afan dari saudaranya, hendaklah (yang mema'afkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma'af) membayar (diat) kepada yang memberi ma'af dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;(Q.S. Al-Baqarah [2] : 178)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Tergelitik oleh berita-berita korupsi yang tengah santer di televisi kita saat ini, saya teringat kembali masa SMP saya ketika mempelajari Fiqh Islam yang akhirnya gak pernah kelar sampai sekarang.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kebetulan kitab yang digunakan adalah FIQH ISLAM karangan H. SULAIMAN RASJID.&amp;#160; Salah satu bahasannya adalah KITAB HUDUD (HUKUMAN) yang juga membahas hukum mencuri.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mencuri adalah mengambil harta orang lain dengan jalan diam-diam diambil dari tempat penyimpanannya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Mencuri adalah sebagian dari dosa besar. Orang yang mencuri wajib dihukum, yaitu dipotong tangannya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/quallesqy/SMzEo2k84uI/AAAAAAAADs0/YS4Wu0DfrGI/05-38%20%28Al-Maidah%29%5B7%5D.jpg"&gt;&lt;img alt="05-38 (Al-Maidah)" align="right" src="http://lh3.ggpht.com/quallesqy/SMzE5MQaiYI/AAAAAAAADs4/msGyGA2jyfU/05-38%20%28Al-Maidah%29_thumb%5B5%5D.jpg" width="368" height="74" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;(Q.S. Almaidah (5) : 38)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Apabila ia mencuri untuk yang pertama kalinya, maka dipotong tangannya yang kanan pada bagian pergelangan telapak tangan. Bila mencuri untuk yang kedua kalinya, dipotong kaki kirinya dari tuas tumit. Mencuri untuk yang ketiga kalinya dipotong tangannya yang kiri dan yang keempat dipotong kakinya yang kanan. Kalau dia masih juga mencuri, dipenjarakan sampai ia tobat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Syarat hukum mencuri :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Pencuri tersebut sudah baligh, berakal dan melakukan pencurian itu dengan kehendaknya.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Barang yang dicuri itu sedikitnya sampai 1/4 dinar.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Barang itu bukan kepunyaan si pencuri dan tidak ada jalan yang menyatakan bahwa ia berhak atas barang-barang itu.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ol&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Oleh karenanya, orang yang mencuri harta bapaknya, atau salah seorang suami istri saling mencuri, orang miskin mencuri dari baitul maal tidak dipotong tangannya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Apabila telah nyata ia mencuri dengan ada saksi atau mengaku sendiri, selain tangannya wajib dipotong, ia pun wajib mengembalikan harta yang dicurinya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dalil-dalil lainnya :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Dari Ibnu Umar r.a berkata, &amp;#8220;&lt;em&gt;Beliau (Rasulullah) memotong tangan pencuri karena mencuri perisai (baju besi) seharga 3 dirham&lt;/em&gt;&amp;#8221; (Al Bukhari dalam Al Hudud no.6796 dan Muslim dalam Al Hudud no.1686/6)&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Dari Aisyah r.a, Nabi bersabda, &amp;#8220;&lt;em&gt;Tangan harus dipotong karena mencuri &amp;#188; dinar atau lebih&lt;/em&gt;&amp;#8221; (redaksi Al Bukhari dalam Al Hudud no.6789)&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Redaksi Muslim dalam Al Hudud no.1684/2, &amp;#8220;&lt;em&gt;Tangan pencuri tidak dipotong melainkan karena mencuri &amp;#188; dinar atau lebih&lt;/em&gt;.&amp;#8221;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Nabi bersabda, &amp;#8220;&lt;em&gt;Potonglah karena mencuri &amp;#188; dinar, dan jangan potong karena mencuri kurang dari itu&lt;/em&gt;.&amp;#8221; (Al Bukhari dalam Al Hudud no.6791)&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Dari Rafi&amp;#8217; bin Khudaij menuturkan, &amp;#8220;Aku mendengar Rasulullah bersabda: &lt;em&gt;tidak ada hukum potong karena mengambil buah-buahan, begitu pula tandan kurma&lt;/em&gt;.&amp;#8221; (HR. Ahlus Sunan, Abu Dawud dalam Al Hudud no.4388, dan At Tirmidzi dalam Al Hudud 1449).&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Dari Amr bin Syu&amp;#8217;aib dari ayahnya, dari kakeknya, ia menuturkan, &amp;#8220;Aku mendengar dari Muzainah bertanya pada Rasulullah. Katanya, &amp;#8220;Wahai Rasulullah, aku datang kepadamu untuk bertanya tentang unta yang tersesat. Beliau menjawab: &lt;em&gt;unta itu membawa sepatunya dan membawa tempat minumnya, ia memakan dedaunan dan meminum air. Biarkanlah ia (jangan diambil) sampai orang yang mencarinya mendapatkannya&lt;/em&gt;. Ia bertanya: Bagaimana dengan kambing-kambing yang tersesat? Beliau menjawab: &lt;em&gt;Untukmu, untuk saudaramu, atau untuk serigala. Kumpulkan kambing-kambing itu sehingga orang yang mencarinya datang. &lt;/em&gt;Ia bertanya: Lalu bagaimana dengan hewan yang diambil dari tempat gembalaannya? Beliau menjawab: &lt;em&gt;Ia harus membayarnya dua kali lipat dan dihukum cambuk. Sedangkan apa yang diambil dari tempat derum unta, maka ia harus dipotong. Apabila yang diambil mencapai harga perisai (1/4 dinar).&lt;/em&gt; Ia bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana hukum buah-buahan dan apa yang diambil dari tangkainya? Beliau menjawab: &lt;em&gt;Barangsiapa yang mengambil darinya dengan mulutnya dan tidak mengantonginya, maka tidak ada hukuman atasnya. Dan barangsiapa yang membawanya, maka ia harus membayarnya dua kali dan dihukum cambuk. Apa yang diambil dari penjemurannya (tempat pengeringan biji kurma dan gandum), maka ia dipotong apabila yang diambil mencapai harga perisai. Bila tidak mencapai harga perisai, maka ia membayar denda dua kali lipat dan beberapa kali cambukan.&amp;#8221;&lt;/em&gt; (HR. Ahlus Sunan, tetapi ini redaksi An-Nasa&amp;#8217;I, Abu dawud dalam Al Hudud no.4390; dan an-Nasa&amp;#8217;i dalam Qath&amp;#8217; as-Sariq no. 4959.)&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Adanya kepastian hukum&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Landasan hukum yang pasti yang bersumber dari Al-Qur'an dan Al-Hadist yang dalam pelaksanaannya merupakan bagian dari ibadah kita kepada Allah SWT. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hukumnya juga lengkap, seperti yang dijabarkan diatas, dari bagaimana kondisi barang yang dicuri, berapa besarannya, kepemilikannya, hingga kondisi si pencuri.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ini menunjukkan adanya kepastian dalam hukum yang akhirnya membuat masyarakat sadar hukum.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Preventif&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Cukup dengan membaca Hukuman Mencuri saja, saya rasa baik saya ataupun anda enggan dan tidak akan berencana mencuri, kecuali kalau anda ingin kehilangan sebagian anggota tubuh anda, &lt;em&gt;Naudzubillahmindzalik&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Efek Jera&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Salah satu tujuan diterapkannya sanksi bagi pelaku kejahatan adalah agar pelaku tidak mengulangi perbuatannya lagi. Dan pastinya, seseorang yang sudah terkena sanksi potong tangan pastinya sudah jera, kalo tidak jera juga, ya namanya emang keterlaluan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Up To Date&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Up To Date &lt;/strong&gt;atau mengikuti perkembangan zaman. Rasa keadilan itu sebetulnya tidak bergantung pada zamannya, tetapi pada hawa nafsu manusianya. Maka hukum yang adil seharusnya terlepas dari hawa nafsu manusia, dan applicable pada setiap zaman.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ajaibnya, memang Up To Date kok, tidak percaya? Kondisi ekonomi suatu bangsa / negara dari waktu ke waktu tentunya mengalami masa pasang-surut, makanya tolak ukurnya menggunakan emas, bukan mata uang tertentu, karena harga emas di dunia pasti stabil.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Misalkan perekonomian sedang kacau karena Supreme Mortage, &lt;strong&gt;misalnya&lt;/strong&gt;, maka pada saat itu harga emas tentunya akan sangat tinggi, maka jumlah barang yang dicuri yang bisa terkena hukum potong tangan tentu juga lumayan tinggi sesuai dengan meningkatnya harga barang kebutuhan pokok. Begitu pula sebaliknya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Persamaan di depan hukum&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hukum Islam berlaku bagi semua muslim, baik laki-laki, wanita, tua ataupun muda, rakyat jelata, pejabat, bahkan seorang khalifah sekalipun.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seorang wanita di jaman Rasulullah Saw sesudah fathu Mekah telah mencuri. Lalu Rasulullah memerintahkan agar tangan wanita itu dipotong. Usamah bin Zaid menemui Rasulullah untuk meminta keringanan hukuman bagi wanita tersebut. Mendengar penuturan Usamah, wajah Rasulullah langsung berubah. Beliau lalu bersabda : &amp;quot;Apakah kamu akan minta pertolongan (mensyafa'ati) untuk melanggar hukum-hukum Allah Azza Wajalla?&amp;quot; Usamah lalu menjawab, &amp;quot;Mohonkan ampunan Allah untukku, ya Rasulullah.&amp;quot; Pada sore harinya Nabi Saw berkhotbah setelah terlebih dulu memuji dan bersyukur kepada Allah. Inilah sabdanya : &amp;quot;Amma ba'du. Orang-orang sebelum kamu telah binasa disebabkan bila seorang bangsawan mencuri dibiarkan (tanpa hukuman), tetapi jika yang mencuri seorang awam (lemah) maka dia ditindak dengan hukuman. Demi yang jiwaku dalam genggamanNya. Apabila Fatimah binti Muhammad mencuri maka aku pun akan memotong tangannya.&amp;quot; Setelah bersabda begitu beliau pun kembali menyuruh memotong tangan wanita yang mencuri itu. (HR. Bukhari)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dari sini terlihat jelas adanya persamaan di depan hukum (&lt;em&gt;&lt;strong&gt;equality before the law&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;) tanpa memandang status dan kedudukan. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Maka, tidak akan ada lagi orang yang mencuri ayam untuk makan anak dan istrinya, atau ibu mencuri susu bayi demi anaknya, mati dihakimi oleh masa. Sedangkan pejabat negara korupsi milyaran rupiah yang pastinya bukan demi memenuhi kebutuhan pokoknya, hanya dipenjara 14 tahun &lt;strong&gt;plus&lt;/strong&gt; masa tahanan dikurangi masa pengadilan &lt;strong&gt;plus&lt;/strong&gt; keringanan hukuman karena berprilaku baik di penjara &lt;strong&gt;plus &lt;/strong&gt;remisi dari presiden pas 17 agustusan &lt;strong&gt;tiap tahun&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kejam?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah kita memahami hukum mencuri diatas, membaca dalil-dalil naqlinya, masihkah kita berkata bahwa hukum Islam itu kejam? &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalil naqli yang mewajibkan qisas adalah surat Al-Baqarah ayat 178, 5 ayat lebih dahulu ketimbang kewajiban berpuasa (Al-Baqarah ayat 183), atau kalau anda perhatikan baik-baik, maka kedua ayat ini saling bersebelahan dalam Al-Quran. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kenapa 1/4 dinar? Karena Rasulullah pernah memberikan sedekah kepada seorang papa, untuk makannya dan keluarganya. Artinya takaran 1/4 dinar adalah takaran yang cukup untuk memberi makan satu keluarga.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jadi sudah jelas bahwa Islam itu tidak kejam. Maka jangan percaya jika ada berita tentang pelaksanaan hukum potong tangan terhadap anak kecil yang mencuri sepotong roti, karena dapat dipastikan bahwa anak tersebut belum baligh dan sepotong roti tidaklah sampai dengan 1/4 dinar, apalagi jika tangannya bukan dipotong, tetapi dilindas mobil, maka sudah pasti ini bukanlah hukum Islam yang berasal dari Allah SWT dan dipraktekan oleh Rasulullah SAW, meskipun orang yang melakukannya adalah orang muslim.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dan perhatikan bahwa Rasulullah tidak menetapkan hukum Jinayah kecuali setelah beliau Hijrah ke Madinah dan mengadakan perjanjian dalam Piagam Madinah yang merupakan cikal bakal Daulah Islamiyah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam Daulah Islamiyah : &lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kebutuhan primer (sandang, pangan dan papan) disediakan oleh negara.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pendidikan gratis&lt;/strong&gt;, bahkan menjadi wajib sehingga setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi ahli sesuatu&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kesehatan gratis&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Lapangan kerja wajib disediakan oleh negara&lt;/strong&gt;, warga wajib untuk kerja sesuai bidang keahliannya.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Bila pendapatan tidak cukup atau tidak dapat bekerja karena sakit tak tersembuhkan, maka ahli waris wajib menafkahinya.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Bila ahli warisnya tidak menafkahi maka negara berhak dan berkewajiban memaksanya, bahkan memberinya sanksi&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Bila ahli warisnya tidak mampu, negara wajib menjamin kebutuhan pokoknya&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Andai kas negara lagi kosong, maka negara memobilisasi kemampuan kaum muslim untuk membantunya&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Dalam Islam pajak tidak ada secara permanen, yang ada hanya zakat, itu pun untuk yang &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;telah mencapai&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; nisab&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt;    &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;Bila sedang musim paceklik, pencuri tidak dipotong tangan.&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;Andai saja dalam kondisi syariat Islam ditegakkan seperti ini, lalu ada seseorang tetap saja mencuri lebih dari &amp;#188; dinar (1 dinar=4,25 gram emas), maka mencuri dalam realitas demikian memang &lt;em&gt;&lt;strong&gt;&amp;quot;keterlaluan&amp;quot;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. &lt;/p&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Wallahu&lt;/em&gt; '&lt;em&gt;Alam bissawab&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Alhamdulillahirrobil 'Allamiin.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Refrensi:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;- &lt;strong&gt;FIQH ISLAM&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p&gt;H.SULAIMAN RASJID&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;- Wikisource&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p&gt;&lt;a title="http://wikisource.org/wiki/Piagam_Madinah" href="http://wikisource.org/wiki/Piagam_Madinah"&gt;http://wikisource.org/wiki/Piagam_Madinah&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;- Hizbut Tahrir Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p&gt;&lt;a title="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/09/02/menjawab-opini-negatif-terhadap-syariat-islam/" href="http://hizbut-tahrir.or.id/2008/09/02/menjawab-opini-negatif-terhadap-syariat-islam/"&gt;http://hizbut-tahrir.or.id/2008/09/02/menjawab-opini-negatif-terhadap-syariat-islam/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;- How To . . .&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p&gt;&lt;a title="http://yudhabs.wordpress.com/2006/10/21/maling/" href="http://yudhabs.wordpress.com/2006/10/21/maling/"&gt;http://yudhabs.wordpress.com/2006/10/21/maling/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;p&gt;- Kebobrokan Hukum dan Peradilan Sekuler&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p&gt;Al-Wa'ie, No. 71 Tahun VI, hal 9&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-8801109471669248882?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/8801109471669248882/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=8801109471669248882' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/8801109471669248882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/8801109471669248882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/09/hukum-mencuri.html' title='Hukum Mencuri'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh5.ggpht.com/quallesqy/SMzDly0FKoI/AAAAAAAADsk/2DrT3W9nRuY/s72-c/Shalawat%2001_thumb%5B2%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-9044513040008739023</id><published>2008-09-13T09:16:00.001-07:00</published><updated>2008-09-13T09:16:17.042-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Iman kepada Malaikat</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Bismillahir Rohmanir Rohiim,&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/quallesqy/SMvnLlOHomI/AAAAAAAADsY/olhm6P18PUA/02-34%20%28Al-Baqarah%29%5B13%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border-right: 0px; border-top: 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="45" alt="02-34 (Al-Baqarah)" src="http://lh4.ggpht.com/quallesqy/SMvnTvn6g5I/AAAAAAAADsc/WOflHy_m-v8/02-34%20%28Al-Baqarah%29_thumb%5B11%5D.jpg" width="240" align="right" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: &amp;quot;Sujudlah&lt;sup&gt;[36]&lt;/sup&gt; kamu kepada Adam,&amp;quot; maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt; (Q.S. Al-Baqarah (2) : 34)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Iman kepada malaikat didasari pada dalil Naqli karena akal tidak pernah mampu menjangkau eksistensi/keberadaan malaikat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hal tersebut dijelaskan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa malaikat diciptakan dari cahaya (nur) tanpa menerangkan karakteristik (bentuk) cahaya (nur) tersebut. Oleh karena itu zat malaikat yang sebenarnya tidak mungkin dapat dijangkau akal, karena ia berada di luar jangkauan panca indra dan akal manusia.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Tingkatan, tugas dan wewenang diantara Malaikat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Malaikat Jibril&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Adalah malaikat yang diberikan amanat untuk menyampaikan wahyu, turun membawa petunjuk kepada Rasul agar disampaikan kepada umat. Allah Ta&amp;#8217;ala berfirman,&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&amp;#8220;Dan sungguh dia (Muhammad) telah melihatnya (Jibril) di ufuk yang terang&amp;#8221; (QS. At Takwiir : 23)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Rasulullah ShallallaHu &amp;#8216;alaiHi wa sallam bersabda,&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&amp;#8220;Aku melihatnya (Jibril) turun dari langit, tubuhnya yang besar menutupi antara langit sampai bumi&amp;#8221; (HR. Muslim no. 177, dari &amp;#8216;Aisyah radhiyallaHu &amp;#8216;anHa)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Abdullah bin Mas&amp;#8217;ud radhiyallaHu &amp;#8216;anHu menjelaskan bahwa Nabi Muhammad ShallallaHu &amp;#8216;alaiHi wa sallam melihat jibril memiliki enam ratus sayap (HR. al Bukhari no. 4857)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Malaikat Mikail&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dialah yang diserahi tugas mengatur hujan dan tumbuh-tumbuhan dimana semua rizki di dunia ini berkaitan erat dengan keduanya. Terdapat penyebutan Jibril dan Mika-il secara bersamaan dalam satu ayat, Allah Ta&amp;#8217;ala berfirman,&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&amp;#8220;Barangsiapa menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mika-il, maka sesungguhnya Allah musuh bagi orang-orang kafir&amp;#8221; (QS. Al Baqarah : 98)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Malaikat Israfil&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Dia diserahi tugas meniup sangkakala atas perintah Rabb-nya dengan dua kali tiupan. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Malaikat Malik&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dia adalah penjaga neraka. Allah Ta&amp;#8217;ala berfirman,&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&amp;#8220;Mereka berseru, &amp;#8216;Hai Malik, biarlah Rabb-mu membunuh kami saja&amp;#8217;. Dia menjawab, &amp;#8216;Kamu akan tetap tinggal (di Neraka ini)&amp;#8217;. Sesungguhnya Kami telah membawa kebenaran kepada kamu tetapi kebanyakan diantara kamu benci kepada kebenaran itu&amp;#8221; (QS. Az Zukruf : 77-78)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Malaikat Ridhwan&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dia adalah penjaga Surga. Ada sebagian hadits yang dengan jelas menyebutkan dirinya (al Bidaayah wan Nihaayah I/45)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Malaikat Munkar dan Nakir&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Terdapat penyebutan dengan mereka di dalam hadits Abu Hurairah radhiyallaHu &amp;#8216;anHu, Rasulullah ShallallaHu &amp;#8216;alaiHi wa sallam bersabda,&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#8220;Tatkala orang yang mati telah dikubur, datanglah kepadanya dua malaikat yang hitam kebiruan, salah satu diantara keduanya dinamakan Munkar dan yang lainnya dinamakan Nakir&amp;#8221; (HR. at Tirmidzi, dihasankan oleh Syaikh al Albani dalam Shahiih Sunan at Tirmidzi no. 856)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Malaikat Harut dan Marut&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Keduanya termasuk malaikat yang namanya tertulis di dalam al Qur&amp;#8217;an. Allah Ta&amp;#8217;ala berfirman,&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&amp;#8220;Padahal Sulaiman tidak kafir (mengerjakan sihir), hanya syaithan-syaithan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat di negeri Babil, yaitu Harut dan Marut&amp;#8221; (QS. Al Baqarah : 102)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Malaikat Ar Ra'd&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Malaikat ini bertugas mengatur awan. Ibnu Abbas radhiyallaHu &amp;#8216;anHu berkata,&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#8220;Orang-orang Yahudi datang menemui Nabi, lalu mereka bertanya, &amp;#8216;Wahai Abul Qasim, kami akan bertanya kepadamu tentang beberapa hal. Jika engkau menjawabnya maka kami akan mengikuti, mempercayai dan beriman kepadamu&amp;#8217;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Mereka bertanya, &amp;#8216;Beritahukan kepada kami tentang ar Ra&amp;#8217;d, apakah itu ?&amp;#8217;. Beliau menjawab, &amp;#8216;Salah satu malaikat yang diserahi tugas untuk mengatur awan&amp;#8217;&amp;#8221; (HR. an Nasai, dihasankan oleh Syaikh al Albani dalam ash Shahihah no. 1872)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Malaikat Izrail&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Katakanlah: &amp;quot;Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.&amp;quot;&amp;#160; (Q.S. As-Sajdah(32) : 11)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Penamaannya dengan malaikat maut tidak disebutkan dengan jelas di dalam al Qur&amp;#8217;an maupun hadits-hadits yang shahih. Adapun penamaan dirinya dengan &amp;#8216;Izrail terdapat di sebagian atsar. WallaHu a&amp;#8217;lam. (al Bidaayah wan Nihaayah I/42)&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;ul&gt;   &lt;li&gt;     &lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Malaikat Raqib-Atid&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;   &lt;/li&gt; &lt;/ul&gt;  &lt;p&gt;Sebagian ulama menjelaskan bahwa diantara malaikat ada yang benama Raqib dan &amp;#8216;Atid. Allah Ta&amp;#8217;ala berfirman,&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&amp;#8220;Maa yalfizhu min qaulin illaa ladayHi raqiibun &amp;#8216;atiidun&amp;#8221; yang artinya &amp;#8220;Tidak suatu ucapan pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir&amp;#8221; (QS. Qaaf : 18)     &lt;br /&gt;&lt;/em&gt;    &lt;br /&gt;Namun demikian pendapat ini tidak benar, wallaHu a&amp;#8217;lam. Keduanya hanya sifat bagi dua malaikat yang mencatat perbuatan hamba. Makna Raqib dan &amp;#8216;Atid ialah dua malaikat yang hadir, menyaksikan di dekat hamba, bukan dua nama dari dua malaikat (al Bidaayah wan Nihaayah I/35-49).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Iman kepada malaikat wajib diyakini karena penukilannya bersumber dari sesuatu yang secara akal sudah dipastikan kebenarannya, yakni Al-Quran dan As-Sunnah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dengan keimanan yang utuh terhadap malaikat, seorang Muslim akan berhati-hati dalam berbuat, karena ia yakin sang Malaikat akan senantiasa mencatat amal baik dan buruknya. Selain itu dia akan semakin berani dan optimis dalam menjalani kehidupan, khususnya dalam mengemban dakwah, karena ia yakin selalu &amp;quot;dikawal&amp;quot; oleh tentara Allah yang perkasa, yakni para Malaikat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Alhamdulillahirrobil 'Allamiin.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Refrensi:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;- Islam mulai akar ke daunnya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p&gt;Yusuf Wibisono, dkk&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;-&lt;font color="#000000"&gt;&amp;#160; &lt;/font&gt;&lt;a href="http://duwex.wordpress.com/2007/03/30/nama-nama-malaikat-dan-tugas-tugasnya/"&gt;&lt;font color="#000000"&gt;&lt;strong&gt;Nama-nama Malaikat dan Tugas-tugasnya&lt;/strong&gt;&lt;/font&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p&gt;&lt;a title="http://duwex.wordpress.com/2007/03/30/nama-nama-malaikat-dan-tugas-tugasnya/" href="http://duwex.wordpress.com/2007/03/30/nama-nama-malaikat-dan-tugas-tugasnya/"&gt;http://duwex.wordpress.com/2007/03/30/nama-nama-malaikat-dan-tugas-tugasnya/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-9044513040008739023?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/9044513040008739023/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=9044513040008739023' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/9044513040008739023'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/9044513040008739023'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/09/iman-kepada-malaikat.html' title='Iman kepada Malaikat'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh4.ggpht.com/quallesqy/SMvnTvn6g5I/AAAAAAAADsc/WOflHy_m-v8/s72-c/02-34%20%28Al-Baqarah%29_thumb%5B11%5D.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-9097082535695665321</id><published>2008-09-07T22:27:00.001-07:00</published><updated>2008-09-07T22:27:49.437-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>7 kebahagiaan dunia</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu hari ia ditanya oleh para Tabi'in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Pertama, &lt;strong&gt;Qalbun syakirun&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; atau hati yang selalu bersyukur    &lt;br /&gt;Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona'ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah.    &lt;br /&gt;Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW yaitu : &amp;quot;Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita&amp;quot;. Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Bila ia tetap &amp;quot;bandel&amp;quot; dengan terus bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur! &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Kedua, &lt;strong&gt;al azwaju shalihah&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, yaitu pasangan hidup yang sholeh    &lt;br /&gt;Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang istri yang sholeh. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Ketiga, &lt;strong&gt;al auladun abrar&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, yaitu anak yang soleh    &lt;br /&gt;Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu : &amp;quot;Kenapa pundakmu itu ?&amp;quot; Jawab anak muda itu : &amp;quot;Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya&amp;quot;. Lalu anak muda itu bertanya: &amp;quot; Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua ?&amp;quot;    &lt;br /&gt;Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: &amp;quot;Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu&amp;quot;. Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Keempat, &lt;strong&gt;albiatu sholihah&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita    &lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah.    &lt;br /&gt;Orang-orang sholeh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya. Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh.    &lt;br /&gt;Kelima, al malul halal, atau harta yang halal    &lt;br /&gt;Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya.    &lt;br /&gt;Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. &amp;quot;Kamu berdoa sudah bagus&amp;quot;, kata Nabi SAW, &amp;quot;Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan&amp;quot;. Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Keenam, &lt;strong&gt;tafakuh fi dien&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;, atau semangat untuk memahami agama    &lt;br /&gt;Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya.    &lt;br /&gt;Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;   &lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ketujuh, &lt;strong&gt;umur yang baroqah       &lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Disebutkan kalau umur yg baroqah itu umur yg semakin tua semakin sholeh yg setiap detiknya diisi dengan amalan ibadah. Kalau orang yang mengisi hidupnya dengan kebahagiaan dunia semata, maka kelak diusia lanjut ia akan banyak bernostalgia waktu masa mudanya dan cenderung kecewa pada usia lanjutnya karena berpikir masih banyak kebahagiaan dunia yang belum ia lakukan (post power syndrome). Sedangkan jika orang yg terbiasa mengisi hari dengan amalan ibadah maka kelak sewaktu ia lanjut usia, ia akan merasa senang karena merasa akan mendekati Allah dan ia akan memiliki banyak persiapan menuju akhiratnya.     &lt;br /&gt;Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah. Inilah semangat &amp;#8220;hidup&amp;#8221; orang-orang yang baroqah umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah.&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-9097082535695665321?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/9097082535695665321/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=9097082535695665321' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/9097082535695665321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/9097082535695665321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/09/7-kebahagiaan-dunia.html' title='7 kebahagiaan dunia'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-1175989084108446358</id><published>2008-08-31T11:21:00.001-07:00</published><updated>2008-08-31T11:23:20.156-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Uqdatul Kubro</title><content type='html'>&lt;p align="left"&gt;Bismillahir Rohmanir Rohiim,&lt;/p&gt;  &lt;p align="left"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&amp;#160;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/quallesqy/SLrfjmaCs_I/AAAAAAAADr0/e0EaHaFNjsQ/6162AlAnam24.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="64" alt="6-162 (Al-Anam)-2" src="http://lh3.ggpht.com/quallesqy/SLrfrSFb5hI/AAAAAAAADr4/lgSvepmDkT0/6162AlAnam2_thumb2.jpg" width="347" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/quallesqy/SLrfz5ky-YI/AAAAAAAADr8/4wg-VlFbPnU/6162AlAnam16.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="64" alt="6-162 (Al-Anam)" src="http://lh6.ggpht.com/quallesqy/SLrgEvPJIzI/AAAAAAAADsA/X2ND2OJa6KU/6162AlAnam_thumb10.jpg" width="150" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;(QS. Al-An'am (6) : 162)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Uqdatul Kubro secara bahasa artinya adalah simpul besar. Banyak juga diartikan sebagai simpul kehidupan yang sangat besar.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kenapa dikatakan sebagai simpul? Karena pada hakekatnya uqdatul qubro adalah 3 pertanyaan mendasar tentang kehidupan yang pasti dialami dan dijawab oleh setiap manusia, baik secara sadar maupun tidak. Dan munculnya filsafat juga pada hakekatnya adalah untuk mengurai simpul kehidupan ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bila pertanyaan ini berhasil dijawab, maka seseorang akan memiliki landasan kehidupan sekaligus tuntutan dan tujuan hidupnya atau dengan kata lain menjadi ideologi pribadinya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Bagaimana bila tidak berhasil di jawab? maka orang tersebut akan terus berada dalam kebimbangan dalam hidupnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Saya pribadi adalah seorang SuFi (Suka Film) dan penggemar komik sejati. Dari semua film yang telah saya tonton seperti Lord Of The Rings, The Matrix, Spiderman, Batman, Sweet November dan banyak lainnya. Dan berbagai macam komik, mulai dari Doraemon, Samurai X, Naruto, Full Metal Al-Chemist dan lainnya. saya menyimpulkan bahwa cerita-cerita tersebut pada intinya adalah usaha sang tokoh untuk menjawab Uqdatul Kubro ini, walaupun dengan cara yang salah, mustahil dan jauh dari ajaran Islam.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jadi, apakah 3 pertanyaan itu?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;1. Dari manakah manusia dan kehidupan ini?&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;2. Untuk apa manusia dan kehidupan ini diciptakan?&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;3. Akan kemanakah manusia dan kehidupan ini?&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pertanyaan-pertanyaan ini sangat sederhana, tapi impactnya sangat besar terhadap kehidupan kita. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Manusia dalam usahanya menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan diatas telah menghasilkan berbagai macam pemikiran yang menjadi pegangan hidupnya yang dalam Islam disebut sebagai &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Aqidah&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;. Adapun aqidah yang nantinya di legitimate atau disahkan menjadi suatu pegangan dalam sebuah negara disebut dengan &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Ideologi&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dari semua aqidah tersebut, saya menyimpulkan hanya ada 2 macam aqidah/pemikiran.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;1. Materialisme&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Materialisme memandang bahwa kehidupan ini ada dengan sendirinya, makhluk hidup berasal dari tanah/materi dan akan kembali menjadi tanah/materi, oleh karenanya kita hidup untuk mencari kebahagiaan materi selama kita mampu. Materialisme tidak meyakini adanya hal gaib seperti tuhan, ruh, akhirat, pahala dan dosa, dan lainnya. Mereka percaya segalanya materi belaka. Mereka tidak mengakui eksistensi agama.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Materialisme sendiri akan melahirkan komunisme sebagai Ideologinya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2. Agamis (Semua agama, tidak hanya Islam)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Agamis memandang bahwa dibalik kehidupan ini ada sang pencipta, yang mengadakan seluruh alam, termasuk dirinya, memberi tugas kehidupan pada manusia, dan kelak ada kehidupan lain setelah dunia ini, yang akan membalas semua kehidupan dunia ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Semua agama &lt;strong&gt;kecuali &lt;em&gt;Islam&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; akan melahirkan sistem Teokrasi sebagai Ideologinya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dua jawaban ini bukan berdasar pada apa yang benar dan apa yang salah, tidak juga berdasar pada filsafat mengenai suatu ajaran tertentu, tetapi kesimpulan pribadi semata melihat begitu banyak ajaran-ajaran di dunia ini yang intinya adalah menjawab 3 pertanyaan dasar tadi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Berdasarkan itu pula, maka saya berani berkata, bahwa ajaran lainnya adalah kombinasi dari 2 jawaban tersebut. Sebagai contoh :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;1. Sekulerisme, yang notabene adalah kekecewaan para politisi dan ilmuwan terhadap ajaran sebagian besar agama yang tidak sanggup menjawab masalah-masalah dalam kehidupan ini, sehingga mereka memisahkan antara urusan agama dan urusan kehidupan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;2. Liberalisme, yang merupakan bentuk lain (bentuk lebih canggih) dari Sekulerisme yang membebaskan individu dari keterikatan negara dalam hal perekonomian. Jadi jangan kaget kalau dalam Liberalisme, semua hal di privatisasi dan dilegalkan atas nama kebebasan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;3. Demokrasi, yang merupakan bentuk sekulerisme yang berasal dari agama / norma adat. Artinya, peraturan-peraturan yang dibentuk, pada dasarnya adalah hukum-hukum agama / norma adat yang kemudian terkena imbas sekulerisme dan hukum-hukum agama / norma adat tersebut bergeser menjadi norma-norma umum yang berlaku di masyarakat. Kebenaran dalam demokrasi dalah ketika sebagian besar masyarakat menyatakan setuju, meskipun sudah tidak sesuai dengan hukum agama / norma adat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jadi jangan heran kalau Dewa 19 dalam lagunya yang berjudul Hidup adalah perjuangan berkata :&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;...&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kebenaran hari ini    &lt;br /&gt;Bukanlah berarti     &lt;br /&gt;kebenaran saat nanti     &lt;br /&gt;Kebenaran bukanlah kenyataan     &lt;br /&gt;...&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Selanjutnya, saya tidak akan membahas maupun menanggapi komentar-komentar tentang pemikiran-pemikiran diatas, karena tentu saja banyak sekali pendapat-pendapat yang berbeda dengan pendapat saya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pemecahan Uqdatul Kubro&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pemecahan yang benar tentang masalah ini tidak akan terbentuk kecuali dengan pemikiran yang jernih dan menyeluruh tentang (1) alam semesta (al kaun), (2) manusia (al insan) dan (3) kehidupan (Al hayaah) serta hubungan ketiganya dengan kehidupan sebelum dan sesudah kehidupan ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;1. Proses Keimanan terhadap Al-Kholiq (Sang Pencipta)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Sudah menjadi fitrah manusia untuk mengakui adanya Tuhan Sang Pencipta (Al-Kholiq). &lt;/em&gt;Dan meskipun kaum sekuler / komunis tidak mengakui adanya tuhan, mereka begitu mengagung-agungkan tokoh-tokoh komunis sampai lebih menyerupai penyembahan terhadap tuhan.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kita sempat terkecoh dan terjebak dengan pemikiran-pemikiran kaum komunis tentang keberadaan Tuhan, bagaimana Tuhan tidak bisa dilihat dan tidak berwujud maka Tuhan itu tidak ada?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Untuk membuktikan keberadaan Tuhan, sebetulnya cukup mudah, semudah membalikkan telapak tangan, kita hanya perlu membalik pertanyaannya, bukan buktikan bahwa Tuhan itu ada, tetapi buktikan bahwa Tuhan itu tidak ada!&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Manusia, hewan dan tumbuhan berasal dari ketiadaan, kemudian ada, tumbuh dan berkembang untuk kemudian menjadi tidak ada lagi. Kita semua tahu, bahwa segalanya berasal dari ketiadaan, menjadi ada dan kembali menjadi tidak ada. Tidak hanya manusia, hewan, maupun tumbuhan, tetapi segala sesuatu yang kita jumpai dalam hidup ini mengalami proses yang sama yang pada akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa segalanya bersifat terbatas, dari 'ketiadaannya' hingga batas waktu yang tidak bisa dilampauinya lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/quallesqy/SLrgZzvwbCI/AAAAAAAADsE/W5i_rVFHJd4/03-19%20%28Ali-Imron%29%5B8%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="69" alt="03-19 (Ali-Imron)" src="http://lh4.ggpht.com/quallesqy/SLrgjz4-9sI/AAAAAAAADsI/NEsRvYvi7CM/03-19%20%28Ali-Imron%29_thumb%5B6%5D.jpg" width="404" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;(QS. Ali-Imron (3) : 190)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dan sekumpulan benda-benda yang bersifat terbatas adalah terbatas juga, termasuk alam semesta ini. Manusia bersandar pada banyak hal, termasuk udara, air, tumbuhan, dan hewan. Demikian pula Tumbuhan dan hewan selalu bersandar pada yang lain karena keterbatasannya, maka bersandar kemanakah alam semesta dan seisinya ini?&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Disini jelas bahwa diperlukan &lt;em&gt;'sesuatu yang lain'&lt;/em&gt;, yang lebih hebat, yang menjadi tempat bersandar dan tidak menyandarkan dirinya pada yang lain. Inilah yang disebut sebagai &lt;strong&gt;Al-Khaliq &lt;/strong&gt;atau Sang Pencipta.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam menentukan sifat Al-Khaliq ini ada tiga kemungkinan,&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Pertama, &lt;/em&gt;Diciptakan oleh yang lain. Please deh . . . Sang Pencipta diciptakan oleh yang lain? Lalu yang menciptakan sang pencipta nya sang pencipta siapa? Dan terus pertanyaannya berlajut seperti itu. Ini balik lagi ke pembahasan awal.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Kedua,&lt;/em&gt; Menciptakan dirinya sendiri. Stupid statement actually. Sangat gak masuk akal atawa irrasional.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Ketiga,&lt;/em&gt; Ia bersifat azali, wajibul wujud dan mutlak keberadaannya, dialah &lt;strong&gt;Allah SWT&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Iman kepada sang Khaliq ini merupakan sesuatu hal yang fitri dalam diri setiap manusia, yang datang dari perasaan hati yang ikhlas, akan tetapi perasaan hati ini sering menambah-nambah atas apa yang diimani dengan sesuatu yang berwujud sehingga dapat menjerumuskan kearah kesesatan / kekufuran. Oleh karenanya Islam tidak membiarkan perasaan hati ini sebagai satu-satunya jalan menuju iman.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Islam mengajarkan untuk tidak mempertanyakan atau mencoba mengindera tentang dzat Allah (sifat-sifat) secara langsung, tetapi memeritahkan kita untuk memahami dzat Allah melalui keberadaan ciptaan-ciptaanNya (QS. Ali-Imron (3): 190). Ini dikarenakan keterbatasan kemampuan indera manusia yang tidak akan sanggup menginder dzat Allah kecuali melalui ciptaanNya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;2. Proses Keimanan terhadap Rasul&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah kita mengimani sang Khaliq, maka kita selanjutnya melakukan pen-&lt;em&gt;taqdis&lt;/em&gt;-an (pengagungan atau pensucian) yang selanjutnya kita kenal sebagai ibadah yang merupakan tali penghubung antara manusia dan PenciptaNya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Apabila ibadah ini dibiarkan dengan sendirinya tanpa ada aturan, maka yang ada adalah kekacauan dan penyembahan dari selain dari pencipta yang sebenarnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Jadi harus ada aturan tertentu yang mengatur ini dengan baik, hanya saja aturan ini harus datang dari Al-Khaliq ke tangan manusia, maka tidak-boleh tidak, harus ada para Rasul yang menyampaikan agama ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kenapa Allah tidak datang atau turun langsung memberikan aturan-aturan tersebut? Karena keterbatasan indera manusia, niscaya, manusia tidak akan sanggup untuk berhadapan langsung dengan Sang Khaliq.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Oleh karenanya, dalam Islam, tidak pernah ada istilah Tuhan turun ke bumi ataupun manusia / rasul menjadi Tuhan, karena Rasul itu jelas hanya seorang manusia yang diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyampaikan agama Allah.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;3. Proses Keimanan terhadap Al-Qur'an Kalamullah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Hal paling mudah untuk membuktikan bahwa Al-Qur'an itu datang dari Allah SWT adalah bahwa telah terbukti Allah menjaga Al-Qur'an dari ayat terakhir turun hingga detik ini, isi Al-Qur'an tidak pernah berubah, segala daya dan usaha untuk merubahnya telah gagal, karena Allah SWT sendirilah yang menjaganya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://lh4.ggpht.com/quallesqy/SLrhG3QunJI/AAAAAAAADsM/6s5MQ88QIT4/15-09%20%28Al-Hijr%29%5B5%5D.jpg"&gt;&lt;img style="border-top-width: 0px; border-left-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-right-width: 0px" height="48" alt="15-09 (Al-Hijr)" src="http://lh6.ggpht.com/quallesqy/SLrhPKIz1CI/AAAAAAAADsQ/W9WFFZYSnrw/15-09%20%28Al-Hijr%29_thumb%5B3%5D.jpg" width="331" align="right" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;strong&gt;Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur'an, dan sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;strong&gt;(QS. Al-Hijr (15) : 9)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Oleh karenanya, terbukti sudah bahwa Al-Qur'an adalah Kalamullah yang terlindung dari campur tangan manusia.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kita bisa lihat begitu banyak kitab-kitab suci diubah tangan manusia demi kepentingan manusia sehingga diragukan apakah ini perkataan Tuhannya ataukah hanya perkataan sang ahli kitab saja.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Konsekuensi&amp;#160; Iman kepada Allah, Rasulnya dan Al-Qur'an&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah kita beriman kepada Allah, Rasulnya, dan Al-Qur'an, maka kita telah wajib beriman terhadap apa saja yang dikabarkan oleh-Nya, baik yang dapat dicerna oleh akal maupun yang tidak.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dari sini kita wajib beriman kepada hari kebangkitan dan pengumpulan (ba'ats), surga dan neraka, hisab dan siksa, malaikat, Jin dan Syaitan, serta apa yang diterangkan oleh Al-Qur'an dan Hadist qath'i.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Oleh karena itu kita wajib beriman kepada kehidupan sebelum dunia, yaitu adanya Allah SWT dan proses penciptaan oleh-Nya; serta beriman kepada kehidupan setelah dunia yaitu hari akhirat. Perkataan-perkataan Allah SWT merupakan tali penghubung (&lt;em&gt;shilah&lt;/em&gt;) antara kehidupan sebelum dunia dan kehidupan dunia, yaitu hubungan penciptaan (&lt;em&gt;shilatul haq&lt;/em&gt;); dan sekaligus menjadi penghubung antara kehidupan dunia dan kehidupan setelah dunia (&lt;em&gt;shilatul muhasabah&lt;/em&gt;) dan pastilah manusia terikat oleh tali penghubung ini.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Oleh karenanya, manusia wajib berjalan dalam kehidupan ini sesuai dengan peraturan Allah, dan akan dihisab pada hari kiamat atas segala perbuatannya di dunia.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Disini kita telah berhasil menjawab uqdatul qubro dengan benar, bahwa sebelum adanya kehidupan ada Allah SWT; Kita berjalan diatas bumi ini karena Allah SWT dan sudah sepantasnya hanya untuk Allah SWT dan dengan peraturan Allah SWT; Untuk kemudian dihisab pada hari kiamat atas segala perbuatannya di dunia.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Selanjutnya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Setelah kita telah berhasil memecahkan uqdatul qubro, maka sudah saatnya kita beriman kepada semua yang diperintahkan Allah SWT, termasuk beriman kepada Syari'at Islam (sebagaimana terhadap aqidah Islam) sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur'an.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seorang yang ingkar terhadap hukum-hukum syara' secara keseluruhan atau sebagian, dapat menyebabkan ia menjadi kufur, baik hukum-hukum yang berkaitan dengan &lt;em&gt;ibadah, muamalah, uqubat (sanksi), ataupun math 'umat (yang berkaitan dengan makanan).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Alhamdulillahirrobil 'Allamiin.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Refrensi:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;strong&gt;- Islam mulai akar ke daunnya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p&gt;Yusuf Wibisono, dkk&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-1175989084108446358?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/1175989084108446358/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=1175989084108446358' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/1175989084108446358'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/1175989084108446358'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/08/uqdatul-kubro.html' title='Uqdatul Kubro'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh3.ggpht.com/quallesqy/SLrfrSFb5hI/AAAAAAAADr4/lgSvepmDkT0/s72-c/6162AlAnam2_thumb2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-3758119657326026245</id><published>2008-07-20T20:03:00.001-07:00</published><updated>2008-10-19T01:36:40.773-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Dari nol Lagi: Aqidah Islamiyah</title><content type='html'>&lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/quallesqy/SPrxZEFuoDI/AAAAAAAADu8/XoP8g6-MMHM/s1600-h/bismillah3.gif"&gt;&lt;img alt="bismillah" src="http://lh6.ggpht.com/quallesqy/SPrxbQVmnVI/AAAAAAAADvA/ytLRsbuOP_s/bismillah_thumb1.gif?imgmax=800" width="240" height="169" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/quallesqy/SPrxfFyqRrI/AAAAAAAADvE/Cf0hpRZ6wSM/s1600-h/Shalawat058.jpg"&gt;&lt;img alt="Shalawat 05" src="http://lh5.ggpht.com/quallesqy/SPrxiQ7VcsI/AAAAAAAADvI/U4SnO50Y6JQ/Shalawat05_thumb6.jpg?imgmax=800" width="409" height="104" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&amp;quot;Ya Allah, wahai Tuhanku, muliakanlah oleh-Mu akan Muhammad, isteri-isterinya dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah memuliakan kepada keluarga Ibrahim. Dan beri berkatlah oleh-Mu kepada Muhammad dan isteri-isterinya serta keturunan-keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberi berkat kepada keluarga Ibrahim: Bahwasannya Engkau sungguh sangat terpuji dan amat mulia&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;(HR. Bukhari dari Abu Hamid Al-Sa'idi)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;a href="http://lh3.ggpht.com/quallesqy/SIP8iQ8S8WI/AAAAAAAADbU/6BAHuk6vXUs/1121AlIkhlas5.jpg"&gt;&lt;img border="0" alt="112-1 (Al-Ikhlas)" src="http://lh3.ggpht.com/quallesqy/SIP8jTWSfEI/AAAAAAAADbY/JN6yyDFEaq8/1121AlIkhlas_thumb3.jpg" width="148" height="48" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;1. Katakanlah: &amp;quot;Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&lt;a href="http://lh6.ggpht.com/quallesqy/SIP8kCvepRI/AAAAAAAADbc/QfGngUfiBZc/1122AlIkhlas3.jpg"&gt;&lt;img style="border-right-width: 0px; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; border-left-width: 0px" border="0" alt="112-2 (Al-Ikhlas)" src="http://lh5.ggpht.com/quallesqy/SIP8k0raDOI/AAAAAAAADbg/amL0aVZBtZI/1122AlIkhlas_thumb1.jpg" width="118" height="41" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;(QS. Al-Ikhlas (112): 1-2)&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="right"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dari Umar rodhiyallohu&amp;#8217;anhu juga, beliau berkata: Pada suatu hari ketika kami duduk di dekat Rasululloh shollallohu &amp;#8216;alaihi wasallam, tiba-tiba muncul seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih dan rambutnya sangat hitam. Pada dirinya tidak tampak bekas dari perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Kemudian ia duduk di hadapan Nabi shollallohu &amp;#8216;alaihi wasallam, lalu mendempetkan kedua lututnya ke lutut Nabi, dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua pahanya, kemudian berkata: &amp;#8221;Wahai Muhammad, terangkanlah kepadaku tentang Islam.&amp;#8221; Kemudian Rasululloh shollallohu&amp;#8217;alaihi wasallam menjawab: &amp;#8221;Islam yaitu: hendaklah engkau bersaksi tiada sesembahan yang haq disembah kecuali Alloh dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Alloh. Hendaklah engkau mendirikan sholat, membayar zakat, berpuasa pada bulan Romadhon, dan mengerjakan haji ke rumah Alloh jika engkau mampu mengerjakannya.&amp;#8221; Orang itu berkata: &amp;#8221;Engkau benar.&amp;#8221; Kami menjadi heran, karena dia yang bertanya dan dia pula yang membenarkannya. Orang itu bertanya lagi: &amp;#8221;Lalu terangkanlah kepadaku tentang iman&amp;#8221;. (Rasululloh) menjawab: &amp;#8221;Hendaklah engkau beriman kepada Allah, beriman kepada para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para utusan-Nya, hari akhir, dan hendaklah engkau beriman kepada taqdir yang baik dan yang buruk.&amp;#8221;Orang tadi berkata: &amp;#8221;Engkau benar.&amp;#8221; Lalu orang itu bertanya lagi: &amp;#8221;Lalu terangkanlah kepadaku tentang ihsan.&amp;#8221; (Beliau) menjawab: &amp;#8220;Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Namun jika engkau tidak dapat (beribadah seolah-olah) melihat-Nya, sesungguhnya Ia melihat engkau.&amp;#8221; Orang itu berkata lagi: &amp;#8221;Beritahukanlah kepadaku tentang hari kiamat.&amp;#8221; (Beliau) mejawab: &amp;#8220;Orang yang ditanya tidak lebih tahu daripada yang bertanya.&amp;#8221; Orang itu selanjutnya berkata: &amp;#8221;Beritahukanlah kepadaku tanda-tandanya.&amp;#8221; (Beliau) menjawab: &amp;#8221;Apabila budak melahirkan tuannya, dan engkau melihat orang-orang Badui yang bertelanjang kaki, yang miskin lagi penggembala domba berlomba-lomba dalam mendirikan bangunan.&amp;#8221; Kemudian orang itu pergi, sedangkan aku tetap tinggal beberapa saat lamanya. Lalu Nabi shallallahu &amp;#8217;alaihi wasallam bersabda: &amp;#8221;Wahai Umar, tahukah engkau siapa orang yang bertanya itu ?&amp;#8221;. Aku menjawab: &amp;#8221;Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.&amp;#8221; Lalu beliau bersabda: &amp;#8221;Dia itu adalah malaikat Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian.&amp;#8221;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;(HR. Muslim)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dienul Islam mencakup tiga hal, yaitu: Islam, Iman dan Ihsan. Islam berbicara masalah lahir, iman berbicara masalah batin, dan ihsan mencakup keduanya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Ihsan memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari iman, dan iman memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari Islam. Tidaklah ke-Islam-an dianggap sah kecuali jika terdapat padanya iman, karena konsekuensi dari syahadat mencakup lahir dan batin. Demikian juga iman tidak sah kecuali ada Islam (dalam batas yang minimal), karena iman adalah meliputi lahir dan batin.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Aqidah Islamiyah adalah pembahasan mendasar tentang keimanan kita kepada Allah SWT. Pembahasan mengenai Aqidah Islamiyah sudah ada pada kurikulum agama Islam ketika kita sekolah dulu, entah di Sekolah Dasar, Menengah Pertama, maupun Menengah Atas. Bahkan yang ketika kuliah ada mata kuliah agama Islam pun, masalah aqidah ini juga di bahas. Karena sudah berulang-kali dibahas, maka kita terkadang menyepelekan masalah aqidah kita, sehingga dapat dengan mudah berkata, itu kan urusan SD, SMP, SMA atau kuliah, bukan lagi menjadi urusan saya saat ini. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Padahal kita tahu, bahwa ini adalah urusan iman, dan urusan iman tidak dibatasi oleh jenjang sekolah maupun umur. Untuk itulah, saya merasa tidak ada salahnya untuk kembali ke nol lagi kembali membahas permasalahan ini sekali lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Aqidah Islamiyah&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; pada hakekatnya adalah &lt;strong&gt;&lt;em&gt;iman&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, hari akhir, kepada qadha dan qadar yang baik maupun yang buruk keduanya berasal dari Allah. Inilah yang sering disebut sebagai rukun iman.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Iman&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; itu sendiri memiliki makna pembenaran yang &lt;strong&gt;&lt;em&gt;bersifat pasti&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (tashdiiqul jazm), &lt;em&gt;yang sesuai dengan kenyataan, yang muncul dari adanya &lt;strong&gt;dalil&lt;/strong&gt;/bukti.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Bersifat pasti &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;artinya 100% kebenaran atau keyakinannya tanpa ada keraguan (dzann) sedikitpun.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dalil&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; adalah bukti dari apa yang kita imani. Dalam Islam, hal-hal yang masih dalam jangkauan panca indra/akal kita, maka dalilnya bersifat &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Aqli&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Jika diluar jangkauan panca indra maka harus didasarkan pada dalil &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Naqli &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;(Al-Qur'an dan Al-Hadist).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Istilah &lt;strong&gt;&amp;#8220;Rukun&amp;#8221;&lt;/strong&gt; pada dasarnya merupakan hasil ijtihad para ulama untuk memudahkan memahami Islam. Rukun berarti bagian sesuatu yang menjadi syarat terjadinya sesuatu tersebut, jika rukun tidak ada maka sesuatu tersebut tidak terjadi. Istilah rukun seperti ini bisa diterapkan untuk Rukun Iman, artinya jika salah satu dari Rukun Iman tidak ada, maka imanpun tidak ada. Adapun pada Rukun Islam maka istilah rukun ini tidak berlaku secara mutlak, artinya meskipun salah satu Rukun Islam tidak ada, masih memungkinkan Islam masih tetap ada.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalam perkara-perkara yang bisa diselesaikan oleh akal kita, kita boleh menggunakan dalil aqli, hanya saja perlu diingat bahwa dalil aqli yang kita gunakan &lt;em&gt;harus tetap sejalan&lt;/em&gt; dengan Al-Qur'an dan Al-Hadist. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Adapun penggunaan dalil naqli sesungguhnya juga ditetapkan dengan jalan aqli, artinya, melalui pemikiran akal untuk menentukan mana yang lebih tepat dijadikan sebagai sumber dalil naqli terhadap suatu permasalahan iman.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dilihat dari pengertian dan penggunaannya, dapat kita pahami bahwa dalam menghadapi permasalahan iman, akal harus dapat sejalan dengan Al-Qur'an dan Al-Hadist, dan keduanya memang tidak dapat dipisahkan dari setiap pribadi muslim.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;h5&gt;Dalil Naqli dalam hal aqidah haruslah Mutawatir&lt;/h5&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa aqidah haruslah &lt;em&gt;tasdiiqul jazm &lt;/em&gt;yang artinya pembenaran dengan pasti. Pembenaran dengan pasti ini tidak boleh ada keraguan sedikitpun dalam meng-imani-nya. &lt;strong&gt;&lt;font size="3"&gt;Harus 100%&lt;/font&gt;&lt;/strong&gt; dan tidak boleh 99.9999%, hal ini karena dalam menyangkut masalah iman atau kafir, jadi yang ada adalah 100% atau &lt;strong&gt;tidak&lt;/strong&gt; 100%.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Untuk itulah dalam masalah aqidah/keimanan dalil naqli yang digunakan haruslah kuat dan qath'i (pasti) serta tidak memberi peluang sedikitpun untuk ada keraguan di dalamnya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Dalil naqli yang sudah pasti tidak ada keraguan di dalamnya pastilah Al-Qur'an, sehingga tidak ada keraguan bagi kita untuk mengimaninya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Adapun Al-Hadist adakalanya disampaikan secara mutawatir, adakalanya juga disampaikan secara ahad. Hadist-hadist mutawatir memiliki syarat yang sangat ketat bila dibanding hadist ahad, yang mengakibatkan hadist mutawatir ini bersifat qath'i, tidak mengandung dzann, sehingga kebenarannya 100%.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Oleh sebab itu hadist ahad tidak dapat digunakan sebagai dalil naqli khusus untuk masalah aqidah/iman, namun tetap dapat digunakan untuk masalah selain aqidah/iman.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;Wallahu&lt;/em&gt; '&lt;em&gt;Alam bissawab&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="center"&gt;&lt;a href="http://lh5.ggpht.com/quallesqy/SPrxj1f_BsI/AAAAAAAADvM/Am8AkJZQTX4/s1600-h/Alhamdulillah3.jpg"&gt;&lt;img alt="Alhamdulillah" src="http://lh6.ggpht.com/quallesqy/SPrxlfDCKlI/AAAAAAAADvQ/XWatpUY3u3s/Alhamdulillah_thumb1.jpg?imgmax=800" width="179" height="38" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Refrensi:&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;- Islam mulai akar ke daunnya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="justify"&gt;Yusuf Wibisono, dkk&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;- Hadist Web 2.0&lt;/strong&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://opi.110mb.com/"&gt;http://opi.110mb.com/&lt;/a&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;  &lt;p align="justify"&gt;- &lt;strong&gt;Kumpulan &lt;em&gt;Shalawat&lt;/em&gt; yang tercantum dalam Al-Qur'an dan Al-Hadits - CyberMQ.com&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;blockquote&gt;   &lt;p align="justify"&gt;&lt;cite&gt;&lt;a href="http://www.cybermq.com/index.php?pustaka/detail/12/1/pustaka-171.html"&gt;www.&lt;b&gt;cybermq&lt;/b&gt;.com/index.php?pustaka/detail/12/1/pustaka-171.html&lt;/a&gt;&lt;/cite&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;/blockquote&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-3758119657326026245?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/3758119657326026245/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=3758119657326026245' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/3758119657326026245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/3758119657326026245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/07/aqidah-islamiyah.html' title='Dari nol Lagi: Aqidah Islamiyah'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://lh6.ggpht.com/quallesqy/SPrxbQVmnVI/AAAAAAAADvA/ytLRsbuOP_s/s72-c/bismillah_thumb1.gif?imgmax=800' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-2265340882522148283</id><published>2008-06-28T13:42:00.001-07:00</published><updated>2008-06-28T13:54:27.119-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zionist'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Protocols of Zion</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Image:1920_The_Jewish_Peril_-_Eyre_%26_Spottiswoode_Ltd_-_1st_ed..jpg"&gt;&lt;img height="373" alt="1920 Book cover of the English language imprint (London) -1st edition" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/1/1c/1920_The_Jewish_Peril_-_Eyre_%26_Spottiswoode_Ltd_-_1st_ed..jpg/250px-1920_The_Jewish_Peril_-_Eyre_%26_Spottiswoode_Ltd_-_1st_ed..jpg" width="250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&amp;#160;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Protocols of Zion juga lebih dikenal dengan nama The Protocols of the elders of Zion. &lt;/p&gt;  &lt;object codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=9,0,0,0" id="doc_678780546824526" name="doc_678780546824526" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" align="middle"	height="500" width="100%"&gt;		&lt;param name="movie" value="http://documents.scribd.com/ScribdViewer.swf?document_id=3688566&amp;amp;access_key=key-10j2sr5lc0xmxt9o7b1h&amp;amp;page=&amp;amp;version=1&amp;amp;auto_size=true"&gt; 		&lt;param name="quality" value="high"&gt; 		&lt;param name="play" value="true"&gt;		&lt;param name="loop" value="true"&gt; 		&lt;param name="scale" value="showall"&gt;		&lt;param name="wmode" value="opaque"&gt; 		&lt;param name="devicefont" value="false"&gt;		&lt;param name="bgcolor" value="#ffffff"&gt; 		&lt;param name="menu" value="true"&gt;		&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt; 		&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt; 		&lt;param name="salign" value=""&gt;		&lt;embed src="http://documents.scribd.com/ScribdViewer.swf?document_id=3688566&amp;amp;access_key=key-10j2sr5lc0xmxt9o7b1h&amp;amp;page=&amp;amp;version=1&amp;amp;auto_size=true" quality="high" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer" play="true" loop="true" scale="showall" wmode="opaque" devicefont="false" bgcolor="#ffffff" name="doc_678780546824526_object" menu="true" allowfullscreen="true" allowscriptaccess="always" salign="" type="application/x-shockwave-flash" align="middle" height="500" width="100%"&gt;&lt;/embed&gt;	&lt;/object&gt;&lt;div style="font-size:10px;text-align:center;width:100%"&gt;&lt;a href="http://www.scribd.com/doc/3688566/WORLD-CONQUEST-THROUGH-WORLD-JEWISH-GOVERNMENT"&gt;WORLD CONQUEST THROUGH WORLD JEWISH GOVERNMENT&lt;/a&gt; - &lt;a href="http://www.scribd.com/upload"&gt;Upload a Document to Scribd&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="display:none"&gt; Read this document on Scribd: &lt;a href="http://www.scribd.com/doc/3688566/WORLD-CONQUEST-THROUGH-WORLD-JEWISH-GOVERNMENT"&gt;WORLD CONQUEST THROUGH WORLD JEWISH GOVERNMENT&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-2265340882522148283?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/2265340882522148283/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=2265340882522148283' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/2265340882522148283'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/2265340882522148283'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/06/protocols-of-zion.html' title='Protocols of Zion'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-3086754919454503036</id><published>2008-05-11T20:20:00.000-07:00</published><updated>2008-05-11T20:28:57.249-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>Metode Syetan Menggoda Bani Adam</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Dapet dari &lt;a href="http://mutiraislam.wordpress.com/2007/06/29/qalbu-metode-syetan-menggoda-bani-adam-pandangan-islam-muslim-dari-mediamusliminfo/"&gt;sini&lt;/a&gt;, gak ijin juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setan menggunakan metode yang bertahap dalam menyesatkan manusia, baik dalam materi ajakannya maupun dalam caranya. Ibnu Qayyim menyebutkan 6 tahapan ajakan setan sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tahap pertama:&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;setan berusaha agar manusia menjadi kafir atau musyrik&lt;/span&gt;. Jika orang tersebut adalah orang Islam, usahanya diturunkan ke tahap berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tahap kedua:&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;yaitu tahapan bid’ah (mengada-ada dalam urusan agama)&lt;/span&gt;. Manusia dibuatnya untuk membuat dan menerapkan bid’ah. Jika orang tersebut termasuk ahlussunnah, dimulailah tahap ketiga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tahap ketiga:&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;yaitu tahap kabaa-ir, maksiat, berupa dosa-dosa besar&lt;/span&gt;. Jika orang tersebut dijaga Allah dari melakukan dosa besar, setan tidak putus asa untuk terus menggoda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tahap keempat:&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;yatiu tahap shagaa-ir, maksiat berupa dosa-dosa kecil&lt;/span&gt;. Jika orang tersebut terjaga juga darinya, mulailah setan menyibukkan orang itu dengan metode lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tahap kelima:&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;yaitu setan menyibukkan manusia dengan hal-hal yang mubah (boleh)&lt;/span&gt;, sehingga orang itu menghabiskan waktunya dalam hal mubah, tidak sibuk dalam hal yang berpahala, yang kita semua diperintahkan mengamalkannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tahap keenam:&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;yaitu setan menyibukkan manusia dengan amal-amal yang mafdhul (kurang utama) sehingga lalai dari amal yang afdhal (lebih utama) yang lebih baik dari amal mafdhul tersebut&lt;/span&gt;. Misalnya seseorang disibukkan dengan perkara sunat daripada fardhu, maka sibuklah dia dengan yang disunatkan dan meninggalkan yang difardhukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Setan sangat bersungguh-sungguh dalam dakwahnya, dengan mengajak secara bertahap dalam materi ajakannya. Adapun dalam cara mengajaknya, maka setan itu menjerumuskan manusia selangkah demi selangkah. Sebagaimana Allah berfirman: “Makanlah dari apa yang dirizkikan Allah kepada kalian, dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al An’aam : 142).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Pada mulanya setan berusaha menggelincirkan manusia sedikit-sedikit, kemudian bertahap menuju tujuannya. Setan masuk pada siapapun dengan metode yang cocok dengan jati diri manusia yang digodanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Setan masuk pada orang yang zuhud (sederhana) dengan kezuhudannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Setan masuk pada orang alim (berilmu) dengan melalui pintu ilmu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Masuk pada orang jahil (bodoh) dengan kebodohannya pula.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-3086754919454503036?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/3086754919454503036/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=3086754919454503036' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/3086754919454503036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/3086754919454503036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/05/metode-syetan-menggoda-bani-adam.html' title='Metode Syetan Menggoda Bani Adam'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-7107331823416854507</id><published>2008-05-09T00:19:00.000-07:00</published><updated>2008-05-09T00:23:26.164-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>Teman yang baik adalah . . .</title><content type='html'>&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;PT:”Assalamu’alaykum wr wb, pak Jawab”&lt;br /&gt;PJ:”Wa’alaykumsalam wr wb, pak Tanya…ada yang bisa saya bantu?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;PT:”Begini pak Jawab…saya ingin curhat.”&lt;br /&gt;PJ:”Tumben ingin curhat, apa yg menjadi keluhan anda? Setahu saya anda tidak punya banyak keluhan..”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;PT:”Wah, jangan begitu toh pak, saya juga manusia biasa, pasti ada keluhan..”&lt;br /&gt;PJ:”Hmmm..oke…oke..maaf..Lalu, apa yg menjadi keluhan anda?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;PT:”Begini…saya ingin tahu apa yang dimaksud dengan teman yang baik..”&lt;br /&gt;PJ:”Memangnya, anda ada masalah dg teman?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;PT:”Tentu saja, makanya saya bertanya demikian. Begini, saya mengalami masalah dengan teman2 saya.”&lt;br /&gt;PJ:”Ada apa dengan teman anda?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;PT:”Sebelumnya, tolong jawab dulu, apa yang dimaksud dengan teman yg baik?”&lt;br /&gt;PJ:”Oya, maaf…saya lupa. Teman yg baik, menurut Islam, adalah teman yg selalu mengajak kepada kebaikan, senantiasa menghindarkan kita dari perbuatan yg keji dan mungkar. Termasuk perbuatan yang sia-sia.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;PT:”Oooo…begitu ya pak?”&lt;br /&gt;PJ:”Betul. Bahkan dalam salah satu pengajian yg pernah saya ikuti, sang ustad berkata,”Jika berteman dengan tukang pandai besi, kita akan terpercik bara api. Sementara jika kita berteman dengan tukang minyak wangi, maka sedikit banyak bau wangi akan tercium dari tubuh kita.” Karenanya kita mesti memperhatikan siapa teman2 kita.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;PT: *mengangguk-angguk*&lt;br /&gt;PJ:”Lantas, apa masalah anda, pak Tanya?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;PT:”Oh ya…hampir lupa. Begini, saya merasa teman saya kok rasanya tidak sesuai dengan kriteria pak Jawab. Tiap saya bertemu atau beraktivitas dengan mereka, kok saya tidak merasakan adanya kebaikan…err..maksud saya, kebaikan mungkin ada, tapi persentasinya kuecil sekali.”&lt;br /&gt;PJ:”Maksud anda?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;PT:”Wah, saya sulit menjelaskannya. Mudahnya begini…belakangan ini ucapan dan sikap mereka cenderung meresahkan hati saya. Kok yaaa…keterlaluan begitu, ngomong kok yaaa dikontrol sedikit. Lha ini kok malah seenaknya?”&lt;br /&gt;PJ:”Yaa…jika anda merasa resah, tidak ada salahnya anda tinggalkan mereka.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;PT:”Memang, saya sudah lakukan itu. Saya sudah jarang mengunjungi teman2 saya itu. Lha wong tiap kali bertemu dengan mereka, tujuannya seringkali tidak jelas. Nongkrong2 di satu tempat hingga pagi malah…walhasil saya sering terlambat bekerja.”&lt;br /&gt;PJ:”Lah…lah…lah…kok ya bisa nongkrong hingga pagi seperti itu? Lebih baik kan waktunya digunakan untuk sholat malam atau sejenisnya. Memangnya teman2 anda tidak bekerja?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;PT:”Tentu saja bekerja…tapi entahlah, saya sendiri juga tidak mengerti. Bahkan saya bingung, apakah kantor mereka tidak menegur mereka?”&lt;br /&gt;PJ:”Hmmm…”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;PT:”Jadi, pak Tanya…apa yg mesti saya lakukan?”&lt;br /&gt;PJ:”Usaha dan tindakan pak Tanya sudah benar. JAUHI MEREKA. Seperti yg saya utarakan tadi di atas, jika TEMAN ANDA malah membawa KEBURUKAN/KEMUDHARATAN, lebih baik ANDA TINGGALKAN.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;PT: *mengangguk-angguk*&lt;br /&gt;PJ:”Terlebih lagi, sedikit banyak teman bergaul anda bisa mempengaruhi cara pikir anda. Jika anda selalu berteman dengan tukang sampah, maka anda akan menganggap hal-hal yg kotor sebagai sesuatu yg biasa. Padahal, bagi orang lain, yg normal maksudnya, hal tersebut menjijikkan.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;PT:”Lho, pak Jawab…memangnya salah jika berteman dengan tukang sampah?”&lt;br /&gt;PJ:”Tidak…tidak ada salahnya. Tapi saya lihat anda sebenarnya memiliki potensi yg baik, dan berasal dari keluarga baik-baik. Mengapa anda harus memaksakan diri berteman dg tukang sampah? Jika anda berteman dg PENGELOLA SAMPAH, itu baik, karena dia pasti berpikir bagaimana mengolah sampah. Dan saya yakin, dia tidak lantas mesti bercampur langsung dengan sampah.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;PT: *mengangguk-angguk*&lt;br /&gt;PJ:”Jika anda ingin sukses, anda justru mesti banyak bergaul dengan orang2 sukses. Saya lihat banyak teman anda yg cukup sukses, serta punya kepribadian yg baik. Banyak2 bergaul dengan mereka. Pola pikir mereka, saya yakin, akan banyak bermanfaat bagi usaha mencapai sukses seperti yg anda harapkan.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;PT:”Ok, pak Jawab…terima kasih atas pencerahannya.”&lt;br /&gt;PJ:”Sama-sama…”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;PT:”Saya pamit dulu. Assalamu’alaykum wr wb.”&lt;br /&gt;PJ:”Wa’alaykumsalam wr wb.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-7107331823416854507?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/7107331823416854507/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=7107331823416854507' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/7107331823416854507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/7107331823416854507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/05/teman-yang-baik-adalah.html' title='Teman yang baik adalah . . .'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-6474578799541971916</id><published>2008-05-08T21:33:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T21:36:06.534-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hoax'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Kerancuan Kisah Menjelang Wafatnya Rasulullah SAW</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Diambil tanpa izin dari &lt;a href="http://tausyiah275.blogsome.com/2008/04/21/kerancuan-kisah-menjelang-wafatnya-rasulullah-saw/"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bulan yang lalu ketika saya sedang surfing di belantara internet, saya pernah menemukan satu artikel menarik disuatu website. Artikel itu ada yang berjudul “Detik Terakhir” atau ada judul versi lain yaitu “Detik-Detik Menjelang Wafatnya Rasulullah”, atau juga “Air Mata Rasulullah saw”. Mungkin beberapa dari kita ada yang familiar dengan kisah di dalam artikel tersebut. Silahkan search di Google dengan tiga keyword diatas, maka akan anda temukan kisah itu banyak di posting di berbagai macam website. Bahkan kisah itu sering bertebaran di bulletin board friendster, juga pernah saya lihat di multiply ini. Ya, kisah yang menggambarkan suasana wafatnya manusia mulia di hadapan Fatimah dan Ali itu berhasil membuat orang yang membacanya terharu biru dan rindu dengan sosok Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***Saya berhasil mendapatkan artikel yang dimaksud. Berikut adalah isi artikel tersebut***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;AIR MATA RASULLULAH SAW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?” “Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. “Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. “Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    “Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya Jibril lagi. “Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah&lt;br /&gt;    berada di dalamnya,” kata Jibril.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. “Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. “Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. “Badan Rasulullah mulai ding! in, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku - peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.” Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. “Ummatii, ummatii, ummatiii?” - “Umatku, umatku, umatku”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada yang janggal di kisah itu. Didalam artikel itu tidak dijelaskan siapa yang menceritakan kisah itu. Juga tidak jelas diambil dari riwayat-riwayat manakah kisah itu, padahal kisah itu menceritakan momentum wafatnya Nabi kita yang mulia yang sudah seharusnya kisah itu bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya. Kalau dalam ilmu hadits, perkara seperti ini dinamakan laa asla lahu (tidak ada sandarannya) karena tidak adanya kejelasan siapa perawi yang meriwayatkan kisah itu dan dari kitab apa kisah itu diambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apakah suasana Rasulullah saw ketika beliau wafat sama seperti artikel tersebut. Saya coba untuk mencarinya didalam buku Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam yang ditulis oleh KH Moenawar Chalil terbitan PT. Bulan Bintang Cetakan ke-7, tahun 1994. Buku ini berjumlah delapan jilid dan kisah tentang wafatnya Nabi Muhammad saw ada didalam buku ini di jilid ke tujuh halaman 193. Saya tidak menemukan kisah seperti artikel diatas dalam buku ini. Gema Insani Press juga telah menerbitkan kembali buku ini tahun 2001 dengan jumlah enam jilid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu siapakah yang ada disisi Rasulullah saw ketika beliau wafat, Fatimah dan Ali, ataukah Aisyah ?. Didalam buku rujukan saya tadi jillid ke tujuh hal. 193 dikisahkan ketika Nabi saw kesehatannya mulai terlihat membaik, para sahabat seperti Abu Bakar, Umar dan Ali meminta izin kepada Nabi saw untuk bisa pergi mengerjakan urusannya masing-masing karena hampir setengah bulan mereka selalu sibuk merawat Nabi saw sehingga banyak keperluan mereka sehari-hari yang terbengkalai. Maka Abu Bakar pergi ke rumah istrinya, Kharijah di Sunuh (nama suatu kampung di pinggir kota Madinah) dan dua sahabat lain, Umar dan Ali pun pergi meninggalkan rumah Rasulullah. Yang tinggal hanyalah Aisyah lalu kemudian datang Abdurahman bin Abi Bakar saudara laki-laki Aisyah. Dan ketika itulah Rasulullah saw wafat. Rasulullah saw wafat diwaktu matahari sedang terang-terangnya, pada hari Senin tanggal 13 Rabi’ul awwal tahun ke XI Hijriah, atau pada tanggal 8 Juni 632 Masehi [hal.196]. Para ulama ahli tarikh ada yang berselisih pendapat tentang tanggal wafatnya Nabi saw. Tapi bukan itu yang akan dibahas disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hadits berikut akan lebih menjawab dipangkuan siapakah Nabi saw wafat. Dari hadits Abdullah bin Aun dari Ibrahim at-Taimi dari al-Aswad, dia berkata, Ditanyakan kepada Aisyah, mengenai perkataan orang-orang yang menerangkan bahwa Rasulullah saw telah memberikan wasiat kepada Ali maka ia berkata, “Apa yang diwasiatkan Rasulullah kepada Ali ?” Aisyah menjawab, “Beliau (Rasulullah) menyuruh agar bejana tempat buang air kecil dibawakan, kemudian ia bersandar dan akulah yang menjadi tempat sandarannya, tak lama kepala beliau terkulai jatuh dan ternyata beliau telah wafat tanpa aku ketahui. Jadi bagaimana mungkin orang-orang itu mengatakan bahwa Rasulullah saw memberikan wasiat kepada Ali ?” [Shahih al-Bukhari, kitab al-Wasaya 5/356 dari Fathul Baari, dan Muslim, kitab al-Wasiyah hadits no.1637]. Hadits tersebut ada didalam kitab Al-Bidayah wan Nihayah yang ditulis oleh Ibnu Katsir, terbitan Darul Haq, Jakarta, Cetakan pertama tahun 2004 halaman 58.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa motivasi si pembuat artikel tanpa riwayat tersebut, yang jelas ada penyimpangan sejarah yang terjadi dan kalau dirunut dengan serius dan teliti tentang siapa yang berada di balik pembuatan kisah berbau propaganda tersebut, maka akan dengan mudah terjawab dan dengan mudah pula akan terlihat ada motivasi apa dibalik pembuatan kisah itu. Kelihatannya perkara ini hanyalah hal yang kecil bagi beberapa orang. Tapi dalam konteks ini kita sedang membicarakan sosok manusia mulia yang menjadi teladan bagi seluruh umat Islam di dunia, yang tentu dalam menceritakan setiap gerak-geriknya haruslah mempunyai dasar atau dalil yang shahih dan bisa dipertanggung jawabkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang lebih menyedihkan dibandingkan isi dari artikel itu sendiri adalah biasanya diakhir artikel yang laa asla lahu itu selalu dinstruksikan untuk disebar ke teman-teman yang lain. Harapan dengan disebarnya artikel itu mungkin ingin membuat temannya untuk ikut terharu dan lebih mencintai Rasulullah saw dan itu adalah niat yang sungguh baik. Sayangnya cara yang ditempuh kurang tepat. Padahal Al Quran telah jelas melarang hal tersebut, “Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggunganjawabnya.” [QS. 17:36].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hendaknya kita juga selalu ingat hadits yang satu ini agar lebih berhati-hati dalam meriwayatkan kisah atau hadits yang berhubungan dengan Rasulullah saw. Hadits yang diriwayatkan dari Salamah bin Akwa, ia berkata. Aku telah mendengar Nabi SAW bersabda : “Barangsiapa yang mengatakan atas (nama)ku apa-apa (perkataan) yang tidak pernah aku ucapkan, maka hendaklah ia mengambil tempat duduknya di neraka”. [HR Bukhari (1/35) dll, HR. Imam Ahmad (4/47)].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalamu’alaikum wr wb&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-6474578799541971916?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/6474578799541971916/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=6474578799541971916' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/6474578799541971916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/6474578799541971916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/05/kerancuan-kisah-menjelang-wafatnya.html' title='Kerancuan Kisah Menjelang Wafatnya Rasulullah SAW'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-7765571998121720660</id><published>2008-05-08T02:49:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T20:46:00.728-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>Dialog Rasulullah dengan Iblis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Diambil tanpa izin dari &lt;a href="http://www.dtjakarta.or.id/content/view/142/33/"&gt;sini&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala puji hanya milik ALLAH SWT, Pencipta semesta alam. Shalawat dan salam sejahtera semoga senantiasa dilimpahkan kepada seorang Nabi yang Ummi, Muhammad saw., dan kepada keluarganya yang bersih serta seluruh sahabatnya yang mulia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Diriwayatkan dari Mu'adz bin Jabal r.a., dari Ibnu Abbas r.a. yang berkisah: Kami bersama Rasulullah saw. di rumah salah seorang sahabat Anshar, dimana saat itu kami di tengah-tengah jamaah. Lalu ada suara orang memanggil dari luar, "Wahai para penghuni rumah, apakah kalian mengizinkanku masuk, sementara kalian butuh kepadaku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Rasulullah bertanya kepada para jamaah, “Apakah kalian tahu, siapa yang memanggil dari luar itu?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Mereka menjawab, "Tentu Allah dan Rasul Nya lebih tahu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lalu Rasulullah saw. menjelaskan, "Ini adalah iblis yang terkutuk semoga Allah senantiasa melaknatnya."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kemudian Umar r.a. meminta izin kepada Rasulullah sembari berkata, "Ya Rasulullah, apakah engkau mengizinkanku untuk membunuhnya?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Beliau menjawab, "Bersabarlah wahai Umar, apakah engkau tidak tahu bahwa ia termasuk makhluk yang tertunda kematiannya sampai batas waktu yang telah diketahui (hari Kiamat)? Akan tetapi sekarang silakan kalian membukakan pintu untuknya. Sebab ia diperintah untuk datang ke sini, maka pahamilah apa yang ia ucapkan dan dengarkan apa yang bakal ia ceritakan kepada kalian."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ibnu Abbas berkata: Kemudian dibukakan pintu, lalu ia masuk di tengah-tengah kami. Ternyata ia berupa orang yang sudah tua bangka dan buta sebelah mata. Ia berjenggot sebanyak tujuh helai rambut yang panjangnya seperti rambut kuda. Kedua kelopak matanya terbelah ke atas (tidak ke samping). Sedangkan kepalanya seperti kepala gajah yang sangat besar, gigi taringnya memanjang keluar seperti taring babi. Sementara kedua bibirnya seperti bibir kerbau. Ia datang sambil memberi salam. 'Assalamu'alaika ya Muhammad, Assalamu'alaikum ya Jamaa'atal mus1imin," kata iblis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Nabi menjawab, "Assalamu lillah ya la'iin (Keselamatan hanya milik AlIah wahai makhluk yang terkutuk). Saya mendengar engkau punya keperluan kepada kami. Apa keperluanmu tersebut wahai Iblis?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Wahai Muhammad, saya datang ke sini bukan karena kemauanku sendiri, tapi saya datang ke sini karena terpaksa," tutur iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Apa yang membuatmu terpaksa harus datang ke sini wahai makhluk terkutuk?" tanya Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Iblis menjawab, "Telah datang kepadaku seorang malaikat yang diutus oleh Tuhan Yang Mahaagung, dimana utusan itu berkata kepadaku, 'Sesungguhnya Allah swt. memerintahmu untuk datang kepada Muhammad saw. sementara engkau adalah makhluk yang rendah dan hina. Engkau harus memberi tahu kepadanya, bagaimana engkau menggoda dan merekayasa anak-cucu Adam, bagaimana engkau membujuk dan merayu mereka. Lalu engkau harus menjawab segala apa yang ditanyakan Muhammad dengan jujur. Maka demi Kebesaran dan Keagungan Allah, jika engkau menjawabnya dengan bohong, sekalipun hanya sekali, sungguh engkau akan Allah jadikan debu yang bakal dihempaskan oleh angin kencang, dan musuh-musuhmu akan merasa senang.' Wahai Muhammad, maka sekarang saya datang kepadamu sebagaimana yang diperintahkan kepadaku. Maka tanyakan apa saja yang engkau inginkan. Kalau sampai saya tidak menjawabnya dengan jujur, maka musuh-musuhku akan merasa senang atas musibah yang bakal saya terima. Sementara tidak ada beban yang lebih berat bagiku daripada bersenangnya musuh-musuhku atas musibah yang menimpa diriku."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Rasulullah mulai melemparkan pertanyaan kepada iblis, "Jika engkau bisa menjawab dengan jujur, maka coba ceritakan kepadaku, siapa orang yang paling engkau benci?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Iblis menjawab dengan jujur, "Engkau, wahai Muhammad, adalah orang yang paling aku benci dan kemudian orang-orang yang mengikuti agamamu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Lalu siapa lagi yang paling engkau benci?" tanya Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Seorang pemuda yang bertakwa dimana ia mencurahkan dirinva hanya kepada Allah swt.," jawab Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Siapa lagi?" tanya Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Orang alim yang wara' (menjaga diri dari syubhat) lagi sabar," jawab iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Siapa lagi?" tanya Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Orang yang senantiasa melanggengkan kesucian dari tiga kotoran (hadats besar, kecil dan najis; pent.)," tutur iblis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Siapa lagi?" tanya Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Orang fakir yang senantiasa bersabar, yang tidak pernah menuturkan kefakirannya ke pada siapa pun dan juga tidak pernah mengeluh penderitaan yang dialaminya." jawab iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Lalu dari mana engkau tahu kalau ia bersabar?" tanya Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Wahai Muhammad, bila ia masih dan pernah mengeluhkan penderitaannya kepada makhluk yang sama dengannya selama tiga hari, maka Allah tidak akan mencatat perbuatannya dalam kelompok orang-orang yang bersabar," jelas Iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Lalu siapa lagi, wahai lblis?" tanya Rasul.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Orang kaya yang bersyukur," tutur iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Lalu apa yang bisa memberi tahu kepadamu bahwa ia bersyukur?" tanya Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Bila saya melihatnya ia mengambil kekayaannya dari apa saja yang dihalalkan dan kemudian disalurkan pada tempatnya," tutur iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Bagaiinana kondisimu apabila ummatku menjalankan shalat?" tanya Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Wahai Muhammad, saya langsung merasa gelisah dan gemetar," jawab iblis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Mengapa wahai makhluk yang terkuluk?" tanya Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Sesungguhnya apabila seorang hamba bersujud kepada Allah sekali sujud, maka Allah akan mengangkat satu derajat (tingkat). Apabila mereka berpuasa, maka saya terikat sampai mereka berbuka kembali. Apabila mereka menunaikan manasik haji, maka saya jadi gila. Apabila membaca al-Qur'an, maka saya akan meleleh (mencair) seperti timah yang dipanaskan dengan api. Apabila bersedekah maka seakan-akan orang yang bersedekah tersebut mengambil kapak lalu memotong saya menjadi dua," jawab iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Mengapa demikian wahai Abu Murrah (julukan iblis)?" tanya Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Sebab dalam sedekah ada empat perkara yang perlu diperhatikan: Dengan sedekah itu, Allah akan menurunkan keberkahan dalam hartanya, menjadikan ia disenangi di kalangan makhluk Nya, dengan sedekah itu pula Allah akan menjadikan suatu penghalang antara neraka dengannya dan akan menghindarkan segala bencana dan penyakit," tutur iblis menjelaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Lalu bagaimana pendapatnu tentang Abu Bakar?" tanya Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Ia sewaktu jahillyyah saja tidak pernah taat kepadaku, apalagi sewaktu dalam Islam," tutur iblis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Bagaimana dengan Umar bin Khaththab?" tanya Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Demi Allah, setiap kali saya bertemu dengannya, mesti akan lari darinya," jawab iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Bagaimana dengan Utsman?" tanya Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Saya merasa malu terhadap orang yang para malaikat saja malu kepadanya," jawab iblis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"lalu bagaimana dengan Ali bin Abi Thalib?" tanya Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Andaikan saya bisa selamat darinya dan tidak pernah bertemu dengannya, ia meninggalkanku dan saya pun meninggalkannya. Akan tetapi ia tidak pernah melakukan hal itu sama sekali," tutur iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Segala puji bagi Allah Yang telah menjadikan ummatku bahagia dan mencelakakanmu sampai pada waktu yang ditentukan," tutur Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Tidak dan tidak mungkin, dimana ummatmu bisa bahagia sementara saya senantiasa hidup dan tidak akan mati sampai pada waktu yang telah ditentukan. Lalu bagaimana engkau bisa bahagia terhadap ummatmu, sementara saya bisa masuk kepada mereka melalui aliran darah dan daging, sedangkan mereka tidak bisa melihatku. Demi Tuhan Yang telah menciptakanku dan telah menunda kematianku sampai pada hari mereka dibangkitkan kembali (Kiamat), sungguh saya akan menyesatkan mereka seluruhnya, baik yang bodoh maupun yang alim, yang awam maupun yang bisa membaca al Qur'an, yang nakal maupun yang rajin beribadah, kecuali hamba-hamba Allah yang mukhlas (sangat-sangat ikhlas)," tutur iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Siapa menurut engkau hamba-hamba Allah yang mukhlas itu?" tanya Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Iblis menjawab dengan panjang lebar, "Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa orang yang masih suka dirham dan dinar (harta) adalah belum bisa murni karena Allah swt. Apabila saya melihat seseorang sudah tidak menyukai dirham dan dinar, serta tidak suka dipuji, maka saya tahu bahwa ia adalah orang yang mukhlis karena Allah, lalu saya tinggalkan. Sesungguhnya seorang hamba selagi masih suka harta dan pujian, sedangkan hatinya selalu bergantung pada kesenangan-kesenangan duniawi, maka ia akan lebih taat kepadaku daripada orang-orang yang telah saya jelaskan kepadamu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa cinta harta itu termasuk dosa yang paling besar? Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa cinta kedudukan adalah termasuk dosa yang paling besar? Apakah engkau tidak tahu, saya memiliki tujuhpuluh ribu anak, sedangkan setiap anak dari jumlah tersebut memiliki tujuhpuluh ribu setan. Di antara mereka ada yang sudah saya tugaskan untuk menggoda ulama, ada yang saya tugaskan untuk menggoda para pemuda, ada yang saya tugaskan menggoda orang-orang yang sudah tua. Anak-anak muda bagi kami tidak ada masalah, sedangkan anak-anak kecil lebih mudah kami permainkan sekehendak saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Di antara mereka juga ada yang saya tugaskan untuk menggoda orang-orang yang tekun beribadah, dan ada juga yang saya tugaskan untuk menggoda orang-orang zuhud. Mereka keluar masuk dari kondisi ke kondisi lain, dari satu pintu ke pintu lain, sehingga mereka berhasil dengan menggunakan cara apa pun. Saya ambil dari mereka nilai keikhlasan dalam hatinya, sehingga mereka beribadah kepada Allah dengan tidak ikhlas, sementara mereka tidak merasakan hal itu. Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa Barshish seorang rahib (pendeta) yang berbuat ikhlas karena Allah selama tujuhpuluh tahun, sehingga dengan doanya ia sanggup menyelamatkan orang-orang yang sakit. Akan tetapi saya tidak berhenti menggodanya sehingga ia sempat berbuat zina dengan seorang perempuan, membunuh orang dan mati dalam kondisi kafir? Inilah yang disebutkan oleh Allah dalam Kitab Nya dengan firman-Nya:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) setan ketika dia berkata kepada manusia: Kafirlah kamu maka tatkala manusia itu telah kafir ia berkata, 'Sesungguhnya aku cuci tangan darimu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam." (Q.s. al Hasyr: 16).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa kebohongan itu dari saya, saya adalah orang yang berbohong pertama kali. Orang yang berbohong adalah temanku. Barangsiapa bersumpah atas Nama Allah dengan berbohong maka ia adalah kekasihku. Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa saya pernah bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan atas Nama Allah, 'Bahwa saya akan memberi nasihat kepada kalian berdua.' Maka sumpah bohong itu menyenangkan hatiku. Sedangkan menggunjing dan mengadu domba adalah buah santapan dan kesukaanku. Kesaksian dusta adalah penyejuk mataku dan kesenanganku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Barangsiapa bersumpah dengan menceraikan istrinya (talak) maka hampir tidak akan bisa selamat, sekalipun hanya sekali. Andaikan itu benar, yang karenanya orang membiasakan lidahnya mengucapkan kata-kata tersebut, istrinya akan menjadi haram. Kemudian dari pasangan tersebut menghasilkan keturunan sampai hari Kiamat nanti yang semuanya hasil dari anak-anak zina. Sehingga seluruhnya masuk neraka hanya gara-gara satu ucapan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Wahai Muhammad, sesungguhnya diantara ummatmu ada orang yang menunda-nunda shalatnya dari waktu ke waktu. Ketika ia hendak menjalankan shalat maka saya selalu berada padanya dan mengganggu sembari berkata kepadanya, 'Masih ada waktu, teruskan engkau sibuk dengan urusan dan pekerjaan yang engkau lakukan.' Sehingga ia menunda shalatnya, dan kemudian shalat di luar waktunya. Akibatnya dengan shalat yang dikerjakan di luar waktunya itu ia akan dipukul di kepalanya. Kalau saya merasa kalah, maka saya mengirim kepadanya salah seorang dari setan-setan manusia yang akan menyibukkan waktunya. Kalau dengan usaha itu saya masih kalah, maka saya tinggalkan sampai ia menjalankan shalat. Ketika dalam shalatnya saya berkata kepadanya, 'Lihatlah ke kanan dan ke kiri.' Akhirnya ia melihat. Maka pada saat itu wajahnya saya usap dengan tangan saya, kemudian saya menghadap di depan matanya sembari berkata, 'Engkau telah melakukan apa yang tidak akan menjadi baik selamanya.'&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Wahai Muhammad, engkau tahu, bahwa orang yang banyak menoleh dalam shalatnya, Allah akan memukul kepalanya dengan shalat tersebut. Kalau dalam shalat ia sanggup mengalahkan saya, sementara ia shalat sendirian, maka saya perintah untuk tergesa-gesa. Maka ia mengerjakan shalat seperti ayam yang mencocok benih-benih untuk dimakan dan segera meninggalkannya. Kalau ia sanggup mengalahkan saya, dan shalat berjamaah, maka saya kalungkan rantai di lehernya. Ketika ia sedang ruku' saya tarik kepalanya ke atas sebelum imam bangun dari ruku' dan saya turunkan sebelum imam turun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Wahai Muhammad, engkau tahu, bahwa orang yang melakukan shalat seperti itu, maka batal shalatnya, dan di hari Kiamat nanti Allah akan menyalin kepalanya dengan kepala keledai. Kalau dengan cara tersebut saya masih kalah, maka saya perintahkan meremas-remas jari-jemarinya sehingga bersuara, sedangkan ia sedang shalat, karenanya ia termasuk orang-orang yang bertasbih kepadaku padahal ia sedang shalat. Kalau dengan cara tersebut masih juga tidak mempan, maka saya tiup hidungnya sehingga ia menguap, sementara ia sedang shalat. Kalau ia tidak menutupi mulutnya dengan tangannya maka setan masuk ke dalam perutnya, sehingga ia semakin rakus dengan dunia dan berbagai perangkapnya. Ia akan selalu mendengar dan taat kepadaku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Bagaimana ummatmu bisa bahagia wahai Muhammad, sementara saya memerintah orang-orang miskin untuk meninggalkan shalat, dan saya berkata kepadanya, 'Shalat bukanlah kewajiban kalian, shalat hanya kewajiban orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah.' Saya pun berkata kepada orang yang sakit, 'Tinggalkan shalat, karena shalat bukanlah kewajibanmu. Shalat hanyalah kewajiban orang-orang yang diberi nikmat kesehatan. Sebab Allah sudah berfirman, , &lt;blockquote&gt;“... dan tidak apa apa bagi seorang yang sedang sakit ...,“(Q.s. an Nur: 61)&lt;/blockquote&gt;. Kalau engkau sudah sembuh baru melakukan shalat.' Akhirnya ia mati dalam kondisi kafir. Apabila ia mati dengan meninggalkan shalat ketika sedang sakit, maka ia akan bertemu Allah dengan dimurkai.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Wahai Muhammad, jika saya menyimpang dan berdusta kepadamu, maka hendaknya engkau memohon kepada Allah agar saya dijadikan debu yang lembut. Wahai Muhammad, apakah engkau masih juga merasa gembira terhadap ummatmu, sementara saya bisa memurtadkan seperenam dari ummatmu untuk keluar dari Islam?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kemudian Rasulullah meneruskan pertanyaannya, "Wahai makhluk yang terkutuk, siapa teman dudukmu?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Orang-orang yang suka makan riba," jawab iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Lalu siapa teman dekatmu?" tanya Rasululah kembali.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Orang yang berzina," jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Siapa teman tidurmu?" tanya Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Orang yang mabuk," jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Siapa tamumu?" tanya Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Pencuri," jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Siapa utusanmu?" tanya Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Tukang sihir," jawabnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;'Apa yang menyenangkan pandangan matamu?" tanya Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Orang yang bersumpah dengan talak," jawab iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Siapa kekasihmu?" tanya Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Orang yang meninggalkan shalat Jum'at," jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Wahai makhluk yang terkutuk, apa yang mengakibatkan punggungmu patah?" Tanya Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Suara ringkik kuda untuk berperang membela agama Allah," jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Apa yang menjadikan tubuhmu meleleh?" tanya Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Tobatnya orang yang bertobat" jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Apa yang membuat hatimu panas?" tanya Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Banyaknya istighfar kepada Allah, baik di malam atau siang hari," jawabnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Apa yang membuatmu merasa malu dan hina?" tanya Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Sedekah secara rahasia," jawabnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Apa yang menjadikan matamu buta?" tanya Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Shalat di waktu sahur," jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;“Apa yang dapat mengendalikan kepalamu?" tanya Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Memperbanyak shalat berjamaah," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Siapa orang yang paling bisa membahagiakanmu?" tanya Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Orang yang sengaja meninggalkan shalat," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Siapa orang yang paling celaka menurut engkau?" tanya Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Orang-orang yang kikir," jawabnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Apa yang menyita pekerjaanmu?" tanya Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Majelis orang-orang alim," jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Bagaimana cara engkau makan?" Tanya Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Dengan tangan kiriku dan jari-jemariku," jawabnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Di mana engkau mencari tempat berteduh untuk anak anakmu di waktu panas?" tanya Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Di bawah kuku manusia," jawab iblis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Berapa kebutuhan yang pernah engkau minta kepada Tuhamnu?" tanya Rasulullah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Sepuluh macam," jawabnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;"Apa saja itu wahai makhluk terkutuk?" tanya Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Iblis pun menjawabnya, "Saya memintaNya agar saya bisa berserikat dengan anak-cucu Adam dalam harta kekayaan dan anak-anak mereka. Akhirnya Tuhan mengizinkanku berserikat dalam kelompok mereka. Itulah maksud firman Allah:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;blockquote&gt;"Dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan belaka." (Q.s. al Isra': 64).&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya, maka saya ikut memakannya. Saya juga ikut makan makanan yang bercampur riba dan haram serta segala harta yang tidak dimohonkan perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. Setiap orang yang tidak memohon perlindungan kepada Allah dari setan ketika bersetubuh dengan istrinya, maka setan akan ikut bersetubuh. Akhirnya melahirkan anak yang mendengar dan taat kepadaku. Begitu pula orang yang naik kendaraan dengan maksud mencari penghasilan yang tidak dihalalkan, maka saya adalah temannya. Itulah maksud firman Allah:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;blockquote&gt;“Dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki." (Q.s. al Isra': 64).&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya memohon kepada Nya agar saya punya rumah, maka rumahku adalah kamar mandi. Saya memohon agar saya punya masjid, akhirnya pasar menjadi masjidku. Saya memohon agar saya punya al-Qur'an, maka syair adalah al-Qur'anku. Saya memohon agar saya punya adzan, maka terompet adalah panggilan adzanku. Saya memohon kepadaNya agar saya punya tempat tidur, maka orang-orang mabuk adalah tempat tidurku. Saya memohon agar saya memiliki teman-teman yang menolongku, maka kelompok al-Qadariyyah menjadi teman-teman yang membantuku. Dan saya memohon agar saya mendapatkan teman-teman dekat, maka orang-orang yang menginfakkan harta kekayaannya untuk kemaksiatan adalah teman dekatku. Ia kemudian membaca firman Allah, &lt;blockquote&gt;“Sesungguhnya pemboros pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (Q.s. al Isra': 27)."&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Rasulullah saw. berkata kepadanya, "Andaikan tidak setiap apa yang engkau ucapkan itu didukung oleh ayat-ayat dari Kitab Allah tentu aku tidak akan membenarkanmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lalu iblis berkata lagi, "Wahai Muhammad, saya memohon kepada Allah agar saya bisa melihat anak-cucu Adam, sementara mereka tidak bisa melihatku. Kemudian Allah menjadikan aku bisa mengalir melalui peredaran darah mereka. Diriku bisa berjalan ke mana pun sesuai kemauan diriku dan dengan cara bagaimana pun. Kalau saya mau dalam sesaat pun bisa. Kemudian Allah berfirman kepadaku, 'Engkau bisa melakukan apa saja yang kau minta.' Akhirnya saya merasa senang dan bangga sampai hari Kiamat. Sesungguhnya orang yang mengikutiku lebih banyak daripada orang yang mengikutimu. Sebagian besar anak-cucu Adam akan mengikutiku sampai hari Kiamat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya memiliki anak yang saya beri nama Atamah. Ia akan kencing di telinga seorang hamba ketika ia tidur meninggalkan shalat Atamah (Isya'). Andalkan tidak karenanya tentu manusia tidak akan tidur lebih dahulu sebelum menjalankan shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya juga punya anak yang saya beri nama Mutaqadhi. Apabila ada seorang hamba melakukan ketaatan (ibadah) dengan rahasia dan ingin menutupinya, maka anak saya tersebut senantiasa membatalkannya dan dipamerkan di tengah-tengah manusia, sehingga semua manusia tahu. Akhirnya Allah membatalkan sembilan puluh sembilan dari seratus pahalanya. Sehingga yang tersisa hanya satu pahala. Sebab setiap ketaatan yang dilakukan secara rahasia akan diberi seratus pahala.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Saya punya anak lagi yang bernama Kuhyal, dimana ia bertugas mengusapi celak mata semua orang yang sedang berada di majelis pengajian dan ketika khathib sedang berkhuthbah. Sehingga mereka terkantuk dan akhirnya tidur, tidak bisa mendengarkan apa yang dibicarakan para ulama. Mereka yang tertidur tidak akan ditulis pahala sedikit pun untuk selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Setiap kali ada perempuan keluar mesti ada setan yang duduk di pinggulnya, ada pula yang duduk di daging yang mengelilingi kukunya. Dimana mereka akan menghiasi kepada orang-orang yang melihatnya. Kedua setan itu kemudian berkata kepadanya, 'Keluarkan tanganmu.' Akhirnya ia mengeluarkan tangannya, kemudian kukunya tampak, lalu kelihatan nodanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Wahai Muhammad, sebenarnya saya tidak bisa menyesatkan sedikit pun. Akan tetapi saya hanya akan mengganggu dan menghiasi. Andaikan saya memiliki hak dan kemampuan untuk menyesatkan, tentu saya tidak membiarkan segelintir manusia pun di muka bumi ini yang masih sempat mengucapkan dua kalimat syahadat, 'Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Utusan-Nya.' Tidak akan ada lagi orang yang shalat dan berpuasa. Sebagaimana engkau wahai Muhammad, tidak berhak untuk memberikan hidayah sedikit pun kepada siapa saja. Akan tetapi engkau adalah seorang utusan dan penyampai amanat dari Tuhan. Andaikan engkau memiliki hak dan kemampuan untuk memberi hidayah, tentu engkau tidak akan membiarkan segelintir orang kafir pun di muka bumi ini. Engkau hanyalah sebagai argumentasi (hujjah) Tuhan terhadap makhluk-Nya. Sementara saya hanyalah menjadi sebab celakanya orang yang sebelumnya sudah dicap oleh Allah menjadi orang celaka. Orang yang bahagia dan beruntung adalah orang yang dijadikan bahagia oleh Allah sejak dalam perut ibunya, sedangkan orang yang celaka adalah orang yang dijadikan celaka oleh Allah sejak dalam perut ibunya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kemudian Rasulullah membacakan firman Allah:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;blockquote&gt;"Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia ummat Yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat. Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu." (Q.s. Hud: 118 9).&lt;/blockquote&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Kemudian beliau melanjutkan dengan firman Allah yang lain:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;&lt;blockquote&gt;"Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku." (Q.s. al Ahzab: 38).&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Lantas Rasulullah saw. berkata lagi kepada iblis, "Wahai Abu Murrah (iblis), apakah engkau masih mungkin bertobat dan kembali kepada Allah, sementara saya akan menjaminmu masuk surga.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Ia menjawab, "Wahai Rasulullah, ketentuan telah memutuskan dan Qalam pun telah kering dengan apa yang terjadi seperti ini hingga hari kiamat nanti. Maka Mahasuci Tuhan Yang telah menjadikanmu sebagai tuan para Nabi dan khatib para penduduk surga. Dia telah memilih dan mengkhususkan dirimu. Sementara Dia telah menjadikan saya sebagai tuan orang-orang celaka dan khatib para penduduk neraka. Saya adalah makhluk yang celaka lagi terusir. Ini adalah akhir dari apa yang saya beritahukan kepadamu, dan saya mengatakan sejujurnya."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:verdana;"&gt;Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, awal dan akhir, dhahir dan bathin. Dan semoga shalawat dan salam sejahtera tetap diberikan kepada seorang Nabi yang Ummi dan kepada para keluarga dan sehabatnya serta para Utusan dan para Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-7765571998121720660?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/7765571998121720660/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=7765571998121720660' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/7765571998121720660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/7765571998121720660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/05/dialog-rasulullah-dengan-iblis.html' title='Dialog Rasulullah dengan Iblis'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-8012232419405780427</id><published>2008-05-05T21:44:00.000-07:00</published><updated>2008-05-05T21:46:35.932-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Personal'/><title type='text'>Gusti Allah Tidak Sedang Bermain Dadu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dapet artikel bagu dari &lt;/span&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" href="http://hericz.net/2006/12/gusti-allah-tidak-sedang-bermain-dadu/"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;selengkapnya: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Negara Alfabet&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kalau ini adalah negara Alfabet, maka mari kita sebut tokoh bernama A. Yang serba baik, pinter, alim, mampu menciptakan keluarga yang sakinah dengan 7 orang anak, menginspirasi semua orang untuk menjadi lebih baik, pengusaha sukses pula. Pokoknya nilainya serba A. Makanya dia disebut AA.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di ujung negara yang lain, tentu saja namanya Z, ada orang yang juga pinter, baik hati, aktif di kegiatan kemahasiswaan hingga jadi ketua Umum organisasi mahasiswa islam. Sampai akhirnya beliau bisa memanjat pohon beringin yang mendudukkannya di kursi Senayan, naik motor 20 menit dari kontrakanku. Jadi posisiku dan dia bedanya nggak jauh-jauh amat sih. Pak Z ini sangat Yahud, maka diberi julukan YZ. *halah maksa*&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;h3 style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;AA ke YZ&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dunia tiba-tiba gempar. Mas AA menikah lagi, secara resmi di depan saksi. Istrinya yang baik, ramah, subur (lha anaknya 7 je), merelakan suaminya menikah lagi dengan seorang mantan model, cantik tinggi semampai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kemudian, Ibu-ibu demo, menteri ikut bikin pres rilis, pejabat lain mengajukan amandemen pengubahan undang-undang, presiden angkat bicara, infotainment dapat topik bahasan, tabloid-tabloid dapet berita. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mas AA kembali menjadi inspirasi bagi banyak orang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Di ujung dunia lain, video klip amatir mas YZ beredar cepat dari HP ke HP, lewat mahasiswa, karyawan kantor, tukang ojek, anak SMA, lewat milis-milis, sampai akhirnya masuk ke media massa. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penasaran juga, memang sutradaranya siapa sih kok peredaran filmnya ngalahin gegap gempitanya Jiffest? Owalah, ternyata adegan mas YZ sedang ‘ihik-ihik’ dengan mbak ME, seorang penyanyi dangdut yang memang sudah malang melintang di &lt;em&gt;pentas panggung politik&lt;/em&gt; -dalam arti harfiah-. (Eh, tapi walau sudah nikah,nonton begituan tetep dosa ya?)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kemudian, gedung Senayan geger lagi. Om Permadi malah bilang “ah, lagi sial aja itu si YZ, sudah biasa di sini”. Hwarakadah, ini lagi ngomongin dewan yang terhormat lho, bukan ngomongin komplek prostitusi. Waktu bergerak cepat, lalu mbak ME masuk TV, infotainment dapat topik bahasan, tabloid-tabloid dapat berita. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tapi untuk kasus ini, mas YZ tidak menginspirasi banyak orang. Lagipula, waktu itu beliau sedang ke luar negeri. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;h3 style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Poligami dan Selingkuh&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jadi begitulah, di satu sisi dunia ada manusia yang menyalurkan sifat manusianya dengan cara yang berbeda. Satu dengan jalan yang memang diajarkan dalam agama -yang entah kondisinya sesuai atau tidak di jaman sekarang-. Satunya lagi dengan jalan yang selalu hina di jaman dan kebudayaan manapun. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Anak SD:&lt;/strong&gt; “Kenapa acara Smack Down nggak ada lagi di TV ?”&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bapak  : &lt;/strong&gt;“Karena anak-anak suka meniru gerakannya, jadi berbahaya”&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Anak SD: &lt;/strong&gt;“Lho, kalau James Bond yang suka berzina itu kenapa tetap diputer di TV dan Bioskop? Bukannya Bapak-bapak juga suka meniru? Wakil rakyat saja sampai ikut meniru”&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bapak  : &lt;/strong&gt;“Oh kalau itu tidak bisa dihapus, karena nanti ramai orang demo lagi di bunderan HI, kan mengganggu anak-anak yang mau sekolah”&lt;/span&gt;   &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;***&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sementara itu, di sebuah blok di Rumah Susun Tanah Abang, &lt;a href="http://hericz.net/2006/10/ira-dan-heri/"&gt;sepasang suami istri &lt;/a&gt;yang baru sebulan menikah ngobrol santai sambil nonton TV.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Istri Menyun: “Wah, AA Gym kawin kok negara sampai mau mengubah undang-undang sih? Reaktif, kaya infotainment saja”&lt;br /&gt;Suami Geblek: “Ya begitulah. Eh, kalo aku kawin lagi gimana ya?”&lt;br /&gt;Istri Menyun: “Emang mau punya istri berapa?”&lt;br /&gt;Suami Geblek: “Delapan belas?”&lt;br /&gt;Istri Menyun: “Lah, istri satu saja njemput di kantor terlambat terus kok. Kalau istrimu 18 nanti apa nggak susah antar jemputnya?”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lalu aku bersyukur punya istri yang bisa mengingatkan keterbatasan kemampuanku. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img src="http://www.geocities.com/hericz/blog/dadu.jpg" alt="Main dadu aja yuks" align="middle" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dan karena Einstein saja bilang kalau “God doesn’t play dice”, “Gusti Allah mboten dolanan dadu”, aku yakin dua kejadian yang terjadi bersamaan ini tidak terjadi tanpa hikmah buat umat manusia. Paling tidak untuk manusia yang masih sempat lihat infotainment dan baca tabloid gosip. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: verdana; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;—&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ket: Penggunaan Mas AA adalah redundan. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-8012232419405780427?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/8012232419405780427/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=8012232419405780427' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/8012232419405780427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/8012232419405780427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2008/05/gusti-allah-tidak-sedang-bermain-dadu.html' title='Gusti Allah Tidak Sedang Bermain Dadu'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-4769214664515193522</id><published>2007-10-29T20:46:00.000-07:00</published><updated>2007-10-29T20:47:14.001-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>Keranjang Arang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Seorang Kakek (seoarang Muslim) hidup di suatu perkebunan di suatu pegunungan sebelah timur Negara bagian Kentucky (Amerika) dengan cucu lelakinya yg masih muda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca Quran di meja makan di dapurnya. Cucu lelaki nya ingin sekali&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya. Suatu hari sang cucu nya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;bertanya, " Kakek! Aku mencoba untuk membaca Qur'an seperti yang kakek lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Qur'an?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Dengan tenang sang Kakek dengan mengambil keranjang tempat arang, memutar sambil melobangi keranjang nya ia menjawab, " Bawa keranjang ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air." Maka sang cucu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Kakek tertawa dan berkata, "Lain kali kamu harus melakukukannya lebih cepat lagi," Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tsb untuk dicoba lagi. Sang cucu berlari lebih cepat, tetapi tetap, lagi2 keranjangnya kosong sebelum ia tiba di depan rumah. Dengan terengah-engah, ia berkata kepada kakek nya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah dibolongi, maka sang cucu mengambil ember sebagai gantinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Sang kakek berkata, " Aku tidak mau ember itu; aku hanya mau keranjang arang itu. Ayolah, usaha kamu kurang cukup," maka sang kakek pergi ke luar pintu untuk mengamati usaha cucu laki-lakinya itu. Cucu nya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap ingin menunjukkan kepada kakek nya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-engah ia berkata, " Lihat Kek,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;percuma!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;" Jadi kamu pikir percuma?" Jawab kakek.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Kakek berkata, " Lihatlah keranjangnya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. Keranjang itu telah berubah dari keranjang arang yang tua kotor dan kini bersih, luar dalam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;"Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca Qur'an. Kamu tidak bisa memahami atau ingat segalanya,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;tetapi ketika kamu membaca nya lagi, kamu akan berubah, luar dalam. Itu adalah karunia dari Allah di dalam hidup kita."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Seperti sabda Nabi Muhammad (SAW) :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;" Bagi siapa saja yang membawa kebaikan maka akan mendapat ganjarannya"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;--&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Sesungguhnya, hanya dengan mengingat Allah, hati akan tenang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;Sepenggal kata mutiara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt;"Teman yang baik adalah seseorang yang dapat berkata BENAR kepada kita, dan bukan orang yang selalu MEMBENAR-BENARKAN perkataan kita, tanpa koreksi dan NASIHAT."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4112446184751957652-4769214664515193522?l=moslemsqy.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://moslemsqy.blogspot.com/feeds/4769214664515193522/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4112446184751957652&amp;postID=4769214664515193522' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/4769214664515193522'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4112446184751957652/posts/default/4769214664515193522'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://moslemsqy.blogspot.com/2007/10/keranjang-arang.html' title='Keranjang Arang'/><author><name>quallesqy</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='26' src='http://2.bp.blogspot.com/_LH6IDfspAbU/SJvmKD8A2VI/AAAAAAAADcI/-mfZoqTZoc0/s1600-R/Batik.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4112446184751957652.post-2995989299767330265</id><published>2007-09-17T20:38:00.001-07:00</published><updated>2007-09-17T20:38:53.336-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Others'/><title type='text'>LOWONGAN</title><content type='html'>&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Cari yang nyaman dan kondusif serta hasil memuaskan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;LOWONGAN DISEDIAKAN UNTUK 2 POSISI :&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;A. Penghuni Surga&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;B. Penghuni Neraka&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;SYARAT-SYARAT PELAMAR:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&gt; Tidak diperlukan ijazah&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&gt; Tidak diperlukan koneksi atau uang sogok.&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&gt; Tidak perlu bawa harta&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&gt; Tidak perlu berwajah cantik, ganteng, berbadan tegap atau seksi.&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;&gt; Cukup membawa dokumen asli dari ibadah dan amal karya Anda sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;WAKTU WAWANCARA :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt; &lt;script&gt;&lt;!-- D(["mb","\u003cfont size\u003d\"2\" face\u003d\"Courier New\"\&gt;\u003cspan style\u003d\"font-size:10.0pt\"\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;-Wawancara tahap 1, dilakukan 7 langkah setelah\npelayat terakhir\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;meninggalkan kuburan Anda. Sabda Rasulullah SAW:\n&amp;quot;Sesungguhnya bila\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;jenazah seseorang diletakkan di dalam kubur,maka\njenazah itu mendengar\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;suara sandal orang2 yang mengantarnya ke kuburan\npada saat mereka\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;meninggalkan tempat itu (Hadist Hasan yang\ndiriwayatkan oleh Ahmad\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;Hanbal).\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;Perlu diketahui jadwal wawancara Anda ini sudah\nditentukan sejak roh\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;ditiupkan ke tubuh Anda semasa dalam kandungan\nibu.\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;-Wawancara tahap 2 : Waktunya ditentukan oleh\nOWNER\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003c/span\&gt;\u003c/font\&gt; \u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont size\u003d\"2\" face\u003d\"Courier New\"\&gt;\u003cspan style\u003d\"font-size:10.0pt\"\&gt;LOKASI DAN\nLAMA WAWANCARA\u003c/span\&gt;\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cfont size\u003d\"2\" face\u003d\"Courier New\"\&gt;\u003cspan style\u003d\"font-size:10.0pt\"\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;Wawancara tahap I, dilakukan di dalam kubur (alam\nbarzakh) selama\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;beberapa menit hingga ribuan tahun tergantung\nposisi yang dilamarnya.\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;Wawancara tahap II, dilakukan pada hari\npenghisaban (hari perhitungan)\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;selama beberapa hari hingga ribuan tahun\ntergantung posisi yang\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;dilamarnya. Dalam salah satu haditsnya Rasulullah\npernah bersabda\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;bahwa jarak waktu masa pengadilan antara orang-orang\nkaya dan\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;orang-orang miskin adalah 500 tahun. Berbahagialah\nAnda yang miskin\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;selama di dunia, yang memiliki sedikit harta untuk\ndiminta",1] );  //--&gt;&lt;/script&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;-Wawancara tahap 1, dilakukan 7 langkah setelah pelayat terakhir &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;meninggalkan kuburan Anda. Sabda Rasulullah SAW: "Sesungguhnya bila &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;jenazah seseorang diletakkan di dalam kubur,maka jenazah itu mendengar &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;suara sandal orang2 yang mengantarnya ke kuburan pada saat mereka &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;meninggalkan tempat itu (Hadist Hasan yang diriwayatkan oleh Ahmad &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Hanbal).&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Perlu diketahui jadwal wawancara Anda ini sudah ditentukan sejak roh &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;ditiupkan ke tubuh Anda semasa dalam kandungan ibu.&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;-Wawancara tahap 2 : Waktunya ditentukan oleh OWNER&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;LOKASI DAN LAMA WAWANCARA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Wawancara tahap I, dilakukan di dalam kubur (alam barzakh) selama &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;beberapa menit hingga ribuan tahun tergantung posisi yang dilamarnya. &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Wawancara tahap II, dilakukan pada hari penghisaban (hari perhitungan) &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;selama beberapa hari hingga ribuan tahun tergantung posisi yang &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;dilamarnya. Dalam salah satu haditsnya Rasulullah pernah bersabda &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;bahwa jarak waktu masa pengadilan antara orang-orang kaya dan &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;orang-orang miskin adalah 500 tahun. Berbahagialah Anda yang miskin &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;selama di dunia, yang memiliki sedikit harta untuk diminta&lt;script&gt;!-- D(["mb","\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;pertanggungjawabann ya (karena sebutir nasi yang\nAnda buang akan\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;diminta pertanggungjawabann ya).\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003c/span\&gt;\u003c/font\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont size\u003d\"2\" face\u003d\"Courier New\"\&gt;\u003cspan style\u003d\"font-size:10.0pt\"\&gt;PEWAWANCARA:\u003c/span\&gt;\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cfont size\u003d\"2\" face\u003d\"Courier New\"\&gt;\u003cspan style\u003d\"font-size:10.0pt\"\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;Wawancara tahap I, dilakukan oleh Malaikat Mungkar\ndan Nakir.\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;Wawancara tahap II, dilakukan langsung oleh sang\nOWNER\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003c/span\&gt;\u003c/font\&gt; \u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont size\u003d\"2\" face\u003d\"Courier New\"\&gt;\u003cspan style\u003d\"font-size:10.0pt\"\&gt;WAWANCARA\nHANYA BERISI 6 PERTANYAAN :\u003c/span\&gt;\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cfont size\u003d\"2\" face\u003d\"Courier New\"\&gt;\u003cspan style\u003d\"font-size:10.0pt\"\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;1. Siapa Tuhanmu ?\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;2. Apa agamamu ?\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;3. Siapa nabimu?\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;4. Apa kitabmu?\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;5. Dimana kiblatmu ?\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;6. Siapa saudaramu?\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;Sungguh 6 pertanyaan yang sangat mudah, tapi\nsayangnya tidak bisa\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;dihapal dari sekarang karena keimanan dan amal\nkitalah yang akan\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;menjawabnya.\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003c/span\&gt;\u003c/font\&gt; \u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont size\u003d\"2\" face\u003d\"Courier New\"\&gt;\u003cspan style\u003d\"font-size:10.0pt\"\&gt;CARA\nMELAMAR:\u003c/span\&gt;\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cfont size\u003d\"2\" face\u003d\"Courier New\"\&gt;\u003cspan style\u003d\"font-size:10.0pt\"\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;Sekali lagi, ini benar-benar rekrutmen yang sangat\nistimewa, tidak\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;perlu melamar, siapa saja dijamin diterima, bahkan\nuntuk melamarpun\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;Anda akan dijemput secara khusus. Dijemput oleh\nmakhluk sekaliber\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;malaikat yang bernama Izroil. Ia akan menjemput\nanda kapan dan dimana",1] );  //--&gt;&lt;/script&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; pertanggungjawabann ya (karena sebutir nasi yang Anda buang akan&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;diminta pertanggungjawabann ya).&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;PEWAWANCARA:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Wawancara tahap I, dilakukan oleh Malaikat Mungkar dan Nakir.&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Wawancara tahap II, dilakukan langsung oleh sang OWNER&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;WAWANCARA HANYA BERISI 6 PERTANYAAN :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;1. Siapa Tuhanmu ?&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;2. Apa agamamu ?&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;3. Siapa nabimu?&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;4. Apa kitabmu?&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;5. Dimana kiblatmu ?&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;6. Siapa saudaramu?&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Sungguh 6 pertanyaan yang sangat mudah, tapi sayangnya tidak bisa &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;dihapal dari sekarang karena keimanan dan amal kitalah yang akan &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;menjawabnya.&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;CARA MELAMAR:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Sekali lagi, ini benar-benar rekrutmen yang sangat istimewa, tidak &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;perlu melamar, siapa saja dijamin diterima, bahkan untuk melamarpun &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Anda akan dijemput secara khusus. Dijemput oleh makhluk sekaliber &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;malaikat yang bernama Izroil. Ia akan menjemput anda kapan dan dimana&lt;script&gt; !-- D(["mb","\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;saja (bisa jadi sebentar lagi).\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003c/span\&gt;\u003c/font\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont size\u003d\"2\" face\u003d\"Courier New\"\&gt;\u003cspan style\u003d\"font-size:10.0pt\"\&gt;BENARKAH\nLOWONGAN INI ?\u003c/span\&gt;\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cfont size\u003d\"2\" face\u003d\"Courier New\"\&gt;\u003cspan style\u003d\"font-size:10.0pt\"\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;Simaklah hadits dibawah ini, sesungguhnya terlalu\nbanyak rahasia alam\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;ini yang tidak mampu kita ketahui,apalagi mengenai\nakhirat.\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003c/span\&gt;\u003c/font\&gt; \u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont size\u003d\"2\" face\u003d\"Courier New\"\&gt;\u003cspan style\u003d\"font-size:10.0pt\"\&gt;Rasulullah\nsaw bersabda : &amp;quot;Sesungguhnya aku mampu melihat apa yang tak\u003c/span\&gt;\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cfont size\u003d\"2\" face\u003d\"Courier New\"\&gt;\u003cspan style\u003d\"font-size:10.0pt\"\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;sanggup kalian lihat. Kudengar suara gesekan di\nlangit(berkriut-\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;kriut),\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;langit sedemikian padatnya,tak ada tempat kosong\nbahkan seluas empat\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;jari sekalipun krn langit dipenuhi para malaikat\nyang sedang bersujud\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;kepada Allah SWT. Demi Allah ! Sekiranya kalian\nmengetahui apa yang\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;aku ketahui tentang akhirat), niscaya kalian tidak\nakan pernah tertawa\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;sedikitpun, bahkan kalian pasti akan banyak\nmenangis (karena\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;takut).Dan niscaya kalian tidak akan pernah bisa\nbersenang-senang\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;dengan istri-istri kalian, dan niscaya kalian akan\nkeluar berhamburan\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;ke jalan-jalan (berteriak) untuk memohon (ampun)\ndan memanjatkan doa\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;kepada Allah (meminta perlindungan dari bencana\nakhirat) yang akan Dia\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;timpakan&amp;quot; ( HR Tirmidzi &amp;amp; Al-Bukhari).\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003c/span\&gt;\u003c/font\&gt;",1] );  //--&gt;&lt;/script&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt; saja (bisa jadi sebentar lagi).&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;BENARKAH LOWONGAN INI ?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Simaklah hadits dibawah ini, sesungguhnya terlalu banyak rahasia alam &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;ini yang tidak mampu kita ketahui,apalagi mengenai akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Rasulullah saw bersabda : "Sesungguhnya aku mampu melihat apa yang tak &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;sanggup kalian lihat. Kudengar suara gesekan di langit(berkriut- &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;kriut),&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;langit sedemikian padatnya,tak ada tempat kosong bahkan seluas empat &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;jari sekalipun krn langit dipenuhi para malaikat yang sedang bersujud &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;kepada Allah SWT. Demi Allah ! Sekiranya kalian mengetahui apa yang &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;aku ketahui tentang akhirat), niscaya kalian tidak akan pernah tertawa &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;sedikitpun, bahkan kalian pasti akan banyak menangis (karena &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;takut).Dan niscaya kalian tidak akan pernah bisa bersenang-senang &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;dengan istri-istri kalian, dan niscaya kalian akan keluar berhamburan &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;ke jalan-jalan (berteriak) untuk memohon (ampun) dan memanjatkan doa &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;kepada Allah (meminta perlindungan dari bencana akhirat) yang akan Dia &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;timpakan" ( HR Tirmidzi &amp;amp; Al-Bukhari).&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;script&gt;&lt;!-- D(["mb","\n\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont size\u003d\"2\" face\u003d\"Courier New\"\&gt;\u003cspan style\u003d\"font-size:10.0pt\"\&gt;Sementara\njutaan Malaikat dengan penuh rasa takut dan hormat sedang\u003c/span\&gt;\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cfont size\u003d\"2\" face\u003d\"Courier New\"\&gt;\u003cspan style\u003d\"font-size:10.0pt\"\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;bersujud kepada Allah, dan Malaikat peniup\nSangkakala sudah siap di\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;depan trompetnya sejak alam ini diciptakan,\nsementara itu pula masih\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;banyak diantara kita yang masih terlena dengan\ndunia ini dan\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;bergelimang dalam alam pikirannya sendiri. Tidak\nsadar ia bahwa\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;dirinya sedang masuk dalam program penerimaan\nlowongan yang ada di\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;akhirat.\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003c/span\&gt;\u003c/font\&gt; \u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont size\u003d\"2\" face\u003d\"Courier New\"\&gt;\u003cspan style\u003d\"font-size:10.0pt\"\&gt;UNTUK POSISI\nA (PENGHUNI SORGA) DISEDIAKAN FASILITAS DAN KOMPENSASI SBB :\u003c/span\&gt;\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cfont size\u003d\"2\" face\u003d\"Courier New\"\&gt;\u003cspan style\u003d\"font-size:10.0pt\"\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;Sebelum kandidat diberi fasilitas final berupa\nSurga yang kekal abadi,\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;kandidat dijamin akan memperoleh training outdoor\ndan indoor, berupa :\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;1. Nikmat kubur.\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;2. Jaminan perlindungan di PadangMahsyar.\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;3. Keselamatan meniti Sirath-al mustaqim.\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003c/span\&gt;\u003c/font\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont size\u003d\"2\" face\u003d\"Courier New\"\&gt;\u003cspan style\u003d\"font-size:10.0pt\"\&gt;Syurga\nmemiliki berbagai kenikmatan yang tidak dapat dibandingkan\u003c/span\&gt;\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cfont size\u003d\"2\" face\u003d\"Courier New\"\&gt;\u003cspan style\u003d\"font-size:10.0pt\"\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;dengan kenikmatan dunia.\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;Rasulullah bersabda, &amp;quot;Demi Allah, dunia ini\ndibanding akhirat ibarat\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;seseorang yang mencelupkan jarinya ke laut; air\nyang tersisa di",1] );  //--&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Sementara jutaan Malaikat dengan penuh rasa takut dan hormat sedang &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;bersujud kepada Allah, dan Malaikat peniup Sangkakala sudah siap di &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;depan trompetnya sejak alam ini diciptakan, sementara itu pula masih &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;banyak diantara kita yang masih terlena dengan dunia ini dan &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;bergelimang dalam alam pikirannya sendiri. Tidak sadar ia bahwa &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;dirinya sedang masuk dalam program penerimaan lowongan yang ada di &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;UNTUK POSISI A (PENGHUNI SORGA) DISEDIAKAN FASILITAS DAN KOMPENSASI SBB :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Sebelum kandidat diberi fasilitas final berupa Surga yang kekal abadi, &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;kandidat dijamin akan memperoleh training outdoor dan indoor, berupa :&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;1. Nikmat kubur.&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;2. Jaminan perlindungan di PadangMahsyar.&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;3. Keselamatan meniti Sirath-al mustaqim.&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Syurga memiliki berbagai kenikmatan yang tidak dapat dibandingkan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;dengan kenikmatan dunia.&lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;br /&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;Rasulullah bersabda, "Demi Allah, dunia ini dibanding akhirat ibarat &lt;/span&gt;&lt;/tt&gt;&lt;tt&gt;&lt;span style="font-family:Courier New;"&gt;seseorang yang mencelupkan jarinya ke laut; air yang tersisa di&lt;script&gt; !-- D(["mb","\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;jarinya ketika diangkat itulah nilai dunia&amp;quot;\n(HR Muslim).\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003c/span\&gt;\u003c/font\&gt; \u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont size\u003d\"2\" face\u003d\"Courier New\"\&gt;\u003cspan style\u003d\"font-size:10.0pt\"\&gt;Nikmat yang\nlebih indah dari syurga adalah &amp;#39;merasakan&amp;#39; ridha Allah dan\u003c/span\&gt;\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cfont size\u003d\"2\" face\u003d\"Courier New\"\&gt;\u003cspan style\u003d\"font-size:10.0pt\"\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;kesempatan merasakan &amp;#39;wajah&amp;#39; Allah, inilah puncak\nsegala kenikmatan,\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;inilah kenikmatan yang tak mampu dibayangkan\nmanusia,yaitu keindahan\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;menikmati sifat-sifat dan kalam murni Allah yang\nMaha Pengasih dan\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont face\u003d\"Courier New\"\&gt;Maha Penyayang.\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003c/span\&gt;\u003c/font\&gt; \u003cbr\&gt;\n\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont size\u003d\"2\" face\u003d\"Courier New\"\&gt;\u003cspan style\u003d\"font-size:10.0pt\"\&gt;UNTUK POSISI\nB (PENGHUNI NERAKA) DISEDIAKAN FASILITAS DAN KOMPENSASI SBB :\u003c/span\&gt;\u003c/font\&gt;\u003c/tt\&gt;\u003cfont size\u003d\"2\" face\u003d\"Courier New\"\&gt;\u003cspan style\u003d\"font-size:10.0pt\"\&gt;\u003cbr\&gt;\n\u003ctt\&gt;\u003cfont
